
Begitu Sampai di rumahku waktu menunjukkan sebentar lagi menjelang waktu Maghrib, kami langsung memakirkan mobil di garasi, lalu Yunus minta di anter sama Mang Ujang, karena waktu pergi ke Bogor, aku jemput Yunus di rumahnya, tadinya mau aku antar tapi aku keburu capek terpaksa minta tolong sama Mang Ujang untuk mengantarkan Yunus pulang.
Sesudah pamitan denganku dan Mama, Yunus langsung pulang di temani sama Mang Ujang karena pengen buru- buru istirahat dan juga besok masuk kuliah.
Kami disambut oleh Mama yang sudah berdiri di Teras depan rumah seperti menanti aku yang habis pergi dari berperang saja.
", Sayaaaaang???.. Mama kangen..." Teriak Mamaku sambil memelukku dengan erat.
" Iya Mama Sayang???.... Rendi juga kangen sama Mama cantik..., Papa... juga Dek Reva, " Jawabku sambil mencium tangan dan membalas pelukan Mama.
" Duh Anak ganteng Mama sudah pandai mengoda ya? Hehehe... " Ujar Mamaku sambil tersenyum dan melepaskan pelukannya.
" Hehehe... aku cuma tertawa menanggapi perkataan Mama.
", Oh iya sayang gimana di Pesantren apa kamu betah?, " Tanya Mama.
", Alhamdulillah betah Ma...Insya ALLAH Rendi mau memperdalam ilmu agama, " Jawabku.
" Baguslah, terus makanannya gimana... apa kamu suka?, " Tanya Mama.
", Mama kan tau Rendi bukan pemilih dalam hal makanan, apapun akan Rendi makan asal halal, " ujarku.
", Iya Sayang, Mama percaya sama kamu hehe, " kata Mama sambil menuntunku untuk masuk ke dalam rumah.
" Maaa...Rendi permisi dulu mau ke kamar ya sekalian mau mandi terus kita Sholat Maghrib berjamaah ya?, biar Rendi yang jadi Imamnya, karena kan Papa Masih Amerika, " Kataku sambil tersenyum ke arah Mama.
", Iya sayang habis itu kita makan malam ya?, Mama sudah nyiapin masakan kesukaan kamu, Ayam goreng sama sayur capcay, " Jawab Mama.
", Iya Maaa...Rendi ke kamar dulu ya?, " Pamitku.
Sesudah Mandi, Kamipun Sholat Maghrib berjamaah habis itu kami lanjut untuk makan malam.
" Mas....gimana di Pesantren, enak tidak, terus katanya Santri Wanitanya cantik-cantik ya?, " Cecar Reva.
", Cantik semua Vaaa..., Adek juga kalau pakai jilbab juga cantik hehee, " Jawabku.
" , Huuhhh.. Jawaban basi..", Sunggut Reva kesel.
", Yah...kan semua wanita cantik...., kalau ganteng itu cowok Dek?, " Godaku.
", Gini lo Mas Ganteng kayak sekuteng yang di jual abang-abang satu mangkok lima ribu..., ada tidak cewek yang Mas Naksir, " Ujar Reva lagi.
", Hmmm...itu... Rahasia dong...tunggu tanggal main ya hehehe, " Jawabku yang membuat adikku sedikit penasaran hehe.
" yeeee... Bilang saja tidak ada Santri wanitanya yang naksir sama mas kan?, " tanya Reva.
__ADS_1
"Hmmm...Biarin saja yang penting.... Mau tau gak?, " Tanyaku.
", Mauuu.... Apa Mas??, " Tanya Reva penasaran.
" Mau tau banget... Apa Mau tau aja??," ledekku.
", Yeee... Kasih tau dong.... Masss...." Ucap Reva lagi.
", Hmmm....apa ya???...Hmmm...Rahasia..", Ucapku sambil tertawa.
", Huuhhhh... Mas Rendi nggak asyik...", Ucap Reva sambil memoyongkan bibirnya.
" Hahaha... Aku tertawa geli melihat raut wajah Adikku yang sedikit kesal dengar jawabanku.
Sesudah Makan malam aku kembali ke kamar dan menelpon Yunus untuk berangkat bareng ke kampus besok pagi.
Pagipun menjelang, sesudah sholat subuh, kemudian aku jogging sebentar karena sudah lama juga tidak jogging, terus mandi dan sarapan bareng Mama dan Reva.
Sesudah Sarapan aku pamit ke Mama untuk pergi ke kampus.
", Hati-hati di jalan Sayang?, jangan Ngebut bawa motornya, " Kata Mama.
", Siap Maa...Insya Allah Rendi akan hati-hati...", Pamitku sambil mencium tangan dan pipi Mama.
Akupun langsung berangkat dengan Motor kesayanganku. Aku langsung menuju rumah Yunus kemudian kami berangkat ke kampus.
Sampai di kantor BEM sudah ada David. ", hai..Bro apa kabar...", Tanyaku.
", Baik Bro...", Jawab David sekenanya.
Gini Ren...sebentar lagi masa kepemimpinan kita sudah berakhir, terus kira- kira kapan kita adakan pemilihan Ketua BEM yang baru?, " Tanya David.
", Iya Vid... Sudah saya pikirkan, kalau bisa hari ini kita adakan rapat untuk keputusannya juga saya mau tau tentang perkembangan di Aceh, " Ucapku.
", Baik Ren...Saya juga masih memantau tentang di Aceh, katanya sudah diserahkan tugasnya kepada Tim LDK jadi bukan BEM lagi yang handle tetapi sudah di alihkan ke mareka, tetapi pihak BEM masih memantau tentang situasi disana, " Jawab David.
", Oke...kalau gitu nanti coba saya tanyakan ke Ketua LDK tentang perkembangan di Aceh, " Ucapku.
Baik Ren...", Jawab David sambil lanjut membuat tugas kuliah dari Kampus.
Aku langsung memeriksa tugas-tugas yang menumpuk, kemudian aku minta ke David untuk menelpon anak-anak untuk Rapat habis Zhuhur.
Aku juga menelpon Yunus untuk ke Kantor setelah itu kamipun menuju ke ruang LDK ( Lembaga Dakwah Kampus ) untuk menemui Ketua LDK yaitu Fahmi.
"Assalamu'alaikum...", Kami memberi salam.
__ADS_1
", Wa'alaikumus Salam ", Jawab orang di dalam sambil membuka pintu ruangan LDK, yang ternyata perempuan.
", Fahminya ada?, " Tanya Yunus.
", Hm...Eh...Ah... Mas Fahminya belum datang?, " Jawab wanita itu sambil gelagapan bercampur kaget.
", Ooh gitu ya sudah nanti kalau sudah datang suruh ke ruang BEM ya?, di tunggu sama Rendi, "Jawab Yunus.
Baik....", Jawab Wanita itu sambil menunduk malu.
Kamipun akhirnya berlalu dari ruang LDK untuk selanjutnya kembali ke BEM.
Ya ALLAH.....mimpi apa aku semalem...pagi ini ketemu kak Rendi...MasyaAllah ganteng banget..., mana jantung ini berdebar-debar bikin orang sampe grogi karena tidak menyangka bisa melihat cowok idola di kampus ini, "Batin Maya sambil memegang dadanya yang naik turun sambil tersenyum.
", May....May....kamu tidak apa-apa kan?, ", Tanya Yasin.
Tidak Apa - apa Sin?, emang aku kenapa?, " Tanya Maya.
" Yeee...di tanya balik tanya..tadi kamu bengong gitu sambil senyum sendiri, aku kira kamu kesambet setan kampus, habis pagi- pagi senyam- senyum sendiri hehehe, " Jawab Yasin.
Au...Ah..., " Jawab Maya sambil senyum terus masuk ke ruangan untuk lanjut tugas.
Siapa sih tidak senang pagi-pagi sudah di samperin makhluk ganteng, Ketua BEM lagi xixixi " Batin Maya sambil melihat tugas yang sudah tersedia di atas mejanya sambil tersenyum.
X
X
X
Di tempat terpisah di kampung Santri, Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf mulai bersiap-siap untuk ke rumah Aisha.
Abi....Biii...mau kemana Pagi-pagi kok sudah rapi?, " Tanya Ummi ( Ibunya Ida)
Ini Mi...mau ke rumah Pak Surya Dinata!!!, mau melamar Aisha untuk Nak Rendi, lelaki yang kemaren datang yang sudah Abah ceritakan ke Ummi, Masa Ummi lupa!, " Kata Pak Ustadz Ma'ruf.
Iya... Ummi tidak lupa Biii???, tetapi apa tidak kepagian ke rumah Pak Surya?, " Tanya Ummi.
Ini sudah jam 10 pagi Mi, bukan pagi lagi sudah mau menjelang siang, kalau Abi tidak pergi sekarang, takutnya beliau sudah pergi ke Kebun untuk memantau karyawannya, " Ucap Abi.
Baiklah Bi!!, cepat pergi nanti ke buru beliau berangkat ke kebun lagi, " Ucap Ummi.
" Iya Mi... Abi berangkat dulu ya?, " Assalamu'alaikum...!!", Ucap Pak Ustadz Ma'ruf.
"Wa'alaikum Salam...,!! " Jawab Ummi sambil mencium tangan suaminya.
__ADS_1
Sesudah berpamitan dengan Istrinya, Pak ustadz Ma'ruf langsung pergi ke rumah sahabatnya Pak Surya Dinata dengan sebuah misi. Sedangkan Ida sudah berangkat Ngajar dari jam 8 pagi.