
Tak terasa sekarang sudah 3 minggu kami berada di Aceh, kamipun sudah membaur dengan masyarakat disini.
semua merasa senang begitu juga dengan kami para Relawan Kemanusiaan. Kami mulai beradaptasi dengan masyarakat disini, khususnya anak - anak, meski mareka tidak bisa sekolah karena hancur akibat Gempa, tapi mareka kelihatannya bisa menerima musibah ini.
Sesudah kami bantu - bantu di Batoh, kami juga menyerahkan sedikit dana untuk pembangunan Meunasah atau Mushola untuk Sholat, kami juga memberikan pakaian layak pakai, susu dan sedikit makanan untuk para pengungsi, sesudah itu kamipun kembali ke Lampuuk tempat pengungsian yang pertama kali datang ke Aceh.
Di Lampuuk kami saling bertukar informasi dengan para pengungsi dari daerah yang lainnya, ternyata Gempa Bumi dan Tsunami ini sangat besar dan setiap hari korban selalu bertambah, sekarang sudah 1.200 lebih para korban yang meninggal di seluruh Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan untuk pengungsi seluruh aceh sudah 1 juta jiwa lebih, di perkirakan akan selalu bertambah setiap harinya.
Ren...!!!", Panggil Pak Iwan.
iya pak... ", Jawabku.
mungkin lusa kita harus pergi ke daerah Lhok Nga, karena Bapak mendapat informasi bahwa disana masih banyak Mayat - mayat, kita bentuk tim lagi seperti waktu ke daerah Batoh, gimana menurut kamu Ren..??? ", tanya Pak Iwan.
",Insha Allah kami siap pak, kapan pun kami bersedia kesana, lebih cepat lebih baik, " jawabku.
", Baik kalau begitu Bapak akan mengkoordinir dengan tim Bapak, " kata Pak Iwan.
", Baik Pak, kalau begitu saya permisi pak, sekarang mau main bola dengan anak - anak, " kataku.
", Baik , silahkan...!!!", Jawab Pak Iwan cepat.
Setelah berbincang dengan Pak Iwan, aku langsung menemui Yunus dan Malik untuk main bola .
Akhirnya aku, Yunus, Malik ikut main bola dengan anak - anak pengungsian, terlihat mareka sangat senang, tawa canda disela sela permainan menjadikan permainan tambah semarak.
Semua puas dan berencana besok akan main bola lagi. Setelah beberapa lama kami bermain bola, aku pamit mau bantu Ibu - ibu di dapur umum menyiapkan makanan untuk makan malam.
Setelah beberapa lama memasak, akhirnya makanan pun disajikan, aku ikut membagikan makanan ke para pengungsi yang sedang antri, dari Bapak - bapak, ibu - ibu juga anak - anak kecil semua tampak senang.
Akhirnya setelah membagikan makanan selesai, akupun ikut antri makan, sesudah itu akupun pergi mandi dan siap - siap ke Bale ( semacam tempat untuk sholat yang terbuat dari kayu dan berbentuk rumah panggung tanpa dinding ).
Sedangkan Meunasah atau Mushola masih tahap pembangunan, Insha Allah dalam waktu 2 bulan lagi sudah selesai dan bisa digunakan untuk sholat.
"Selamat malam... Vid..." panggilku lewat handphone.
", Malam Ren....", jawab David.
__ADS_1
",Vid...bagaimana tentang Tafakur Alam, apa ada kendala ", tanyaku pada David.
", Syukurnya Ren... Acara berjalan lancar semua, anak - anak juga berdoa untuk sodara - sodara kita di Aceh dan juga buat kalian para Relawan, semoga bisa melewati semua cobaan ini, " jawab David.
",Alhamdulillah inilah yang kita harapkan, acara Tafakur Alam berjalan lancar.
Mengenai keadaan disini, setiap hari Malik ada kirim lewat email atau telpon kan?, memberitahukan tentang keadaan disini untuk kalian ", tanyaku.
", Ada Ren...kami juga senang mendengar kalian di Aceh sehat - sehat selalu, kami juga selalu pantau informasi lewat kalian maupun lewat Media koran dan juga televisi, dan juga kami masih berharap agar sodara - sodara kita semua bisa bangkit lagi seperti sedia kala, " kata David.
", Iya Vid, Alhamdulillah mareka sedikit demi sedikit sudah bisa menerima semua musibah ini, terlebih lagi anak - anak, mareka tidak bisa sekolah tapi sekarang kami dan juga para Relawan dari LSM, sudah mengajar lagi seperti sekolah pada umumnya, tapi di ruang terbuka.
Dan juga terlihat anak - anak begitu antusias menyambut kegiatan ini, tidak terlihat mareka sedang mengalami musibah ini, dan kami semua bersyukur mareka di bekali iman yang taat sehingga anak - anak bisa melewati cobaan ini, " jawabku.
", Syukurlah Ren...kami di Jakarta senang sekali mendengarnya, nanti bantuan - bantuan yang selanjutnya nanti kami kirimkan lagi lewat kantor Pak Iwan ", Iya Vid.
"Sampaikan terima kasih kami buat anak - anak kampus yang lain, bantuan apapun segera dikirimkan, karena disini masih sangat membutuhkan ", Jawabku panjang.
", Iya Ren...kalau begitu aku akan hubungi Taufan untuk segera mengirimkan bantuan selanjutnya.
", baik Vid... kami tunggu ya.. dan juga sampaikan salam kami buat teman - teman di kampus ya..." kataku.
kalau begitu aku akhiri ya, soalnya mau melihat anak - anak mengaji ", kataku.
", Baik Ren..." Jawab David.
Malam Vid.." kataku.
Malam Ren ", jawab David.
Setelah aku menelpon David tentang Acara Tafakur Alam, aku singgah sebentar di tenda untuk melihat Malik, karena tadi sedikit demam.
Aku lihat dia sudah tertidur habis minum obat, jadi aku putuskan langsung ke Bale untuk melihat anak - anak yang sedang mengaji.
Sedangkan Yunus sedang ke tenda tempat para pengungsi,
"Assalamu'alaikum Bapak - bapak, ibu - ibu...", sapa Yunus Ramah.
__ADS_1
", Wa'alaikum salam nak Yunus...", Sapa Pak Ali ramah.
Bagaimana pak apa masih ada kendala sampai sejauh ini, " tanya Yunus.
", Alhamdulillah nak, kalau kendala sedikit demi sedikit kita bisa melewatinya, karena sampai sejauh ini kalian semua sudah sangat membantu kami, kami semua disini sangat berterima kasih sekali, berkat kalian semua kami bisa melewati cobaan yang besar ini dengan hati yang Ikhlas.
Dan semua tidak bisa kami balas, hanya Allah lah yang akan membalas kebaikan kalian semua pada kami ", jawab pak Ali sambil berlinang air mata.
", Pak... kami semua ikhlas membantu bapak - bapak dan juga para pengungsi yang lain disini, dan semua kita minta kepada Allah agar cepat berlalu musibah ini dan bapak - bapak bisa bekerja kembali, ibu - ibu bisa beaktifitas seperti sedia kala, juga anak - anak bisa sekolah lagi.
Itu harapan dan doa dari kami untuk kalian semua, dan semoga dari musibah ini kita bisa ambil hikmah supaya kita lebih dekat kepada ALLAH SWT lagi dan menjauhi segala larangannya ", kata Yunus panjang lebar.
", Aamiin...ya nak semoga ini cepat berlalu dan bisa beaktifitas seperti dulu ", jawab pak Ali.
", Aamiin Ya Rabbal A'lamiin..." jawab Yunus.
Ada yang lain ?", tanya Yunus.
", Ituu...itu nak...Susu untuk bayi dan balita sudah mau habis persediaannya, " jawab bu Halimah sambil malu - malu.
",Ooooh itu, kami sudah menginformasikan ke pusat, Insha Allah dalam minggu ini bantuan sudah sampai dan bisa di minum secepatnya untuk bayi dan balita ", jawab Yunus.
Kalau begitu saya pamit dulu ya bapak - bapak,!!!, ibu - ibu !!!, silahkan beristirahat kembali, karena besok sudah harus membantu lagi di pengungsian, " kata Yunus.
", Baik nak Yunus, terima kasih ya nak... ", jawab mareka serentak.
Setelah berbasa - basi dengan para pengungsi, Yunus langsung ke bale untuk sholat isya, sampai di bale.
" Ren.....gimana keadaan si Malik, " tanya Yunus ", tadi waktu aku ke tenda, dia sudah tidur kayaknya habis minum obat, mudah - mudahan besok sudah sehat kembali ", jawabku.
", Aamiin.. mudah- mudahan saja besok sudah sehat, ", jawab Yunus.
", iya Nus...soalnya lusa kata pak Iwan kita ada rencana mau ke daerah Lhok Nga, katanya masih ada mayat - mayat yang belum di kuburkan dan masih ada yang tertimbun akibat gempa, " jawabku.
", iya Ren...mudah - mudahan secepatnya kita kesana dan bisa segera membereskannya, kasian kalau kelamaan, " jawab Yunus.
" , Iya Nus...yuk kita ambil air wudhu terus sholat isya ", ajak ku pada Yunus...".
__ADS_1
Akhirnya kamipun sholat isya berjamaah.