Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
46. Perjodohan part 1


__ADS_3

“Tuan, Nyonya!” panggil Bella sopan.


wiliardi dan Merry kembali membalikkan tubuh mereka dan menatap Bella.


“Tuan, Nyonya. sepertinya saya harus segera pulang sekarang!”


“ kenapa bell? pestanya juga masih belum selesai dan tamu-tamu yang lain juga masih ramai lo” ujar Merry


“apa kau merasa tidak nyaman? atau karena pelayan tadi?” tanya wiliardi


“Ah, tidak-tidak tuan. saya merasa sangat nyaman di sini, dan soal pelayan tadi juga dia hanya tidak sengaja. tapi hanya saja saya ada urusan setelah ini”


alasan karena ada urusan lain memang yang paling banyak di pilih seseorang untuk berbohong. Bella memang merasa tidak nyaman tapi bukan karena pestanya atau hal yang lain, hanya saja ia bosan karena tidak memiliki teman ngobrol.


“oh, begitu ya. yasudah tidak apa-apa.”


“Selamat anniversary pernikahan anda ya tuan, nyonya. semoga keluarga anda selalu bahagia dan harmonis”


“Terimakasih ya bell sudah mau datang menghadiri acara penting kami” ucap Merry


“sama-sama nyonya, dan soal kado dari saya sudah saya titipkan pada pelayan wanita, karena saya tidak enak tadi memberikan nya secara langsung kepada anda dari tadi saya melihat kalian berdua sangat sibuk”


“tidak perlu tidak enak bell, lagian kan kita juga sudah kenal lama masa kamu masih malu. iya kan sayang” ucap Merry yang langsung di sambut anggukan kepala oleh wiliardi


“Baiklah nyonya lain kali saya akan begitu”


“nanti saya akan menyuruh bawahan saya untuk mengirimkan surat kontrak kerjanya pada mu bell, apa alamat rumah mu masih sama dengan yang dulu?” tanya wiliardi

__ADS_1


“Tidak tuan, saya sudah pindah.” Bella mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.“ini kartu nama saya tuan ada alamat rumah dan nomor hp baru saya juga di sana.”


wiliardi mengambil kartu itu.“Baiklah bell. saya benar-benar berharap kamu akan menandatangani kontrak kerjanya”


“baiklah tuan. kalau begitu saya permisi dulu” Bella berjalan keluar dari aula besar itu.


sementara itu di dalam aula Merry menatap Bella sampai ia menghilang di balik pintu.


“bella sekarang semakin cantik ya sayang.” puji Merry


“iya. kalau aku masih muda aku juga pasti akan jatuh cinta padanya” ucap wiliardi sambil tertawa kecil dan berjalan meninggalkan istri nya.


“Wiliiiiii!!” teriak Merry. ia berjalan mengejar suaminya yang lebih dulu masuk ke aula besar itu.


sementara itu Efbran begitu saya melemparkan handphone itu kepada Aira yang langsung di sambut gelagapan oleh Aira takut kalau hpnya jatuh ke lantai.


sedangkan Efbran entah kenapa ia sedikit kesal melihat wanita itu keluar begitu saja.


David yang dari tadi memperhatikan Efbran dari kejauhan langsung berjalan mendekati nya. ia tersenyum ke arah Efbran. “siapa dia ef?” tanyanya ia menunjuk Aira dengan tatapan mata sambil tersenyum cengengesan.


“apa dia gebetan mu? wah sepertinya ini adalah keajaiban dunia, akhirnya kau bisa jatuh cinta lagi?” ujar David sedikit berbisik pada Efbran, agar Aira wanita yang di maksud tidak mendengar obrolan mereka.


setelah mengucapkan kata-kata itu David langsung di sambut tatapan tajam dari Efbran. apa kau tidak punya mata? dia bukan selera ku!” ucapnya sedikit nyaring. yang tentunya tidak David sendiri saja yang mendengar nya


setelah mengatakan itu Efbran langsung berjalan menjauh dengan wajah yang masih terlihat kesal. namun berbeda dengan Aira ia malah terlihat sedih apalagi setelah mendengar perkataan Efbran ia tahu betul pasti yang di maksud Efbran adalah dirinya.


...----------------...

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain Jessica sedang bersi tegang dengan kedua orangtuanya. ia tetap bersi kukuh tidak ingin di jodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya.


“Jessica, ayolah ini semua demi kebaikan mu dan kita bersama!!” ujar Caroline


kebaikan apanya? sejak kecil kalian berdua selalu mengekang kebebasan ku kan. aku kehilangan masa kecil ku, masa remajaku, dan sekarang kalian ingin mengatur masa depan ku juga?!!


ingin rasanya Jessica berteriak begitu. namun apalah daya ia hanya berani berbicara di dalam hati Tampa berani merealisasikan nya.


“Jessica kau itu adalah pewaris perusahaan ini nantinya, kalau kau tidak memilih pasangan yang baik untuk mu bagaimana nasib perusahaan ini nantinya??!” ujar Chris sang ayah


Jessica yang mendengarnya hanya tertunduk diam. apa hanya nasib perusahaan yang kalian khawatir kan? lalu bagaimana dengan nasib ku? apa kalian tidak sama sekali mengkhawatirkan diri ku. kenapa kalian selalu merampas kebebasan ku?!! Jessica menangis di dalam hati. ingin rasanya berbicara seperti itu namun iya tau sekuat apapun ia melawan ia akan tetap kalah


“Alvin bukan lah laki-laki yang pantas untuk mu!! ia hanyalah seorang laki-laki yang miskin!” ujar Chris lagi


Jessica mengangkat kepalanya. “tapi Alvin adalah laki-laki yang baik Deddy!! meskipun dia miskin tapi dia selalu membuat ku bahagia”


“DIAM, JESSICA!!! BERHENTI MEMUJI LAKI-LAKI ITU. SEKALI DEDDY BILANG TIDAK, KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA BERSAMA NYA”!!! teriak Chris nyaring suaranya memenuhi seisi ruangan. membuat Jessica mengeluarkan air matanya begitu saja. namun secepat itu juga ia menghapus air matanya dengan ibu jarinya


Jessica memang tidak berpacaran dengan laki-laki itu.namun, Alvin adalah laki-laki yang baik. Alvin sudah beberapa kali menyatakan cinta padanya namun ia cukup sadar diri untuk bisa bersama. karena, Jessica yakin hubungan itu pasti hanya akan berakhir di tengah jalan.


Jessica keluar begitu saya dari ruangan itu. ia berjalan sambil setengah berlari, air matanya mengalir begitu saja meskipun ia sudah menyeka dengan tangan nya namun tetap saja air matanya seperti tidak bisa berhenti keluar


ia berjalan keluar dari gedung itu dengan sedikit lesu. seorang ayah seharusnya bisa memahami keinginan anaknya namun tidak dengan dirinya. ia sudah cukup lelah selalu di atur oleh orangtuanya. Jessica menatap ke arah langit melihat burung-burung terbang dengan bebasnya seandainya saja ia bisa terbang bebas kemana pun yang ia inginkan.


ia masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja, namun ia bukanlah burung yang bisa terbang ke mana saja. Jessica melihat ke arah spion mobil, satu mobil mengikuti nya dari belakang dan yang pasti itu adalah bodyguard yang selalu mengawasi nya.


Sementara Chris menendang kursi karena kesal melihat penolakan anaknya. bagaimana pun ia harus bisa membujuk Jessica untuk bisa menikah dengan anak temannya

__ADS_1


“tenanglah, aku akan menyakinkan Jessica nanti. dia pasti akan menerima perjodohan ini.” ucap Caroline


BERSAMBUNG.....


__ADS_2