Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
11. Kesedihan Bella


__ADS_3

Yasmine dan Yuna masih mengendarai mobil. memecah keramaian jalan meskipun sudah sangat larut malam, jalanan masih sangat ramai pengendara.


“Jadi apa rencana mu kedepannya?” Yasmine memulai pembicaraan karena dari tadi Yuna hanya diam


“Entah lah, aku belum memikirkan nya. aku masih tidak percaya saja, aku bisa hamil secepat ini!”


“Itu kan wajar-wajar saja, kau hamil karena punya suami. kalau Tampa suami itu namanya kurang ngajar,”


“Besok aku akan pulang ke negara AAA. aku akan mengatakan nya langsung pada keluarga ku dan juga suami ku,”


“Keluarga mu memang harus tau tentang ini!”


“Apa kau juga tidak mau ikut pulang?”


“Sepertinya tidak na. besok aku sudah mulai syuting film,”


“Tapi aku denger keluarga Mahendra akan melangsungkan pesta pernikahan. keluarga mu tidak mungkin tidak di undang kan?” tanya Yuna.


“Iya aku tau itu, bahkan pacarku Evan juga mengajak ku untuk menghadiri pesta itu tapi, sayangnya aku sudah menerima tawaran filmnya, dan syuting nya juga akan di mulai besok, aku tidak punya waktu untuk pulang ke sana ke negara AAA.”


...----------------...


Jessica dan Bella juga masih berada di mobil menuju jalan pulang. tapi hanya saja jalan yang mereka lewati berbeda arah dengan y


Yasmine dan Yuna.


“Bell, apa kau baik-baik saja wajah mu pucat sekali?” Jessica memperhatikan wajah Bella yang terlihat sangat pucat.


“Ak.. Aku baik-baik saja Jess! mungkin karena tidak ada istirahat hari ini.”


tak terasa mobil sudah berhenti di depan rumah Bella, ia segera turun dari mobil.


“Thanks ya Jes. apa mau mampir dulu?”


“Tidak perlu bell. aku sangat lelah hari ini, dan ingin segera pulang,”


“Baiklah. hati-hati di jalan,” Bella langsung berjalan masuk ke rumah. begitu juga dengan Jessica ia mengendarai mobil menuju rumah nya. handphone nya tidak berhenti berdering dari tadi


setelah 20 menit akhirnya ia sampai di rumah. Jessica memarkirkan mobilnya di garasi, setelah nya ia langsung masuk ke rumah.


belum sempat masuk ke kamarnya. mommy dan Deddy nya sudah menunggu di ruang tamu.


“Jessica! sudah jam berapa ini? kenapa kau baru pulang sekarang? bukannya show mu sudah lama selesai!?”


mommy nya mencecar nya dengan pertanyaan.


“Aku hanya bertemu dengan teman-teman ku sebenar tadi mom!”


“Sebenar kata mu! tidak lihat ini jam berapa?”


Chris menunjuk jam yang ada di dinding. kali ini Deddy yang marah pada nya


“Maaf, aku salah tidak mengabari kalian,” ucap Jessica sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


“Tapi, apa kalian bisa sedikit saja mengurangi sifat protektif kalian kepada ku? aku sudah dewasa sekarang!” Jessica menatap kedua orangtuanya secara bergantian.


“Mommy melakukan ini semua karena ada baiknya juga untuk mu!”


ada baiknya? apa aku tidak salah dengar! apa kalian tau selama ini dengan hidup ku. kalian berdua selalu sibuk mengurus bisnis ini itu. tapi selalu melarang ku melakukan apapun sampai menyuruh bodyguard sialan itu untuk mengawasi ku.


“mom. aku sudah dewasa sekarang. aku ingin bebas melakukan apapun!”


bebas versi Jessica hanya lah ia ingin melakukan sesuatu yang sudah bisa ia lakukan ketika berumur dewasa, tampa pengawasan ke dua orang tua nya lagi. tapi masih dalam kata wajar, bukan kehidupan bebas kebanyakan wanita seumur nya.


“Dengar mommy sudah mengizinkan mu keluar dan mengejar karier mu itu sudah cukup. kau tidak perlu memiliki banyak teman di luar saja tidak ada untungnya juga bagi mu!”


“Kau dengar itu Jessica. sekarang masuk ke kamar mu!” ucap Chris dengan menatap anaknya dengan tajam


Jessica menaiki anak tangga menuju kamar nya.


“Besok jam : 07. 00 wib kau harus sudah bangun!”


Caroline masih berbicara dengan setengah berteriak.


Jessica s' POV


begitu lah orang tua ku, kalau kalian ingin tahu. tingkat ke over protektif nya memang tidak berubah sejak dulu, sampai jam makan dan tidur pun masih di atur oleh mommy. tidak boleh terlambat walau hanya satu menit. waktu kecil pun aku hanya menghabiskan waktu ku di rumah bersama adikku. Deddy ku mendatang kan guru untuk kami homeschooling di rumah.


sepanjang waktu kecil ku aku tidak memiliki teman. mommy ku marah ketika aku diam-diam keluar dari rumah dan bermain dengan anak tetangga sebelah rumah ku. aku hanya sekali-sekali melihat dunia luar. ikut mommy ku berbelanja di supermarket, itu pun aku hanya boleh melihatnya berbelanja dari dalam mobil.


jadi setelah lulus di perkuliahan. aku sangat senang karena mommy dan Deddy tidak akan mengatur hidup ku lagi aku bebas sekarang bisa menikmati dunia luar sesuka ku. tapi ternyata semua itu salah. mommy tetap mengatur ku meskipun ia sangat sibuk bekerja. hingga menyewa seseorang untuk mengawasi ku.


...----------------...


apa aku katakan ini pada kakak ya. tapi sepertinya tidak usah. kakak baru keluar dari rumah sakit.aku tidak ingin menambah beban pikirkan nya karena aku, masalah nya dengan mantan tunangan nya saja sudah membuat nya drop sampai masuk rumah sakit.


Bella berjalan ke kamar dengan wajah yang pucat.


beberapa hari yang lalu Belna yaitu kakaknya Bella baru saja di tinggal nikah oleh tunangan nya. itu membuat kakaknya drop, hingga masuk rumah sakit.


setelah masuk ke kamarnya. Bella duduk di sofa samping jendela kamar nya. ia mengambil obat dan meminum nya. dan juga mengambil kertas check up yang ada di atas meja. darah kembali mengalir di hidung nya menetes mengenai baju nya, Bella mengusap nya dengan tangan, air matanya ikut jatuh. sebenernya ia sudah diagnosa oleh dokter menderita leukimia. tak hanya itu Bella juga memiliki riwayat penyakit jantung, yang ia derita sejak usia 13 tahun.


kenapa tuhan? kenapa kau mengirimkan ini pada ku. ini sungguh menyakitkan! tapi aku baik-baik saja, aku sudah terbiasa dengan rasa sakit.


ia kembali mengusap air matanya.


kau, pasti bisa Bella! ayo semangat! ia kembali tersenyum dan mengacungkan tangannya ke atas memberi semangat pada dirinya sendiri.


flashback.


Bella baru saja menyelesaikan pekerjaan. sekarang ia sudah berada di mobil nya. ia ingin menuju ruang sakit, melakukan pemeriksaan pada jantung nya.


setelah melewati perjalanan sekarang ia sudah sampaikan di rumah sakit. Bella menuju ke ruangan dokter yang biasa memeriksa nya.


“Gabriella Harris!”


setelah beberapa menit menunggu akhirnya namanya di panggil juga.

__ADS_1


pemeriksaan telah selesai. kini ia duduk di depan dokter yang masih sibuk menulis resep-resep obat.


“Ini obatnya harus rutin di minum!”


“Baik, dok.”


“Jantung nya bekerja cukup baik, sering-sering olahraga, minum obat dan makan makanan yang sehat juga,”


“Baik dok. apa saja bisa memeriksakan yang lain, akhir-akhir ini saya merasa tubuh saya sering kelelahan tidak seperti biasanya, dan pusing sampai timbul bintik-bintik merah pada kulit saya!”


“Baiklah.” dokter nisa sudah berjalan ke ruang pemeriksaan dan di ikuti oleh Bella di belakang.


setelah selesai pemeriksaan. Bella kembali duduk di kursi nya. menunggu hasil check up dari dokter.


“Ham, Bella.” dokter wanita itu menatap Bella. sambil membuka hasil pemeriksaan yang ada di tangannya.


“Hasil dari pemeriksaan ini mengatakan bahwa kamu terserang leukimia akut.”


“A..App..apa dok?” Bella seperti tersambar petir di siang bolong. tubuhnya gemetaran. matanya pun sudah mulai berkaca-kaca.


“Tenang lah bell. kau bisa melakukan kemoterapi di sini. aku berjanji akan merawat mu bahkan kalau bisa aku akan merawat mu sampai sembuh aku berjanji Bella!” Dokter wanita itu menggenggam erat tangan Bella, mereka memang sudah akrab karena Bella sering melakukan pemeriksaan di sini.


Bella menganggukkan kepalanya. air matanya sudah membasahi pipinya.


“Tapi aku mohon jangan katakan ini pada siapapun!” Bella berbalik menggenggam erat tangan dokter itu.


“Aku tidak ingin ada yang tau soal ini!”


“Baiklah. tapi Bella kau harus jaga kesehatan mu jangan terlalu lelah, dan jangan juga terlalu memaksa kan dirimu untuk bekerja dengan keras. kau perlu banyak istirahat!”


“iya, terimakasih dokter.” Bella memasuki hasil check up kedalam tas nya. setelah itu ia langsung keluar dari ruangan dokter.


“Bella!”


belum sempat kakinya melangkah keluar dokter itu kembali memanggil nya. Bella berbalik badan.


“Aku tahu semua ini tidak mudah untuk mu. tapi di luar itu, percayalah kau tidak sendiri.”


dokter itu berjalan mendekati Bella, dan memeluknya.


“Lihatlah dirimu sendiri. dan jangan pernah membandingkan nya dengan orang lain, karena mau secantik atau seburuk apapun dirimu, itu lah milik mu. jangan pernah sedih dengan itu. kita memiliki jalan masing-masing untuk hidup. aku percaya suatu hari kau pasti juga akan sembuh.”


“Terimakasih, dokter” ucap Bella lirih


dokter itu melepaskan pelukannya.


“Sama-sama Bella. apapun masalahmu kau bisa datang kesini dan bercerita padaku,”


Bella membalasnya dengan anggukan kepala ia tersenyum tipis. sambil tangannya menghapus air matanya.


“Kalau begitu saya permisi dulu dok.”


dokter itu mengangguk.

__ADS_1


setelah sampai di mobil ia menangis lagi. kenapa ini harus terjadi kepada nya. penyakit jantung nya saja sudah cukup membuat nya menderita selama ini. apa lagi di tambah dengan ini.


BERSAMBUNG........


__ADS_2