
Sebagai ketua BEM yang baru di tunjuk otomatis pekerjaanku sangat banyak, di tambah aku masih menjadi ASDOS ( Asisten Dosen) mengantikan Pak Anwar yang berhalangan hadir.
Dari pagi sampai sore masih banyak tugasku, kadang habis Isya aku baru sampe rumah dengan wajah yang lelah, kadang Mama menegurku dengan halus seperti sekarang ini ",
Sayang kok Mama perhatikan, Sayang Mama jarang ya makan malam dengan kami ", kata Mamaku merajuk.
Maafkan Rendi ???...Maaa....", semenjak Rendi menjabat Ketua BEM, Rendi banyak tugas Ma belum lagi menjadi ASDOS, jadi Rendi tidak bisa makan malam dengan kalian ", kataku lembut sambil memeluk Mama dari samping.
Oohh gitu???...ya sudah nak... karena itu kan pilihan kamu tapi kamu jaga kesehatan dan jangan telat makan, mama nggak mau kamu jatuh sakit? ", kata Mama lembut sambil membelai kepalaku.
Terima kasih ya Ma??", Mama adalah wanita idaman Rendi, Mama adalah Cinta Pertama Rendi ", kataku sambil mencium pipi Mama.
Duuuhh anak Mama bau sana mandi, bau keringet ", Ledek Mama.
siap bos sambil mengangkat jari ke dahi seperti orang memberi hormat, dan langsung menuju kamarku untuk mandi.
Sudah 3 bulan berlalu dari pelantikanku pada bulan Juli yang lalu sebagai Ketua BEM.
Waktuku sangat padat bahkan Papa mengajakku ke kantornya, tapi aku menolak karena memang aku tidak sempat.
Walaupun itu Hari Minggu seperti sekarang ini, kami akan turun ke Lapangan karena banjir yang melanda Ibu Kota.
kami langsung berkordinir dengan tim-tim yang lain untuk secepatnya mengirimkan BANSOS, ( Bantuan Sosial seperti "Selimut, Susu untuk Bayi, Obat-obatan, Baju layak pakai, Beras, Indomie, Gula, Teh, dan Telur ",
Gimana temen-temen udah lengkap semua, kita jalan sekarang ", Kataku kepada teman-teman semua.
Oke Ren, kami sudah siap ", kata Yunus.
Arif, Mira, Sonny kalian satu mobil ya.
Sedangkan gue sama Yunus, Rendi di mobil satunya karena bawa perlengkapan makanan ," kata David.
Akhirnya kami berangkat mengunakan 2 mobil ke daerah yang terkena banjir di daerah Jatinegara, Jakarta timur.
Banjir kali ini banjir yang terbesar melanda Jakarta karena deras hujan dan juga air kiriman dari Bogor.
kami langsung memakirkan mobil di rumah warga dan kami juga sudah berkordinir dengan RW dan RT setempat.
" Assalamu'alaikum Pak ", sapaku kepada Pak Amri RT Bukit Duri.
"Wa'alaikum Salam ", duh adek-adek Mahasiswa, sebelumnya saya mewakili warga disini mengucapkan banyak terima kasih untuk bantuannya " kata Pak Amri sambil matanya berkaca-kaca.
Ini saya mewakili teman -teman dari universitas Mawar Merah, ada sedikit bantuan yang tidak seberapa ini tapi mudah-mudahan bermanfaat buat Ibu-Ibu, balita juga para Orang Tua.
Sesudah berbasa-basi aku dan teman -teman menyerahkan bantuan yang sudah kami persiapkan dan juga kami mendatangi tenda-tenda darurat.
__ADS_1
Miris hatiku melihat betapa menderitanya mareka tapi semua tabah atas cobaan ini, hanya sesekali terdengar Bayi menangis karena haus atau lapar.
" Assalamu'alaikum Bapak-bapak, Ibu-ibu ini ada bantuan untuk kalian semua dari adek-adek Mahasiswa ", kata Pak Amri ketua RT.
Terima kasih ya Mas, Mbak, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua Aamiin ", Jawab seorang Ibu yang bernama Ibu Asih.
sama -sama Bu ", Jawab Mira.
Akhirnya selesai juga penyerahan bantuan dan kami juga mengunjungi lokasi dan melihat rumah -rumah yang sudah terkena banjir semua.
Hati kami sedih tapi ini semua cobaan dari Allah untuk umatnya.
Akhirnya kami pun kembali ke Kampus ", Thanks ya Vidd ?? , udah nganter kita ke Kampus lagi karena motor, aku tinggalkan di Kampus ", Kataku.
"Sama-sama bro, santai aja sekalian juga kan rumah gue satu arah dengan Kampus ", kata David tersenyum.
Setelah David menurunkan aku dan Yunus di parkiran dia langsung balik pulang.
Sedangkan aku dan Yunus mengambil motor untuk pulang ke rumah karena hari sudah menjelang maghrib.
Tapi sebelum itu aku anter dulu Yunus sampai di gang rumahnya ", mampir dulu Ren ", kata Yunus. Lain kali aja bro ", Udah lengket banget pengen buru-buru balik.
" Assalamu'alaikum.. ", Pamitku pada Yunus, Wa'alaikum Salam ", jawab Yunus.
Tak berapa lama sampailah aku di depan rumahku.
"Assalamu'alaikum ", Kataku memberi Salam sambil melangkah ke dalam.
" Wa'alaikum Salam ", Jawab Mamaku.
Sudah pulang nak? ", gimana acara Bansosnya sukses nggak ", Tanya Mama.
" Alhamdulillah maa", tadi bantuanya sudah kami antar dan memang mareka sangat membutuhkannya, semoga cobaan ini segera berakhir dan mareka bisa balik lagi ke rumah masing -masing", jawabku sambil mencium tangan Mama.
Papa sama Reva mana Ma?? ", tanyaku.
Reva habis sholat maghrib.
Papa lagi ke Singapura, ada kerjaan disana, paling lusa balik ", Jawab Mama.
Ooohh gitu Ma.. ", ya udah Rendi mandi dan sholat maghrib dulu ya Ma ", kataku sambil melangkah ke dalam kamar.
Sehabis sholat maghrib aku menuju meja makan karena dari siang belum makan, perut sudah keroncongan banget, aku makan dengan lahap sampai-sampai aku tidak melihat adikku sedang memperhatikan aku.
"Mas...Mas...??? ", pelan-pelan makannya, kayak orang nggak makan 3 hari ", Ledek Reva.
__ADS_1
Biarin ..!!!", jawabku dengan mulut penuh nasi.
Sayang... makan pelan -pelan, tidak baik begitu ", Kata Mama.
" Iya maa...", kataku sambil tersenyum.
Kalau Mama atau Papa yang tegur, aku nggak bisa marah karena mareka berdua adalah Ladang Amal bagiku dan panutanku.
Aku takut jadi anak durhaka, aku tidak mau jadi anak pembangkang, aku takut Doa Ibu itu yang paling cepat di kabulkan Allah.
Sehabis makan malam, aku duduk di ruang tengah, biasanya jarang aku lakukan karena kesibukanku yang membuat aku di rumah hanya numpang tidur, besok pagi sudah berangkat lagi ke kampus.
" Nak????... "panggil Mama lembut sambil memegang pundakku.
"Iya maaa...??"Jawab ku lembut.
Kapan kamu Magang di kantor Papa ", tanya Mama padaku.
" Insha Allah setelah Rendi skripsi Ma...", Rendi akan langsung berkerja di kantor Papa ", jawabku.
Apa tidak sekarang saja kamu Magang dulu di kantor Papa, hitung-hitung sambil belajar ", Kata Mama.
"Sekarang Rendi masih sibuk Ma...sebagai ASDOS dan juga ketua BEM, waktu Rendi sangat padat ", awabku lembut sambil memeluk lengan Mama.
Maaa...", panggilku.
" Ya Sayang ", Jawab Mama.
Apa mama tidak cemburu Papa jauh dari Mama, kan bisa saja Papa selingkuh dari Mama," kataku memancing Mama.
" Mama memandangku dan tersenyum, " nak?? ketika Papa di rumah dia memang suami Mama, tapi kalo sudah di luar dia bukan milik Mama, tapi Mama sudah menitipkan Papa kepada Allah.
Apapun yang kita lakukan Allah selalu melihat perbuatan kita, dan papa adalah lelaki yang sangat takut akan Azab dan murkanya Allah ", kata Mama.
" ketika kita membuat Air Mata Istri kita jatuh karena kezholiman kita, maka Laknat Allahlah yang selalu di dapatkan dan hidup juga tidak Berkah.
Jadi nanti kalo Abang Rendi mendapatkan Istri, "Muliakanlah Dia Nak ....sebagai mana kamu Memuliakan Mama dan Insha Allah hidup kamu Berkah dan Di Rahmati oleh Allah SWT".
Nasehat Mama panjang lebar padaku.
Insha Allah Rendi akan selalu ingat pesan Mama dan Papa.
"Ya Allah, betapa beruntungnya aku mendapatkan Orangtua seperti mareka, tidak hanya Bagus Wajahnya tapi juga Berbudi Pekerti Mulia, baik kepada kami Anak - anaknya dan juga kepada para Asisten di rumah sehingga mareka betah bekerja di rumahku.
Orang tuaku sangat Sayang dan baik kepada semuanya.
__ADS_1