
Sesudah mensortir semua barang - barang dan kemudian kami masukan baju ke dalam karung, susu dan makanan dalam kardus, kami pun akhirnya bubar karena waktu juga sudah sore.
Aku dan Yunus pamit ke Mushola untuk sholat asar, sesudah itu langsung pulang ke rumah masing - masing.
" Assalamu'alaikum...." , kataku sambil membuka pintu.
", Wa'alaikum Salam , " jawab Bik Asih ", pembantu di rumahku ramah...
", Bik...", Mama mana...kok tumben sepi ", tanyaku ", iya Den tadi Nyonya sama Non Reva katanya ke Mall ada yang mau di beli, ", Jawab Bik Asih.
Ooohh... gitu ya sudah saya pamit ke kamar dulu ya Bik, ", pamitku sambil melangkah masuk ke kamar karena sudah lengket ini badan, mau segera mandi biar segar.
Sesudah mandi, aku langsung ke ruang makan karena sudah lapar.
Tiba - tiba Mama dan Reva pulang, dan langsung menyapaku....
Duh..anak bujang Mama sudah pulang Sayang? " tanya Mama padaku, " ,sudah dari tadi Ma... Mama sama Reva habis dari Mall ya? " tanyaku.
", iya sayang...Mama beli beberapa Mukena, Sarung dan baju Gamis, dan juga baju anak - anak untuk kamu bawa ke Aceh ", kata Mama.
", iya Ma... terima kasih...besok Rendi bawa ke kampus dan Insha Allah hari Kamis lusa Rendi bersama Yunus dan Malik akan terbang ke Aceh " kataku.
", iya nak... ", kata Mama pelan.
Doa kami selalu untuk kamu, oh iya jangan lupa bawa uang dan tolong kasih kepada yang orang yang bener - bener menerima amanat ini karena ini bisa di gunakan untuk kebutuhan mareka di pengungsian , " kata Mama.
", siap Ma...Insha Allah amanah ini Rendi emban dengan hati senang ", Jawabku sambil memeluk Mama.
Ooh iya Mas ini ada juga baju Reva yang layak untuk di pakai, masih bagus - bagus, kebetulan sudah Reva tidak pakai .
" iya sayang, terima kasih ya... , adik Mas yang paling cantik, baik budi dan sholeha...Aamiin...", kataku sambil mencubit hidungnya yang bangir.
", iya deh Abangku sayang yang paling tampan tapi sayang masih jomblo hehehe ", ledek Reva padaku.
Aku hanya tersenyum mendengar ledekan dari adikku, kemudian aku pamit mau ke kamar, begitu juga dengan Reva dan Mama.
Habis sholat Isya aku telpon Yunus.
" Nus...besok lo ke rumah gue ya? kita ke kampus bawa mobil saja.
", gue nggak salah dengar Ren...kan lo nggak mau ketahuan anak - anak ", Jawab Yunus.
ini urgent Nus...kalau ada yang tanya bilang saja mobil pinjeman, ", kataku.
Tapi lo nggak mungkin bawa Alphard atau Lamborgini atau Mercy kan? ", tanya Yunus. ", nggak kok....gue cuma bawa Kijang Innova ", kataku.
__ADS_1
", Ooohhh kirain bawa mobil mewah ", ledek Yunus.
Nggak kok belum saatnya hehehe..." ledekku. Dasar.....singkong jomblo hehehe ", kata Yunus. ",Sue... ", ledekku.
Udah ah gue ngantuk , Assalamu'alaikum..." kataku pamit.
", Wa'alaikum Salam , " jawab yunus sambil mematikan telponnya ".
Besok pagi sesuai janji si Yunus datang tepat waktu, kami sarapan terus pamit berangkat ke kampus dengan membawa sumbangan dari Mama dan Reva, berupa pakaian, mukena, makanan dan minuman.
" Ren...!!!!", panggil Papa.
", iya Paaaa..", semalam Papa dengar dari Mama, kamu hari kamis besok berangkat ke Aceh ", tanya Papa.
", Insha Allah Pa... semalem mau ngasih tau Papa, tapi Papa belum pulang kerja ", kataku. ", ",Iya nak... semalem Papa pulang telat ada klien dari Luar Negeri jadi meeting dulu...", kata papa.
iya paa,... Mama udah kasih tahu, " kataku.
Papa pulang, terus Papa lihat kamu sudah tidur ya sudah , Papa pikir besok pagi baru bicara dengan kamu ", kata Papa.
"Iya Pa.." jawabku pendek.
"Nak...mengenai bantuan berupa uang, Papa sudah ngasih ke Mama.
Besok kamu minta sama Mama karena Papa hari ini harus berangkat ke Singapura ada sedikit masalah dengan kantor Cabang disana , " kata Papa.
kami memang sangat dekat dengan Papa dan Mama, karena memang dari kecil kami di didik untuk selalu saling sayang menyayangi, makanya aku tidak canggung memeluk Papa, bahkan aku bangga mempunyai orang tua seperti Papa dan Mama.
Akhirnya aku dan Yunus, pamit sambil mencium tangan Papa dan Mama.
Sekalian juga kami bawa bantuan ini untuk diserahkan ke kantor LSM.
Tapi sebelum itu kami akan ke kampus dulu untuk sekalian membawa bantuan yang sudah di kumpulkan di kampus untuk selanjutnya di bawa ke Aceh.
Sampai di kampus aku dan Yunus langsung ke kantor BEM. Anak - anak yang lain juga sudah kumpul.
Ren... ini ada bantuan dari Fakultas MIPA dan FISIP ", kata Taufan.
", oke... ini sudah di sortir belum sama mareka ? " tanyaku",
", katanya sudah Ren...", jawab Taufan.
Baiklah teman - teman, kita langsung aja bawa ke bawah ( karena memang kantor BEM itu terletak di lantai 2 ) .
Dan bantu aku angkat ke dalam mobil, " kataku. oke Ren... yuk teman - teman kita angkat semua, " ajak Yunus.
__ADS_1
aku langsung mengambil mobil dan mareka langsung memasukkan bantuan ke dalam mobil bagian belakang, setelah semua bantuan masuk.
Aku dan Yunus langsung berangkat ke kantor Lsm, dan untungnya anak2 tidak curiga ketika aku jelaskan ini pake mobil pinjeman sodara aku.
Tiba dikantor LSM, kami langsung ke gudang tempat dimana bantuan semua yang akan di berangkatkan ke halim sore ini, karena besok pagi sudah berangkat ke Aceh.
"Dek Rendi dan dek Yunus...barusan ada kabar dari Aceh, mareka sekarang sangat membutuhkan bantuan karena memang kondisinya sangat memprihatinkan, terutama bayi, balita dan lansia, semoga besok pagi tidak ada halangan apapun dan bantuan bisa segera kita salurkan ", Kata Pak Iwan.
", Aamiin Pak mudah - mudahan semua bantuan dari kita, bisa bermanfaat dan berguna bagi mareka ", jawabku.
iya dek ", jawab Pak Iwan.
Oh iya Pak, ada hamba Allah yang ikut menyumbang, sebesar 100 Juta Rupiah, ini kalau bisa kita bagikan ke beberapa tempat pengungsian, " kataku.
", Alhamdulillah ya dek, semoga amanah ini bisa kita jalankan dengan benar dan semoga hamba Allah itu, mendapat pahala dan rejeki yang melimpah karena sudah menolong saudara kita disana , " jawab Pak Iwan.
Aamiin...kataku ", di ikuti Yunus.
Terima kasih ya Pa...semoga rejeki Papa tambah banyak dan bisa menolong orang - orang yang membutuhkan " batinku dalam hati ".
Dek Rendi uangnya besok saja sekalian di bawa ke Aceh, jangan telat ya, kita Take Off jam 10 pagi.
Jam 8 pagi sudah sampai di Halim ya? " kata Pak Iwan.
Baik Pak??", jawab kami serentak ".
Baiklah kalau begitu kami permisi dulu ya Pak, kami harus ke kambali ke kampus, dan juga mau beres - beres buat besok ", kata yunus.
Baiklah, hati - hati di jalan ya? jangan ngebut", kata pak Iwan lagi.
Akhirnya kami pun pamit pulang ke kampus lagi, setelah sampai di kampus aku dan Yunus langsung ke kantin karena sudah lapar.
Kak Rendi.... ini ada surat dari Nabila kak, tolong di balas ya kak ", kata Fatma adik tingkat.
", hmmm... maaf ya.... kak Rendi sudah punya pacar.... " ledek Yunus.
Ooooh gitu ya kak.... ya sudah deh saya permisi dulu ", begitu Fatma sudah berlalu, Yunus langsung buka surat itu dan langsung membuka amplop itu.
Ren....cerita yang sama, doi pengen jadi pacar lo, walaupun yang kedua, doi juga mau hehe ", ledek Yunus .
Aku langsung menunduk, dan menarik nafas dalam, " Ya Allah... semoga segerakan hatiku bertemu dengan wanita idamanku ", batinku.
Ren...bengong..ditanya diem saja ", tanya Yunus.
", eh..sorry Nus...seperti biasa lo simpan saja ya suratnya, lo kalau mau balas tolong dengan kata - kata yang sopan ya, gue percaya sama lo.
__ADS_1
Jangan sekali - kali menyakiti hati wanita, tolaklah dengan halus, " kataku.
"Siap Ren...lo percaya sama gue, gue nggak akan kecewakan lo ", kata Yunus. Akhirnya Yunus menyimpan kembali surat itu ke dalam tas.