Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
9. Wanita penyakitan


__ADS_3

Di negera XXX. semua orang sudah menyambut pagi, Matahari sudah menampakkan sinarnya. meskipun di belahan dunia lain bumi masih tertidur. mungkin karena jarang dan perbedaan waktu.


lari pagi sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi sebagian orang.


pagi ini Bella sedang menghabiskan waktu nya untuk berolahraga sebelum beraktivitas. dia sudah beberapa kali berkeliling tadi. kini ia memilih duduk di kursi untuk beristirahat.


“Ini air minum mu bell,”


“Makasih ya, haus sekali,”


“Apa sudah cukup olahraga nya?” tanya Jhon


“Lumayan juga,”


“Yasudah, ayo kita pulang. nanti bisa terlambat. ada fashion show kan hari ini?”


bella mengangguk.


mereka sudah berada di mobil. Jhon mulai menghidupkan mobil dan menjalankan nya.


“Apa kakak mu sudah pulang dari rumah sakit?”


“Iya sudah, tadi malam,”


“Maaf, aku tidak bisa menjemput kalian tadi malam”


“Tak apa Jhon, aku juga lupa mengabari mu kemarin,”


“Kau juga harus tetap jaga kesehatan mu bell, apalagi jam kerja mu sangat padat. jangan hanya memikirkan kakakmu!”


“Iya aku tau itu.”


mobil berhenti tempat di depan rumah.


“Setengah jam lagi aku menjemputmu ya.” ujar Jhon dari dalam mobil


“baiklah.” jawab nya sambil setengah berteriak.


Jhon adalah teman sekaligus pengawal untuk Bella. bahkan lebih dari itu, dia sudah menganggap Jhon seperti keluarga sendiri. karena selama ini Jhon lah yang selalu ada untuk nya.


Bella memasuki rumah. dia langsung menuju kamar nya. semenjak kakaknya masuk rumah sakit, rumah ini menjadi sepi. hanya ada dua pelayan dan satu penjaga yang bekerja di rumah ini.


setelah mandi dia langsung memakai baju nya. dan polesan make up yang natural. dia memang sudah sangat cantik dari dulu.


hpnya di dalam tasnya berdering..


“Halo!..”


Bell, apa sudah berangkat?


“Masih di rumah.”


*A*pa kau mau aku jemput?

__ADS_1


“Tidak perlu Jess, aku berangkat dengan Jhon nanti.”


okay baiklah. sambungan terputus.


Bella keluar dari kamarnya menuju ruang makan.


“Apa kak Belna sudah sarapan?” bertanya kepada pelayan.


“Sudah nona. nona Belna makan di kamar tadi.”


15 menit dia sudah selesai sarapan. Bella menuju kamar kakaknya. hanya sampai depan pintu. Bella melihat sepertinya kakaknya tertidur, ia tidak ingin menganggu nya. ia berjalan keluar.


Jhon sudah menunggu nya di depan gerbang.


“Apa sudah lama disini. kenapa tidak langsung masuk saja? ”


“Aku juga baru sampai di sini,”


“Yasudah ayo masuk, nanti bisa terlambat!”


mobil sudah berada di jalan raya. jalanan sudah terlihat ramai. semua orang sudah melakukan aktivitas masing-masing. mobil dan kendaraan yang lain tidak henti-hentinya melintas.


“Mungkin malam ini kita bekerja sampai larut malam. apa kau sudah menyiapkan obatmu?”


“Tenang saja semua sudah berada di dalam tas ini,” Bella menepuk tas yang ada di depan nya.


“Jangan terlalu memaksakan diri kalau kau lelah, istirahat saja nanti!” Jhon sudah seperti seorang ayah yang menasehati anaknya.


“Baiklah-baiklah, kau setiap hari selalu mengatakan itu kepada ku,”


sebagai seorang model memang menghabiskan banyak waktu untuk berkerja. bahkan biasanya sampai larut malam. dan kalau jadwal Sanga padat juga harus bolak-balik negara untuk melakukan pekerjaan. sebenarnya Bella memiliki penyakit jantung. yang mengharuskan nya bekerja tidak terlalu berat. namun keadaan memaksa nya untuk terus bekerja keras.


mobil sudah berhenti di parkiran. Bella sudah masuk ke dalam gedung, ia sudah bersiap untuk melakukan fashion show bersama teman model nya yang lain. tapi dari sekian banyak temannya, hanya Jessica lah yang sangat akrab pada nya.


“Bella kau sudah lebih dulu datang ya? ku pikir kau masih di perjalanan tadi,” Jessica yang baru tiba.


“Aku juga baru saja tiba.” mereka berdua duduk di meja rias. dan siap di make over oleh penata rias.


...----------------...


Vania baru bangun dari tidur nya. ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 08.44 WIB.


“Apa Efbran sudah bangun ya?”


dia berjalan menuju kamar mandi. 30 menit berlalu. Vania sudah memakai pakaian rapi nya. ia berjalan ke kamar Efbran. belum sempat mengetuk pintunya, ia di kaget kan dengan pelayan yang baru saja ingin keluar dari kamar Efbran. tampaknya ia baru saja membersihkan kamar tuan nya.


“Apa Efbran ada di dalam?” Vania sudah mendorong pintu ingin masuk.


“Tuan Efbran sudah menunggu anda di ruang makan nona.”


“Benarkah?” ia langsung berjalan berbalik arah menuju ruang makan.


Efbran dan sekretaris Rey sudah berada di meja makan. tapi sepertinya hanya duduk. belum menyantap makanan nya.

__ADS_1


“Sayang, aku terlambat ya? kau pasti sudah lama menunggu ku ya?”


“Sudah bangun, duduk lah!”


sekertaris Rey memilih keluar dari ruang itu.


pagi ini mereka menikmati sarapan berdua dengan sangat romantis. lagi-lagi Vania terpesona dengan ketampanan laki-laki yang ada di depan nya ini.


dia sedang makan saja terlihat ganteng dan keren seperti itu. bagai mana aku tidak tergila-gila padanya.


makanya di meja sudah tandas. mereka berdua berjalan meninggalkan ruangan makan itu.


“sayang kita mau kemana?” Efbran sudah mengandeng Vania keluar dari apartemen.


“Kemana pun yang kau mau,”


“Benarkah?” Efbran sudah membukakan pintu mobil untuk Vania, lalu ia juga ikut masuk. sekertaris Rey menutup pintunya


“Kau mau kemana saja? ”


“Aku mau mall, ada beberapa barang yang sedang aku incar.”


...----------------...


Di rumah semua orang baru saja selesai sarapan.


“Dimana Efbran aku tidak melihat nya?” tanya Erland.


“Tadi malam dia mengantar pacarnya pulang ke apartemen mungkin dia juga menginap di sana.” jawab Dania


Erland, wijin dan frido sedang berada di rumah tamu setelah sarapan selesai.


“Bukan kah Vania itu putri dari Mark Gabino?” Erland memulai pembicaraan.


“Dia memang putri mark Gabino,” jawab wijin


“Tapi yang ku dengar dari beberapa kolega kerja ku, dia korupsi dan banyak menipu teman kerjanya. namun kolega kerja ku yang lain ada juga yang mengatakan bahwa Mark yang di tipu dan semua uang perusahaan nya di bawa kabur,”


“Ya, Vania memang pernah meminjam uang pada Efbran tapi itu dulu.”


“Apa kau hari ini tidak bekerja?” tanya erlan


“ Bagaimana aku bisa meninggalkan mu. kita bahkan belum sempat mengobrol banyak,”


“Hahaha, baik lah bagai mana kalau kita semua pergi ke makam nya kak Edwin, sudah lama kan kita tidak ke sana,”


“Baiklah, aku akan mengajak Dania dia pasti mau ikut.”


“Aku setuju. kita ajak istri kita masing-masing” ujar frido.


“Aku akan memanggil Brama. mengajak nya untuk ikut juga.”


Tinggalkan jejak kalian. dengan like, komen dan vote. mohon kritik dan sarannya juga. tapi jangan di buli ya, Author juga masih belajar nulis.😥🙏

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2