Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
38. Aku ingin bertemu kedua orangtuaku


__ADS_3

Satu Minggu berlalu. Bella masih di rawat di RS. gadis itu sudah kehilangan sebagian hidup nya. rambut adalah mahkota bagi sebagian wanita. tapi kini, rambut panjang bewarna coklat keemasan itu sehelai pun sudah tidak ada lagi di kepalanya. rambutnya rontok di sebabkan perawatan dan pengobatan kanker yang membuat rambut rapuh. obat-obatan komoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker, namun juga bisa merusak akar rambut. sehingga dokter menyarankan nya untuk membotaki kepalanya saja, hal itu akan lebih memudahkannya untuk perawatan


di luar sana berita tentang bella yang masuk rumah sakit gara-gara mengidap kanker darah sudah menjadi topik hangat terutama di media sosial. di luar RS para wartawan sedang menunggu kebenaran berita ini, mereka berharap lebih bisa mendapatkan berita yang aktual. apalagi Bella adalah seorang model yang sangat populer pasti banyak sekali orang yang ingin tahu tentang kebenaran berita ini


begitu juga dengan teman-teman Bella.mereka semua benar-benar di buat terkejut saat melihat berita itu beredar di internet. langsung saja Jessica dan yang lainnya menanyakan hal itu kepada Belna, setelah Belna mengkonfirmasi berita itu memang benar adanya, pagi ini semua teman-teman Bella langsung pergi ke RS untuk menjenguk nya.


Jessica yang baru kemarin pulang dari negara sebelah untuk menyelesaikan fashion show nya langsung berlari ke mari, begitu juga dengan Yasmine yang baru saja menyelesaikan syuting film terbaru nya, tak ketinggalan Lian juga ikut menjenguk nya hanya Yuna saja yang tidak hadir, karena ia sedang mempersiapkan untuk persalinan


di ruang rawatnya Bella terbaring lemah, saat Jhon masuk ke ruangan itu membawakan nya sarapan pagi ia masih berusaha untuk tersenyum meskipun di ujung matanya sudah bengkak karena terus-menerus menangis, tapi saat di dapan semua orang ia akan berusaha terlihat tegar.


Jhon duduk di kursi. “tidak perlu menyembunyikan nya lagi dari ku, kalau kau ingin menangis, menangislah. aku tau selama ini kau sudah berusaha menahannya”


Bella sedikit tersenyum.“ aku baik-baik saja jhon, jika pun nanti sesuatu yang tidak di inginkan terjadi kepada ku aku sudah siap”


“kau bicara apa Bell? aku yakin suatu hari nanti kau pasti bisa sembuh”


“itu mustahil jhon.” ia memalingkan wajahnya ke arah jendela. “aku sudah stadium akhir” ucapnya lirih. Bella sudah berusaha menahan air matanya, tapi nyatanya air matanya berhasil menubros bertahannya


Jhon bisa melihat itu. ia menyentuh pergelangan tangan Bella. “bell, lihat aku!”


sebelum mengalihkan wajahnya ia masih berusaha melap bekas tangisannya dengan tangan satunya


“bell aku tau, selama ini kau selalu berusaha menahan semuanya kan, dan kau juga selalu menutupi ini semua kan. kenapa? apa sampai tidak seperacaya itu kau padaku, sampai tidak mengatakan masalah sebesar ini pada ku. bukannya aku pernah mengatakan pada mu kalau aku selalu ada untuk mu bell” suara Jhon terdengar sangat lirih. hatinya juga terasa sakit melihat orang yang ia sayangi terbaring lemah di depannya


“kenapa Bell? seharusnya kau menceritakan nya padaku?”

__ADS_1


“Forvige me, Jhon (maafkan aku, Jhon) aku hanya tidak ingin membuat mu lebih terbebani. apalagi selama ini, aku sudah banyak berhutang Budi pada mu.”


“bell, aku tidak pernah merasa terbebani oleh mu, aku bahkan sudah menganggap mu lebih dari hanya sekedar teman aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri.”


bahkan mungkin sekarang lebih dari itu Bella.ucap Jhon dalam hatinya


“semuanya sudah berlalu Jhon, dan sekarang kau juga sudah tahu kan”


“aku tidak menyangka kau bisa menahan ini semua, pekerjaan seorang model bukanlah mudah Bell, lalu kenapa kau tidak ingin mengatakan nya pada kakak mu? setidaknya kau memberitahukan nya walaupun tidak dengan ku”


“aku harus berbuat apa lagi Jhon? aku sudah kehilangan segalanya, bahkan sejak aku kecil. hanya seorang kakak yang aku miliki, bahkan kak belna bukan saja seorang kakak bagiku tapi dia adalah seorang ayah dan ibu untuk ku, kau juga tau kan sekuat apa dulu kak belna Bekerja banting tulang untuk ku, bahkan dia rela bekerja serabutan siang malam hanya untuk ku.” air matanya sudah membanjiri pipi mulusnya, ia benar-benar menangis di depan Jhon.


“dan kau tahu Jhon, di saat kak belna terpuruk hingga depresi dan sampai masuk ke rumah sakit. di saat itu aku memang sempat ingin mengatakan ini semua padanya, tapi di lain sisi aku tidak ingin menambah masalah nya. apalagi saat itu ia baru saja di tinggal nikah oleh kakak mu, laki-laki yang bertahun-tahun ia cintai, lalu bagaimana menurut mu apa aku perlu sampai Setega itu memberi tahu keadaan ku dengan kakak ku?”


“kenapa Jhon? kenapa harus aku? di saat Tuhan mengirimkan ini kepada ku, di saat itu aku merasa bahwa hidup ku sudah hancur, aku sangat ingin bertemu dengan kedua orangtuaku jhon, walaupun hanya sekali dalam hidup ku, aku hanya ingin melihat mereka sekali saja sebelum aku benar-benar pergi” ia berkata dengan sangat lirih bahkan di iringi isakan tangisnya


“bell, tuhan hanya menguji mu sekarang, aku yakin kau pasti akan sembuh. sama halnya dengan pelangi ia akan muncul setelah hujan. semuanya akan terlihat indah kan, aku yakin suatu hari nanti kau juga pasti akan sembuh. dan maafkan aku Bell, seharusnya aku yang lebih bisa memahami mu walaupun Tampa kau beritahu. maaf kalau selama ini aku belum bisa benar-benar melindungi mu, tapi di lain waktu aku akan berusaha selalu ada untuk mu dan aku akan selalu menemani mu sampai di mana kau merasa bahagia, dan sampai di mana kau tidak perlu lagi menangis karena penderitaan mu, aku berjanji Bella!!”


Jhon melepaskan pelukannya, ia kembali duduk di kursi. tangannya terangkat menghapus air mata Bella


“berjanjilah pada ku, jangan pernah menyembunyikan sesuatu apapun tentang mu kepada ku, karena aku akan selalu menemani mu” Jhon melepaskan topi dari kepalanya, memperlihatkan kepala botaknya rambutnya sudah ia pangkas habis


seketika Bella terkejut melihat itu. ia menutupi mulutnya dengan tangannya


“kenapa kau memangkas habis rambut mu Jhon?”

__ADS_1


“sudah ku bilang kan aku tidak akan membiarkan kau melewati ini semua sendiri bell, aku akan melakukan apapun itu”


Bella tersenyum tipis.“ thanks, Jhon. tapi kau tidak perlu juga melakukan itu, itu Sangat berlebihan Jhon!”


“jika itu bisa membuat mu merasa tidak sendirian, aku akan terus melakukan hal yang berlebihan untuk mu, bahkan jika tubuh pun bisa di tukar dengan mu, aku akan menukar nya dengan tubuh ku yang sehat ini untuk mu, dan biarkan aku saja yang terbaring di brankar ini dan merasakan penderitaan mu ”


Bella terdiam. tapi air matanya kembali mengalir, merasa terharu dengan ucapan Jhon.


ya Tuhan, meskipun aku tidak memiliki seorang ayah di dalam hidup ku, tapi terimakasih kau telah menghadirkan laki-laki seperti Jhon untuk ku, dan menyayangi ku sama seperti seorang ayah kepada anaknya


“kenapa menangis lagi Bell?” Jhon kembali mengusap air mata Bella dengan tangannya


“sekarang aku benar-benar merasa bahwa tidak sendiri itu bisa membuat kita lebih tenang dengan adanya orang yang memberi dukungan. makasih untuk semuanya Jhon”


“aku bilang juga apa, yakinlah kau pasti sembuh nanti.” Bella tersenyum mengangguk menanggapi nya


“oh, ya aku sampai lupa, aku membawakan mu bubur tadi tapi sepertinya sudah dingin”


“mana bubur nya, walaupun dingin aku akan tetap memakannya” ia mengatakan nya dengan wajah yang tersenyum, membuat Jhon tidak jadi kecewa melihat


“baiklah, aku suapin ya?”


Bella mengangguk kepalanya


“Hmm, enak walaupun sudah dingin” Bella mengunyah buburnya. ternyata memiliki semangat untuk hidup itu membuat nya lebih bernafsu untuk makan, biasa makanan enak pun bella ia enggan untuk memakannya, tapi kini bubur terasa nikmat bagi nya

__ADS_1


__ADS_2