Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
37. Sebuah foto


__ADS_3

di gedung tertinggi grafin gruop, Efbran sedang duduk di kursi kebesarannya. sambil mengetik komputer nya.


sedangkan Rey yang berada di sebelah kiri meja kerja Efbran berwajah masam. ia baru saja di kirimi sebuah Poto dari bawahan nya yang berada di negara sebelah. sekertaris Rey mengepalkan tangannya, merasa gusar melihat gambar yang berada di layar hpnya itu. Vania terlihat sangat mesra dengan lelaki lain, yang jelas laki-laki itu bukan Alex. tidak hanya satu bawah nya itu mengirimi Poto padanya, sangat banyak bahkan dengan berbagai gaya. yang paling membuat nya geram melihat wanita itu tengah berciuman dengan lelaki lain. ia saja sudah di buat emosi melihat gambar itu, apalagi kalau Efbran yang melihatnya


ternyata anda benar-benar murahan ya, nona! bahkan tidak cukup dengan satu laki-laki. sudah berapa pria yang anda kencani di belakang tuan Efbran?


sekertaris Rey berdiri. bagaimana pun ia harus memberi tahu tuanya tentang ini, supaya Efbran tidak semakin jauh termakan rayuan berbisa Vania. ia menarik nafas dalam-dalam, sudah siap walaupun nanti tuan muda itu akan marah atau melemparkan sesuatu kepadanya.


ia berjalan ke depan meja kerja Efbran.


“Tuan!”


Efbran menoleh sekilas, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. karena tidak mendapat jawaban, ia kembali melanjutkan kata-katanya


“bawahan saya berhasil memotret beberapa Poto nona Vania yang sedang berada di sebuah klub malam, ia bersama laki-laki lain tuan” kata-kata laki-laki lain sengaja ia sebut Pelan-pelan agar laki-laki yang berada di depannya ini tidak tersulut emosi. entah lah tuan muda itu mendengar atau tidak kata-kata terakhirnya tadi, karena ia mengucapkannya dengan sangat pelan


mendengar itu Efbran langsung menghentikan pekerjaannya ia menatap sekertaris nya, itu artinya ia butuh penjelasan lebih lanjut. sekertaris Rey meletakkan hpnya di depnan Efbran, meskipun dengan sedikit ragu.


“anda bisa melihatnya sendiri tuan”


Efbran langsung menyambar hpnya itu. ia menggeser layarnya. tepat sekali sebuah Poto terpampang jelas di dalam hp itu. Vania sedang bercumbu dengan lelaki lain, Efbran menggenggam hpnya itu dengan kuat, matanya sudah tajam, rahangnya juga mengeras. tapi ia kembali menggeser layar nya. menampilkan Poto Vania yang lain, kali ini mereka sedang berciuman bibir. mata Efbran semakin melotot tajam. ia semakin keras menggenggam handphone itu, bahkan layar nya sudah terlihat retak. Efbran melempar hp itu, tepat mengenai dinding


setelah melemparkan handphone itu, ia mengebrak meja, dan melemparkannya semua benda-benda yang berada di atas meja, bahkan termasuk berkas-berkas yang sangat penting


sedangkan sekertaris nya masih berdiri. ia yakin setelah Efbran melihat itu tamat sudah wanita itu di hati tuanya. ia juga bisa melihat bagaimana reaksi Efbran setelah melihat itu. Rey hanya diam, tidak ingin berbicara sebelum di minta oleh tuannya. karena ia tahu kalau ia bicara sekarang bisa saja sebuah pot bunga melayang ke wajahnya, karena Efbran tidak akan mendengarkan kata-kata siapapun di saat ia sedang emosi


“Siapa laki-laki itu Rey?!!” ucapnya dengan nada setelah berteriak, dan juga matanya yang menatap tajam ke arah sekertaris nya


“james, tuan. ia adalah mantan kekasih nona Vania sendiri, yang ia pacari saat masih SMA. mereka kembali bertemu setelah sekian lama terpisah!”


“apa Vania sudah lama berselingkuh dari ku?!!”

__ADS_1


“tidak! tuan. itu adalah pertemuan pertama mereka setelah sekian lama tidak bertemu”


“Cih, pertemuan pertama saja sudah semesra itu, bagaimana kalau lama?”


“lalu bagaimana dengan hubungan wanita itu dengan Alex?!”


“ nona Vania hanyalah korban dari keserakahan ayahnya tuan. Mark sengaja membuat perjanjian pada Alex dengan menjadikan nona Vania sebagai umpan nya. karena Alex juga tertarik dengan wanita itu, dan tentang masalah perusahaan ayahnya, ternyata nona Vania berbohong kepada anda, perusahaan ayahnya sudah lama bangkrut. dan uang yang selalu anda berikan itu hanyalah untuk menutupi hutang-hutang mereka dan tentunya modal untuk mereka bertahan hidup juga ” sekertaris Rey kembali bersikap tenang setelah panjang lebar ia berbicara


saya masih berbaik hati nona, saya tidak akan mengatakan tetang hubungan apa yang sudah anda lakukan dengan laki-laki bajingan itu di belakang tuan muda


meskipun sekertaris Rey sudah berkata panjang lebar, tapi ia masih bisa mengendalikan ucapan nya, untuk tidak mengatakan kalau Vania benar-benar sudah mengkhianati tuan nya. bukan karena kasihan pada wanita itu, tapi ia hanya tidak ingin melihat Efbran lebih tersakiti


“Mulai sekarang aku tidak ingin lagi bertemu dengan wanita itu. katakan pada Vania kalau aku memutuskan hubungan dengan nya!”


“Baik, tuan.”


Efbran berjalan ke sofa. berbaring di sana, ia memejamkan matanya. rasa kesal dan emosi menggema di kepalanya, tapi ia berusaha tenang, masih tidak percaya wanita yang ia pacari Hampir 2 lebih itu berani bermain dengan laki-laki lain di belakangnya. kata-kata Zano sepintas terbayang di kepalanya, benar ucapnya temannya itu. wanita hanya menginginkan harta, kalau mereka sudah mendapatkan nya, mereka bisa berbuat bebas di luar sana


“apa kau sudah lama mengetahui tentang ini Rey?”


“beberapa bulan yang lalu tuan. sejak nona Vania menimbulkan gelagat aneh nya”


“lalu kau menyembunyikan itu semua dari ku?!”


“Anda pasti tidak akan percaya kalau saya mengatakannya saat itu. dan tuan besar juga melarang saya untuk memberi tahukan ini semua kepada anda, sebelum ada bukti yang jelas”


Efbran mengernyitkan dahinya.“ apa ayah juga tahu?”


“iya tuan, tuan besar curiga dengan nona Vania karena ia sempat beberapa kali melihat nona Vania menelpon secara diam-diam di belakang anda, dan tuan besar juga melihat nona Vania keluar saat malah hari bersama Alex, Tampa sepengetahuan anda”


...----------------...

__ADS_1


siang semakin menampakkan sinarnya. sedangkan di belahan dunia lain pagi baru saja tiba. Jhon terjaga dari tidurnya. ia mengerjapkan matanya. ia melihat jendela sudah tampak terang itu artinya pagi sudah tiba, padahal ia tertidur hanya sebentar karena tadi malam ia benar-benar tidak bisa memejamkan matanya. ia menoleh ke samping, Belna sedang tertidur di bahunya


“Bel, bangun! sudah pagi” ucapnya mencoba membangun gadis itu


Belna bergumam tapi ia masih memejamkan matanya. “Belna!” ucapnya lebih nyaring


“Hmm” Belna mulai membuka matanya


“jhon, apa kita masih di rumah sakit?” Belna baru sadar dengan keadaan mereka. ia melihat di sekelilingnya, sudah Tampak ramai orang yang berlalu lalang. ia sontak menoleh ke pintu di mana adiknya di rawat, tapi pintu itu masih tertutup rapi itu artinya dokter masih melakukan pemeriksaan


“kenapa lama sekali ya? padahal ini sudah pagi?” ucapnya belna, ia mondar-mandir di depan pintu.


“mungkin sebentar lagi bel. bagaimana kalau kau pulang saja dulu, biar aku yang menunggu di sini”


“No, Jhon. aku ingin tau keadaan adikku!!”


“aku akan mengabari mu nanti. pulang lah dulu, lagi pula kau belum mandi dan tidak ada mengisi perut mu juga kan sejak tadi malam?!”


“Jhon, aku tahu itu, tapi keadaan adikku jauh lebih penting. aku hanya memiliki dia di dalam hidup ku, kami tidak memiliki siapa-siapa lagi. aku ingin memastikan kalau adikku baik-baik saja di dalam!!”


Belna sudah menangis sesenggukan, bibirnya bergetar. karena menahan kekhawatiran.


“Baik lah.” akhirnya Jhon yang pasrah. ia menepuk kursi di sebelahnya. menyuruh gadis itu duduk di sana


“duduk saja dulu di bel, aku akan keluar sebentar”


Jhon sudah berdiri, tapi tangan nya langsung di tarik kembali oleh Belna. “mau kemana?” ucapnya


“keluar sebentar. kau belum sarapan kan?” gadis itu mengangguk


“tunggu aku di sini, aku hanya sebentar?”

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2