
Pagi ini Aku ijin dengan Papa dan Mama untuk masuk ke Pesantren Nurul ILmi dengan Yunus.
Setelah berpamitan dengan Papa dan Mama, Kami pun masuk ke dalam mobil menuju ke Daerah Bogor.
"Nus...kok gue deg-degkan ya..."Ucapku yang duduk disebelah Yunus yang sedang menyetir.
Biasa itu Sob...tenang saja...Bismillah..Insha Allah lo bisa melalui ini semua, Aamiin..."Jawab Yunus sambil menepuk bahuku.
Perjalanan yang kami lalui sekitar Dua Jam, terasa begitu singkat, apa karena Aku terlalu gugup atau Apa....Aku tidak tau.
Sampailah Kami di Rumah Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf karena Beliau menelpon untuk datang ke rumahnya dulu sebelum ke Pesantren.
Kami turun dari mobil sambil membawa oleh-oleh untuk Pak Ustadz Sekeluarga.
Setelah memberi Salam, kami pun di suruh masuk ke ruang tamu. Pak Ustadz Ma'ruf tampak tersenyum ke arah kami dan kami pun mencium tangan Beliau.
"Apa kabar Nak?..."Sapanya ramah.
"Alhamdulillah baik.."Jawab Kami bareng.
Gimana Nak Rendi...sudah siap Hafalannya??....."Tanya Pak Ustadz Ma'ruf.
"Alhamdulillah Pak Ustadz ...Saya sudah siap.."Jawabku mantap.
"Bagus...besok pagi kita ke rumah Pak Haji Surya "Ucap Pak Ustadz.
Sesudah berbasa-basi Kami pun pamit pulang ke Pesantren untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Sampai di Pesantren suasana begitu sepi, sesudah melapor ke Ustadz yang jaga, kami pun ijin mau ke rumah Pak Kyai Abdul Somad.
Setelah memberi Salam dan menyerahkan sedikit oleh-oleh.....Beliau menyuruh kami duduk kemudian Beliau berkata.
"Nak Rendi...apa betul kamu mengkhitbahkan Putri Pak Haji Surya?.."Tanya Pak Kyai lembut.
"Aku tersenyum dan berkata "Betul Pak Yai...Saya ingin Aisha sebagai pendamping hidup Saya..."Jawabku Sopan dan Pelan.
"Alhamdulillah...Saya senang mendengarnya dan semoga saja Kalian berdua berjodoh..Aamiin..." Ucap Pak Yai.
"Saya senang Santri Saya ada berjodoh dengan Wanita desa sini, Semoga Lamaranmu di terima sama Pak Haji Surya ya Nak?..."Ucap Pak Yai
"Aamiin..."Jawabku pelan sekaligus Bangga mempunyai Kyai yang berhati Mulia seperti Kyai Abdul Somad.
Sesudah berbasa-basi dengan Pak Kyai Abdul Somad, Kami pun pamit mau ke kamar untuk istirahat.
Sesudah itu kami pun larut dengan Kegiatan di Pondok Pesantren sampai waktu menunjukkan Kami harus Istirahat alias tidur.
...----------------...
Hari ini hari Minggu....Aku dan Yunus sudah rapi dengan memakai baju Koko dan celana panjang bersiap mau ke rumah Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf.
"Ren...Nus...mau kemana sudah rapi?.."Tanya Asep curiga.
"Ini Sep mau ke rumah Pak Ustadz Ma'ruf ada perlu.."Jawab Yunus.
"Hmm..hmm.( sambil melirik ke arahku) jangan bilang kalian mau melamar Farida ya hehe... "Sambar Teguh.
Aku yang mendengar langsung batuk-batuk....
"Ren...Ren...gitu saja batuk, kalo bener juga tidak apa-apa hehehe..."Jawab Andi.
Ya sudah Kami pergi dulu ya Sob..."Ucap Yunus.
Kami berangkat menuju ke rumah Pak Ustadz Ma'ruf. Sampai disana Beliau sudah menunggu kami untuk selanjutnya menuju ke rumah Aisha.
__ADS_1
Gimana Nak?... Jangan gugup ya...Bismillah.. Mohon doa pada ALLAH... "Ucap Pak Ustadz sambil menepuk bahuku yang sedang menyetir.
Sampai di rumah Aisha...terlihat Pak Haji Surya sudah menunggu kedatangan Kami.
Sesudah memakirkan mobil, Kami pun menyusul Pak Ustadz untuk bersalaman dengan Pak Haji Surya Dinata dan Menyerahkan sedikit Bingkisan Buah.
Kemudian Kami pun masuk ke dalam rumah, ternyata di sana sudah ada Dua Bapak-Bapak Perangkat Desa tak lain Ketua RW dan Ketua RT.
Kami duduk di atas tikar berhadapan dengan Bapak-bapak yang tadi, juga Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf dan Pak Haji Surya.
Terus terang hatiku deg-degkan sekali..."YA ALLAH...MUDAHKANLAH HAFALANKU DAN LANCARKANLAH SEGALA HAJATKU...AAMIIN.... "Doaku dalam hati.
Kemudian Mareka mengambil Wudhu juga Yunus karena akan memegang Al-Qur'an dan menyimak setiap Hafalanku.
Tak jauh dari mareka terlihat Aisha, Farida dan Ummi Maryam (Ibunya Aisha) mendengar dengan hati-hati.
"Daa....( pelan suara Aisha)...apa Mas Rendi itu bisa ya hafal Surah Arrahman? "Tanya Aisha pelan sambil berbisik takut di dengar ibunya.
"Nggak tau Sha...tapi mudah-mudahan saja ya Mas Rendi bisa.. Aamiin..."Ucap Farida.
Tak lama Pak Haji Surya duduk berhadapan dengan Rendi. Semua Saksi melihat dan memegang Al-Qur'an kecuali Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf yang memang sudah hafal.
Sesudah memberi Salam kemudian Abah berkata "Saudara Rendi...apa benar Saudara datang kesini untuk melamar anak saya?.."Tanya Pak Haji Surya.
"Betul Pak..."Jawabku mantap.
Dan Salah Satu Syarat yang Kami Ajukan kepada Saudara Rendi adalah Hafalan Surah Arrahman dan untuk itu mari kita dengarkan bersama-sama.
Aku mulai mengucap Bismillahirahmahnirrahim..
Kemudian Aku mulai membaca Satu Persatu Ayat yang terdapat dalam Surah Arrahman sebanyak 55 Ayat.
"Arrahmaan....
Terus ku baca sampai Habis 55 Ayat dengan lancar. Semua yang hadir menyimak dengan serius sampai Aku menutup dengan Kalimah "Shadaqallahul Adzim...
Kemudian Pak Haji mengetes Surah-Surah Pendek.
Mulai Surah Al-A'laa sebanyak 19 Ayat Lalu Surah Al-Lail sebanyak 21 Ayat lalu Surah Al-Buruuj sebanyak 22 Ayat.
Lalu selanjutnya Surah Al-Ghaasyiyah sebanyak 26 Ayat terus Surah Al-Balad sebanyak 20 Ayat lalu di tutup dengan Surah Ad-dhuhaa sebanyak 11 Ayat.
Akhirnya Selesai juga Tes Hafalanku dan semua mengucapkan "ALHAMDULILLAH....
Yunus mendekatiku dan langsung memelukku, begitu juga dengan Pak Ustadz Ma'ruf serta Ucapan Selamat dari Pak RW dan Pak RT.
"Alhamdulillah Nak...engkau berhasil dalam hafalan ini..."Ucap Abah Aisha sambil tersenyum.
Tak jauh dari tempat itu......
"Shaa...Alhamdulillah Nak...Dia berhasil...Ummi berdoa semoga pemuda itu jadi Jodohmu..."Tangis Ummi sambil memeluk Aisha begitu juga dengan Farida.
"Alhamdulillah...Ummi..."Ucap Aisha sambil menghapus Air matanya.
Tiba-tiba Abah berkata....
Tetapi Ada Syarat Satu lagi yang harus kamu penuhi...Kamu siap?.." Tanya Abah serius.
Semua tampak terkejut dan saling memandang Satu sama Lain begitu juga dengan Pak Ustadz Ma'ruf tak percaya kenapa masih ada Syarat yang harus di lakukan oleh Rendi.
"Jii...kenapa masih ada Syarat, kan katanya cuma ini Syaratnya..."Tanya Ustadz Ma'ruf.
" Jii..ente diem saja...ini Syarat yang harus di penuhi...kalo tidak siap mending pulang saja? "Jawab Abah.
__ADS_1
"Baik...Saya siap..."Jawabku mantap.
"Bagus.....Saya suka dengan Pemuda seperti Kamu.
"Begini Nak? Kalau Malam ini Ba'da Isya Kamu menikah dengan Aisha Putri Saya, apa kamu Siap?.."Tanya Abah yang membuat semua orang terkejut.
Aku melihat ke arah Yunus dan melihat ke arah Pak Ustadz Ma'ruf kemudian Pak Ustadz Ma'ruf menganggukkan kepala tanda setuju.
Aku pun menjawab.."Saya Siap tetapi Saya belum memberitahukan Kepada Kedua Orang Tua Saya..."Jawabku serius.
"Baiklah...ternyata Kamu adalah Pemuda yang Tangguh dan Bertanggung Jawab.
Datanglah Hari Jum'at besok dengan Orang Tuamu untuk melamar sekaligus Menikah dengan Putri Saya...
Karena lebih cepat itu lebih baik..."Jawab Abah Mantap.
"Baik...Saya Akan Datang dengan Keluarga Saya.."Ucapku mengakhiri.
Terus tentang Pekerjaanmu, Apa Kamu sudah Bekerja? "Tanya Abah.
"Alhamdulillah Sudah Pak Haji... Insha ALLAH Saya mampu memberi Nafkah untuk Aisha.
"Bagus...Ternyata pilihan Saya terhadapmu tidak salah.."Jawab Abah Aisha tegas.
Sekarang Kamu harus Bertemu dan melihat Calon Istri Kamu....
"Aisha...Nak...Kesini... Calon Suamimu Datang untuk Melihatmu "Panggil Abah lembut.
"Yuk..Nak..Abah memanggilmu.."Ucap Ummi.
Aisha datang dengan di temani sama Ummi dan Farida.
Rendi Melihat Aisha tidak berkedip...dan Aisha juga terlihat malu-malu.
Inilah Putri Kami Satu-satunya.... Setelah Aisha Duduk dekat Abah lalu Abah berkata
"Aisha....Apa kamu bersedia jadi Istrinya Nak Rendi..."Tanya Abah serius.
Jawab Nak..."Bisik Ummi.
"Aishaaa.......terserah sama Abah Saja..."Jawab Aisha sambil menunduk malu.
Baiklah Nak...karena Aisha sudah menyerahkan kepada Saya dan Nak Rendi juga sudah melaksanakan Syaratnya...
Maka datanglah hari Jumat pagi dengan orang Orang Tuamu "Ucap Abah.
"Baik Pak Haji..."Jawabku sambil menunduk malu.
Sesudah berbincang-bincang dan Makan siang serta Sholat Zhuhur Berjamaah, Kami pun pamit pulang dengan Ustadz Ma'ruf.
"ALHAMDULILLAH Ren...Gadis Sholehamu
Sebentar lagi akan jadi Belahan jiwamu, tidak sia-sia pengorbananmu Ren.....( Ujar Yunus)
Siang malam menghafal di tengah-tengah kesibukanmu di dalam kegiatan BEM juga usahamu dalam menyusun Skripsi serta Bekerja.....Aku Bangga Sebagai Sahabatmu... "Ucap Yunus sambil memelukku dalam perjalanan kami ke Jakarta.
"Thank You ya Nus...Doamu adalah Berkah dalam hidupku "Ucapku sambil tersenyum dan membalas Pelukan Sahabatku....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Lanjut ya...ke perkawinan Rendi dan Aisha....