Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
39. Menjenguk Bella


__ADS_3

Jessica dan yang lainnya sudah tiba di parkiran RS, seketika wartawan riuh melihat itu, mereka mendekat bergerombolan berharap bisa mendapatkan berita yang lebih tentang Bella, dari teman-teman Bella itu


tapi mereka semua bungkam seribu bahasa, baik yasmine, Jessica dan Lian tidak ada yang membuka suara. mereka tetap berjalan masuk ke RS meskipun dengan berdempet-dempetan, para bodyguard yang di bawa Jessica menghalau semua wartawan.


tepat setelah mereka semua masuk, mereka bertemu dengan Belna yang baru saja keluar dari toilet


“Bagaimana keadaan Bella, kak?” tanya Jessica


“dia masih di rawat, tadi sih dokter Nisa menyarankan padaku untuk transplantasi sumsum tulang, hal itu dilakukan untuk menggantikan sumsum tulang yang sakti dengan sumsum tulang yang sehat” jawab Belna


“ya, aku setuju dengan itu, lebih baik kita mengambil keputusan sekarang untuk Bella sebelum semuanya terlambat” ujar Yasmine. semua nya mengangguk setuju


“tapi, apa kakak sudah mendapatkan pendonor nya?” tanya Lian


“sepertinya kalau harus mencari pendonor sekarang pasti akan sulit Li, apalagi waktunya sudah mepet, dan belum tentu juga kita bisa mendapatkan nya dalam waktu dekat. jadi aku memutuskan aku sendiri yang akan mendonorkan tulang ku untuk Bella” jawab Belna


“Ada benarnya juga si menurut kakak, karena mencari pendonor yang cocok itu pasti akan banyak menghabiskan waktu, tapi apa Bella setuju dengan itu kak?” tanya Jessica lagi


“kakak belum membicarakan nya dengan Bella jes”


“Yasudah, kita jenguk Bella saja dulu”


semuanya berjalan bersama, dengan Belna yang mengarahkan di mana ruang adiknya di rawat. tidak perlu waktu lama mereka semua sudah sampai di depan pintu


“sepertinya ada orang di dalam, aku bisa mendengar suara nya” ujar yasmine


“iya, ada Jhon di dalam” jawab Belna


mereka semua masuk bersama. Bella pun juga sudah selesai dengan makanannya, ia berhasil menghabiskan satu mangkuk bubur, karena ada ia keinginannya untuk sembuh itu membuat nya tambah semangat


ia masih menampilkan wajah yang sama, yaitu tersenyum saat melihat teman-temannya menjenguk nya, meskipun wajahnya terlihat pucat karena tidak ada polesan makeup apapun di wajah bersih nan mulus itu, tapi meskipun begitu aura kecantikannya tidak berkurang


“bagaimana keadaan mu bell?” tanya Lian. sambil menaruh bingkisan buah di atas Nakas


“masih lemas dan sedikit pusing” jawab Bella


“Bell, kenapa GK pernah cerita sih sama kita semua tentang kondisi mu?” Tanya Jessica, yang langsung di sambut anggukan oleh yasmine


“Iya, Bell. kalau tau kan kita semua bakal semangatin kamu dari awal untuk cepat sembuh dan gak sampai separah ini juga” ujar yasmine


“kenapa GK dari awal aja bilang nya Bell , pasti kita gak bakal sekhawatir ini sama kamu” ujar Lian juga.


“Maaf ya, gara-gara aku kalian semua jadi khawatir sampai repot ninggali pekerjaan kalian masing-masing demi menjenguk ku”


“gak repot ko bell, kalian jangan nyalahin Bella gitu dong, mungkin aja Bella punya alasan sendiri untuk itu semua” ujar Jessica yang ikut menimpali ucap yasmine dan Lian


“Mmm, kalian semua ngobrol aja dulu ya, Jhon ikut aku keluar sebentar yuk” ucap Belna, ia memberi kode pada Jhon lewat matanya, agar Jhon cepat mengerti


“Yaudah, ayo!” ucap Jhon, yang langsung keluar duluan


“mau kemana kak?” tanya Bella yang penasaran dengan sikap kakaknya


“gak kemana-mana ko bell, cuman ada yang perlu kakak omongin sama Jhon, kalian ngobrol aja ya” Belna keluar dari ruangan itu, ia menutup pintu nya dengan pelan

__ADS_1


sedangkan yang di dalam kembali Melanjutkan obrolan nya, Bella menatap satu-persatu teman-temannya lalu menghembuskan nafasnya pelan.


“aku terpaksa melakukan ini, kalian semua tau kan bagaimana saat agensi tau kalau aku menderita jantung, apalagi kalau tau aku menderita leukimia bisa-bisa aku langsung di keluarkan dari agensi, dan kalian semua juga tahu kan kalau aku kehilangan pekerjaan ku pasti kami tidak akan mendapatkan penghasilan yang lebih, kalau mengharapkan penghasilan kak belna saja itu tidak cukup bahkan penghasilan nya jauh lebih sedikit daripada penghasilan ku. lagi pula kalau aku memberi tahukan kalian, pasti kalian akan melarang ku untuk bekerja kan” ucap Bella panjang lebar


menjadi seorang model bukanlah mudah, meskipun terlihat mudah bagi sebagian orang. para model sering di anggap hanya bermodalkan penampilan saja namun kedisiplinan juga harus, seperti bangun pagi, datang tepat waktu, bahkan termasuk fisik. fisik pun harus sempurna, tinggi badan, wajah, poster tubuh, serta berat badan. sehat secara jasmani dan rohani tentu saja menjadi ketentuan utama bagi seorang model. apalagi mereka bekerja dengan waktu yang sangat padat, tentu nya itu akan menyulitkan model atau agensi jika terjadi sesuatu kepada seorang model di saat jam kerja berlangsung jika tidak sehat secara jasmani


“Iya juga sih ucapan mu banyak benar nya” ujar yasmine


“bell!” Lian menyentuh tangan Bella, menggenggamnya erat.“ bagaimana pun keadaan mu, tetap semangat ya kita semua dukung kamu banget untuk cepat sembuh, supaya kita bisa kumpul bareng kaya dulu lagi”


“Makasih ya Li. tadinya sih aku emang udah pasrah banget sama kehidupan aku, tapi karena kalian semua aku punya semangat lagi untuk hidup. Semangat” ucap Bella, ia sambil mengacungkan kedua tangannya ke atas, bahkan ia terlihat sangat semangat tidak ada lagi wajah sedih seperti tadi, hanya ada senyuman di bibirnya


Jessica ikut tersenyum melihat itu, ia langsung memeluk erat Bella yang sedang sandaran itu. “Bell! pokoknya kamu harus sembuh ya, kita harus sama-sama sampai kapan pun”


“Iya, gak ada yang boleh pergi dari persahabatan kita, kita semua harus tetap lengkap” ujar yasmine yang ikut memeluk Bella, tak ketinggalan Lian juga ikut memeluk nya. tak terasa air mata mereka jatuh secara bersamaan. “kalian Jangan menangis gitu dong, aku baik-baik saja, aku pasti sembuh sama yang seperti kalian bilang tadi.” Bella berusaha menenangkan teman-temannya, meskipun tak dapat di pungkiri ia juga ikut menangis.


sedangkan yang di luar. Belna dan Jhon tak kalah serius nya mengontrol


“lalu apa kau sudah mengatakan pada Bella kalau kamu akan mendonorkan sumsum tulang mu untuk nya?” tanya Jhon


“itu dia, aku belum mengatakannya pada nya. aku hanya takut kalau Bella menolaknya karena kau sendiri tau kan bagaimana sikap anak itu, dari dulu ia tidak suka menyulitkan semua orang bahkan termasuk diriku”


“kita coba tanyakan saja dulu pada Bella” ujar Jhon


dokter Nisa menghampiri Jhon dan Belna yang sedang mengobrol di luar.


“kenapa kalian di sini?” tatapannya beralih pada Belna. “ bel bagaimana dengan keputusan mu tadi, apa Bella mau transplantasi sumsum tulang”


“baiklah kalau begitu biar saya sendiri yang akan menanyakan nya pada Bella”


dokter Nisa masuk ke ruang rawat itu, iya juga akan memeriksa kondisi Bella. setelah masuk dokter Nisa tersenyum saat melihat Bella, ia juga bisa melihat wajah gadis itu tidak sepucat sebelum nya


ia mendekat kepada Bella, membuat teman-temannya sedikit mundur ke belakang.


“apa sudah makan Bell?” tanya dokter Nisa sambil memeriksa kondisi Bella


“Sudah dok” jawab Bella bahkan di barangi dengan senyum manis nya


“Oh, ya. saya juga mau menyarankan pada mu untuk segera transplantasi sumsum tulang. memang itu tidak 100% bisa membuat mu sembuh apalagi Kamu sudah memasuki tahap akhir, tapi dengan tranplantasi sumsum kemungkinan kesembuhannya sebesar 70-80 persen. jika kamu setuju kita akan melakukannya malam ini juga” ujar dokter Nisa menjelaskan


Bella menoleh ke semua orang, ia mencari di mana kakaknya berada, bagaimana pun ia harus menanyakan nya


“kau mencari siapa Bell?” tanya dokter Nisa, karena melihat Bella seperti orang kebingungan


“Di mana kakak ku? aku harus menanyakan dulu padanya?!”


“belna Sudah setuju kau tidak perlu lagi menanyakan nya, bahkan dia yang akan mendonorkan sumsum tulang nya pada mu”


“apa? kak belna mendonorkan sumsum tulang nya pada ku? bukannya itu sangat berisiko tinggi, kenapa tidak cari pendonor yang lain saja”


“kita tidak punya banyak waktu lagi kalau harus mencari pendonor yang lain Bell, jadi mau tidak mau Belna adalah pilihan terakhir nya!!” jelas dokter Nisa


“tapi, dok. saya tidak mungkin mengorbankan kakak saya sendiri.”

__ADS_1


“Bella, saya akan pastikan tidak akan terjadi apa-apa pada kakak mu, ya memang efek sampingnya pasti ada, tapi itu tidak akan berlangsung lama, hanya di rasakan setelah operasi saja. tapi saya juga tidak akan memaksakan mu, kamu boleh berpikir terlebih dahulu dan membicarakannya dengan kakakmu.”


Bella terdiam, ia masih mencerna kata-kata dokter Nisa. “yasudah bell, kalau begitu saya keluar dulu, katakan pada saya kalau keputusan mu sudah bulat.”


dokter Nisa sudah berjalan beberapa langkah, tapi ia kembali berbalik. ia sedikit tersenyum pada Bella. “ bell, saya sangat berharap kamu mau melakukan nya, karena saya sangat ingin kamu bisa sembuh walaupun kemungkinan itu sangat kecil tapi tidak ada salahnya kalau kita mencobanya dulu”


dokter Nisa kembali berjalan keluar. membuat Bella kembali terdiam. Lian mendekat padanya. “yang di ucapkan dokter itu ada benarnya juga Bell, mana tau kau kan kau benar-benar mendapatkan keajaiban sembuh”


Sore pun akhirnya tiba. teman-teman Bella sudah bersiap untuk pulang.


“Bell, kita pulang dulu ya, besok kita akan ke sini lagi ko!” ujar Jessica


“Iya, makasih ya udah nyempetin untuk jenguk”


“kita kan teman bell, jadi sudah seharusnya kita jenguk kamu kan”


“iya bell, benar kata Jessica. yaudah kita semua pulang dulu ya.” mereka semua satu persatu memeluk Bella sebelum akhirnya pulang.


mereka bertiga berjalan bersama keluar dari rumah sakit.


“Astaga..!”


“Ada apa??” ucap Jessica dan Lian berbarengan


“Lihat itu, dia seperti malaikat yang di turunkan tuhan ke bumi. dia tampan sekali!!!” Yasmine menunjuk seorang dokter laki-laki yang berada tidak jauh dari mereka.


Jessica dan Lian saling bertatapan lalu menghembuskan nafas merek berat.


“aduh Yas, ini rumah sakit, bisa waras sedikit tidak sih?!! Ujar Lian. ia sudah mulai bosen melihat kelakuan temannya itu, di mana-mana selalu terpesona melihat laki-laki bahkan terkadang tidak tau tempat.


“Ya, karena aku waras jadi aku sukanya laki-laki. emang aku kaya es batu itu apa yang sukanya selalu nolak cowok, kalau saja aku secantik Bella pasti semua cowok aku pacari” ujar yasmine


“Hah, aku malahan bersyukur Tuhan masih berbaik hati tidak menciptakan wajah mu seperti Bella, karena aku yakin kalau wajah mu seperti itu pasti pekerjaan mu hanya menggoda laki-laki setiap hari” balas Lian lagi


“bilang saja kalau kau itu iri kan, aku kan sudah punya pacar sedang kan kau belum!”


“enak saja siapa juga yang iri pada mu, lagian siapa ya laki-laki yang tidak beruntung itu mendapat wanita seperti mu”


Jessica yang dari tadi hanya diam, di buat geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua sahabatnya itu.


“sudahlah, kalian ini ya. ayo kita pulang” Jessica menarik kedua tangan sahabatnya


sedangkan di ruangan dokter, Belna sudah bersiap untuk transplantasi sumsum tulang, ia juga sudah berbicara dengan Bella, meskipun adiknya sempat menolak nya tapi Belna tetap memaksa nya, Jhon juga ikut memujuk Bella agar ia mau. sampai akhir Bella menganggukkan kepalanya tanda setuju.


dokter Nisa mulai menjelaskan tentang proses, efek samping, dan resiko yang mungkin terjadi setelah transplantasi sumsum tulang kepada Belna dan juga Bella. setelah selesai menjelaskan nya dokter Nisa mulai melakukan serangkaian tes apakah pasien sehat dan cocok untuk menjalani prosedur transplantasi sumsum tulang.


serangkaian tes tersebut meliputi.


pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik secara keseluruhan, pemeriksaan emosional dan psikologis pasien. dan masih banyak serangkaian tes lainnya


setelah beberapa jam kedua nya menjalani serangkaian tes, akhirnya keduanya cocok untuk Transplantasi sumsum tulang. dokter Nisa sudah menyiapkan semua nya. malam ini mereka segera melakukan operasi nya


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2