Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Ke Batoh


__ADS_3

Suara Azan subuh berkumandan, kami semua bangun dan mandi.


Selanjutnya karena tempatnya terbatas, kami bergantian sholat Subuh dengan 3 tenda pengungsi , kami secara bergantian sholat berjamaah.


Kami disini benar - benar merasa seperti saudara, saling antri tidak ada yang berebut, semua sangat tertib, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan.


Sesudah sholat mas Andi memimpin Bapak - bapak untuk senam, sedangkan Ibu - ibu langsung ke dapur membuat sarapan buat para pengungsi di bantu juga oleh kakak - kakak dari LSM, mareka membuat nasi goreng dan telor dadar dengan bumbu khas aceh.


Sekitar 1 jam kemudian Semua sarapan sudah matang dan di kumpulkan di atas meja prasmanan.


Satu persatu para pengungsi antri untuk mendapatkan sarapan, sedangkan yang sakit, itu langsung di antar nasi dan obatnya, oleh para pengungsi yang lain.


Mareka saling tolong menolong, sungguh membuatku begitu terharu, dan juga tampak dari wajah - wajah mareka saling ikhlas tidak ada yang mau menang sendiri, semua saling bahu membahu dalam kebaikan.


Setelah sarapan, kemudian kami di bantu oleh pak Hendra dari TNI, bersiap - siap berangkat ke daerah Batoh.


Pak Iwan memberi arahan sebentar buat tim yang tinggal di pengungsian, sesudah itu mobil tentara pun datang dan kamipun naik ke dalam mobil untuk selanjutnya berangkat ke Batoh.


Sesampai di daerah Batoh, kamipun teperanjat karena masih banyak mayat - mayat tergeletak, kamipun cepat turun langsung mengurus mayat - mayat yang sudah tidak beraturan.


Ada yang hilang tangan, ada yang hilang kaki, ada yang hilang mata, ada juga yang hilang kepala, karena mungkin kena seng atau benda - benda yang tajam waktu di bawa banjir, kami semua di bantu bapak - bapak TNI dan juga masyarakat sekitarnya, langsung mengumpulkan mayat - mayat tersebut.


Karena memang sudah ada yang busuk dan keluar belatung, tidak bisa di biarkan terlalu lama, Mayat - mayat tersebut kami naikan ke dalam mobil Tentara dan juga mobil bak terbuka dan kami bungkus pakai plastik yang sangat besar, untuk selanjutnya di bawa ke tempat pemakaman massal di daerah Gampong Siron.


Aku berujar dalam hati ", sungguh pemandangan yang sangat mengerikan, kalau Allah sudah menghendaki, maka apapun bisa terjadi, sangat mudah bagi Allah SWT, untuk mengambil semua yang Allah miliki.


Termasuk kita umatnya, sudah seharusnya kita sebagai hamba Allah, memohon ampunan dari segala dosa yang telah kita kerjakan dan menjauhi segala larangannya.


Sudah siang, akhirnya kami di bagikan nasi bungkus dan kami semua terpaksa makan di tengah - tengah suasana seperti ini, kalau di tanya baunya, yang namanya bangkai pasti bau.

__ADS_1


Apalagi bangkai manusia " , Ya ALLAH...aku mohon padamu Ya RABBI, tolong engkau pindahin bau yang menyengat ini ketika kami semua makan, agar kami semua bisa segera membantu Sodara - Sodara kami lagi ", pintaku dalam hati.


Dan sungguh ajaib, begitu aku selesai berdoa, seketika bau yang sangat busuk ini hilang ", Ya Allah..???", Syukur Alhamdulillah... engkau maha penyayang lagi maha pengasih...", doaku dalam hati sambil membuka bungkus nasi dan mulai memakannya.


", Ren... ", panggil Yunus.


", Ya..!!!", kenapa ", kataku.


", Alhamdulillah ya tadi baunya sungguh menyengat sekali, tapi sekarang sudah hilang ", kata Yunus.


", Iya Alhamdulillah... ayo kita segera makan, habis itu kita sholat zhuhur berjamaah baru kemudian kita lanjutkan lagi ", jawabku.


", Iya...", jawab Yunus sambil membuka bungkus nasi dan mulai memakannya.


Kalau kita bener - bener meminta kepada ALLAH, dengan hati yang tulus, maka pertolongan ALLAH kepada umatnya selalu di dengarnya dan tidak sedikit yang di ijabah doanya.... ALLAHU AKBAR ", batinku dalam hati.


Sungguh beruntung kita menjadi umatnya, karena setiap kita melakukan dosa maka pintu taubat selalu terbuka.


Seandainya kita di lahirkan dalam keadaan non muslim, maka hidayah yang harus kita cari, beda dengan kita yang memang sudah turunan muslim, hanya yang harus kita pelajari tentang sholat, mengaji, Habbluminallah dan Hambluminannas dan lain - lain.


", Sungguh mulia engkau ya RABBI... engkau jadikan kami hamba - hambamu, seandainya kami bukan hambamu sungguh kerugian yang sangat besar dalam hidup kami.


", Bumi...langit..barat...timur...utara...selatan.. semuanya milik engkau.


", YA RABBI...kemana kami akan pergi, semuanya punya engkau...maka ampunilah dosa kami semua umatmu yang hina ini...", doaku sambil menitikkan air mata.


", Yunus yang menyadari bahwa dari tadi aku termenung menepuk pundakku....", Insha Allah semua akan berakhir Ren...Indah pada waktunya ", kata Yunus sambil memberi aku semangat. Terima kasih Nus.. Insha Allah.." jawabku mantap.


Dan sesudah makan siang, kamipun semua sholat Zhuhur berjamaah, di dekat lokasi sisa - sisa dari banjir.

__ADS_1


Sesudah itu kami lanjut membersihkan Rumah - rumah yang hancur, dan mencari Mayat - mayat yang tersisa di bawah reruntuhan rumah akibat Gempa dan Tsunami.


Dan kami kaget juga bahwa di dekat mayat - mayat itu, kami juga menemukan Emas - emas yang lumayan banyak, yang mungkin terbawa banjir dan ada juga dari mayat itu sendiri, semua kami kumpulkan jadi satu, untuk selanjutnya di serahkan oleh Pak Iwan kepada Keuchik Batoh untuk selanjutnya diserahkan kepada Imam Masjid.


Bahwa ini sumbangan dari para korban untuk pembangunan mesjid yang rusak akibat Gempa dan Tsunami.


Dan setelah Mayat mayat itu kami bungkus dengan plastik untuk selanjutnya kami kuburkan di kuburan massal di tempat yang pertama tadi di Gampong Siron.


Kami semua yang ada disana sangat terharu dan semoga sodara - sodara kami di ampunkan dosa oleh ALLAH SWT.


Dan bagi kami yang ada di kuburan massal ini semoga jadi pelajaran atau i'tibar buat kita semua yang masih hidup.


Sesudah menguburkan para jenazah sodara - sodara kita, kemudian dilanjutkan dengan berdoa.


Kami semua hanyut dalam kesedihan, tidak sedikit Ibu - ibu juga bapak - bapak yang menangis, yang ada di sekitar tempat itu, kami semua yang ada di Kuburan Massal juga tak luput dari kesedihan mendengar doa yang di bacakan Imam mesjid daerah Siron dengan suara yang lemah lembut.


Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan, hati kami pilu tetapi ini semua sudah takdir dari ALLAH SWT, dan bagi yang masih hidup untuk selalu memohon ampun kepada ALLAH SWT dari segala dosa, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.


Setelah menguburkan di daerah Gampong Siron, kami kembali ke Batoh, kemudian kami istirahat sebentar di bale atau balai ( tempat untuk istirahat berbentuk panggung tanpa dinding ).


Kemudian kami lanjut membersihkan puing - puing rumah, warung dan Mesjid serta Meunasah yang kena Gempa dan Tsunami yang sudah rata dengan tanah, setelah itu kayu - kayu yang berserakan kami angkat dan masukan ke dalam mobil bak untuk di bawa ke tempat pengungsian untuk dijadikan bahan bakar untuk memasak.


Sebagian masyarakat di daerah Batoh sudah mengungsi ke tempat bukit yang tinggi, sebagian lagi ada yang pulang ke Batoh untuk mencari anak, mencari suami , mencari istri, mencari orangtua, sekaligus melihat rumahnya yang sudah rata dengan tanah.


", Ada yang menangis histeris karena anaknya hilang, ada yang pasrah, ada yang menangis tanpa suara karena sudah berhari - hari menangis karena sanak sodara hilang tanpa kabar dan dia hidup sebatang kara alias hidup sendiri, karena waktu kejadian dia sedang ke Gunung untuk menanam jagung.


Sungguh kami semua diam, tanpa tau berbuat apa, karena tidak tega mendengar tagisan mareka, hanya Imam mesjid atau pak Ustadz yang menasehati mareka dan berkata ", ikhlaskan semua... ini adalah cobaan dari ALLAH SWT, kepada kita umatnya, jangan menangis lagi, jangan meratap, ALLAH benci kepada umatnya yang meratap, semua harus Tabah... Sabar... dan Tawakkal kepada ALLAH, mungkin ini yang terbaik untuk mareka semua dan ini sudah takdir dari ALLAH, jangan meratapi..atau menyesali...karena kita semua milik ALLAH SWT " jelas Pak Ustadz panjang lebar .


", Semua diam dan terlihat dari beberapa Ibu - ibu juga Bapak - bapak sudah pasrah dan menerima cobaan ini.

__ADS_1


Dan sesudah di nasehati oleh Pak ustadz semua mulai pasrah dan mulai meninggalkan tempat ini untuk selanjutnya kembali ke tempat pengungsian sementara di daerah Batoh Gampong Ulee Glee.


__ADS_2