
Segala Persiapan sudah di lakukan dengan sangat baik.
Semua tampak sangat sibuk dan bersemangat, tak terkecuali dengan Mama dan Papa terlihat wara wiri sambil mengecek apa ada yang kurang barang seserahannya.
Aku memakai Jas warna Navy dengan Kemeja Putih lengkap dengan Dasi seperti seorang Manager di sebuah Perusahaan.
"Cakep sekali Anak Mama..."Seru Mama sambil merangkul bahuku.
"Persis seperti Papanya Dulu hehe.."Potong Papa sambil tertawa.
"Nggak!!... Gantengan Anak Mama hehe.."Ujar Mama
"Iya deh...terserah Mama...tapi kan ada andil Papa hehehe..."Jawab Papa.
"Mareka pun langsung tertawa bersama.
Aku hanya tersenyum melihat kegembiraan di Wajah Kedua Orang Tuaku.
Yunus Pagi-Pagi sudah Sampai di rumahku, Kemudian Aku menyuruh Yunus untuk menjemput Faisal setelah itu nyusul ke Bogor.
Dirasa sudah komplit, Kemudian Kami semua berangkat menuju Bogor dengan iring-iringan Mobil sebanyak Lima Buah Mobil.
"Mas...secantik apa sih Kakak Ipar sehingga Mas Rendi buru-buru nikah? "Tanya Reva di dalam mobil.
"Hmm...kasih tau nggak Ya?... Ada saja...Hehehe..."Jawabku yang bikin Reva tambah Sewot.
"Yee..ditanya...malah ketawa...au ah..sebel.. "Ucap Reva sambil cemberut.
Aku, Papa dan Mama tertawa melihat Adikku itu.
"Sayang...Jangankan Kamu, Papa dan Mama juga tidak tau seperti apa wajah Kakak Iparmu ..."Ledek Papa.
Aku yang sedang menyetir hanya tertawa mendengar obrolan Mareka.
"Insha ALLAH.....Dia gadis Sholeha yang Rendi idamkan, Paa.. "Ucapku sambil tertawa.
"Awas ya Kalo jelek hehe...Tak sudi Aku panggil Kakak Ipar wek...wekk..."Ledek Reva sambil menjulurkan lidahnya.
Semua tertawa mendengar ocehan Adikku itu.
...----------------...
Setelah menempuh Perjalanan selama Dua Jam, Sampailah Kami di sebuah Rumah yang besar Berwarna putih sudah di hiasi dengan Janur Kuning Khas orang Menikah.
Suasana sedikit ramai, Kami pun turun dari Mobil dan beberapa Asisten dan Supir Kami membawa Seserahan sebanyak Dua Puluh Lima Buah untuk Mempelai Wanita.
Kami memberi Salam dan Dijawab Oleh beberapa Anggota Kerabat Aisha sambil menyalami Kami.
Pak Ustadz Ma'ruf dan Pak Kyai Abdul Somad langsung menghampiri serta menyambut Kami dengan Ramah, Aku pun memperkenalkan Mareka dengan Kedua Orang Tuaku.
Setelah itu Kami pun di Ajak masuk ke dalam Rumah.
Kemudian Terlihat Orang Tuanya Aisha menyalami Kami, juga sodaranya serta KUA dari Daerah Bogor serta Kepala RT dan RW.
Semua Tampak hadir menyaksikan Acara Kami, juga Yunus serta Faisal yang telah hadir. Kemudian Acara pun di Mulai.
Setelah Memberi Salam, kemudian Papa memperkenalkan Diri serta Keluarga Kami.
Kemudian Beliau mengutarakan Maksud Tujuan Kami semua datang kesini untuk Meminang Aisha, sekaligus juga mau menikahkan Anaknya dengan Putri Pak Haji Surya Dinata dengan semua Seserahannya.
"Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf bertindak sebagai penerima pinangan dari Pihak Wanita mewakili Orang Tua Aisha.
__ADS_1
Mareka menerima Lamaran ini Sekaligus Menikahkan Kami Berdua pada hari ini.
Kemudian Mama Maju untuk memberikan Seperangkat Kotak Perhiasan Emas dan Seperangkat Alat Sholat Kepadaku sebagai Mas Kawinnya.
Di depan Pak Penghulu, Kyai Abdul Somad dan Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf bertindak sebagai Saksi.
Juga di Saksikan beberapa Perangkat Desa juga Keluarga dari Kedua belah pihak.
Aku maju di dampingi oleh Papa, sedangkan Pak Kyai Abdul Somad dan Pak Ustadz Ma'ruf berada di sebelah Kanan dan Kiri.
Aku berhadapan dengan Abahnya Aisha Bapak Haji Surya Dinata.
Di sampingnya ada Pak Penghulu dari KUA.
Aku sedikit gugup maklum baru Pertama dan disaksikan oleh orang banyak.
Sedangkan Aisha di kamar mendengarkan Ijab Qabul ini dengan Hati yang sedikit tegang.
Mulailah Acara di Mulai, Lantunan Ayat Suci Alquraan mulai di bacakan.
Kami semua mendengarnya dengan khitmat. Selesai pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, kemudian pembawa Acara langsung menyuruh masuk ke inti acaranya.
"Aku memengang tangan Abahnya Aisha dengan sedikit gemetar, melihat itu Papa langsung menepuk bahuku sambil berkata "Bismillah..Nak.." Ujarnya sambil tersenyum.
Aku pun menarik nafas panjang, kemudian Abah berkata : " Saudara Rendi Pratama Darmawan Bin Doddy Darmawan...Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan Anak Kandungku Aisha Larasati Binti Surya Dinata dengan Satu Set Perhiasan Seberat Seratus Gram Emas dan Seperangkat Alat Sholat di bayar tunai..." Ucap Abah Aisha.
Aku langsung menyambut Ucapannya " Saya Terima Nikahnya dan Kawinnya Aisha Larasati Binti Surya Dinata dengan Mas Kawin yang tersebut di bayar tunai.."Ucapku dengan Satu tarikan Nafas.
"Sah...Sah...Sah..."Semua Saksi mengucapkannya dan terdengar "ALHAMDULILLAH.." Papa langsung tersenyum dan memelukku.
Mama begitu terharu (Menghapus Air Matanya) Melihat Anak Lelakinya Berhasil mengucapkan Ijab Qabul.
Aku begitu terharu dan tak terasa Air Mataku jatuh, "Ya Allah Ridhoilah...Pernikahanku ini... sampai Akhir Hayat Kami...Aamiin.."Doaku dalam hati.
...----------------...
Di sebuah Kamar...
Aisha langsung memeluk Umminya dan menangis Bahagia sambil mengucapkan " Syukur Alhamdulillah " begitu juga dengan Ummi Zainab ( ibunya Farida) dan Farida.
Mareka tersenyum Bahagia mendengar Rendi mengucapkan Ijab Qabul dengan lancar hanya Satu kali tarikan nafas.
Kemudian Aku membaca Sighat Taglid sebagai seorang Suami dan akan memperlakukan Istriku dengan baik dan Ma'ruf.
Tak Lama Aisha pun di panggil untuk menemuiku, terus terang jantungku berdegug kencang.
Aku sedikit malu melihat Bidadariku. Aisha datang di temani sama Umminya dan Farida.
Semua terpana melihat Kecantikan Aisha, Gadis yang sekarang telah menjadi Istriku. Aku begitu Bahagia Mendapatkannya.
"Nus...gile bener..cantik banget Istrinya si Rendi... Pantes si Rendi terburu-buru takut di ambil orang, hehehe..."Ucap Faisal.
"Iyalah...Primadona Kampung Santri dia hehe... Tapi ini Rahasia ya jangan sampe temen yang lain tau oke..."Ujar Yunus.
"Siap Nus...Percaya sama Aku hehe "Ujar Faisal.
"Ogah...percaya sama Kamu..Musyrik.. Bambang.. hahaha..."Ucap Yunus.
"Hehehe...Oh ini Namanya Aisha, Primadona Kampung Santri, Kalo tau lebih Awal, bakalan Aku lamar wkwkwkkk..."Ledek Faisal.
"Hehehe...bisa aja Belalang Sawah kalo ngomong hahaha...."Ledek Yunus.
__ADS_1
"Sue...Dasar Uler Sawah hahaha...."Ujar Faisal.
Mareka berdua pun tertawa Bahagia karena melihat sahabatnya Menikah dengan Gadis Pujaannya.
Di tempat lain....
"Hmmm...pantes Maa..Mas Rendi buru-buru Nikah...Kayak Bidadari gini..takut di ambil orang lah.. hehe..."Ceplos Reva.
"Shuts...Shuts....diam...."Ujar Mama sambil mengangkat telunjuknya dan menyuruh Reva memperhatikan ke depan dengan mimik mukanya.
Reva pun langsung diam dan Melihat ke Arah Kakaknya.
Aisha langsung menghampiri dan menyalamiku sebagai Suaminya.
Jantungku seakan berhenti..."Subhanallah... Cantik sekali...Istri Sholehaku..."Batinku dalam hati
Aku juga mengusap Kepala Aisha dengan lembut, terus Mama datang dan menyerahkan Cincin untuk di Pakaikan di Jari Aisha dan Aisha balas mencium tangan Mama.
Terus Aku memakaikan Cincin di Jari Aisha dan Aisha juga memakaikan Cincin di Jariku dan mencium Tanganku.
Kemudian Semua yang hadir mendengarkan Nasehat Pernikahan dari Bapak Kyai Abdul Somad.
Semua tampak terharu mendengar Nasehat itu tidak terkecuali dengan Kami berdua.
Setelah itu Acara terakhir Kami berdua Sungkeman dan Pelukan kepada Orang Tua Kami Masing-Masing.
"Nak...jadilah Suami yang Setia, Tanggung Jawab serta Sayangilah Istrimu..."Nasehat Papa sambil memelukku.
"Sayang.....pinta Mama jadilah Imam bagi Keluarga kecilmu..."Pesan Mama sambil menangis memelukku.
Di ikuti oleh Aisha di belakangku, Kemudian Aku Sungkem kepada Abahnya Aisha Alias Mertuaku.
"Titip Aisha ya Nak??...Abah percaya kamu bisa menjadi Suami yang baik bagi Putri Abah..."Ujar Abah Surya Dinata.
"Insha Allah saya siap Pak?..."Ujarku sambil tersenyum.
"Nak...Aisha Putri Kami satu-satunya...jaga dia baik-baik ya...kalo salah tolong nasehati... Jangan di marahi.."Pinta Ummi sambil berlinang Air mata.
"Insha Allah Ummi, Saya minta doanya semoga Saya bisa menjadi Suami yang baik bagi Aisha..."Jawabku sambil tersenyum.
Ummi Maryam pun memeluk Aisha sambil berkata..."Patuhi Suamimu Nak...karena sekarang Surgamu di Bawah Telapak Kakinya..."Ujar Ummi sambil mengusap Air matanya.
"Nak...Jadilah Istri yang meneduhkan bagi Suamimu... Jadikan Iya sebagai Ladang Amalmu serta jadilah Istri Sholeha bagi Suamimu..."Pesan Abah sambil mencium pucuk kepala Aisha dan menghapus Air matanya.
Aisha mendengarkan Nasehat dari Orang Tuanya dengan berlinang Air mata.
Setelah Acara Sungkeman kemudian Kami semua berfoto untuk kenang-kenangan.
Aisha
Rendi dan Aisha memakai baju Pengantin
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bikin penasaran ya dengan Malam Pertama Mareka hehehe.... Sabar...
Lanjut ke Bab berikutnya ya ....
__ADS_1