Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Primadona Desa


__ADS_3

Hari ini aku dan Yunus berangkat bareng ke Kampus, karena tadi aku sempatin untuk jemput Yunus di rumahnya dengan membawa mobil kijang innova. Tak berapa lama sampailah kami di Kampus, terlihat masih agak sepi namun sudah banyak yang datang, mungkin hari ini, hari Jum'at jadi yang masuk Kuliah sedikit agak sepi.


Kemudian Kami berpencar masuk ke kelas masing - masing. Aku Kuliah Bahasa Inggris sedangkan Yunus Bahasa Indonesia.


Setelah mengikuti mata Kuliah sampai selesai, Aku dan Yunus memutuskan pergi ke Kampung Santri untuk masuk ke Pesantren NURUL ILMI dengan perlengkapan masing-masing.


Kami Pesantren tidak seperti Santri pada umumnya, kami hanya masuk kalau libur kuliah atau jadwal kuliah yang tidak padat. Alhamdulillah Bapak Kyai Abdul Somad membolehkan kami mondok seperti itu disini.


Setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih 10 menit, sampailah kami di Pesantren NURUL ILMI. Kami langsung menemui Ustadz Hanafiah ( Pamannya Faisal). Setelah berbincang sebentar kami di bawa ke dalam kamar yang sudah di sediakan, kebetulan juga satu kamar itu terdiri dari 5 orang.


Mareka semua itu sudah seusia kami, tapi mareka tidak melanjutkan Kuliah tapi hanya mendalami Ilmu Agama misalnya kalau kuliah ada tingkat 1,2,3 dan 4 begitu juga dengan mengaji ada juga tingkatannya sampai tingkat 8 itu sudah level tertinggi dalam ilmu Agama.


Kami mulai berkenalan, selain aku dan Yunus di dalam kamar ini, terdapat Andi, Asep dan Teguh dalam bilik ini.


Alhamdulillah mareka menyambut kami dengan gembira begitu juga kami sebaliknya. Sesudah berbincang sebentar lalu kami mulai keluar untuk mengikuti Sholat Jum'at.


Oh iya disini kami semua pakai sarung karena itu wajib menandakan itu ciri khas anak Santri. Setelah Sholat Jum'at berjamaah, kemudian kami makan siang bersama dengan Santri yang lainnya.


SUBHANALLAH Santri disini ternyata Ribuan orang, bisa di bayangin gimana antrinya, misal makan, mandi, menyuci tetapi mareka sangat tertib dan sabar karena itu sebagian pelatihan ketika nanti terjun ke masyarakat jadi tidak kaget dengan budaya yang serba antri.


Termasuk aku juga melatih kesabaran seperti mareka disini dan kebetulan aku mendapat julukan Santri Mukiman alias Santri Sementara.


Ketika sore menjelang, aku dan Yunus menuju ke mesjid untuk sholat berjamaah dan kemudian mengikuti Kajian sore tentang tema Pentingnya Pendidikan Agama dalam Keluarga yang akan di sampaikan oleh Ustadz Maulana.


Selesai Kajian aku dan Yunus memutuskan untuk keluar dari Pondok?, kami menuju warung tak jauh dari Pesantren. Kemudian kami memesan Kopi dan gorengan.


" Adek berdua baru ya Nyantri disini?", Tanya Bapak pemilik warung.


" Bener Pak! kami baru masuk hari ini", Jawab Yunus.


Oooh gitu semoga Adek berdua betah Nyantri disini!",Kata Pak Simin sang pemilik Warung sambil memperkenalkan diri kepada kami, begitu juga kami menyebutkan nama masing-masing.

__ADS_1


'Mudah-mudahan Pak, "Jawabku sambil tersenyum.


Sesudah minum kopi kamipun pamit untuk jalan- jalan sore sambil melihat pemandangan.


Sayup-sayup terdengar orang menyanyi dari kejauhan, kami pun penasaran siapa yang bernyanyi itu, aku dan Yunus mencari sumber suara itu, tampak oleh kami sekelompok pemuda sedang bernyanyi di tengah- tengah kebun di sebuah saung sambil bermain gitar.


Dibalik kerudung wajahmu bersembunyi... Kau cantik alami anugerah Ilahi.... Tapi bukan karna itu aku sayang padamu.... Juga bukan karna itu aku cinta padamu....Kau hiasi diri dengan budi perkerti, kau hambakan diri kehadirat Ilahi...


Reff....Tiada lelaki yang membantah kecantikan wajahmu.... kelembutan sikapmu ... keindahan senyummu... Tapi yang menyilaukan mata sinar keimananmu.. yang slalu kau pancarkan dalam setiap langkah... Gadis seperti Aisha yang aku dambakan.... ( lagu Pak Haji Rhoma Irama berjudul Kerudung Putih).


"Ucup sadar dong...hahaha mana mau Aisha sama lo, ngaji kagak Sholat apalagi...", Kata Ismail.


"Yeee...sirik aja... bilang aja....lo juga suka kan sama Aisha?", Jawab Ucup.


Siapa sih di kampung sini yang tidak suka sama Aisha, selain cantik wajahnya juga dia sangat sholeha, lelaki mana yang nolak?, kecuali lelaki buta hahaha ", Jawab Mail sambil tertawa.


Iya..ya..coba gua kawin sama Aisha, tuh Aisha gua kekepin 3 hari 3 malam kagak boleh keluar kamar hahaha," Jawab Agus.


hahaha...Gus...Gus..mimpi lo ketinggian banget, nggak liat tuh..si Adam saja yang anak Lurah di sini di tolak sama Aisha, apalagi kita kecebong tanah, hadeehh... Mimpi jangan ketinggian ah jatuh nanti sakit, " Kata Malik sambil di amini oleh teman-temannya yang lain.


Iya...ya..tapi gua penasaran seperti apa ya suami Aisha kelak, karena dia kan Primadona di kampung sini tentu pilihan Pak Haji Surya Dinata ( Ayahnya Aisha) bukan pemuda sembarangan, gua penasaran aja kayak gimana ya? Kira-kira tampangnya, " Jawab Mail.


Yang pasti bukan kayak lo, IL!" Jawab Agus cepat.


Yeee...sirik aja lo, siapa tau Pak Haji khilaf eh milih gua jadi mantunya hehe", Jawab Mail sambil tertawa.


Aku dan Yunus mendengar semua obrolan mareka secara sembunyi dibalik pohon.


Ren...lo denger tidak? Ternyata cewek idaman lo, idola para lelaki disini hehe, "Kata Yunus.


'Iya Nus...ternyata Aisha Primadona di Kampung Santri ini, tentunya banyak yang suka sama dia, termasuk anak Pak Lurah juga", Jawabku pelan.

__ADS_1


Sabar..Sob..kalau memang jodoh, lo sama Aisha akan bersatu juga", Jawab Yunus memberi semangat padaku.


Sebenarnya gue penasaran Sob!, Sama Aisha cewek idaman lo, seperti apa dia sampai-sampai banyak pemuda suka padanya.


Aku tersenyum mendengar penuturan Yunus, " yang pasti dia wanita sholeha Nus seperti nyanyian mareka!", Jawabku sambil menangkat alis sebelah.


Yuukkk kita samperin mareka, "Ajakku Pada Yunus. Akhirnya kamipun menemui para pemuda kampung Santri yang sedang bermain gitar.


Assalamu'alaikum....", Kami memberi salam pada mareka.


'Wa'alaikum Salam...", Jawab mareka serempak.


Maaf numpang tanya ya Kang?, Rumah Pak Haji Ahmad Ma'ruf dimana ya?", Tanya Yunus.


Maaf kalau boleh tau mas ini dari mana mau kemana?" Tanya Agus.


Kami Santri Pondok Pesantren Nurul Ilmi dan kami bermaksud mau ke rumah Pak Haji Ahmad Ma'ruf, Jawab Yunus.


Oh mas ini Santri Nurul Ilmi, kalau begitu silahkan Mas ikuti jalan ini sampai ketemu pertigaan lalu belok kiri, nanti lurus saja sampai ketemu TPA AL-HIDAYAH, nanti kalo tidak tau, mas coba tanya lagi ya?," Jawab Mail ramah.


Rumah Pak haji Ahmad itu dekat Mushola AlHIDAYAH ya mas?", Jawab Asep.


" Kalau begitu terima kasih ya tuk informasinya, " Jawabku sambil tersenyum


' Iya Mas...sama-sama", Jawab mareka.


Setelah berlalu dari hadapan mareka, aku menyarankan kepada Yunus untuk balik ke Pondok saja.


Nus sebaiknya besok saja ya kita ke rumah Pak haji Ahmad Ma'ruf gimana?, karena ini kan mau maghrib juga, " Tanyaku.


'Iya deh...yuk kita balik ke Pondok tidak enak kalau kelamaan di luar nanti di cari lagi," Jawab Yunus.

__ADS_1


Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke Pesantren besok baru ke rumah Pak Haji Ahmad.


__ADS_2