
Yuna berjalan mendekati kursi tamu ia duduk tepat di samping Tedy.
“Yuna, ku pikir tadi siap?” Tedy menoleh ke samping.
“Hihi, apa kau sudah lama beranda di sini? kenapa tidak pernah mengunjungi rumah ku?”
“Tidak. aku juga baru tiba pagi ini, di sini!”
“Benarkah? ku pikir kau sudah lama berada di kota ini?”
“Iya, itu hanya orang tua ku dan adikku. aku dan suami ku sangat sibuk, jadi kami memutuskan ke sini di saat hari pernikahan saja,”
“Dan kau sendiri kapan pulang nya dari negara XXX?”
“Baru beberapa hari yang lalu,”
“Kak Yuna! nanti setelah acara aku minta foto bareng ya sama kakak!” Mata Airin sudah berbinar. Yuna memang salah satu pemain film Hollywood yang bisa di bilang sangat terkenal.
“Aku juga!” ucap Alyssa dan Kiara bersamaan.
“Apa kak yasmine tidak ikut kemari kak?” jellsa yang bertanya.
“Dia sudah keburu menerima tawaran bermain film. jadi sudah harus mulai syuting hari ini.”
“Mak, kenalkan kami dong sama model seperti Gabriella, Jessica atau Lian saja juga boleh!” pinta Kiara.
“Tidak segampang itu, mereka sangat sibuk!”
“Kalau tidak, bagaimana kami ingin minta tanda tangannya saja. tapi lewat kakak? boleh ya kak!” giliran Alyssa yang memohon.
“Haha, kalian ini lucu sekali ya. akan aku usahakan nanti!’’
‘‘Tapi yang aku dengar dari berita, kau mengundurkan diri dalam syuting itu. kenapa?’’
“Saat itu aku juga melihat di telivisi kalau kau menyebutkan ada masalah Dengan kesehatan mu, kau sakiti apa?”
Tedy melanjutkan obrolan mereka. ia mencecar Yuna Dengan pertanyaan.
Yuna menghembuskan nafas berat. “Itu hanya semata untuk alasan saja. sebenarnya aku sedang hamil kak!” Yuna memelankan suaranya saat menyebut kata hamil.
“ Wah benarkah?” Tedy juga memelankan suaranya, supaya tamu-tamu yang lain tidak mendengarkannya.
“Lalu apa rencana mu selanjutnya?”
“Kami akan segera mungkin mengumumkan pernikahan kami ke publik. sebelum semuanya terlambat dan menjadi kacau,”
“Itu memang benar, tapi selamat ya untuk mu aku tidak menyangka usia mu masih muda sudah harus menjadi seorang ibu.”
frido naik ke atas panggung ia bertugas sebagai pembawa acara.
“Selamat siang hadirin tamu undangan yang berkesempatan hadir hari ini. sebuah kebahagiaan bagi kami dan keluarga mempelai karena para undangan kami, dapat meluangkan waktu untuk menghadiri acara pernikahan pasangan, Brama Mahesa Baskara dan Alika Sara.”
__ADS_1
Brama sudah berada di depan. dia terlihat sangat tampan.
Alika berjalan di atas karpet. ia di temani ayah nya. para tamu bertepuk tangan saat melihat mempelai wanita sudah berdiri di hadapan.
mereka mengucapkan janji suci sesuai kepercayaan dan negara. gemuruh tepuk tangan dari para tamu. setelah kedua mempelai sah menjadi suami istri.
para tamu di persilahkan untuk menyantap hidangan. sambil acara hiburan di mainan kan.
mereka semua mengantri untuk mengambil makanan.
jellsa juga ikut mengantri di antara banyaknya tamu undangan. tepat saat ia ingin mengambil lauk-pauknya dan memindahkan nya ke dalam piring. Tampa sengaja ia bertemu lagi dengan seorang laki-laki tempo hari.
dia lagi! kenapa dia bisa ada di sini?
“Hay nona! apa kabar mu? aku rasa kau masih ingat dengan ku?”
jellsa tidak menanggapinya ia memilih mengambil lauk yang lain.
“Saya hanya ingin mengingatkan anda nona, untuk berhati-hati dengan pacar anda!”
setelah mengatakan itu laki-laki itu kembali duduk di meja tamu, sembari memakan makanannya.
jellsa terdiam saat mendengar pernyataan laki-laki itu. dari mana ia bisa tahu dengan pacarnya, setahunya hanya adik-adiknya yang tau kalau dia berpacaran. sangat tidak mungkin kalau Airin yang memberi tahu laki-laki itu. jellsa mengambil minuman nya, setelah nya ia kembali duduk di kursi nya.
“Kenapa lama sekali sih kak?” tanya Airin ia sudah memakan makanannya.
“Aku mengantri dulu tadi,”
...----------------...
Jessica diam-diam keluar dari rumah nya. karena merasa bosen, dia memilih pergi ke apartemen yasmine. sedangkan yasmine acara syuting nya harus di tunda dulu untuk hari ini. karena ada beberapa masalah.
“Gila! pernikahan nya tidak manusiawi, mewah sekali!” Jessica berdecak kagum. sebelumnya ia belum pernah melihat pernikahan yang sebegitu mewahnya.
“Pasti wanita itu beruntung sekali bisa menjadi bagian dari keluarga Baskara,” yasmine juga ikut kagum melihat pernikahan itu.
“Hey itu Evan! pacar ku. ah seandainya aku juga ikut pergi ke sana,” yasmine menunjuk pacarnya yang terlihat di layar televisi.
“Itu bukannya tuan Zano? apa itu wanita yang ia kenakan ke publik kemarin?”
“Iya seperti bener Jes, tapi wanita itu terlihat biasa saja,”
“Ah, sebenarnya aku sangat mengagumi tuan Zano, dia sangat tampan!” Jessica terpesona walau ia tidak pernah bertemu. hanya pernah melihat nya di sosial media atau hanya di telivisi.
“Tapi kalau aku, aku lebih memilih menjadi selingkuhan nya tuan Efbran sih, dia kan lebih Tampan dan keren!”
“Emang tidak cukup satu apa? Evan juga tampan!”
“Aku kan hanya bercanda, tidak mungkin juga tuan Efbran mau kepada ku. bisa berdiri di hadapannya saja aku sudah sangat bersyukur, apa lagi kalau jadi wanita nya,”
“Haha, kau itu menghayal terlalu ketinggian,”
__ADS_1
mereka berdua masih melanjutkan acara nonton nya, sambil tertawa dan bercanda.
...----------------...
setelah para tamu selesai dengan makanannya. mereka semua naik ke atas panggung untuk bersalaman dan memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai. tak lupa ikut Foto bersama juga.
acara hiburan masih berlanjut, penyanyi silih berganti membawakan lagu-lagu mereka.
tesa masih duduk di kursi melihat para tamu yang masih ramai.
“Nyonya tesa!”
“Eh, nyonya Karina,” mereka berdua berpelukan sambil cepika- cepiki. "Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu!"
“Bagaimana kita bisa bertemu, kau kan tinggal di negara yang berbeda,”
nyonya Karina adalah teman tesa. selagi mereka masih remaja dulu. Karina juga adalah ibu dari tuan Zano.
“Apa hanya sendiri saja datang ke sini?” tanya tesa
“Aku bersama ke dua putra ku, suami ku tidak bisa hadir hari ini. karena dia sedang tidak sehat,”
“Kasian sekali. apa kau sudah bertemu kak Dania?”
“Nia! aku sudah mengobrol banyak tadi dengan nya,”
“Tapi aku tidak melihat nyonya Caroline dari tadi. apa dia tidak datang kesini?”
“Aku rasa tidak, dari sekian banyak tamu undangan aku tidak melihat nya,”
“Sayang sekali ya sebenarnya aku sangat ingin memperkenalkan anak laki-laki ku pada anaknya.”
“Kau ini seperti tidak tahu nyonya Caroline saja, dia itu kan manusia paling sibuk di muka bumi ini.”
“Kau bener juga, bahkan saat sebelum menikah dulu juga dia sudah sibuk mengurus bisnis nya sendiri.”
Karina mengedarkan pandangannya. ia melihat anaknya Zano sedang di wawancara oleh reporter yang ada. tentang hubungannya dengan rani.
lihat itu! apalagi yang dia lakukan? ingin memamerkan pacarnya yang jelek dan kampungan itu ke seluruh dunia. wanita itu benar-benar ya! dia pakai cara apa bisa membuat Zano jatuh cinta sampai sebegitu nya padanya. padahal selama ini Zano tidak pernah ingin memamerkan pacarnya ke depan publik. tapi kenapa wanita ini ia perkenalkan.
“Karina,”
“Nyonya Karina!” tesa melambaikan tangan di depan wajahnya Karin.
“Eh, iya ada apa?” karina kaget
“Kau ini dari tadi aku memanggil, ada apa kenapa melamun?”
“Tidak apa-apa!” mereka duduk di kursi, masih melanjutkan obrolan. sesekali Karina masih memperhatikan anaknya.
aku tidak ingin di buat malu! kalau wanita itu berada di samping Zano, terus -terusan. aku harus cari cara untuk menyingkirkan perempuan itu dari sisi anak ku!
__ADS_1
BERSAMBUNG....