Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Kegundahan Jiwaku


__ADS_3

Sudah satu Bulan semenjak aku balik dari Aceh. Batinku merasa hampa dan bimbang, Apalagi semalam aku tidak bisa tidur.


Pikiranku di hantui rasa bersalah karena sudah membuat banyak hati wanita terluka akibat penolakanku.


Aku telpon Yunus, dan minta dia kemari ke rumahku, ada hal yang ingin aku bicarakan.


Setengah jam kemudian sampailah Yunus di rumahku.


", Assalamu'alaikum....", Yunus memberi Salam.


", Wa'alaikum Salam..", Jawabku sambil membuka pintu rumah.


", Nus... Udah makan belum?", tanyaku.


", Alhamdulillah...udah bro!!", tadi sebelum kesini", Jawab Yunus singkat.


", Kalau gitu kita ke kamar saja yuk !", lebih enak ngobrolnya ", Ajakku.


", Akhirnya kami ke atas tapi sebelum itu aku minta tolong sama Bik Atun untuk membawakan minuman dan kue ke kamarku.


", Den...ini minumannya", kata Bik Atun dengan membawa nampan.


Akupun membuka pintu, dan mengucapkan terima kasih dan mengambil nampan yang berisi minuman dan kue.


Sepeninggal Bik Atun, ku tutup kembali pintu dan membawa nampan ke meja sofa di kamarku.


", Yaah...Kamarku lumayan besar dengan sofa lengkap dengan mejanya".


Di atasnya terdapat rak Televisi berukuran 65 inci.


", Nus!!!", panggilku pelan.


Yunus mendekatiku, dan melihatku menunduk sambil menutup wajahku.


", Nus dari semalam gue nggak bisa tidur, gue kepikiran Nus?", hati gue gundah dan bimbang.


Sudah banyak wanita yang gue tolak, gue nggak mau nyakitin hati mareka lagi, sudah cukup Nus!", gue mau menjaga hati gue sampai ketemu belahan jiwa gue, " kataku serius sambil menatap kedepan.


", Nus... ( sambil memegang bahunya ), Gue pengen masuk pesantren kilat, kira - kira ada tidak ya?, yang mau menerima gue cuma sementara, hitung - hitung gue mau memperdalam agama? Dan menjaga hati gue", Kataku.


", Ooh itu!!", coba nanti gue tanyakan ke Faisal temen LDK kita, siapa tau ada pesantren yang mau terima kita untuk santri di sana", Jawab Yunus.


Intinya sabar sob?", Ikhlaskan kepada ALLAH semuanya.


Bukan lo yang nyakitin hati mareka tetapi mungkin ini sudah takdir perjalanan dalam hidup lo.


", Wajar mareka suka sama lo!".

__ADS_1


Tidak hanya ganteng, lo juga baik , pinter lagi sholeh itu yang mareka suka dari lo.


Paket lengkap bro!!!", Kata Yunus.


", Jujur gue aja sebagai cowok, kagum sama lo apalagi mareka para wanita.


", Jadi jangan merasa ini semua salah lo!", ini semua sudah garis dalam hidup lo jadi idola mareka, " Kata Yunus bijak.


Akupun menarik nafas dalam dan lalu berbaring untuk melepas penat dalam kepalaku.


Tak terasa aku ketiduran?, bangun - bangun sudah menunjukkan waktu Asar, Ku lihat Yunus juga ketiduran di sofa depan tivi.


Kemudian aku bangun terus mandi, Ku lihat Yunus sudah bangun.


", Nus...??", Panggilku.


", Hmm...sana gih mandi!", habis itu kita sholat Asar berjamaah, " Kataku.


", Ya...", Jawab Yunus sambil beranjak ke kamar mandi. Habis itu kamipun Sholat Asar berjamaah.


Lalu lanjut makan sebelum Yunus akhirnya pamit pulang.


Keesokan harinya Yunus mengabarkan kepadaku untuk segera menemui dirinya dan Faisal untuk membicarakan tentang pesantren kilat.


Aku segera mandi dan pergi untuk ketemu mareka di kafe yang telah di sepakati.


", Assalamu'alaikum...", kataku".


", Wa'alaikum Salam...", Jawab mareka Kompak dan segera menyuruh aku duduk.


Kamipun memesan minuman dan mulailah aku bercerita tentang kegundahan hatiku.


Begitulah Sal!!", ceritanya dan kalau bisa secepatnya aku ingin menimba ilmu di Pesantren, Yah minimal sebulan lah ", Kataku.


Aku mengerti tentang kerisauan hatimu, untuk itulah aku disini untuk mengajak kamu ikut Pesantren kilat di pesantren pamanku dan kebetulan pamanku adalah guru disana.


Nama Pesantrennya adalah Pesantren NURUL ILMI ( cahaya ilmu).


tempatnya di daerah Bogor, kalau kamu mau besok sabtu kita kesana!", sekalian juga survey tempatnya, gimana??", Tanya Faisal.


", INSYA ALLAH!!!", aku siap...", Jawabku.


Oke...Nanti kita kumpul dimana!", baru habis itu kita langsung kesana", Jawab Faisal.


", Oke siap!!", terus lo Nus?, ikut kan?", Tanyaku.


", INSYA ALLAH siap bos!!", Jawab Yunus sambil menaikan kedua jari telujuk dan jari tengah ke dahi seperti tanda hormat.

__ADS_1


Akupun tersenyum bahagia akhirnya kegundahan hatiku sementara terselesaikan.


Dan kamipun berpisah untuk pulang ke rumah masing - masing.


Sampai di rumah, aku menemui Mama dan Papa untuk membicarakan tentang rencana Pesantren kilat.


Awalnya Mama keberatan, karena baru juga habis berpisah denganku, sekarang sudah mau pisah lagi.


Papa membujuk Mama, " Biarkan Maa...?", Sekarang anak kita sudah besar, dia tau mana yang terbaik baginya.


Lagian juga dia ikut Pesantren karena mau menimba ilmu Agama.


seharusnya kita bersyukur mendapatkan anak yang Sholeh yang mau mendekatkan diri kepada ALLAH, Bukan anak - anak yang hidupnya hanya foya - foya, maksiat terus taunya ngabisin duit orang tua, " Kata Papa panjang lebar.


Tapi Paa!!", masa baru dari Aceh sekarang mau ke bogor satu bulan lagi?", Jawab Mama.


", Mama sayang?", ini hanya sementara itupun cuma satu bulan, kalau tidak bisa mungkin hanya dua minggu saja!!", Jawabku menenangkan Mama.


", Ya sudah...Tapi jangan lama - lama ya?, Mama tidak mau pisah denganmu lagi", Bujuk Mama sambil merangkul pundakku.


Aku dan Papa tersenyum, dan kemudian akupun pamit mau ke kamar ada yang mau aku bereskan.


Tiba - tiba handphone ku berbunyi dan aku lihat ada nama Faisal, aku langsung mengangkat nya.


", Assalamu'alaikum...", Sapaku.


", Wa'alaikum Salam..", Jawab Faisal ramah.


", Ren!!!", besok kita kumpul di depan kafe Seroja saja ya?, tadi aku sudah telpon Yunus dan katanya dia setuju, Gimana?", Tanya Faisal.


", Oke siap Bro!!", Jam berapa sampai disana", Tanyaku.


", INSYA ALLAH jam 9 sudah sampai disana?", kalau bisa jangan telat, nanti keburu macet jalan ke Bogornya", Kata Faisal.


Oke deh Sal, Tolong kabarin ke Yunus, kita tidak usah naik kereta, biar Besok aku bawa mobil nanti kita ketemu disana ya?", Kataku.


Oke siap, sampai ketemu disana ya?.


", Assalamu'alaikum...", Kata Faisal.


", Wa'alaikum Salam ...Iya ", Jawabku sambil menutup telpon.


Lalu kemudian Akupun turun ke bawah untuk Sholat Maghrib berjamaah habis itu lanjut makan malam.


Habis makan Malam, Terdengar Azan Isya berkumandang.


Kamipun kemudian Sholat berjamaah, habis sholat aku pamit ke kamar untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2