
Setelah Membantu ibu - ibu di tenda umum untuk memasak, aku menuju ke Bale yang menurut mareka untuk di pergunakan buat sholat, dan mengaji.
Bale itu semacam tempat yang terbuat dari kayu yang tingginya 1 meter, semacam rumah panggung tapi tidak berdinding, hanya mareka pergunakan buat Sholat dan Mengaji.
Sehabis sholat Asar berjamaah dengan pengungsi setempat, aku mengobrol sebentar dengan bapak - bapak yang sedang istirahat di bawah pohon kelapa.
Sementara Yunus dan Malik, serta kakak - kakak dari LSM, mareka bergotong royong membersihkan puing - puing kayu yang di bawa oleh banjir dan juga membantu para pengungsi lainnya yang sedang membangun sumur untuk air bersih.
Kami semua berkerja dengan hati senang dan juga bersama dengan TNI juga para pengungsi membantu dalam membuat meunasah atau mushola untuk sholat.
sebagian dari anak - anak sudah ada yang bermain, ada yang bermain sepak bola untuk anak lelaki, main karet dan juga main masak - masakan untuk anak wanita.
Kami senang melihat mareka sudah mulai menerima cobaan ini, karena dasarnya sudah di didik dengan keimanan bahwa semua ini cobaan dari ALLAH SWT, untuk umatnya, agar selalu mengingatnya.
Aku telpon mama.
",Assalamu'alaikum ma...", kataku.
", wa'alaikum Salam Sayang???", Gimana para pengungsi nak?", uangnya sudah di berikan belum? ", tanya mama.
",Belum ma...Insha Allah nanti malam Rendi serahkan dengan uang dari teman - teman kampus, ", Jawabku.
", Kalau bisa jangan satu tempat pengungsi nak...salurkan juga di tempat yang lain juga yang tidak terjamah dengan tim relawan ", kata mama mengingatkan.
",Baik ma...Insha Allah nanti Rendi rembukan juga dengan kawan - kawan dulu, baru nanti disalurkan, " jawabku.
",Papa sudah pulang Ma? " tanyaku.
", Alhamdulillah sudah nak, tapi sekarang sedang sholat Maghrib sama Reva, kalau mama sedang berhalangan ", jawab Mama.
", baik Ma.!!!", kalau begitu salam buat Papa sama Reva ya Ma... ", kataku.
", Kalau di Aceh maghribnya nanti jam 7 malam, sedangkan di Jakarta sudah isya ", kataku.
",Oooohh gitu berarti beda satu jam ya, lebih cepat Jakarta, " tanya mama.
", iya ma...!!", jawabku.
kalau begitu Rendi tutup dulu ya ma..nanti Rendi kabarin lewat sms saja ya, Ma..??? ",Assalamu'alaikum...", kataku.
", Wa'alaikum Salam jawab Mama sambil menutup telpon.
Rendi...!!!", Panggil Pak Iwan.
__ADS_1
iya Pak", jawabku.
Sesudah satu minggu di Lampuuk, Kami akhirnya terbagi dua kelompok lagi, karena masih banyak yang memelurkan bantuan.
Besok Pagi ada yang tinggal disini membantu para pengungsi, ada yang ikut pergi bersama dengan bapak - bapak TNI.
Kita turun ke lapangan, untuk membersihkan puing - puing di daerah Batoh, konon katanya masih ada Mayat - mayat yang belum di kuburkan", Pak Iwan menjelaskan kepadaku.
", Baik pak!!!" , Jawabku.
kalau begitu nanti malam kita kumpulkan semua dan kita bagi dua tim ", kata Pak Iwan lagi.
", Baik pak ", Jawabku.
Sesudah berbicara dengan pak Iwan, aku pamit mau mandi.
Sesudah mandi, Aku, Yunus, Malik serta kakak - kakak dari LSM, ikut bantu membagikan nasi berserta lauk pauk untuk para pengungsi.
Mareka terlihat bahagia walaupun masih sedikit ada rasa trauma tetapi sudah mulai sedikit demi sedikit bisa bangkit dari musibah ini.
", Nus...Lik..sebentar, " kataku.
", iya ada apa..!!!", tanya Malik.
", Begini...untuk sumbangan dari kampus dan juga dari Hamba Allah... sebaiknya kita membagikan ke beberapa tempat pengungsian gimana?" , tanyaku.
", Nah kita bantu deh itu, nanti kita tanya info ke masyarakat sekitarnya ", kata Malik.
",oke dek Lik!!!", kataku.
", Kita setuju ya, nanti malam aku kasih sebagian dananya disini sama pak keuchik, yang lain kita salurkan ke beberapa tempat tsunami yang parah.
Sehabis Sholat maghrib, lalu Pak Iwan membuka percakapan.
Teman - teman sekalian, besok kita bagi 2 menjadi tim, ada yang stay di sini, ada yang ikut saya terjun ke lapangan daerah Batoh.
Itu daerah yang kena tsunami lumayan parah. Nah yang ikut saya itu adalah Saudara Rendi, Yunus, Andi, Malik, Adji, dan Ahmad.
Sedangkan Febri dan Fendi serta teman - teman yang wanita tetap disini membantu masyarakat disini.
Kenapa saya hanya bawa yang laki - laki karena ini tempatnya jauh dari sini terus yang kedua kita belum tahu seperti apa keadaannya disana, jadi buat teman - teman wanita, lebih aman disini, selain membantu ibu - ibu memasak juga bisa mengajarkan anak - anak belajar..." , kata Pak Iwan menjelaskan.
", kami semua setuju karena memang ini tujuan kami membantu masyarakat yang kena musibah ini.
__ADS_1
Setelah semuanya setuju dengan di bantu dari bapak - bapak TNI, besok kami berangkat ke daerah Batoh.
Dan sesudah rapat, kami membubarkan diri tapi sebelum itu, kami bertemu dengan pak keuchik dan menyerahkan sedikit uang untuk kebutuhan konsumsi dan untuk kebutuhan yang lainnya.
", terima kasih banyak nak Rendi dan teman - teman, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua, Insha Allah uang ini akan Bapak pergunakan dengan sebaik - baiknya.
", Karena sedikit saja kita menyalahkan amanah ini maka azab Allah sangat pedih...", kata Pak Keuchik.
", kamipun mengangguk dan membenarkan apa yang dikatakan oleh pak keuchik kampung itu.
Sesudah berbicara dan menyerahkan sumbangan dari teman - teman kampus, Lalu kami menuju dapur umum untuk makan malam yang sudah di sajikan untuk kami.
sedangkan untuk para pengungsi sudah selesai semuanya dan sekarang ada yang sedang istirahat, ada yang mengaji, ada yang sedang mengangkut kayu buat dijadikan kayu bakar buat memasak, pokoknya semua saling bantu membabtu untuk para pengungsi.
Aku dan teman - teman sangat senang sekali membantu masyarakat disini, kami semua bergotong royong membangun mushola atau meunasah dan juga untuk para wanita.
Kakak - kakak dari LSM, juga mengajarkan anak - anak membaca dan menulis seperti layaknya sekolah.
Karena sekolah mareka sudah hancur karena tsunami.
Terdengar suara anak - anak mengaji sehabis sholat Isya, saling bersautan dengan suara merdu sekali seakan - akan ini pesantren.
Aku tersenyum bangga beginilah kalau sedari kecil sudah di tanami keimanan, musibah yang besar ini mareka lalui dengan pasrah dan sabar...ALLAHU AKBAR ", batinku dalam hati sambil menghapus air mata.
Sementara itu di Jakarta mama, selalu memantau berita tentang tsunami aceh,
", Pa...!!!", panggil Mama.
", iya sayang ", jawab Papa.
", Mama ...rindu sama Rendi...", kata mama sedih. ", Maa..???? Ikhlas.. ", Insha Allah ini menjadi pengalaman buat anak kita.
Papa malah bangga karena walaupun dia orang yang berada tapi mau langsung membantu orang yang kena musibah ", kata Papa.
", Mama sudah ikhlas Pa...tapi sehari - hari biasanya ada yang tiba - tiba meluk Mama terus minta di masakin masakan kesukaan dia, apa Rendi bisa makan makanan disana ya Pa...", tanya Mama.
", sayang..??? ", Panggil Papa sambil membelai rambut Mama ( memang dari nikah sampai sekarang mareka awet romantisnya, yang pasti Papa adalah pria yang romantis ).
", Anak kita sudah dewasa, makanan apapun yang dia makan asal halal dan dia suka, kenapa itu jadi masalah, justru itu jadi cerita, dia makan dengan menu yang berbeda - beda.
Papa yakin Rendi pasti bisa melewatinya, dan dia bukan orang yang pemilih dalam makanan, Papa tahu anak Papa gimana ? " jawab Papa menyakinkan Mama.
",Udah ah ma..!!!!Jangan berpikir yang bukan - bukan, sekarang berdoa saja semoga ini segera berakhir dan mareka semua disana dalam keadaan baik - baik saja ", kata Papa.
__ADS_1
",iya Sayang ", Jwab Mama sambil menghapus air mata dan memeluk Papa.
Mungkin ini karena kerinduan seorang Ibu terhadap anak lelakinya ", batin Mama ".