Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Malam Pertama Yang Tertunda


__ADS_3

Kami Semua berfoto bersama, begitu juga denganku dan Aisha yang sedikit malu.


Kami juga berfoto dengan Buku KUA yang menyatakan Kami Sah sebagai Suami Istri.


Terus Berfoto juga dengan Keluarga masing-masing, Serta juga dengan Para Saksi dan Perangkat Desa.


Tak lupa dengan Kedua Sahabatku Yunus dan Faisal.


"Selamat ya Ren...semoga Kamu bisa menjadi Imam yang baik bagi Keluargamu.."Ucap Faisal sambil berjabat tangan dengaku.


"Thank You ya Sal..."Semoga Kamu dengan Yunus cepat nyusul Aku hehehe..."Ledekku.


"Sip...Kalo ketemu kayak Istri Kamu langsung Aku ikat hehe..."Kata Faisal lagi.


Aku dan Yunus langsung tertawa mendengarnya.


"Sob..Terima kasih untuk Semuanya....."Ucapku pada Yunus sambil memeluknya.


Yunus langsung membalas pelukanku dan menangis terharu.


Jujur Aku baru melihat Yunus menangis untuk Pertama kali di moment ini.


"Ini Tagisan Bahagia Bro..."Ujarnya sambil tersenyum memelukku dan menghapus Air matanya.


Cepat Nyusul ya.."Bisikku padanya


Yunus cuma mengangguk dan tersenyum ke arahku.


Kemudian Kami pun makan yang sudah di sediakan ala Prasmanan.


Aku tidak melihat Aisha mungkin sudah masuk ke kamar karena lelah juga pakai Singger Sunda.


Habis Makan, Kami semua yang Lelaki menuju Mesjid Nurul Ilmi untuk Sholat Jum'at Berjamaah.


Sesudah berganti Pakaian dengan Busana Muslim yang berwarna Emas, Aisha menemui Mama mertuanya.


"Aduhh...Cantik Sekali Menantu Mama.."Puji Mama pada Aisha.


Aisha terlihat malu-malu sambil tersenyum.


"Sini Nak...duduk dekat Mama.."Panggil Mama ramah.


"Iya..."Jawab Aisha.


Sekarang Panggil Mama ya..sama kayak Rendi..bisa kan?.." Ujar Mama.


"Bisa Maa.."Jawab Aisha lembut.


"Titip Rendi ya Nak...jaga Dia ya??.....Mama percaya kamu pasti bisa jadi Istri yang baik bagi Rendi.."Ujar Mama sambil memeluk Aisha.


"INSYA ALLAH Maa..."Jawab Aisha sambil membalas pelukan Mama.


Reva memperhatikan tanpa berkedip, "Cantik sekali Kamu Kak..."Ujar Reva sambil tersenyum.


Aisha cuma menunduk malu. Kemudian Ummi Maryam dan Ummi Zainab serta Farida datang ikut nimbrung.


"Maaf ni....habis acara ini boleh Aisha Kami Bawa? " Tanya Mama.


"Maaf ni Bu Dewi.. Bukan Saya tidak membolehkan Aisha pergi ke rumah Mertuanya, tapi kan baru habis Menikah, sebaiknya tinggal dulu di rumah selama Tiga hari.

__ADS_1


Setelah itu baru boleh di bawa pergi oleh Suaminya, ini sudah Tradisi di Kampung sini"Ujar Ummi Maryam sambil memengang tangan Aisha.


Baiklah...Bu...bagaimana baiknya saja, Saya ikut saja apa keinginan Anak-anak.."Jawab Mama.


Setelah berbincang-bincang santai, tiba-tiba yang habis Sholat Jumat terlihat sudah kembali ke Rumah Aisha.


Terlihat Pak Ustadz Ma'ruf ikut mendampingi Papa dan Abah.


Sedangkan Pak Kyai masih ada urusan yang harus di kerjakan, jadi Beliau langsung Pergi habis Sholat Jumat tadi.


Kemudian Papa dan Abahnya Aisha terlihat mengobrol dengan serius.


Bagaimana Pak Haji Surya...apa boleh sehabis Menikah, Kami membawa Aisha ke Jakarta.."Ujar Papa.


"Maaf ..Pak Doddy, bukannya tidak boleh Aisha di bawa oleh Suaminya.


Tetapi Tradisi disini mengharuskan Pengantin Wanitanya harus tinggal dulu selama Tiga Hari di rumah Orang Tuanya.


Baru setelah itu bisa di bawa sama Suaminya... "Jawab Abah Ramah.


"Baiklah...Kalau begitu terserah sama Mareka saja....Saya ingin melihat Mareka Bahagia..."Ujar Papa sambil tersenyum.


Abah dan Pak Ustadz tersenyum mendengarnya.


Kemudian Aku, Yunus dan Faisal langsung masuk ke dalam rumah, disana sudah ada Mama, Reva, Aisha, Farida, Ummi Zainab dan Ummi Maryam.


Aku dan Aisha saling lihat-lihatan, kemudian menunduk malu, Beberapa yang melihat ke arah Kami langsung ikut tersenyum.


Di rasa Pertemuan ini sudah Cukup, Kami pun minta Izin pamit pulang ke Jakarta.


Aku tidak bisa menginap karena harus kembali ke Jakarta karena ada urusan di Kantor yang harus Aku kerjakan.


Setelah Aku jelaskan, Ummi dan Abah Akhirnya membolehkan Aku pulang ke Jakarta.


Aku mendekati Istriku, terlihat senyum manisnya melihat ke arahku.


Aisha...tidak apa-apa ya Mas tinggal, besok Mas balik untuk jemput Aisha...."Ucapku lembut.


"Iya Mas...tidak apa-apa, Aisha disini dulu temani Ummi sama Abah?.."Balasnya sambil menunduk malu.


Baiklah...baik-baik ya...tunggu Mas kembali ya?.." Ujarku sambil tersenyum


"Iya..Mas..."Jawab Aisha sambil mencium punggung tanganku.


Kemudian Aku mencium tangan Abah, Ummi, Pak Ustadz dan Ummi Maryam.


Sesudah itu giliran Aisha mencium tangan Kedua Orang Tuaku serta Pelukan dari Adikku.


Selesai salaman dengan Keluarga dan Sodara Aisha semua.


Kami pun pergi meninggalkan Kediaman Aisha.


Aisha melihat kepergianku dengan senyum terukir di bibirnya.


Aku pisah Mobil dengan Keluargaku, Papa dan Mama langsung pulang ke Jakarta.


Sedangkan Kami masih Ada yang harus Kami Lakukan Bertiga.


"Sabar ya Sob....tahan dulu Malam Pertamanya hahaha..." Ledek Yunus sambil menyetir Mobil.

__ADS_1


"Iya Bro...biarkan dulu Istrimu menikmati Sisa-sisa masa Gadisnya sebelum Kamu embat hehehe..."Jawa Faisal.


"Apaaan sih...Sue....Kue kali di embat...Hahaha... "Ujarku sambil tertawa.


"Oh iya Ren...habis ini Kita kemana?.."Tanya Yunus.


Kita ke Kafe dulu Nus...Kita Ngopi-ngopi dulu ya hehe..."Jawabku.


"Sip..."Jawab Yunus.


Mobil pun melaju menuju Kafe langganan Kami untuk Merayakan Pernikahanku.


Kembali ke Rumah Aisha.


Ustadz Ma'ruf dan Ummi Zainab langsung izin pulang karena ada yang harus di kerjakan.


Sedangkan Farida sama Aisha langsung masuk ke Kamar.


"Shaa...Suamimu tadi Ganteng banget ya?.."Ujar Farida.


"Iya Da...sampe copot jantungku, Kamu tau waktu Dia menatapku, Aku deg-degkan banget serasa mau pingsan hehe..."Ujar Aisha tersipu malu.


Tapi Shaa..Kalian berdua memang Cocok banget, Serasi pisan euy..."Kata Farida.


"Ah...jadi malu Aku hehe..."Jawab Aisha.


Tapi bener deh Da...Mas Rendi lembut pisan Orangnya....tadi mah suaranya halus...manis banget, Aku jadi malu sendiri xixixi..."Ujar Aisha.


"Iya...tatapan itu loh...tidak mau jauh dari kamu hahaha..."Ujar Farida membalas tawa Aisha


Mareka pun tertawa Bahagia.....


Tapi Shaa...bagaimana kalo Mas Rendi minta Haknya sebagai Suami, apa Kamu sudah siap? " Tanya Farida.


"INSYA ALLAH Daa...Aku siap Lahir dan Bathin..."Jawab Aisha.


"Syukurlah...semoga Kalian Berdua awet sampe maut memisahkan Aamiin..."Jawab Farida.


"Aamiin..."Jawab Aisha.


Tapi tunggu Tiga Hari Lagi ya...baru deh Kalian bisa melaksanakannya hahaha...."Ledek Farida


"Apaan sih...malu atuh..."Jawab Aisha sambil tertunduk malu.


Mareka pun tertawa riang sambil melihat Seserahan dari Keluarga Rendi.


"Subhanallah...Aisha....Bagus banget Perhiasannya, terus ini Seserahannya banyak pisan..."Ujar Farida.


"Iya Daa...Alat Sholatnya juga lengkap banget..."Jawab Aisha.


"Betul Shaa...Mas Rendi Sayang banget sama Kamu juga Mertuamu sepertinya Orang Baik, Beruntung sekali kamu Shaa..hehehe.." Ujar Farida.


Aisha mengucapkan Syukur "Alhamdulillah dalam hatinya karena di berikan Suami yang baik serta Mertua yang Sayang Padanya...



Seperangkat Alat Sholat


Satu Set Perhiasan Emas

__ADS_1



__ADS_2