
Jessica baru saja turun dari kamarnya. ia menuju meja makan, karena sudah waktunya makam malam. hanya ada mommy dan adik nya duduk di meja makan.
“Deddy mana mi?” tanya Jessica, ia duduk di kursi sampai adiknya.
“Deddy, sudah pergi dari tadi sore. karena dia ada urusan bisnis, yang ada di luar kota,”
“Ingat ya! besok pagi kalian hanya boleh keluar rumah kalau ada urusan yang penting saja. jam 06.00 wib sudah harus bangun. dan ingat tidak ada yang boleh keluar rumah saat malam hari!” ucap Caroline
“Karena besok mommy juga akan terbang ke negara sebelah, untuk mengurus bisnis.”
“Kenapa kalian jadi sibuk begini? bukannya mommy dan Deddy di undang untuk menghadiri pernikahan anak teman mami?”
“Itu memang benar, tapi kalau di pikir-pikir bekerja jauh lebih menguntungkan. dari pada harus pergi ke sana pasti akan membuang-buang uang saja!”
“Mom, apa pekerjaan sepenting itu bagi kalian? sampai menghadiri acara pernikahan teman mommy sendiri tidak bisa?”
Jessica tidak habis pikir dengan sikap kedua orangtuanya.
“Jessica! kalau mommy dan Deddy mu ini tidak bekerja, lalu siapa yang akan membiayai kalian berdua? bahkan mommy harus bolak-balik luar negeri hanya untuk kalian berdua!”
membiayai? sejak kapan aku pernah minta uang lagi kepada kalian. bahkan saat aku sakit tengah malam saja, kalian tidak tahu kan. sejak kapan juga mommy pernah memberi uang lagi pada ku! kalian bahkan tidak pernah beduli!
keesokan nya.
jam menunjukkan pukul 09.00 wib. Caroline terlama Bagun hari ini. dari tadi ia marah-marah kepada asisten nya, karena tidak membangunkan. ia dari tadi bolak-balik ruang kerja mengambil berkas-berkas yang penting.
saat melewati sofa mulutnya tak berhenti berbicara. ada Jessica dan Serly di sana yang sedang membaca buku. Caroline masih membahas tentang anak nya, tidak boleh melakukan ini itu saat ia tidak ada di rumah. tidak boleh pergi ke mana-mana Tampa bodyguard.
kedua telinga gadis itu panas.
bahkan untuk menghadiri pernikahan anak teman nya saja, ia lebih mementingkan pekerjaan. sebetulnya hal seperti ini memang sudah sering terjadi. sepanjang waktu kecil hingga sekarang Jessica dan Serly hampir tidak pernah mendapatkan kasih sayang kedua orangtuanya secara penuh.
kesibukan kedua orangtuanya mengalahkan segalanya. karena seringnya di batasi dengan pertemanan, Jessica hampir tidak memiliki teman laki-laki. apalagi seorang pacar. meskipun ia pernah menjalin hubungan saat masih kuliah dulu, tapi sayang nya itu tidak bertahan lama. Caroline marah dan mengeluarkan dari kampus itu, dan memindahkan ke luar kota.
Jessica dan adiknya hanya menatap datar kepergian mommy nya, seperti sudah terbiasa
...----------------...
pagi hari. di negara yang berbeda. semua orang sedang sibuk dengan urusan masing-masing. beberapa pelayan rumah sudah di suruh pergi terlebih dahulu untuk menyiapkan berbagai kebutuhan di gedung, tempat pesta pernikahan akan berlangsung.
sementara itu di dalam kamar, tiga orang gadis sedang mengadu penampilan nya. Airin sedang memperagakan busana nya seperti seorang model yang berjalan berlenggak-lenggok.
“Bagaimana? apa dress ini cocok untuk ku?” Airin masih memperagakan berjalan seperti seorang model.
“Dress ini satu brand dengan yang di iklankan oleh model favorit ku,”
“Dress nya bagus, tapi kau tidak mirip dengan model yang mengiklankan nya, haha.” ejek Kiara.
__ADS_1
Airin mendengus sebel. ya, memang tubuhnya tidak seindah model-model. tapi dia sangat terlihat anggun saat memakai dress ini. dress panjang berwarna denim, dengan belahan bawah sampai ke lutut nya. sangat cocok dengan warna cerah dan kulit putih bersih nya. rambut panjang nya sengaja ia gerai dengan tambahan pita di sisi rambut depannya.
Airin berkacak pinggang melihat pantulannya di dalam cermin. ia membandingkan dirinya dengan poster-poster model yang berjejer di dinding kamar nya. Airin memang penyuka fashion, sampai poster model-model pun ia koleksi. tapi bukan itu saja, gambar model di dalam poster itu memang idolanya.
“Seandainya saja aku memilih tubuh proporsional dan indah seperti Gabriella Harris itu.” menunjuk poster dengan matanya. " Dan aku juga menginginkan wajah nya yang cantik itu!"
“Mau bagaimana pun, kau tidak akan bisa menandingi nya. dia itu kan idola sejuta umat,” Kiara juga sudah selesai dengan dandanan nya. ia juga tidak kalah cantik dari Airin.
“Kakak ini. aku juga sangat mengidolakan model seperti Gabriella Harris, dan sangat mengagumi kecantikan nya, tapi tidak sampai sebegitu nya juga kali.” ucap Alyssa yang baru selesai berdandan.
“Kalian pasti tidak percaya, kalau kemarin aku sempat bertemu dengan model Jessica Allison dan Gabriella Harris. ternyata mereka berdua lebih cantik di banding yang biasanya ada di poster-poster.” Kiara membanggakan diri sekarang, karena berhasil bertemu dengan model idolanya.
“Lalu apa kakak meminta berfoto dengan nya? atau hanya sekedar tanda tangan begitu?” Ujar Alyssa
Kiara mengerucutkan bibirnya. "Hmm, tidak si. aku kan hanya melihat dari jarak jauh."
“Haha, melihat nya dari jarak jauh saja kau sudah sebangga itu.”
“Biarin. yang penting kan aku sudah pernah melihat mereka. sedangkan kau hanya melihat poster nya atau melihatnya di sosial media!” Kiara menjulurkan lidahnya ke pada Airin.
setelah selesai berdandan mereka semua keluar dari kamar. di ruang tamu jellsa sedang duduk sendiri.
“mana yang lain kak?” tanya Airin. karena hanya kakaknya yang terlihat, dan rumah ini juga sudah terlihat sepi.
“Ibu dan yang lainnya baru saja berangkat.”
“Ibu dan ayahku juga sudah berangkat?”
jellsa hanya menjawab dengan anggukan.
“Yasudah kalau begitu ayo kita berangkat bersama!”
“Kalian duluan saja, aku masih menunggu pacar ku,”
“Apa kakak mengundang kak Raka juga?”
Jellsa mengangguk.
“Yasudah ayo!” Kiara menarik tangan Airin dan Alyssa.
waktu sudah menunjukkan pukul 09: 00 WIB. akad nikah akan di laksanakan satu jam lagi. tamu sudah memenuhi sebagian ruangan.
jellsa berjalan dengan lesu menuju kursi para tamu. Airin, Kiara dan Alyssa sudah ada duduk di sana. jellsa memilih duduk di samping Airin karena masih kosong.
"Kakak, kenapa lama sekali sih? ini sudah hampir mulai tau!" Airin memperlihatkan jam tangannya, sudah hampir dua jam waktu berlalu, sejak ia dan yang lainnya pergi terlebih dahulu. sedangkan jellsa baru datang sekarang.
jellsa hanya diam, tampa ingin menjawab pertanyaan adiknya.
__ADS_1
“Lalu di mana kak Raka?” Airin celingukan melihat kanan kiri, tapi tidak ada tanda-tanda pacar kakaknya itu terlihat.
“Sudahlah. jangan bahas di lagi!”
“Kenapa? apa kakak bertengkar lagi dengan kak Raka?” jellsa menggeleng. tapi dia memasang wajah sedih.
“Lalu kenapa?”
Flashback
sudah hampir setengah jam jellsa duduk di sofa ruang tamu, setelah kepergian adik-adiknya.
akhirnya dia memutuskan untuk menelpon pacar nya, karena sudah lama menunggu.
tit.. tit. telpon tersambung
“Halo! kamu di mana? kenapa lama sekali?”
Raka di lain tempat mengangkat nelpon nya. ia sudah berpakaian rapi.
“iya, aku masih di rumah,”
seorang wanita merangkul pinggang nya kepalanya ia sandarkan di bahu. sambil mendengarkan telpon dari jellsa.
“maaf jell, aku tidak bisa menghadiri pernikahan paman mu. ayahku masuk rumah sakit,”
“Ayah mu sakit apa?” suara khawatir di sana.
“hanya kelelahan saja. yasudah aku tutup ya, aku ingin ke rumah sakit sekarang"
“apa bisa kau datang ke sini menjemput ku dulu, lalu kita pergi bersama?”
“Tidak perlu jell. aku bisa sendiri!” telpon di matikan secara sepihak.
“sudah kan, kau puas sekarang!” Raka menatap wanita yang masih bersandar di bahunya.
“Belum! apa kau tahu sesakit apa aku saat kau berselingkuh di belakang ku dengan nya?”
“Bukannya dulu kita sudah putus!?”
“Aku bisa saja ya, mengatakan semua rahasia mu kepada nya!”
“Tidak perlu membahas itu lagi!” Raka mengandeng tangan wanita itu masuk ke dalam mobil.
sedangkan jellsa masih duduk terdiam. akhir-akhir ini pacarnya Sangat sibuk sekali, bahkan mereka juga jarang bertemu. tapi yang membuat jellsa bingung kenapa saat iya mengatakan ingin bertemu dengan orang tua nya Raka. Raka selalu memberi nya alasan ini itu, sehingga ia tidak pernah tau bagaimana kehidupan pacarnya itu. yang ia tahu hanyalah kalau Raka sudah tidak memiliki ibu lagi.
ia sudah berdiri dari tempat duduknya dan tidak ingin lagi memikirkan masalah ini. mungkin saja pacarnya memiliki alasan lain, yang tidak mau iya perlihatkan. jellsa masih berpikir positif tetang pacarnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG......