Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Ke LHOK NGA


__ADS_3

Hari yang dinantikan akhirnya datang juga, kami akhirnya berangkat ke daerah Lhok Nga, seperti di daerah Batoh, kami juga di bagi menjadi 2 tim.


Satu tim tetap di tempat pengungsian, sedangkan satu tim lagi bergerak ke daerah Lhok Nga.


Aku dan Yunus ikut pergi ke Lhok Nga, sedangkan Malik karena masih lemah, dia tidak ikut pergi, tetap tinggal di pengungsian.


Dibantu tim TNI dan juga tim dari LSM, sekitar 30 orang kami bergerak ke daerah Lhok Nga dengan menaiki mobil tentara dengan menempuh waktu sekitar 2 jam dari tempat kami di daerah Lampuuk.


Sampai di Lhok Nga kami semua diam tidak bisa berkata - kata, semua rumah hancur rata dengan tanah, hanya ada satu bangunan yang tersisa yaitu mesjid berwarna putih....Masya Allah, kami semua terperanjat tidak percaya dengan mukjizat ini, benar - benar diluar akal manusia, kalau Allah sudah berkendak maka manusia bisa apa, satu - satunya bangunan yang ada hanya satu mesjid yang lain tidak ada satupun.


Kami langsung mencari mayat - mayat yang tertimbun oleh bangunan akibat gempa dan juga tergencet mobil akibat banjir, kami langsung mengevakuasi mayat - mayat tersebut, semua tidak beraturan, ada yang sudah jadi tulang, ada tidak utuh, ada yang masih utuh, tergantung amal, semua di perlihatkan oleh ALLAH kepada umat manusia agar bisa mengambil hikmah.


kami satukan semua mayat - mayat, kami gelar plastik yang panjang agar bisa dengan mudah untuk menguburkannya di kuburan Massal dekat situ juga.


Dengan di bantu Bapak - bapak dari TNI, kami dengan cepat membereskan dan mulai membalut mayat tersebut dengan plastik, dan dengan bantuan Imam Mesjid setempat kami mulai menguburkan mayat - mayat tersebut.


Sesudah itu kami mulai membereskan kayu - kayu rumah dan juga akibat terbawa banjir T0sunami.


Semua sibuk dengan tugas masing - masing, masyarakat yang tersisa juga ikut membantu, dan kami baru tahu bahwa penduduk disini sekitar 4.000 ribu jiwa, yang tersisa hanya 100 orang.


Itupun sudah di bawa ke tempat yang lebih tinggi karena mareka banyak yang trauma bahkan ada yang gila karena anak, suami, istri meninggal akibat Gempa dan Tsunami.


Kami terdiam mendengar kabar yang dibawakan oleh Bapak Saiful, Beliau penduduk setempat yang selamat dari Tsunami.


Sewaktu itu kami sedang gotong royong membersihkan Mesjid, seperti biasa tiap hari minggu, tiba - tiba ada teriakan air laut naik...air laut naik.

__ADS_1


kami semua tidak memperdulikannya karena biasanya kalau air laut naik atau air pasang biasanya hanya sekitar pantai, lalu kami ke belakang Mesjid, tiba - tiba air laut kami liat sudah bergulung - gulung, kami berlari sekuat tenaga untuk mencari tempat yang tinggi tapi naas, air laut itu lebih cepat dari kami sehingga akhirnya kami di gulung oleh air, dan beruntung saya tersangkut di pohon akibat di bawa oleh air.


Saya kira saya sudah mati, tapi ternyata Allah memberi saya kehidupan untuk kedua kalinya untuk bertobat, sungguh pengalaman yang sangat mengerikan dalam hidup saya.


Teman saya banyak yang meninggal, termasuk anak saya yang paling kecil juga ikut meninggal, tapi saya sudah ikhlas dengan semua ini.


penduduk disini semua sekitar Empat Ribu orang, sekarang hanya yang masih hidup tinggal Seratus orang, itupun dengan kondisi yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan.


Mungkin ini semua adalah cobaan buat kami Rakyat Aceh untuk selalu ingat kepada ALLAH, jangan pernah mengabaikan perintah ALLAH, kalau ALLAH sudah marah maka sangat kecil kita bisa selamat dari azabnya.


Ini semua jadi pelajaran bagi kita semua Hambanya, sekali ALLAH marah maka Dunia ini bisa di hancurkan dalam sekejap mata ", cerita Pak Saiful panjang lebar.


Kami terkejut sekaligus terharu dengan beberapa cerita dari Bapak - bapak yang selamat dari Tsunami.


Setelah mendengar sedikit cerita tentang selamat dari Tsunami, kami kemudian melanjutkan, membereskan beberapa kayu yang menghalangi jalan, juga mobil - mobil serta beberapa motor, semua kami satukan biar nanti enak ketika di bereskan tinggal dibawa untuk dijadikan rongsokan untuk kemudian di lempar ke dalam jurang.


Sesudah itu kamipun sholat dhuhur berjamaah, sesudah itu lanjut membereskan puing - puing rumah dan bangunan, semua tampak semangat, dengan di bantu masyarakat sekitar yang selamat dan juga bapak - bapak dari TNI.


Semua bergotong royong membersihkan sisa - sisa dari tsunami ini.


Sesudah bersih semua, kami juga membersihkan Mesjid yang masih berdiri dengan kokohnya. Namanya Mesjid " RAHMATULLAH.


", Subhanallah ini keajaiban dari ALLAH, yang lain rata dengan tanah, namun Rumah ALLAH ini masih berdiri tegak tidak hancur sedikitpun, hanya kotor tanah akibat air Tsunami.


Tak terasa kini Mesjid sudah bersih dan bisa kami pakai untuk sholat asar, di dekat inilah kami membangun tenda pengungsian, ada sebagian yang mau ikut kami tinggal di tenda pengungsian, tetapi ada yang memilih tinggal di tenda pengungsian di atas bukit.

__ADS_1


Mareka trauma takut kalau - kalau Tsunami datang lagi.


Kami tidak memaksa yang penting mareka aman, dan kami hanya tim Relawan saja, membantu yang bisa kami bantu terutama anak - anak yang rata - rata sangat shock dengan keadaan ini.


Kami membangun dua buah tenda pengungsian dan satu tenda untuk memasak, dengan di bantu ibu - ibu kami memasak dengan bahan makanan seadanya.


saya sendiri salut, anak - anak tidak ada yang mengeluh dengan makanan yang mareka makan, semua di makan tanpa rewel atau menolak, bahkan mareka makan dengan lahapnya walaupun hanya di temani indomie kuah dan telor, begitu juga dengan kami tim Relawan, sama tidak ada bedanya dengan makanan yang mareka makan.


Maghrib pun hampir tiba dan disini juga listrik belum di perbaiki, mungkin karena medan jalannya yang lumayan jauh dan berbukit - bukit jadi sangat sulit tapi sudah di kordinir dengan tim PLN pusat untuk secepatnya di perbaiki.


Terpaksa kami makan hanya di temani lampu pijar dan petromak.


Sesudah sholat maghrib berjamaah kemudian kami berbincang santai sambil menunggu azan isya, aku mencoba telpon orangtuaku, tapi ternyata tidak ada sinyal, terpaksa aku hanya berdoa semoga orangtua dalam keadaan sehat - sehat saja.


Nus...besok kita masih stay disini, kalau besok ada sinyal, lo sms Malik ya, bilang kemungkinan kita satu minggu di daerah Lhok Nga, karena masih banyak yang harus di bereskan, " kataku pada Yunus.


"Siap sob...Insha Allah kalau besok ada sinyal gue kabarin langsung ke Maliknya biar dia tidak khawatir ", jawab Yunus.


", Terima kasih ya Nus.. ", kataku sambil menepuk pundak Yunus.


", Sama - sama ", jawab Yunus.


Sesudah berbincang sebentar lalu terdengar azan isya, kami semua sholat isya berjamaah dan sesudah itu kami menuju tenda untuk istirahat karena besok masih banyak yang harus di bersihkan.


Paginya Kami semua langsung bahu membahu membersihkan semuanya, sampah, kayu- kayu yang berserakan semua kami bersihkan dengan tanpa sisa sedikitpun, di bantu juga dengan Bapak - Bapak TNI, juga masyarakat sekitarnya sehingga pekerjaan cepat selesai.

__ADS_1


Sehingga Aku kira tinggal di LHOK NGA selama seminggu ternyata cuma lima hari semua sudah bersih dan kamipun rencana akan balik ke daerah LAMPUUK tempat pengungsian pertama kami singgah.


__ADS_2