
Yasmine keluar dari mobil dengan terburu-buru ia masuk ke tempat di mana pesta ultah Jessica di rayakan. yang benar saja pesta sudah di mulai Jessica sudah berada di depan dengan kedua orangtuanya dan juga adiknya Serly serta semua teman-temannya yang lain. semua kompak menyanyikan lagu happy birthday untuk Jessica
Yasmine buru-buru berjalan melewati para tamu yang lainnya. ia langsung bergabung dengan teman-temannya
“kau ini kemana saja sih” kata Lian bergumam di dekat telinga Yasmine
“maaf, aku banyak pekerjaan hari ini. tadi saja aku sampai lupa kalau hari ini Jessica ultah. untung saja aku melihat tanggal di hp ku, jadi aku langsung berlari ke sini” jelas Yasmine. ia berbicara dengan sangat pelan tapi dengan napas yang tersengal. mungkin hanya Lian yang bisa mendengar nya
“Huh, huh” Jessica meniup lilin nya. berbarengan dengan padam nya lilin, tepukan tangan pun bergemuruh. hari ini usia Jessica tepat 22 tahun.
“happy Birthday sayang” ucap Caroline. sambil mencium dahi anaknya dan memeluknya
“Happy birthday jess” ucap Chris. ia juga memeluk anaknya. begitu juga dengan Serly yang memberikan hadiah dan ucapan untuk kakaknya
“jessica, sekarang kamu semakin dewasa. ayo katakan pada Deddy apa yang kau inginkan? mobil baru, jet pribadi, atau kamu ingin rumah baru untuk bisa kau tinggali di masa depan. katakanlah! kalau kau mau Deddy juga bisa Menghadiahkan sebuah restoran baru kita untuk kau bisa memulai bisnis mu di bidang kuliner?”
Jessica terdiam. sebenarnya dari semua tawaran Deddy nya tidak satu pun ia minati. meskipun semuanya tampak menggiur kan. yang ada di dalam pikirannya ia hanya ingin kedua orangtuanya bisa meluangkan waktu untuk nya dan adiknya. dan mengurangi tingkat ke protektifan kedua orangtuanya kepada dirinya. Jessica ingin keluarganya bisa seperti keluarga orang lain.
meskipun ia sangat ingin meminta itu. tapi sepertinya mulutnya sangat sulit untuk mengatakan nya, apalagi sekarang tidak hanya dirinya yang ada di sini. namun di hadiri banyak tamu dan teman-temannya. mana mungkin ia bisa mengatakan aib keluarga nya di depan orang banyak. dengan meminta kedua orangtuanya untuk tidak sibuk bekerja terus-terusan, dan Jessica juga tidak yakin kedua orangtuanya mau menuruti apa yang ia inginkan.
“Hmm, rumah saja ded”
setelah lama ia berpikir, akhirnya Jessica menjatuhkan pilihan nya pada rumah baru. ia berpikir kalau ia bisa memiliki rumah baru mungkin saja ia bisa tinggal di sana, walaupun sendirian tidak masalah toh iya juga bisa mengajak adiknya untuk tinggal di sana. Jessica juga berpikir mungkin ini jalan nya ia bisa keluar dari rumah ini dan tidak terus-menerus mengikuti ke protektifpan maminya.
“apa ada lagi yang kau inginkan Jess?” tanya maminya
Jessica menggelengkan kepalanya. “ tidak mi!”
semuanya kembali melanjutkan pesta dengan makan-makan. sedangkan Jessica dan keluarga sibuk mengambil Poto. kedua orangtuanya memeluknya Jessica berada di tengah. “Cekrek” sebuah Poto berhasil di abadikan dengan kedua orangtuanya mencium pipi Jessica. maminya mencium pipi kanan Jessica sedang Dedy nya mencium pipi kirinya. ia tersenyum pada kamera, seperti memperlihatkan keharmonisan keluarga ini di depan banyak orang. tidak di pungkiri hari ini Jessica memang benar-benar bahagia karena kedua orangtuanya ada untuk nya.
__ADS_1
Di sisi lain Bella memperhatikan Jessica dan kedua orangtuanya. keluar itu benar-benar terlihat sangat harmonis dan bahagia. di dalam hatinya tersirat rasa iri. Bella berjalan menuju toilet. setelah sampai di sana ia memandangi dirinya yang ada di dalam cermin, betapa menyedihkan nya hidup nya
“seandainya aku juga memiliki keluarga seperti itu. aku benar-benar merindukan nya. jika seandainya kalian masih hidup tolong tunjukkan lah di mana kalian berada sekarang” ucapnya lirih. Bella menyeka air matanya yang ingin keluar
ia memang sangat iri dengan Jessica sekarang. tapi bukan berarti ia benci dengan sahabatnya karena memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari nya. Bella hanya menyayangkan kenapa hidup nya tidak seperti teman-teman nya yang lain
setelah cukup lama berada di toilet Bella akhirnya keluar. saat ia berjalan masuk ke ruangan di mana pesta masih berlangsung, ia melihat sahabatnya yasmine sedang senyum-senyum sendiri.
“kenapa dia?” Bella berjalan mendekati Yasmine. menepuk pelan bahunya
“kau melihat apa?” tanya Bella. seketika Yasmine menoleh padanya
“kau ini bell, mengagetkan ku saja!” yasmine kembali mengalihkan pandangannya ke depan
Bella juga mengikuti kemana arah mata yasmine memandang. “ kau lihat itu tidak? dia tampan sekali ya!?” menunjuk seseorang laki-laki yang berada di sebelah sana
seketika raut wajah Bella berubah. dia pikir ada apa tadi. eh, tau-tau nya penyakit lama yasmine kumat. yaitu suka terpesona pada laki-laki. walau sekali pun tidak ia kenal
“sudah lah Yas! kau kan sudah punya pacar” ucap Bella. ia jengah melihat yasmine yang dari tadi tidak henti-hentinya memandangi laki-laki itu. dan bodohnya lagi laki-laki itu malah merespon, sekali-kali ia mengedipkan mata pada Yasmine
“bell, kau itu kan batu es mana tau bagaimana rasanya orang yang sedang kasmaran!”
“What?” seketika Bella berteriak. walaupun tidak terlalu nyaring, hanya naik beberapa oktaf
“aku tidak tau bagaimana jalan pikiran mu. sudah punya pacar tapi masih menggoda lelaki lain”
“bukan menggoda aku hanya memandangi nya. lagian ya bell, aku pernah membaca artikel kalau memandang pria ganteng itu bisa membuat mata lebih fresh”
“bell-bell. lihat itu, dia memanggil ku.” wajah Yasmine Antusias
__ADS_1
“aku pergi ke sana dulu ya?”
Bella masih tidak habis pikir dengan sahabatnya itu. ia memandangi kepergian yasmine dengan geli menuju pria itu.
Bella kembali meminum soda nya dan menghabiskan nya Tampa sisa. ia benar-benar tidak perduli dan tidak ingin ikut campur dengan apa yang di lakukan yasmine di sebelah sana. wanita itu terlihat mengobrol dengan tertawa dan tangan laki-laki itu merangkul mesra pinggang yasmine
Bella hanya diam. malas memalingkan pandangannya apalagi kalau melihat sahabatnya itu. ia memilih memainkan handphone nya
“kenapa hanya sendiri duduk di sini?”
tanya seseorang laki-laki. Tampa meminta izin terlebih dahulu Stephen langsung duduk di kursi yang berada di depan Bella
“kenapa tidak bergabung dengan yang lainnya?” tanya Stephen lagi.
“tidak ada apa-apa. aku hanya ingin sendiri!” jawab Bella dingin. ia tidak menatap Stephen, Bella masih asyik memainkan handphone nya
“bell! kau kenapa. aku rasa kau seperti berubah sekarang?”
“mungkin itu menurut mu. bagi ku aku masih sama dengan yang dulu” matanya belum beralih dari hpnya
“aku rasa sikapmu sangat dingin kepada ku sekarang berbeda sekali dengan yang dulu. apa karena kita sudah lama tidak bertemu?”
“mungkin juga” jawab nya singkat
pandangan Bella teralihkan saat melihat Jhon duduk sendiri di kursi sebelah sana. ia memasuki hpnya ke dalam tas kecilnya
Tampa permisi dan mengucapkan apapun ia langsung berjalan menjauh dari Stephen. setelah sampai di meja yang di duduki Jhon ia langsung duduk di sana.
sedangkan Stephen menatap nya dari kejauhan. pikiran nya kemana-mana
__ADS_1
apa kak Jhon pacaran dengan Bella. tapi sepertinya tidak mungkin, dari dulu kak Jhon selalu bilang kalau dia hanya menganggap Bella seperti adiknya sendiri .
BERSAMBUNG.....