
Setelah sampai dikamar, aku diam tak ingin berbicara, aku kalut akan perasaanku. Ternyata dalam kediamanku, Asep memperhatikan raut wajahku, dan menghampiri seraya berkata " ada apa Ren... Apa ada Santri sini yang mengganggumu?, Tanya Asep sambil menepuk bahuku.
" Alhamdulillah tidak Sep!, aku kagum dengan Santri disini bahwa mareka semua sangat rajin dan bertanggung jawab", Jawabku mengalihkan.
Ooh itu... Mareka semua harus bertanggung Jawab dengan tugas mareka, karena kalau mareka rajin, hasil yang mareka dapat bisa mareka pergunakan di dalam Pesantren ini, juga bisa mareka kirim buat keluarga mareka di kampung juga, istilahnya meringankan beban keluarga mareka juga, Jawab Asep
Jadi jangan heran kalau ada sebagian Santri disini ketika panen sayuran mareka jual ke pasar dan duitnya bisa mareka pergunakan untuk biaya sekolah atau biaya nyantri disini serta dapat juga membantu keluarganya di kampung", Lanjut Asep lagi.
Dan Alhamdulillahnya Bapak Kyai Abdul Somad tidak melarang Santri disini untuk berkembang, mareka boleh melakukan apa saja yang mareka suka tetapi tidak bertentangan dengan aturan dalam Pesantren," Kata Teguh.
' Maaf ni...tadi kami sempat mendengar ada Santri sini membicarakan tentang Wanita yang bernama Aisha!", Tanya Yunus sambil melihat ke arahku.
Ooooh Aisha, siapa yang tidak tahu tentang wanita soleha seperti itu, dia Primadona di kampung ini, banyak yang suka kepada dia tetapi banyak juga yang di tolak, selain itu Abahnya Aisha itu orang yang sangat galak, jadi pada tidak berani mengungkapkan keinginannya jadi takut duluan hehee ", Jawab Teguh.
'Benar yang di bilang sama Teguh, selain cantik dia juga gadis yang sangat baik, dan dia juga guru TPA di kampung ini, kami semua tahu tentang gadis itu tapi tidak berani hehehe", Jawab Asep sambil cengegesan.
"Terus kalau Ustadz Samsul itu siapa?, katanya juga suka ya sama Aisha," Tanya Yunus.
'Katanya sih begitu, Tapi di tolak sama Aisha, padahal beliau itu ustadz senior di Pesantren ini," Kata Teguh.
Hmmm...berarti banyak yang suka ya sama Aisha, jangan- jangan kalian juga suka lagi sama Aisha?,"Tanya Yunus.
Hehehe...kami tidak berani memimpikan seperti itu, wong Ustadz Samsul saja di tolak apalagi kami, " Kata Teguh yang membuat aku sedikit ngeri, tetapi aku berusaha bersikap biasa saja.
' Seperti apa ya wajahnya Aisha?, aku penasaran," Jawab Yunus.
Nanti kamu akan melihatnya, biasanya Aisha tiap hari minggu datang untuk mendengarkan ceramah Agama dari Bapak Kyai, nah nanti kalian lihat saja yang banyak di kerubungi sama anak-anak, itulah Aisha,"Kata Teguh.
Aku dan Yunus mengangguk terus kemudian bersiap-siap untuk sarapan.Kemudian kami keluar kamar, disusul oleh Asep dan Teguh.
Kami berjalan menuju ke tempat makan, disana sudah banyak yang antri, Aku juga mau ikut antri, tetapi biasanya Santri seperti kami tidak perlu antri karena sudah di sediakan makanan di dapur khusus, tapi aku ingin tau seperti apa rasanya mengantri makanan dengan antrian yang sangat panjang.
Aku langsung mengantri, juga Yunus ikut mengantri juga, sedangkan Asep dan Teguh hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan kami.
" Aneh kalian di kasih yang tidak ngantri eh malah ikut ngantri hehe," Ledek Asep.
Bener Sep...yang lain saja malas ngantri eh mareka malah suka hehehe...dasar orang kota," Jawab Teguh sambil menuju ke dapur khusus untuk mengambil makanan.
Setelah mengantri yang sangat panjang giliran aku yang maju, petugas dapurpun heran melihat kami, dan mulai bertanya.
Adek ini Santri baru ya?, Tanya Mas yang menyendok nasi yang bernama Rahman.
Betul Mas!, Kami baru disini tapi kami Santri mukiman", Jawabku.
Oh begitu, bukankah kalian sudah ada makanan di dapur khusus bareng Mas Asep, Mas Teguh, kenapa antri disini?, Tanya Mas Rahman lagi.
Anu...anu Mas!, kami ingin mengantri boleh ya sekali saja" Jawab Yunus.
" Ya sudah sekali ini saja ya?, karena makanan kalian sudah disediakan disana, takut disini tidak cukup, kan kasian adik-adik Santri yang lain sudah antri tapi kehabisan", Kata Mas Rahman.
"Baik Mas! Cuma sekali ini saja" Jawab Yunus. Sedangkan aku cuma tersenyum malu sambil membawa nasi goreng ke meja yang sudah di sediakan untuk sarapan para Santri.
X
X
Di Tempat Lain
__ADS_1
" Abah...Ummi...Aisha berangkat dulu ya ke Pesantren?" Kata Aisha sambil mencium tangan Orang Tuanya.
"Hati-hati ya Nak!, Kamu sama siapa perginya?" Tanya Ummi.
"Sama Ida Mi!, Nanti Aisha ke rumahnya lalu langsung ke Pesantren," Ucap Aisha.
"Ya Sudah... Sana berangkat biar tidak ketinggalan ceramahnya' Kata Abah.
"Baik Bah...Aisha berangkat dulu, "Assalamu'alaikum..."ucapku.
Wa'alaikum Salam " Jawab Abah dan Ummi bareng.
Lalu Aisha berangkat menuju rumah Ida Sahabatnya. Mareka bersahabat dari kecil sampai sekarang, dan sekolahpun juga sama mulai TPA sampai tamat Aliyah mareka tetap sama-sama dan juga mareka kompak tidak mau kuliah dulu karena mau mengabdi jadi guru TPA di sekolah Abinya Ida di Madrasah AL-HIDAYAH.
Sampai di rumah Ida, terlihat Ida sudah menunggu di depan pagar rumahnya.
"Assalamu'alaikum Da! " ucapku.
"Wa'alaikum Salam "Jawab ida sambil cipika cipiki ( cium pipi kanan, cium pipi kiri)
"Yuk..Sha..kita jalan biar tidak kelamaan" Ajak Ida.
" Tidak pamit dulu sama Ummi mu Da?" Kataku.
" Tadi udah aku pamitin sekalian, Yuk kita jalan", Ajak Ida.
" Yuk..." Jawabku sambil melangkah pergi.
X
X
X
" Nus...Aku deg-degkan..." Ucapku pelan.
"Sabar Sob...jangan gugup hadapi dengan Bismillah,"Jawab Yunus sok bijak.
Tak jauh dari tempat kami duduk, terlihat ada sekelompok wanita yang sedang memperhatikan kami.
" YA ALLAH ....ternyata ada ya cowok seganteng dan seputih itu nyantri disini?, " Kata Fatma.
" Mana Fat..." Tanya Euis.
"Tuh..yang pake baju Koko hitam, " Jawab Fatma.
"MASYAALLAH!!!, iya betul...makhluk Tuhan yang paling Indah, jadi semangat ini dengar ceramahnya," Jawab Indah sambil mengebu-gebu.
Iye bener...kenapa tidak dari dulu ya adanya?, coba kalau ada kan, aku bisa minta sama ayahku untuk nyantri disini hehehe.." Kata Euis.
"Iya Is, jadi semangat ya..mana ganteng banget kayak artis," Kata Indah
" Tapi cakepan dia ah...artis mah kalah hehehe" Jawab Ayu.
'Iya aku mah setuju sama Ayu, tapi siapa ya namanya?" Tanya Fatma.
" Iya penasaran hehehe..." Kata Indah.
__ADS_1
Eh itu ada si Mala (anak kecil) cepat panggil, " Kata Fatma.
"Mala sini!,"Panggil Ayu.
Mala (gadis kecil) pun mendekat, tiba-tiba Fatma berkata," Mala...bilang sama Akang yang disana itu ada salam dari Teh Fatma ya?" Ucap Fatma.
" Yang mana atuh Teh?, disana itu banyak, yang mana Akangnya?" Jawab Mala sambil menujuk ke arah Rendi dan Yunus berada.
"Yee si Fatma jangan gitu dong, kita semua juga mau sama Mas ganteng itu!" Ucap Indah.
"Dek Mala..tolong bilang sama Akang yang pake baju koko hitam yang pake sarung warna abu itu dapat salam dari Teteh semua disini ya?" Kata Euis.
"Nah itu baru betul salamnya, kita bersaing secara sehat atuh, yang mana yang dipilih sama Mas itu, berarti dia yang menang" Kata Indah.
'Ini aku setuju sekali " Kata Ayu semangat.
Tampak semua mengamini tentang ide dari Euis itu.
" Baik Teh..." Jawab Mala sambil melangkah pergi ke tempat pemuda ganteng itu.
", Kang...Akang yang pake baju hitam...dapat salam dari Teteh semua yang di sana," Kata Mala sambil menunjuk ke arah Euis dan kawan-kawan.
", Aku dan Yunus kaget tapi kemudian tersenyum kepada anak kecil itu sambil berkata," Terima kasih ya?, Jawabku dan Yunus sambil melihat ke arah sekelompok wanita yang sedang salah tingkah sambil tersenyum kearah kami.
" Iya Kang!, " Jawab Mala sambil berlari menemui wanita yang sedang di kerubungi anak-anak kecil yang lain.
" Ren...bertambah lagi pengemarmu," Kata Yunus.
Aku cuma tersenyum sambil melihat ke arah gadis kecil itu.
" Nus...itu Aisha yang sedang di kerubutin sama anak-anak kecil sambil meraih tangan untuk di cium tak lama setelah Aisha dan Ida sampai di Mesjid.
" Yang mana Ren, ada dua..." Tanya Yunus.
" Yang Jilbab Pink yang sedang menunduk itu," Ucapku.
Tak lama sesudah anak-anak salaman dengan Aisha dan Farida, tiba-tiba Aisha melihat ke arah depan dan otomatis kami semua melihat wajahnya.
" Deg...Deg...," debaran Jantungku seakan berhenti.
" SUBHANALLAH Ren....bener-bener makhluk Tuhan yang paling cantik yang pernah gue temui, wajarlah kalo doi di juluki Primadona desa. Waduh.. ini mah kembang Kampus si Anggi juga Lewat Sob!," Kata Yunus panjang lebar sambil memegang bahuku.
" Sayang ya...itu gebetan lo..coba kalo tidak udah gue embat duluan hahaha, " Kata Yunus.
"Hus... Punya Sahabat dilarang nikung, mau lo di bilang pagar makan tanaman, " Kataku.
" Nggak lah Ren...Gue setia sama lo dan gue dukung lo untuk lanjut sama doi, yuk buruan biar tidak di ambil orang," Kata Yunus memberi semangat kepadaku.
" Iya Nus... habis kajian ini kita ke rumah Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf ya?" Kataku.
"Siap...," Jawab Yunus.
"Tapi Ren...saingan lo berat banget, belum lagi anak Lurah, Pak Ustadz dan para pemuda desa semua naksir doi....Hmm..tidak bisa gue banyangin hehe," Jawab Yunus sambil tertawa.
"Sue lo Nus..ngeledek mulu hehe..makanya doain ye biar sahabatmu ini yang dapat wkwkwk," Ucapku.
"Iye gue selalu berdoa semoga lo dapat wanita idaman lo, puas!"Ledek Yunus.
__ADS_1
" Thank you ya hehehe,"Jawabku sambil tertawa.
Kemudian Kami semua masuk Mesjid untuk mengikuti Ceramah Agama oleh Bapak Kyai Abdul Somad dengan Tema Perbanyak Sedekah