
Pukul 7 malam aku di panggil Bik Atun untuk makan malam karena Papa, Mama dan Reva sudah menunggu di ruang makan.
Oh iya aku belum memperkenalkan Papaku seorang Blasteran alias campuran antara Jerman dan Jawa.
Kakekku Jerman sedangkan nenek orang Jogya, Papa bernama Doddy Darmawan, sedangkan mama orang Sunda asli tepatnya daerah Bandung.
Jadi wajarlah aku sedikit tampan warisan dari orang tuaku hehehe.
Sampai di meja makan aku langsung menyendok nasi karena memang dari siang belum makan, dan juga sedikit lelah begitu sampai rumah tadi sore langsung tidur dan bangun hampir maghrib.
"Ren...???", panggil Papa.
"iya pa... ??", Jawabku.
Ini papa mau nyumbang untuk Aceh, Papa percaya kamu dan teman-temanmu bisa mengemban amanah ini.
Dan kalo bisa alangkah baiknya kalo kamu langsung ke Aceh dan langsung menyerahkan bantuan ini ", kata Papa bijak.
"Pa..???", apa Rendi tidak kenapa -napa kesana, Mama cemas kalo Rendi kesana, sampai sekarang airnya belum surut dan di perkirakan katanya ada gempa susulan, Mama takut Paa..kalo Rendi kenapa-kenapa ", kata Mama cemas.
Aku tersenyum dan berkata ", Ma... ??", kalau memang Allah mengizinkan Rendi akan ke Aceh, benar kata Papa lebih baik kita langsung kesana untuk menyalurkan bantuan tapi Rendi belum tau situasi disana.
Rendi sedang menunggu info dari anak -anak yang lain, dan Insha Allah kalaupun Rendi kesana itu tidak kenapa-kenapa, bukankah kita punya Allah Ma...!!!",
"kenapa harus takut selagi kita berlindung dan memohon perlindungan dari Allah, dan mareka sodara-sodara kita juga maa..yang saat ini sedang membutuhkan bantuan dari kita ...", kataku panjang lebar.
"Betul apa yang dibilang sama Rendi !!!", Ma...kita punya Allah kenapa harus takut.
Kalau memang kita kena musibah atau meninggal itu bisa dimana saja dan kapan saja.
Percayalah Ma ini bisa menjadi pengalaman buat Rendi agar tau bahwa masih banyak orang - orang yang membutuhkan bantuan dari kita.
Dan belajar bersyukur dengan rizki yang Allah berikan dalam keluarga kita ", kata Papa lagi.
"kalo itu sudah keputusan kalian Mama ikuti saja ", jawab Mama lemah sambil menarik nafas dalam.
"Maaa???. ini hanya umpama kalau Rendi ke Aceh, kan belum tentu juga Rendi ke Aceh.
Tapi Rendi sangat berharap bisa kesana tapi tidak tau lah, yang penting bagaimana terbaiklah yang kita lakukan buat sodara - sodara kita yang membutuhkan disana ", kataku.
__ADS_1
"Mas... kalo jadi ke Aceh, Reva mah setuju - setuju saja, yang penting Mas Rendi telpon Reva terus ya, kabarin Reva tentang keadaan disana, jangan sampai lupa, awas ya", Ledek adikku Reva sambil memayunkan mulut.
"Heehehe "siap bos ", jawabku sambil tertawa.
Aku sayang banget sama Reva, dia adalah adikku satu-satunya sekaligus penceria di dalam keluarga.
karena sifatnya yang selalu riang dan manja, begitu juga kepadaku.
Sehabis makan malam, aku langsung ke kamar dan tiba - tiba handphone berbunyi, dan langsung aku angkat.
"Selamat malam Ren!!", terdengar dari seberang sana.
", malam..., ya Vid ", jawabku.
( David non Islam ) ini Ren mau ngabarin bahwa tadi gue di telpon sama Ridwan anak Fakultas Tehnik, dia asli orang Aceh dan dia mau bantu kita tentang bantuan apa saja yang di butuhkan.
Besok kita ketemu dikampus dan nanti kita bisa bicara panjang lebar dengan Ridwan tentang selanjutnya ", kata David.
"Oohh gitu bagus juga Vid ", secepatnya bantuan yang kita kumpulkan, bisa dikirimkan ke Aceh ", jawabku.
"iya Ren mudah - mudahan anak -anak yang lain bisa mengumpulkan dalam minggu- minggu ini ", jawab David.
Aamiin.... oh iya ini ada juga bantuan dari hamba Allah berupa uang tunai dan sedikit sembako ", kataku.
aamiin", Jawabku sambil tersenyum," karena Hamba Allah itu adalah Papa dan Beliau tidak pernah mau menyebutkan nama kalau bersifat Sedekah.
Katanya biar Allah saja yang tau, manusia tidak boleh tau, itulah bokap, walaupun Pengusaha tapi beliau orang yang taat agama dan kami bangga mempunyai orang tua seperti Papa dan Mama", batinku dalam hati.
Kalau gitu sampai ketemu besok di kampus ya Ren ", bye Ren..."kata David.
"bye... ", jawabku sambil mematikan telponnya.
Saat hendak menuju kamar mandi, handphoneku berbunyi lagi, aku pikir mungkin ada lagi yang mau disampaikan David.
Aku mengambil hp dan melihat nama yang tertera disana yang bernama Pak Ridwan LSM, aku langsung mengangkat telponnya.
"Assalammu'alaikum Pak...",kataku ramah. "Wa'alaikum Salam " jawab Pak Iwan ramah.
"Maaf dek Rendi, Bapak mengganggu malam -malam ", kata Pak Iwan.
__ADS_1
Tidak apa -apa pak??", kebetulan saya sedang santai,
"ada apa ya Pak? ",apa ada info tentang di Aceh ",tanyaku.
"Begini dek Rendi ", barusan Bapak di telpon dari teman - teman di Aceh.
katanya wilayahnya parah sekali dan di daerah LHOK NGA dan LAMPUUK serta dekat Mesjid Raya BAITURRAHMAN itu juga parah.
Tapi ini masih kami pantau lagi, kejadiannya sungguh mengerikan sekali, dan malam hari listrik mati, kebanyakan dari mareka masih trauma dan ketakutan, kalau bisa kita secepatnya bergerak dan bisa langsung turun ke lapangan ",kata Pak Iwan.
"Baik Pak!!!", kataku.
Besok pagi saya akan langsung mengumumkan masalah ini, dan kalau memang di butuhkan saya dan teman - teman bersedia turun ke lapangan Pakk, sekalian langsung melihat dan menyalurkan bantuannya ", Jawabku.
"Baik kalau begitu Dek Rendi, Bapak akan menunggu kabar dari Dek Rendi, secepatnya kita berkoordir dengan petugas Kepolisian dan LSM.
Untuk segera menyalurkan bantuannya ", kata Pak Iwan.
"Baik Pak !!!", kalo begitu terima kasih untuk informasinya, saya akan menghubungi Bapak lagi besok ", kataku.
"Baik Dek Rendi, Assalamu'alaikum.." , pamit pak Iwan.
"Wa'alaikum Salam jawabku sambil mematikan handphone.
Setelah mematikan telpon dari Pak Iwan aku langsung menghubungi Yunus.
"Nus.....", setelah aku mengucapkan Salam, besok kita berangkat ke Kampus agak pagian ya, soalnya urgent banget.
Nanti gue cerita detailnya besok pagi di Kampus, gue nggak jemput lo ya, kita ketemu di Kampus di kantor BEM.
Oh iya jangan lupa hubungi anak -anak yang lain ya?", kataku kepada Yunus.
"oke bos siap 86 ",kata Yunus sok ikutin kata 86 seperti di televisi.
Setelah mematikan telpon Yunus, aku langsung Sholat Isya dan melanjutkan untuk tidur, karena memang masih lelah.
Suara azan membangunkan aku untuk sholat Subuh seperti biasanya, aku mengambil wudhu langsung ke Mushola untuk sholat berjamaah.
Setelah sholat Subuh berjamaah aku langsung mandi untuk bersiap - siap ke Kampus, setelah mandi aku sarapan dan pamit kepada Papa dan Mama, sedangkan Reva melanjutkan tidur habis sholat Subuh.
__ADS_1
"Sayang hati -hati kabarin Mama ya begitu sampai di Kampus ", kata Mama.
" iya Ma...!! ", kataku sambil melangkah pergi dengan motor butut kesayanganku.