
2 tahun berlalu.
kini semuanya sudah berubah, terutama pagi perusahaan grafin gruop. perusahaan yang dulu memiliki banyak karyawan mencapai ribuan karyawan bahkan lebih, namun kini menurun drastis banyak dari mereka yang di pecat hanya karena alasan sepele.
perusahaan yang dulu menjadi impian banyak orang untuk bisa bekerja di sana, namun kini berubah menjadi neraka yang mencekam. banyak dari mereka yang mengurungkan niat untuk tidak bekerja di sana. hanya para karyawan yang beruntung lah yang bisa bertahan di sana.
jika dulu mereka berlomba-lomba datang ke perusahaan pagi-pagi sekali, hanya untuk bisa berpapasan dengan Presdir atau hanya untuk menyapanya, namun kini mereka lebih memilih untuk menghindar. mengangkat kepalanya saja mereka tidak berani lagi jika berhadapan dengan CEO muda itu.
Efbran yang dulu ramah kepada siapapun, kini berubah 99% dari sikapnya yang dulu.
aturan-aturan di dalam perusahaan pun kini semakin meningkat mereka akan di pecat walaupun melakukan kesalahan sedikit pun. siapapun yang berani menentang Presdir, akan di masukkan ke dalam buku daftar hitam perusahaan, jika itu terjadi maka di saat mereka di pecat dari perusahaan ini, bisa saja mereka semua tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan baru yang layak lagi di luar sana
Efbran dan sekertaris Rey menuju ruangan tertinggi grafin gruop. ia melewati banyak karyawan nya, namun semuanya hanya menunduk kepala mereka dan memfokuskan diri untuk bekerja
“Prakkk..!”
seorang wanita yang bekerja sebagai office girl tidak sengaja menumpahkan segelas kopi tepat mengenai sepatu Efbran. kopi itu tidak terlalu panas dan juga tidak sampai menembus ke bagian kaki dalam Efbran, karena ia memakai sepatu yang terbuat dari karet yang di desain khusus untuk nya.
namun walaupun begitu wanita yang hampir memasuki kepala empat itu tetap saja gemetar. ia bahkan seperti tidak bisa menopang berat tubuhnya lagi.
__ADS_1
tatapan mata tuan muda itu sudah tajam, seperti ingin mencabik orang yang ada di depan nya ini. menyadari tatapan tajam tuan nya, seorang wanita paruh baya itu cepat-cepat berjongkok dan membersihkan sepatu Efbran. namun secepat itu juga Efbran menarik kaki nya, belum sempat wanita itu membersihkan sepatu nya.
“Apa kau tidak memiliki mata, Hah?! tidak lihat jalan seluas ini, masih bisa menabrak juga?!!”
“Ma..Maaf. tuan! saya tidak sengaja.” ucapannya sambil menangkup kan kedua tangannya di dada.
“Seret dia keluar Rey! dan pastikan dia tidak akan kembali ke sini lagi!!”
“tuan apa maksud anda?” wanita itu menatap Efbran masih dengan ekspresi meminta pengampunan
“masih tidak mengerti juga. aku bilang keluar dari sini sekarang juga!!” berteriak. suaranya memenuhi seisi ruangan.
wanita itu terkejut. “tuan, saya mohon, tolong jangan pecat saya! ampuni saya tuan!!”
“rey, bawa wanita ini keluar sekarang juga!! dan juga potong gajih nya selama satu bulan terakhir ini!”
“Baik, tuan!”
sekertaris Rey menarik tangan wanita itu dari kaki tuanya. tangisan wanita itu semakin keras membuat para karyawan yang lain merasa kasian melihat nya, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menyaksikan nya.
__ADS_1
tuan mereka sudah benar-benar berubah tidak seperti dulu lagi. bahkan senyum di wajahnya pun tidak terlihat lagi hanya ada aura dingin di sekitar nya.
setelah di seret keluar dari gedung itu. wanita paruh baya itu menerima uang dari gajih terakhir nya bulan ini. bahkan uang itu jauh lebih sedikit daripada penghasilan biasanya. ia menatap gedung menjulang tinggi itu dengan tatapan sendu.
“Anda benar-benar sudah berubah tuan.” ucapnya lirih. selama kurang lebih empat tahun ia bekerja di sini ia tahu betul siapa Efbran, bagaimana sikap laki-laki itu dulu. ia adalah laki-laki yang baik, bos yang royal kepada para bawahannya. bahkan dulu tuan muda itu sering memberikan bonus tambahan untuk mereka. namun kini sikap seperti itu tidak pernah lagi terlihat
sejak kepergian wanita itu dari negeri ini memang membuat banyak berubah bagi tuan muda itu. mereka semua tau betul apa yang sebenarnya terjadi dulu tapi kini siapapun tidak berani lagi membahas tentang kejadian dua tahun yang lalu. meskipun saat itu perpisahan Efbran dan Vania memang sempat menggemparkan dunia. namun kini nama wanita itu pun sudah sangat tabu untuk dibicarakan.
wanita itu berjalan menjauh dari gedung sambil menghapus air matanya yang terus berjatuhan. “Semoga anda bisa mendapatkan wanita yang memiliki hati yang baik tuan, dan bisa merubah sikap anda seperti dulu lagi.”
sementara itu di gedung tertinggi grafin gruop. Efbran sudah duduk di kursi kebesarannya. sedangkan sekertaris Rey berdiri di samping nya
“Tuan, apa anda akan menghadiri undangan dari grandpa?”
“apa jadwal ku padat 2 hari kedelapan?”
“Tidak tuan. anda hanya akan terbang ke negara XXX untuk menghadiri acara Anniversary pernikahan kakek dan nenek anda. itu pun jika ada mau”
“Atur saja semuanya. aku akan menghadiri nya.”
__ADS_1
“Baik. tuan!”
BERSAMBUNG.....