
Setelah Satu Bulan lamanya Aku dan teman - teman, termasuk dari LSM, yang berada di Aceh semua, akhirnya pamit untuk pulang ke Jakarta.
Karena ada tugas yang menanti kami semua.
", Kami saling berpelukan, ada rasa tidak mau berpisah dengan penduduk disini karena kami sudah seperti Sodara sendiri.
Terus terang aku sendiri juga sebenarnya berat berpisah dengan mareka semua.
Tetapi ada Amanah yang harus aku selesaikan sebagai seorang Mahasiswa dan juga ada Keluarga yang kami rindukan.
Memang belum semua terealisasikan karena banyak dari mareka yang butuh tempat tinggal, Mesjid, Sekolah, Rumah sakit, tetapi kami sudah membantu seperti mendirikan Musholla atau Meunasah untuk Sholat, juga memperbaiki,
Jembatan agar mudah terhubung antara satu kampung dengan kampung yang lain.
Dan semua hampir rapi tapi masih ada yang belum terlaksana di karenakan waktu tinggal kami di Aceh cuma satu Bulan, karena Aku dan teman - teman harus menyelesaikan kuliah yang sempat tertunda.
", Akhirnya Pak Iwan dengan Tim dari LSM dan juga kami bertiga".
Di depan para pengungsi Daerah Lampuuk mengutarakan maksud kami ", Di wakili oleh Pak Iwan.
", Beliau berkata mohon maaf yang sebesar - besarnya karena belum semua diselesaikan, tetapi tidak menutup kemungkinan kami semua akan kembali kesini".
Kami juga akan selalu pantau lewat media cetak ataupun Televisi tentang perkembangan di Aceh,
", kata Pak Iwan.
", Sambil menjabat tangan Pak Keuchik.
Terlihat Pak Keuchik juga berlinang Air mata mengucapkan Terima kasih karena selama satu bulan ini sudah membantu kami Rakyat Aceh ".
", Pak Iwan berkata mohon maaf apabila ada di antara kami yang secara tidak sadar ada kata - kata yang menyinggung perasaan kalian atau perbuatan selama di sini, kami semua mohon maaf karena kami semua makhluk biasa tak luput dari salah dan dosa".
", Maafkan kami ya Bapak- Bapak??", Ibu - ibu, ??", kata Pak Iwan dengan mata berkaca - kaca
" Kami yang seharusnya berterima kasih Pak, kepada kalian semua juga Adek - adek Mahasiswa.
", karena kalian sudah membantu kami seperti sekarang ini.
",Kami berdoa selamat jalan semoga sampai tujuan dan tali silahturahim ini tidak putus disini.
", Insha ALLAH kalau sudah membaik seperti sedia kala?", sempatkanlah main ke Aceh, kami semua membuka tangan untuk Bapak- Bapak, Adek - adek semua.
Dan kami juga minta maaf kalo ada kata - kata yang salah mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar - besarnya", Kata Pak Keuchik Faisal panjang lebar ".
", Akhirnya kamipun menyalami satu persatu sebagai permintaan maaf juga sekalian pamit.
Karena sekarang harus ke bandara untuk pulang ke Jakarta.
__ADS_1
Tapi sebelum itu kami semua berfoto bersama sebagai kenang - kenangan bagi semuanya.
", Nak Rendi....terima kasih ya atas bantuan kalian semua, kami semua terbantukan dan juga buat anak - anak , mareka sekarang tidak trauma lagi", Kata Bu Ida sambil meraih tanganku.
", Akupun langsung mencium tangan beliau, sambil berkata??", Maafkan Rendi ya bu ??", kalau ada kata - kata yang kurang berkenan di hati Ibu ", kataku.
", Tidak Nak !!", Justru kami mengucapkan terima kasih atas bantuan selama ini ", kata Bu Ida lagi.
Akhirnya setelah bersalaman dan berpelukan, kamipun naik mobil Tentara yang sudah disiapkan untuk ke Bandara.
Juga berterima kasih dengan Bapak - Bapak TNI, karena kami harus pulang duluan dan mareka masih melanjutkan tugas mareka disini.
Setelah semuanya naik ke mobil, kamipun berlambaian tangan dan mengucapkan banyak terima kasih.
Dengan berlinang Air Mata kami semua terharu betapa mareka sangat baik dan sudah seperti keluarga sendiri, rasanya berat berpisah tetapi tugas sudah menanti.
Setelah Satu Jam perjalanan, kami semua sampai di Bandara Iskandar Muda.
Kamipun turun dan langsung menuju ke Pesawat Herkules untuk terbang ke Jakarta.
Kami saling berpelukan dengan TNI yang mengantar kami, juga pihak bandara, semua terharu.
Setelah berjabat tangan dan berpelukan, serta tak lupa pula kami berfoto bersama di Bandara, kamipun semua masuk ke dalam Pesawat.
Dan Bismillah akhirnya Pesawat lepas landas menuju Jakarta.
Perjalanan dari Aceh ke Jakarta biasanya di tempuh dengan jarak Dua Jam Empat Puluh Lima Menit oleh Pesawat Komersil.
Kami semua turun dan saling berjabat tangan dan berpelukan satu persatu karena misi kita di Aceh sudah selesai dengan Aman.
Walaupun masih banyak yang perlu perbaikan dan itu akan di gantikan oleh Tim yang lain,
" Terima kasih banyak Pak atas kesempatan yang telah Bapak berikan kepada kami para Mahasiswa.
", Kami atas nama Universitas Mawar Merah mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya atas kesempatan yang mungkin tidak akan terlupakan dalam hidup kami".
" kataku sambil menjabat tangan Pak Iwan dan juga di angguki sama Yunus dan Malik tanda mareka setuju dengan perkataanku.
setelah kami menyalami satu persatu Tim LSM, kami pun pamit mau pulang ke rumah masing - masing,
" Lik...!!!", Nus!!!!", kita naik Gocar saja yuk, sekalian biar aku antar ke rumah masing - masing ", kataku.
", Terima kasih Ren, kita langsung pesan saja kalo begitu biar tidak kelamaan ", Jawab Yunus.
", oke siap...", kataku lagi sambil memesan layanan Gocar.
Tidak berapa lama akhirnya Gocar yang kami pesen datang.
__ADS_1
Dan kamipun pamit kepada Tim LSM, sedangkan Pak Iwan sudah di jemput tadi habis kita salam - salaman.
Kami langsung berangkat ke rumah Malik. Sesudah nganter Malik sampe depan Rumahnya, kamipun pamit karena buru - buru habis sudah kangen dengan keluarga kami masing - masing.
", Nus ???", gue langsung ya, tidak mampir lagi soalnya mau ngasih kejutan buat Nyokap, udah rindu banget ", kataku.
", oke deh Ren... !!", Oh iya Thank's ya udah ngajak gue, ini kesempatan yang tidak mungkin gue lupain seumur hidup gue ", kata Yunus sambil memelukku.
", sama - sama Nus???, lo kan belahan jiwa gue hehe ", kataku.
Sambil menutup pintu mobil sesudah menurunkan Yunus depan gang rumahnya, dan melepas pelukannya.
Dan tanpa aku sadari Pak Sopir melihat kami dengan tatapan penuh selidik dan tanda tanya, mungkin Beliau mengira kami ini Gay....
", Iiihhh amit - amit tujuh belas turunan jangan sampe deh hehe... " Batinku Dalam hati ",
", Maaf Pak!!!!", iiini tidak seperti yang Bapak pikirkan....",
Insha ALLAH kami masih normal kok Pak " kataku sambil tersenyum.
", i...iya nak " jawab Bapak itu gugup dan langsung menuju kerumahku.
Setelah hampir Satu Jam perjalanan akhirnya aku sampe di depan rumahku.
Terlihat Bapak Sopir itu kaget tidak percaya bahwa rumahku ternyata besar sekali.
Ini bener rumah Anak? " tanya Pak Sopir " bukan Pak ini rumah Orang Tua saya, " jawabku.
Ah nak bisa saja ngelesnya, rumah Orang tua juga rumah anaknya juga ", jawab Bapak Sopir yang bernama Burhan, setelah kami kenalan.
", Padahal jelas - jelas di Aplikasi tertulis nama Sopir dan nama penumpang, katanya biar lebih afdol berkenalan sekali lagi.
" Mari mampir Pak, " kataku ramah.
", waduh... Nak Rendi... Bapak mah bisa mati berdiri kalo masuk ke rumah gedongan kayak gini, " katanya lagi.
",aku cuma tersenyum, kalau begitu saya pamit ya Pak !!", mau masuk kedalam karena sudah rindu dengan Keluarga saya, ", pamitku sambil menyerahkan uang 1 Juta Rupiah.
"Ini banyak sekali Nak???", Bapak tidak bisa terima " kata Pak Burhan dengan tangan menolak.
ambil lah Pak??", kataku sambil memengang tangannya.
", Hitung - hitung Bapak sudah nolongin kami, karena tadi agak susah mencari Gocar yang mau Anter jauh.
Bapak juga sudah menganter Tiga Rumah, walaupun yang Dua tidak pake Aplikasi hehehe..." balasku.
", Baiklah nak semoga ALLAH membalas kebaikan nak Rendi..", kata Pak Burhan lagi ",
__ADS_1
sama - sama Pak kataku sambil melambai tangan kepada Pak Burhan.
Melihat Beliau sudah berlalu dari rumahku barulah aku melangkah masuk ke dalam untuk bertemu dengan keluargaku tercinta.