
Sampai Di rumah setelah mengantar Yunus, Aku bertemu dengan Mama.
Aku mencium tangan Beliau kemudian Aku menanyakan Papa sudah pulang apa belum?.
"Papa sudah pulang sekarang sedang mandi, Ada apa Nak? " Tanya Mama curiga.
Maaa...ada yang ingin Rendi bicarakan dengan Mama dan Papa..."Ucapku.
Kabar serius ya Nak?.."Tanya Mama.
Iya Ma..."Jawabku sambil tersenyum.
Baiklah...bagaimana kalau ngomongnya nanti habis Sholat Isya saja.."Ucap Mama.
"Iya Maaa...sekarang Rendi ke kamar dulu ya..mau mandi.."Ucapku.
"Iya Sayang..."Jawab Mama sambil melihat Aku menuju ke Kamar.
Sesudah Sholat Isya....
Aku berhadapan dengan Papa dan Mama di ruang Keluarga.
Sepertinya ada yang serius nih Maa..."Ledek Papa padaku.
Aku tersenyum dan mengiyakan kata Papa.
"Maa...Paa...Rendi mau bicara serius boleh? "Tanyaku hati-hati.
"Hmm...Silahkan Nak...Papa dan Mama mau mendengarnya?..."Kata Papa.
"Paa...Maa...( Aku melihat Orang Tua)...Rendi mau menikah..."Ucapku.
"Aaa...paaa....(Teriak Mama).......Sayang...Mama tidak salah mendengar? "Tanya Mama tidak percaya.
"Maa..biarkan Anak kita bicara dulu..."Potong Papa.
"Nggak bisa Paa...Papa kan tau Anak kita belum punya Pacar
Mama kenalin ke anak temen Mama, dia tidak suka, ke anak sodara yang jauh, tetep Dia tidak suka.......jangan bilang Kamu menghamili Anak Orang ya? "Ucap Mama keras.
"Astaghfirullah Maa...Rendi tidak seperti yang Mama pikirkan... "Jawabku pelan.
"Maaa...kita dengarkan Anak kita dulu ya?...kapan Kamu punya Pacar kok tidak di kenalin ke Kami? "Ucap Papa.
Begini... Maa...Paa...Rendi kan masuk ke Pesantren terus Rendi ketemu dengan seorang Gadis Sholeha yang Rendi Suka.
Tetapi Kami tidak Pacaran dan Rendi berta'aruf dengan Gadis itu yang bernama Aisha Larasati.
Maa...Aisha adalah gadis yang Rendi Cintai dan Rendi Idam-idamkan.
Rendi merasa Aisha cocok jadi Pendamping Rendi Dunia Akhirat.
Kemaren hari minggu Rendi sudah melamarnya secara pribadi dulu....
Nah Orang Tua Aisha ingin Papa dan Mama meminang secara resmi sekalian menikahkan Kami pada hari Jumat Besok.
"Kenapa mendadak sekali..."Tanya Mama
Ini tidak mendadak Maa... Rendi merasa sudah siap Lahir dan Bathin.
Serta Rendi berjanji bahwa siap Menikah pada Hari Jumat esok..."Kataku serius.
"Nak....(Panggil Papa Lembut), Menikah itu bukan sifatnya main-main seperti layaknya Kalian Pacaran.
Menikah itu...sekali seumur hidup...dan Janji kita Kepada Allah.
Tanggung Jawabnya sangat besar....tidak cukup dengan Cinta saja.
Kamu harus memberi Nafkah, membimbing dan menyayangi dengan setulus hati serta membawa Keluarga Kita menuju surganya ALLAH "Kata Papa panjang lebar.
Rendi mengerti Paa..Maa...bahwa Menikah itu bukan untuk main-main, Jadi dengan Menikah Rendi ingin menyempurnakan Agama Rendi Paa...
Rendi merasa sudah siap Paa..Maa.. Serta dengan Menikah Rendi dapat menjaga diri serta juga terhindar dari Fitnah Wanita
__ADS_1
Oleh karena itu Rendi sekarang sedang menyusun Skripsi untuk secepatnya selesai Kuliah agar Rendi bisa Bekerja di Kantor Papa dengan Maksimal
Insya ALLAH Rendi akan bertanggung Jawab untuk Keluarga Rendi...dan Akan memperlakukan Istri Rendi dengan Baik dan Ma'ruf sesuai ajaran Agama Kita...."Ucapku menyakinkan Papa dan Mama.
"Baiklah kalo niatmu itu sudah bulat, Papa dan Mama akan merestui Pernikahan Kamu..."Ucap Papa Bangga.
"Terima Kasih Paa...Maa...Kalian adalah kebangaanku..."Ucapku terharu sambil memeluk Papa dan Mama.
"Sayang...Gadis itu secantik apa sih hingga membuat Kamu begitu terburu-buru untuk Menikah? "Tanya Mama sambil tersenyum
"Yang Pasti Cantik lah Maa...terus Sholeha...itu tipe Anak Kita hehehe...."Ledek Papa...
Aku hanya menggaruk kepalaku yang tidak gatal sembari tersenyum.
Oh Iya Maa...mulai besok kita cari perlengkapan untuk Acara lamaran Sekaligus Acara Nikahan ya..."Ucapku.
Mama akan telpon Asisten Mama untuk mempersiapkannya.
Kamu tenang saja masa menantu Kolongmerat Nomor Satu di Asean Acaranya Sederhana..."Protes Mama.
Maa...Paa.....Rendi dan Orang Tuanya Aisha hanya ingin membuat acara Akad Nikahnya Sederhana mungkin.
Dan untuk Nikahan nanti yang datang juga hanya Keluarga saja Maa...
Jangan undang Keluarga Besar dulu ya Paa... Nanti kalo Resepsi saja ya di undangnya..... "Ucapku
"Baiklah Nak...dan untuk Mas Kawinnya biar Mama yang tentukan dengan segala Seserahannya.."Ucap Mama
"Oke siap Maa...Paa..."Ujarku tersenyum.
Kalo begitu Rendi ke kamar dulu ya Paa...Maa..."Lanjutku.
"Iya Sayang..."Kata Mama sambil tersenyum.
Alhamdulillah Ya Allah...Orang Tuaku menerima semua ini dan semoga Nikahanku nanti akan menjadi yang Pertama dan Terakhir dalam hidupku
Sekaligus menjadi Ibadah bagi Kami berdua... Aamiin..... "Ucapku Dalam hati.
"Maa...mungkin Rendi sudah menemukan Wanita Idamannya jadi Dia mau mengikatnya sebelum di Ambil Orang hehe..."Jawab Papa
"Semoga Anak Kita Berbahagia dengan Pilihannya ....Aamiin..."Ujar Mama.
Keesokan Harinya....
Aku berangkat ke Kampus dengan membawa Mobil. Tetapi sebelumnya Aku menjemput Yunus di rumahnya.
Setelah dari Rumah Yunus, Kami pun berangkat ke Kampus.
"Nus..."Panggilku
"Yup....kenapa Bro..."Tanya Yunus.
"Semalam gue udah ngomong sama Nyokap Bokap gue dan Mareka setuju gue nikah sama Aisha..."Ujarku.
"Alhamdulillah...Akhirnya impian lo jadi kenyataan......gue senang dengarnya hahaha.... "Jawab Yunus.
"Oh iya Nus...setelah gue sama Aisha habis itu lo sama Farida.. ya Nus hehehe..."Kataku
"Insya ALLAH...Aamiin..."Jawab Yunus.
Sampailah Kami di Kampus, Kemudian Kami menuju ke Kantin untuk rehat sejenak.
Disana sudah ada Arif dan Sonny sedang Sarapan.
"Hai Ren....tumben ke kantin dulu biasa langsung ke Kantor.."Tanya Arif.
"Iya..Rif mau beli minum dulu baru setelah itu Aku ke Kantor.."Ucapku.
Hmm...Oh iya Ren, Rencananya Sabtu besok Aku dan Tim berangkat ke Mega Mendung untuk Survey Villanya..."Ucap Sonny.
"Bagus Son..lebih cepat lebih bagus..terus minta sama Susanti untuk biaya Transport, makan juga kalo cocok dengan harganya langsung Dp saja Villanya..."Kataku.
"Siap...Bos..mudah2an Kita dapat Villa yang bagus dan cocok.."Ucap Arif.
__ADS_1
"Son...lihat Faisal tidak?.."Tanyaku.
Sepertinya belum datang...tapi tidak tau juga, mungkin saja sudah datang tapi Kami belum melihatnya dari tadi.."Ucap Sonny.
Aku menganggukkan kepala tanda mengerti. Sesaat kemudian datang Fahmi yang bergabung bersama Kami.
"Mi...liat Faisal tidak?, di cariin sama Rendi.."Ucap Sonny.
"Liat....Faisal tadi sedang menuju ke Perpustakaan.."Jawab Fahmi.
"Thanks for infonya ya Mi...Aku langsung kesana ya teman-teman.."Pamitku sekalian dengan Yunus.
"Oke..."Jawab Mareka.
"Ren...apa sebaiknya lo jangan memberitahukan kabar ini sama Faisal, gue takut Dia akan ngomong ke yang lain.."Kata Yunus.
"Nus...dari awal...Lo dan Faisal sudah tau bagaimana gue mengejar Aisha, gue percaya Faisal orang yang dapat di percaya, buktinya tidak ada yang tau tentang ini kecuali Kita Bertiga...
"Ada andil.. Faisal dalam hal ini Nus....seandainya gue tidak Mondok di Kampung Santri mungkin gue belum ketemu Belahan Jiwa gue....
Gue udah Janji sama Faisal kalo gue nikah, Lo dan Faisal akan jadi Saksi di mana gue menikah dengan Gadis Idaman Gue..."Ucapku Panjang lebar.
"Baiklah...semoga saja Faisal Amanah..."Ucap Yunus.
"Aamiin... Yuk kita langsung ke Perpustakaan.
Setelah melihat Faisal di sudut pajangan buku, Yunus pun menarik Faisal agar keluar dari ruang Perpustakaan.
"Sal...ada yang ingin Kami bicarakan denganmu, tetapi tidak disini, kita ke Taman ya..."Ajakku.
"Penting ya...Ren!!...ada apa sih??..."Tanya Faisal penasaran.
"Kita ke Taman dulu saja..."Ucap Yunus.
Sampai di Taman, suasana begitu Sepi dan Sunyi... Kami pun mencari tempat duduk, dirasa sudah nyaman mulailah Aku bicara.
"Sal....Aku mau Menikah?..."Ucapku.
"Hahaha...( becanda kan?).."Ucap Faisal.
"Rendi serius Sal....( Faisal langsung berhenti tertawa) dan Dia ingin Kita ada di Pernikahannya, Kamu mau kan?.."Ucap Yunus menyakinkan Faisal
"Mau lah...sebagai teman yang baik Aku siap menjadi Saksi dalam hidupmu, tetapi siapa gadis itu, apa Aku kenal?..."Tanya Faisal serius.
"Aku tertawa...Insha ALLAH Kamu akan melihat Calon Istriku ketika Aku Ijab Qobul, sekarang rahasia dulu ya hehehe......"Jawabku tersenyum
"Yaaahhh...nggak asik ah...maen Rahasia-rahasiaan tetapi baiklah.....kapan waktunya..."Tanya Faisal cemberut
"Hari Jum'at ini tetapi Aku minta jangan ada yang Tau Aku menikah ya Sal?..."Jawabku.
"Oke lah Sob...Aku senang mendengarnya... Semoga Pernikahanmu Samara ya...."Ucap Faisal
"Aamiin...Ya Allah..."Jawabku sambil mengusap wajah
Kalau begitu Hari Jumat pagi, Yunus akan datang menjemputmu untuk ke rumah Wanita Idamanku "Kataku.
"Oke...Aku tunggu.."Jawab Faisal.
Ya sudah kalo begitu Aku pamit ya mau ketemu Pak Iwan untuk Konsultasi Skripsiku.."Kataku.
"Oke Bro..."Jawab Mareka Berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ini Faisal ya teman-teman versi Author hehe
Ini Reva Adiknya Rendi
Lanjut ke Nikahannya Rendi dan Aisha ya..
__ADS_1