Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Suasana Kantor BEM


__ADS_3

Hari ini aku rencana berangkat ke kampus baru kemudian ke Bogor untuk Mondok.


Aku turun ke bawah untuk pamit dengan Mama, Papa dan Reva.


" Paaa....Maaa...Rendi nanti sore langsung ke Bogor ya untuk Mondok, " Kataku.


" Iya Sayang Hati-hati ya disana, Kamu pergi di antar sama Mang Ujang atau bawa Mobil?, " Tanya Mama.


Rendi bawa mobil Ma...karena habis dari kampus langsung ke Bogor, " Ucapku.


Nanti begitu sampai di Pesantren jangan lupa kabarin ke Mama atau Papa, biar kami tidak khawatir?, " Ucap Papa.


Baik Paa..." Jawabku.


Ya sudah, Yukkk.....Kita sarapan dulu nanti keburu dingin, " Ucap Papa.


Kami pun menuju ke ruang makan, sampai disana sudah ada Reva di meja makan.


" Tumben Dek, biasa susah di banguni hehe.., " Ledekku.


Yee.. Mas Rendi tuh yang susah di bangunin, kalo Reva sih Garcep hehe.." Jawab Adikku.


" Apa itu garcep Dek?, " Tanyaku.


Hmm...Mas Rendi kuno... Itu bahasa gaul tau?, masa itu saja tidak tahu sih Mas... Garcep itu.. Gerak cepat Mas hehehe..." Jawab Reva.


Oooooohhhhh... Kirain apa...maklum lah Mas kan bukan ABG alias anak badan gendut kayak Adek hahaha... " Kataku sambil tertawa.


Apaaan sih Mas...nggak lucu tau..... Maaa...Paaa...( Rengek Reva)... Mas Rendi tuh ngatain Adek gendut....hiiii...sebellll ..." Jawab Reva kesel sambil bikin tangannya kayak tinju.


Ren....udah tahu Adiknya Gendut masih... juga di ledekin...tapi cuma sedikit kok dek?..hehee, " Ledek Papa.


Papaaaa... masa Adek di bilang gendut..hiks...hiks... Mama..( sambil memeluk Mama). Adek nggak gendut kan?, " rajuk Reva.


Nggak ko Sayang... Adek kan anak Mama yang paling langsing hehe.." Ucap Mama sambil membelai kepala Reva.


Mama bohong....masa Adek gendut gini di bilang langsing ...hiii..sebel, " Marah Reva.


" Dek Reva sayang.... ( aku maju ke meja Mama sambil merangkul bahunya Reva) Walaupun Adek sedikit gendut...ini cuma sedikit gendut ya.....( takut tambah marah).


Tapi kan Adek gadis yang Cantik...pinter...baik lagi.., gendut kan bisa langsing kaya Mama yang penting Adek sehat itu yang utama, " Bujukku sambil memeluknya.


Mas Rendi tidak bohong kan?, " Kata Reva lunak


Nggak kok Sayang....," Ucapku.


Bener kata Mas Rendi...Adek Putri Papa dan Mama yang palingggg... cantik hehe..." Kata Papa gemes sambil mencubit pipinya yang sedikit caby


Bener Paaaa... Terima kasih Paaa...Maaa dan Mas Rendi, Adek Sayang kalian semua hehe..." Jawab Reva sambil ketawa dan memelukku.

__ADS_1


Nah gitu dong jangan ngambek, kalo ngambek nanti tidak cantik lagi hehe..." Ucapku.


Sudah....sudah Yuk di lanjutkan sarapannya, " Ucap Mama.


Akhirnya kamipun melanjutkan sarapan di pagi itu dengan sedikit drama dari Reva.


Sesudah sarapan, aku naik ke kamar untuk mengambil rangsel.


Kemudian pamit sambil mencium tangan Papa dan Mama serta aku mencium pucuk kepala Reva.


Jangan Nakal-nakal ya Dek?, " Ucapku.


Iya Mamas Sayangggg....Adek doain biar di Pesantren ketemu jodohnya terus di bawa pulang deh hehehe..." Ledek Reva.


Aku tersenyum mendengar kata Reva dan dalam hati mengucapkan Aamiin...


Sesudah Pamitan kepada Orang Tuaku, Aku langsung menuju bagasi.


Sekilas menyapa Mang Ujang yang habis panasin mobil Papa serta tak lupa mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah memanaskan mobil yang akan aku bawa.


Akupun berangkat menuju rumah Yunus Sahabatku.


Satu jam kemudian sampailah aku di rumah Yunus, aku turun dan Salaman kepada Orang Tuanya Yunus.


Kemudian kami pamit mau berangkat ke Kampus dan Bogor.


Sampai di Kampus aku langsung memakirkan mobilku. Kemudian kamipun menuju ruang pendaftaran, disana sudah ada Arif dan Sari.


" Assalamu'alaikum Rif...Sar... " Ucap kami.


" Wa'alaikum Salam Ren...Nus..., " Jawab mareka serentak.


Sudah ada yang mendaftar Rif??..., " Tanyaku.


" Belum Ren, mungkin masih minggu pertama, masih mikir-mikir, " Jawab Arif.


Iya Rif...mudah-mudahan nanti banyak yang daftar ya seperti tahun lalu, " Jawabku.


Aamiin Ren...mudah-mudahan saja.." Jawab Arif.


Sesudah berbasa-basi dengan Arif dan Sari, kami pun pamit mau ke Kantor BEM.


Sampai di Kantor aku mulai membuka Komputerku dan menyelesaikan tugas yang belum kelar.


Sementara Yunus hanya membantu untuk merapikan berkas- berkas yang yang akan aku tanda tangani.


Ren...maaf sebelumnya... Kalau misalnya lamaran Lo di tolak sama Bapaknya Aisha gimana?, " Tanya Yunus serius.


Aku menarik nafas dalam kemudian berkata," Kalau misalnya tidak di terima oleh Bapaknya Aisha.

__ADS_1


Gue akan ikhlas mungkin Aisha bukan jodoh gue, gue akan menyelesaikan Kuliah disini, Selanjutnya gue akan tinggal di luar negeri untuk melupakan Aisha terus ngambil S2 sekaligus kerja disana, " Ucapku sambil sedikit pasrah.


Ya ALLAH...mudah-mudahan lamaran sahabatku di terima oleh Bapaknya Aisha, " Doa Yunus dalam hati.


Tak lama kemudian datanglah David untuk menanyakan tentang berkas yang masih harus dia selesaikan sebagai Wakil Ketua BEM.


Aku pun memberikan beberapa berkas yang harus dia kerjakan dan selesaikan sebelum pemilihan Ketua BEM yang baru.


David pun menerima sambil menuju ke Mejanya untuk menyelesaikan berkas yang ada, sedangkan aku masih sibuk dengan beberapa dokumen agar segera selesai sore ini.


Kebetulan hari ini aku off Kuliah, sedangkan Yunus habis Zhuhur ada kelas.


Satu jam kemudian anak-anak yang lain mulai datang.


Suasana Kantor yang tadinya hening berubah sedikit rame.


" Hai...Ren...," Sapa Mira dan bunga


" Hai juga..., " Jawabku sambil sekilas melihat ke arah Mareka.


Sana...sanaaa...kerjakan tugas kalian, jangan ganggu Rendi...karena tugas Rendi masih banyak, " Kata Yunus.


" Iya Nus... Aku cuma nyapa doang hehehe...abis kangen kalo tidak liat Rendi hihihi, " Jawab Mira.


Aku senyum sambil mengelengkan kepalaku tapi tetap fokus ke komputer.


Hus...mending yang di kangenin itu aku loh Mir... Yang dari dulu udah naksir kamu hehehe.." kata Sonny.


Hmmm...ogah amat, " Jawab Mira ketus sambil menuju mejanya.


Sudah....sudah.. Jangan becanda mulu ah... Kalian kerjakan berkas- berkas ini sampe selesai ya?, " Ucap David sambil menyerahkan berkas ke tangan mareka.


Siap Vid, " Jawab Sonny.


Akhirnya suasana Kantor yang tadinya berisik seketika tampak tenang, semua mulai mengerjakan tugasnya masing-masing.


Sesekali aku melihat ke semuanya, Mareka tampak serius dalam mengerjakan tugasnya.


Walaupun sering bercanda, tetapi kalau untuk tugas mareka bisa di andalkan dan bisa mengerjakan dengan baik dan benar.


Karena pada dasarnya mareka adalah orang-orang yang pinter. Makanya tak salah aku memilih mareka untuk membantuku di BEM.


Sebentar lagi tugas kami selesai di BEM, ada kesedihan yang aku rasakan, pasti aku rindu suasana di Kantor, kadang bercanda, kadang serius dan juga kadang semangat dalam mengerjakan tugas, " Ucapku dalam hati sambil memperhatikan Mareka satu persatu.


Pasti moment seperti ini akan selalu aku rindukan, dengan Berakhirnya tugas kami di BEM maka suasana seperti ini juga akan tinggal kenangan dan cerita bagi kami nantinya.


NB: BEM ( BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA)


yang selalu aku kenang dan rindukan.

__ADS_1


__ADS_2