Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
40. Vania Selingkuh


__ADS_3

Vania membanting keras pintu kamarnya, ia baru saja menerima telpon dari sekertaris Rey.


ia mengobrak-abrik seisi kamarnya. peralatan makeup pun berserakan di lantai. Vania tidak perduli bahkan ia menginjak nya


“Ahhhh!!!” teriak nya frustasi, di iringi air matanya yang terus membasahi pipinya “kenapa sekertaris itu bisa tahu ini juga kenapa dia bisa memotret ku saat bersama dengan James” Vania kembali melihat layar hpnya, menampilkan sebuah Poto dirinya dan James yang sedang berciuman. Poto itu di kirim langsung oleh sekertaris Rey padanya


“Apa sekertaris itu sudah mengatakannya pada Efbran?”


Vania berusaha menelpon Efbran, tapi tetap saja nomor itu tidak pernah aktif lagi.


“apa Efbran memblokir nomorku? apa dia sudah mengetahui tentang ini? Tidakkk!! Efbran tidak boleh percaya dengan itu. aku harus ke negara AA. aku harus menjelaskan ini semua padanya!”


setelah memasukkan semua baju-baju ke dalam koper ia langsung turun dari kamarnya.


...----------------...


pukul 15. 20 WIB. Vania sudah tiba di bandara AA. ia sudah berada di dalam mobil menuju apartemen Efbran. apartemen yang biasa ia tempati jika sedang berada di negara ini


bak seperti apartemen nya sendiri ia bahkan tidak malu melenggang masuk ke dalam dan memencet tombol lift untuk naik ke atas. setelah sampai di depan pintu ia memasukkan password nya seperti biasanya. tapi kali ini berbeda sudah beberapa ia memasukkan password nya tapi tetap saja salah. Vania tidak menyerah ia mencoba nya kembali. tetapi, sama saja pintu itu sama sekali tidak mau terbuka.


“apa aku memencet tombol yang salah?” gerotu nya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


seorang petugas laki-laki tidak sengaja lewat di depan pintu yang sedang berusaha Vania buka.


ia mendekat. ia cukup tahu siapa wanita yang berada di depan nya ini. “maaf nona, apartemen ini sudah di tempati oleh orang lain”


Vania membulatkan netra nya. ia tersenyum sinis. tentu saja tidak percaya dengan pernyataan laki-laki di depannya ini.


“itu tidak mungkin. apa kau tidak mengenal ku? Efbran tidak mungkin menyewakan apartemen ini kepada orang lain, karena hanya aku dan dia yang bisa menempati apartemen satu ini”


“maaf nona. saya sudah lama bekerja di sini. saya juga tau siapa nona, mungkin nona saja yang tidak mengenal saya. tuan Efbran juga sudah lama tidak datang ke sini. lagi pula kami juga tidak akan seberani itu menyewakan kamar apartemen ini kepada orang lain, tampan perizinan tuan Efbran”


“apa maksud mu. Efbran mengizinkan orang lain untuk menempati apartemen ini.” laki-laki itu menganggukkan kepalanya.“ benar nona!”


apa benar seperti itu? apa aku sudah tidak bisa menempati apartemen ini?. sepertinya aku harus ke kantor, aku harus menanyakan nya sendiri pada Efbran dan aku juga harus menjelaskan semuanya padanya.


setelah keluar dari apartemen. Vania menyetop taksi, ia langsung masuk ke dalam taksi itu. tidak butuh waktu lama akhirnya ia sampai di grafin gruop gedung yang menjulang tinggi. Vania melenggang masuk seperti biasanya. Tampa memperdulikan orang-orang memperhatikan nya.


belum sempat ia masuk ke ruang Presdir dua orang staff wanita menghalangi langkahnya untuk masuk.


“Maaf, nona. tuan Efbran sedang tidak ada di ruangannya. ia sedang meeting dengan klien di luar.” ucap salah satu staff wanita menjelaskan


“Baiklah. kalau begitu saya akan menunggu nya di dalam.” Vania sudah mendorong pintu dan melangkahkan kaki kanan nya untuk masuk.

__ADS_1


“Tapi, maaf nona.” dua staff wanita itu menundukkan kepalanya. “tapi, apa?” ucap Vania sambil mengernyitkan keningnya


“Tuan Efbran melarang siapapun untuk masuk ke ruangan nya nona!”


“ apa kalian tidak tahu aku ni siapa?” nada bicaranya sudah naik beberapa oktaf


“Ta.. tau nona. tapi ini perintah dari tuan Efbran sendiri!”


apa? bahkan untuk masuk ke ruangan nya saja sekarang aku tidak di perbolehkan.


“Anda bisa menunggu tuan Efbran di ruang tunggu nona”


Vania mengepalkan tangannya. dan hal itu dapat di lihat oleh dua staff wanita itu.“baiklah, aku akan menunggu di ruangan tunggu saja.” kini suaranya sudah terdengar lembut seperti biasanya. tidak seperti tadi berteriak dengan kasar, tentu saja Vania tidak ingin merusak imagenya sebagai wanita yang terlihat lembut dan baik. ia berjalan lebih dulu, sedangkan dua staff wanita itu mengikuti nya dari belakang.


“silahkan nona” ucap kedua staff wanita itu sambil membuka pintu. Vania langsung berjalan masuk dan duduk di sofa.


dua orang staff wanita itu tetap menemani Vania. sambil menghidangkan air minum padanya.


“terimakasih!” ucapnya diiringi dengan senyuman manis seperti biasanya.


walaupun sudah bersikap tenang. tapi tetap saja dari raut wajahnya ia tampak gelisah. itu bahkan dapat di lihat dari dua staff wanita yang sedang memperhatikan nya. mereka menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi di antara kedua orang ini. tidak biasanya tuan Efbran melarang Vania untuk masuk ke ruangannya, begitu juga dengan raut wajah Vania yang tampak gelisah. tapi walaupun penasaran mereka tidak tau, atau pun tidak ingin mencari tau


jam istirahat kantor pun sudah selesai. Efbran kembali ke ruangannya. dua staff wanita tadi masuk dan mengatakan bahwa ada nona Vania di ruang tunggu.


“Baik, tuan!” dua staff wanita itu kembali ke ruangan tunggu.


tidak lama Vania masuk ke ruangan Efbran. ia masih menampilkan wajah yang sama. terlihat tenang dengan senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya


ia duduk di sofa sebelah Efbran. menyandarkan kepalanya pada lengan kekar Efbran. seperti biasa ia akan bermanja-manja dengan Efbran


“sayang, kenapa nomor hp mu selalu tidak aktif? apa kau terlalu sibuk sampai tidak mengaktifkan nya?”


Vania sedikit mengangkat wajahnya ingin mencium wajah bak dewa itu. tapi belum sempat bibirnya mendarat di pipi itu, Efbran berdiri dan menarik kasar tangannya dari dekapan Vania. karena Efbran berdiri tiba-tiba itu membuat Vania sedikit terjerambah ke sisi sofa


Efbran berjalan dan duduk di meja kerjanya. begitu juga dengan sekertaris Rey ia juga ikut kembali ke mejanya yang berada di sebelah meja kiri Efbran.


“Katakan apa yang ingin kau katakan? sampai membuat mu datang jauh-jauh kemari, aku tidak pun banyak waktu, jika kau ingin berbicara katakan sekarang!!”


Vania yang sedang duduk di sofa mengubah ekspresi wajah nya menjadi sedih.


“kenapa kau jadi dingin begini kepada ku?


apa gara-gara poto yang di kirim oleh sekertaris Rey? itu tidak benar. itu tidak seperti apa yang kau lihat ef, james hanya menenangkan ku. karena di saat itu aku sedang memiliki banyak masalah, bahkan di saat aku menelpon mu nomor mu malah tidak aktif, seharusnya kau kan yang ada untuk ku, menenangkan ku di saat aku sedih”

__ADS_1


“jadi kau menyalahkan ku?! atas semua berbuat yang kau lakukan? iya begitu! apa kau pikir selama ini aku tidak tahu apa yang kau lakukan di belakang ku bersama Deddy mu. dan kau juga berani bertemu laki-laki lain di belakang ku, kau diam-diam bertemu dengan Alex kan?! lalu berselingkuh dari ku bersama laki-laki yang kau temui di klub malam itu?!”


tatapan mata Efbran sangat tajam. seperti predator yang siap mencabik-cabik memangsanya


deg! tiba-tiba tubuh Vania seperti tersambar petir.tubuh nya terasa lemah, ia tidak menyangka Efbran mengetahui semua nya sampai sejauh ini. ia hanya berpikir Efbran mengetahui bertemunya dengan James. Vania memalingkan pandangannya melihat ke arah sekertaris Rey. pasti dia dalang nya, begitu yang sepintas terpikir di dalam kepalanya.


“bukan begitu Ef. aku Sama sekali tidak menyalakan mu. ak..a..aku..dan Deddy terpaksa melakukan itu, kami benar-benar membutuhkan uang ef”


Vania menjeda ucapnya. menarik napasnya dalam-dalam, tangannya sudah berkeringat sejak tadi


“ aku dan James tidak sengaja bertemu jadi kami memutuskan untuk reunian teman lama saja, dan di antara aku dengan a..Alex...” . bibirnya bergetar ketika menyebut kan nama Alex. Vania kembali menoleh ke arah sekertaris Rey, memastikan pria itu apa ia juga tahu dengan apa yang telah ia lakukan dengan Alex di belakang Efbran.


tapi sepertinya Vania tidak menemukan hal yang mencurigakan dari mimik wajah sekertaris itu. sekertaris Rey masih terlihat tenang


aku berharap dia benar-benar tidak tahu dengan hal yang satu ini. kalau sampai dia tau bisa-bisa aku akan benar-benar kehilangan Efbran untuk selamanya.


“Apa?!” ucap Efbran dengan nyaring. karena Vania tidak melanjutkan kata-katanya


sedangkan Vania langsung tersentak kaget. tubuhnya kembali gugup


“aku dan Alex hanya berteman biasa ef. begitu juga dengan James, aku tidak pernah menganggap mereka lebih dari teman. dan aku juga tidak pernah berselingkuh dari mu aku sangat mencintaimu ef!”


“apa reunian sampai perlu berpelukan dan berciuman juga??!”


“Ef, bagi kami yang tinggal di negara barat itu sudah biasa”


“He!” Efbran tersenyum sinis. “ apa kata mu? biasa! itu biasa bagi mu? apa kau pernah melihat wanita lain menggoda ku?”


Vania mengangguk cepat. “Tentu saja. bahkan mereka menggoda mu saat sedang bersama dengan ku!”


“lalu, apa aku pernah tergoda dengan mereka?”


“Tidak!! tentu saja kau tidak boleh tergoda dengan mereka”


“ jika aku saja bisa menjaga sikap ku untuk tidak tergoda kepada wanita lain lalu kenapa kau tidak? Kau tau jika tidak sedikit wanita yang menawarkan diri mereka untuk bisa menemani ku.”


“tau!” ucapnya dengan nada sedih. Vania mendongakkan kepalanya ia menatap Efbran dengan wajah penuh air matanya. karena ia berharap Efbran bisa Luluh dengan melihat ia menangis. karena biasanya Efbran pasti akan selalu menuruti kemauan nya jika dia sudah begini


“Cih!” ucap Efbran ia memalingkan wajahnya ke samping. kali ini ia tidak akan tertipu lagi dengan air mata dan wajah sedih wanita itu


ia sudah benar-benar kecewa dengan Vania dan juga merasa terhianati. wanita itu benar-benar berani bermain api di belakang nya. meskipun kini jauh di dalam hatinya rasa cintanya pada wanita itu masih ada namun hanya terlihat seperti remang-remang. tapi untuk membukanya kembali itu tidak akan pernah lagi. ia tidak hanya terhianati namun juga di permainkan oleh wanita berbisa itu. bisa-bisanya ia di jadikan mesin uang untuk biaya hidup mereka.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2