
Hari semakin siang. jam istirahat kantor pun sudah tiba semua karyawan memilih menghabiskan waktu istirahat mereka untuk mengisi tenaga. siang ini kantin terisi sangat penuh mereka bahkan antri untuk memesankan makanan
sedangkan yang lain sibuk mengobrol. tuan Efbran pun tak luput dari topik obrolan mereka
“Hey, apa kalian tau. aku tadi sempat berpapasan dengan tuan Efbran tau. ternyata ketampanannya berkali-kali lipat sangat tampan di lihat dari jarak dekat”
para karyawan wanita pun tak henti-hentinya memuji ketampanan tuan Efbran. yang menurut mereka membuat mata tak ingin berpaling saat melihat nya
“kenapa tidak tuan Efbran saja ya yang mengelola perusahaan ini, kalau dia yang mengelola kan kita bisa melihatnya setiap hari” ucap staff wanita yang lain. mereka pun mengangguk setuju dengan pernyataan staff wanita itu
“kenapa meja itu dari tadi masih kosong ya?”
Menunjuk meja yang biasanya di duduki oleh David. mereka berharap kalau saja tuan Efbran juga akan makan di kantin. lumayan kan menurut mereka dapat tontonan gratis dan pastinya mereka akan lebih lama dapat memandangi tuan Efbran.
“Mungkin sebenar lagi” kata staff wanita yang lain
“eh, kalian tahu tidak. ternyata ada tuan Zano juga Lo, aku sempat melihat nya tadi”
“benarkah?” ucap mereka bersama.
“iya aku tidak berbohong”
“aku tidak sabar lagi ingin melihat tuan-tuan itu, semoga saja mereka makan di kantin ini”
mereka pun menikmati makan sambil mengobrol. tak hanya di satu meja, tapi di meja yang lain pun mengobrol kan topik yang sama.
sementara itu di dalam ruangan kerja David, Suasana sudah mulai tenang. Efbran tidak lagi berteriak keras seperti tadi ia kembali duduk di sofa
ruangan ini kembali sepi. tidak ada yang berani bersuara, takut kalau emosi ya mulia itu terpancing lagi.
dua pelayan masuk membawa makanan. mereka meletakan di atas meja dengan sangat hati-hati, David memang sengaja meminta mereka untuk membawa makanan itu ke mari, agar mereka semua bisa makan dengan tenang disini. karena David tahu kalau tuan muda yang berada di sebelah nya ini makan di luar bisa saja ia akan kembali marah. apalagi kalau di luar ia pasti akan menjadi pusat perhatian semua orang, dalam keadaan seperti itu bisa saja Efbran tidak bisa mengendalikan emosi nya
sekarang pun tatapan tajam nya tidak meredup, meskipun sekarang ia sudah tenang. tapi tetap saja kelihatan menakutkan. bahkan Evan dan Brian saja yang biasanya selalu bercanda kini benar-benar tidak berani bersuara. itu bukan Tampa alasan. mereka sudah pernah melihat bagaimana tuan muda itu marah dengan sesungguhnya, bahkan mereka pun dulu tak luput dari kemarahan Efbran.
“Makan lah Ef!” ucap David. sambil menaruh piring berisi makanan berserta gelas minumnya ia bahkan seperti seorang ibu yang meletakkan lauk pauk di dalam piring anaknya
__ADS_1
“Dalam keadaan seperti ini kau masih bisa menyuruh ku makan?!” menatap David dengan tatapan tajam nya
“kau juga butuh tenaga untuk menyelidiki masalah ini kan. makan lah Ef, apalagi kau dari luar kota untuk ke mari”
bisa tidak sih jangan bersikap seperti anak kecil? kalau kau terus begini aku yang repot, ini juga sekertaris kenapa diam saja. bantu jinakkan tuan mu ini napa!?
“ Bagaiman kalau Vania benar-benar berselingkuh dari ku. aku akan benar-benar menendang laki-laki itu ” mulai lagi emosi. membuat semua orang jengah dengan ocehan nya
terserah mu. mau kau bunuh dia sekalian biar kau puas. David benar-benar sudah jengah. ia memasukkan makanan ke dalam mulutnya, tidak perduli lagi tuan muda itu makan atau tidak. ia harus siap tenaga dan mental setelah ini, kalau isu itu benar. maka pekerjaan nya pasti akan tambah berat. mengurus masalah kantor saja ia belum selesai, apalagi kalau nanti dia pasti juga akan terkena amukan singa ini.
“Sudahlah ef. tidak perlu di pikirkan, lagi pula kalau Vania benar-benar selingkuh toh masih banyak wanita lain yang menginginkan mu kan. kalau tidak ada lagi wanita yang ingin dengan mu baru kau bisa marah” ucap Zano menasehati nya. ia benar-benar belum kapok meskipun beberapa kali sempat di maki tadi
“kau mengatai-ngatai ku tidak laku begitu?!”
Zano gelagapan. apalagi mendapat tatapan tajam dari Efbran. padahal niatnya bukan begitu tadi, tapi malah di tanggapi lain oleh Efbran
“Maksud ku bukan begitu. setidaknya kau tidak perlu semarah ini, harusnya kau bersyukur karena sudah tahu seberapa jahatnya Vania itu”
“Brakk!” Efbran mengebrak meja lagi. membuat semua nya hampir jantungan. “Uhuk, uhukk” Bahkan Brian tersengal saking kagetnya. ia buru-buru meminum air
“ apa bersyukur? Jadi menurut mu aku harus bahagia karena kejadian ini. aku harus bersyukur karena di khianati oleh pacar ku sendiri, begitu menurut mu!?”
“ lebih baik kau pergi sana!. kau tidak di perlukan juga disini!!” menatap tajam Zano
Zano tidak mengindahkan ucap Efbran, ia tetap duduk dan menikmati makanannya
“Seret saja dia keluar Rey. malas sekali aku melihat wajahnya”
sekertaris Rey hanya diam saja. ia pikir Efbran hanya bercanda
“kau tidak dengar Rey?!” menatap tajam ke arah sekertaris nya
“Baik, tuan.” sekertaris Rey sudah mendekat pada sofa yang di duduki Zano
“Maaf tuan silahkan anda pergi dari sini. anda tidak di perlukan di sini!”
__ADS_1
“Hey, Rey bertoleransi lah sedikit. aku kan sedang menikmati makanan ku!”
“anda bisa membungkus makanan anda, dan memakannya setelah keluar dari sini”
“Apa sudah gila ya? aku bisa-bisa di tertawa kan oleh semua orang, bagaimana bisa pria keren seperti ku membawa makanan yang sudah di bungkus”
“hey, ef aku tadi kan hanya menasehati mu. kenapa seakan-akan aku yang tersalah kan disini” masih berani mengutarakan pendapatnya. meskipun Efbran dari tadi memelototi nya
“sudahlah tuan, mari saya antar ke luar” sekertaris Rey sudah memegang tangan Zano
“apa kau tidak merasa kalau kau itu menyebalkan!?”
Apa? aku yakin menyebalkan. hey bedebah sialan apa perlu kita tes kejiwaan siapa manusia yang paling menyebabkan di sini.
Oceh Zano dalam hati. ia kini sudah malas untuk berdebat dengan Efbran, bukan karena ia takut. tapi malas saja menghadapi tuan muda yang keras kepala itu, orang bilang apa, di tanggapinya apa.
Tokk..tokk ..
terdengar ketukan pintu dari arah luar. Adriana pun masuk dengan seorang laki-laki muda
“Maaf, tuan. menganggu waktu istirahatnya. Hmm, tuan Zano. sekertaris anda datang ke sini untuk mencari anda” ucap Adriana sopan
Sekertaris itu pun berjalan mendekat ke arah sofa yang di duduki oleh Zano.
“Maaf, tuan. ayah anda menyuruh Anda untuk segera pulang!”
“apa kau kabur dari rumah karena tidak ingin di jodohkan. bahkan ayahmu sampai menyuruh seseorang untuk membawa mu pulang” Ucap Efbran, sambil menyunggingkan senyum sinis nya. tanda ia sedang menghina Zano. bagaimana pun ia juga tidak beruntung dalam urusan percintaan
“Yang jelas masalah mu dengan masalah ku itu berbeda. kau dikhianati oleh pacar mu, sedangkan aku hanya tidak di restui. bukankah masalah tidak di restui itu tidak terlalu patal, aku juga masih bisa menanganinya. tidak semenyedihkan dirimu yang di selingkuhi oleh pacarmu sendiri”
Zano tersenyum smirk setelah mengakhiri kata-katanya. ia sebenarnya tidak tega berkata seperti tadi di depan Efbran yang sedang kalut itu. tapi demi membalas ucapan Efbran tadi ia pun memberanikan diri untuk membalas nya
“Hey, kau lebih baik bawa saja dia langsung pergi dari sini. sebelum aku benar-benar akan melemparkan gelas ini ke wajahnya” menunjuk sekertaris nya Zano dengan matanya.
setelah Zano keluar ruangan ini menjadi sepi. yang lain masih sibuk menghabiskan makanannya. karena tadi sempat terhenti gara-gara dua tuan muda yang sipatnya tidak jauh berbeda itu.ya, sama-sama keras kepala dan susah untuk di nasehati
__ADS_1
“ kalian semua tidak mengerti apa yang aku rasakan sekarang. pasti kalian juga sedang memaki ku dalam hati kan?” menatap satu-persatu orang yang ada di ruangan ini
BERSAMBUNG.....