Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Bencana Alam


__ADS_3

Pagi ini matahari bersinar dengan cerahnya, dan sebuah senyuman terukir di bibirku tentang perkataan mama, "Muliakan Istrimu maka hidupmu akan Berkah ".


Ingatanku akan perkataan Mama kepadaku semalam. "Insha Allah kalo nanti aku menemukan wanita yang sholeha tentu akan aku lakukan seperti nasehat Mama.


Sebenarnya aku malas berangkat ke kampus, tapi apalah daya banyak tugas yang sudah menanti, "Ren... bangun woi udah siang ini ", panggil Yunus sambil mengedor pintu kamarku.


masuk aja Nus nggak di kunci ", Jawabku.


" lo sakit ya Ren, kok belum mandi, kan kita sudah janji mau ke kampus ", kata Yunus sewot.


" Bentar Nus???", jawabku sambil memeluk guling.


"Yeeee ni anak, cepat mandi kita udah di tunggu tuh sama anak -anak LDK ( Lembaga Dakwah Kampus )", kata Yunus sambil menarik tanganku.


Oooh iya gue lupa, bentar ...gue mandi dulu ya ", Jawabku sambil meraih handuk langsung ke kamar mandi.


*Rendi...Rendi... baru kali ini gue lihat anak Kolongmerat kayak lo tapi hidup sederhana, kebanyakan dari mareka pada foya-foya menghabiskan uang orang tuanya ", dugem, maen cewek, minum, narkoba, tapi lo nggak Ren, lo begitu sederhana, jangankan main perempuan, dugem, minum aja tidak perna*h.


Pernah aku menanyakan kepadamu kenapa kamu tidak main dengan anak -anak Borju yang lain, kenapa maen dengan gue yang notabene anak orang miskin ", Lo jawab waktu itu bikin gue bangga sebagai sahabat lo.


"Gampang bagi gue dapat temen untuk berbuat Maksiat, misalnya Dugem, Mabuk, Narkoba, maen cewe.


Tapi ...( dengan mata berkaca - kaca ).


Apa kamu tidak malu kepada Allah yang telah memberikan kamu sedikit nafas tuk hidup, kalo kamu melakukan itu lalu di mana Allah.


"AKU TERLALU MALU NUS SAMA ALLAH YANG TELAH MEMBERIKAN KEHIDUPAN BAGIKU SAMPAI SAAT INI.


" Jawabmu dengan lembut ketika itu", dan akhirnya aku juga menyadari bahwa kamu berbeda dengan orang -orang kaya pada umumnya.


"Gue mencari teman sejati yang mencintai gue sampe ke Jannah maksudnya mencintai itu menuntun gue sampe Surganya Allah.


"Itu baru teman sejati, bila gue salah dia menyadarkan gue, kalo gue bener dia yang mensuport gue, dia selalu ada di kala gue senang dan susah dan satu lagi gue takut kepada Murkanya Allah, dan kalo Allah sudah murka maka hidupmu juga Sia -sia ", Jawab Rendi panjang lebar.


Dan itu sampai sekarang selalu aku ingat dan betapa bangganya Yunus mendapatkan sahabat seperti Rendi, yang tidak hanya cakep wajahnya tapi juga cakep Akhlaknya", gumam Yunus dalam hati.


Sebenarnya gue tidak habis pikir juga dengan sifat Rendi.


Kok ada ya anak Kolongmerat nomor 1 di Asia yang kekayaannya tidak habis 17 turunan dengan properti di mana-mana.


Rumahnya di Pondok Indah saja ada 2, belum lagi di PIK 1 rumah, belum lagi Apartemen, Villa di Bogor, Bandung, dan Bali, bahkan dia juga punya Pesawat Pribadi tapi kok mau naik motor butut ke Kampus, bahkan kalo dia mau Limosin pun dia bisa bawa ke Kampus.


Tapi... itu tidak dilakukan sama Rendi, dia nyaman dengan hidup sederhana dan katanya sih dia mau mencari wanita yang mencintai dia apa adanya tanpa memandang Harta dan Jabatan.


"Semoga saja doa Rendi di kabulkan oleh Allah ", doaku dalam hati.

__ADS_1


Ehh.....bengong aja...!!!", kata Rendi sambil memukul pelan pundakku.


Ayam gue kemaren sakit loh gara - gara bengong, apalagi lo hehehe ",kata Rendi meledekku.


"Sialan lo Ren, ngagetin aja...orang lagi membayangkan main ski di eskimo ", kata Yunus sambil cemberut.


Duuuhhh ...yang maen salju di eskimo ikut dong hahaha " , ledek Rendi pada Yunus.


Udah cepetan nanti telat kasian teman-teman ", Ajak Yunus.


" Yuk..gue udah siap, kita sarapan dulu habis itu kita ke Kampus", kataku semangat.


Sehabis sarapan aku dan Yunus pamit kepada Mama untuk langsung pergi ke Kampus.


" Assalamu'alaikum Ma...",kataku sambil mencium tangan Mama di ikuti dengan Yunus


"Wa'alaikum salam sayang, hati -hati ya nak?? jangan ngebut bawa motornya ", pesen Mama.


" iya ma..!!", Jawabku sambil melangkah pergi.


Setelah menempuh waktu 1 jam perjalanan, akhirnya kamipun sampai di Kampus.


" Hei... Ren ada surat tuh dari adik kelas namanya Sinta ", kata Sonny.


Thanks ya???", Jawabku sambil menerima surat itu.


Sayang ya.. coba kalo gue jadi Rendi udah gue pacarin itu cewek satu persatu, mubazir di sia-siakan", Kata Arif .


" iya mana cantik-cantik lagi, belum lagi sang Primadona Kampus, si Anggi dari pertama masuk Kampus, doi udah naksir berat sama si Rendi.


Tapi si Rendi dingin kayak es, nggak di ladeni tuh si Anggi, kalo gue udah pacaran sama si Anggi, mana cantik, kaya lagi hehehe",kata Sonny panjang lebar.


Untung Rendi bukan lo Son", kata Yunus sambil mentowel kepalanya Sonny.


"Sialan lo Nus!!!", bilang aja lo iri sama Rendi kan, soalnya lo kan kalah cakep di bandingkan Rendi ", ledek Sonny.


"Yeeyee bukan begitu, si Rendi kagak suka wanita seperti itu, doi belum ketemu wanita yang membuat jantungnya berdebar-debar.


Kalau udah ketemu pasti langsung di kawinin sama si Rendi, ya nggak Ren??", Kata Yunus sambil menyenggol gue.


Aku cuma tersenyum, sambil mengucapkan Aamiin".


Udah-udah yuk kita ke ruangan BEM, soalnya ada yang mau kita diskusikan ", Ajakku kepada mareka .


Teman-teman, minggu ini kita harus berkumpul di Kampus jam 10 pagi ya, soalnya nanti ada tim dari LDK (lembaga dakwah kampus ) mau ngasih undangan TAFAKUR ALAM di Bogor.

__ADS_1


Saya harap teman-teman dari BEM kalo ada yang sempat bisa ikut acara TAFAKUR ALAM di Bogor, rencananya yang akan di laksanakan pada Bulan Januari Tahun depan", kataku panjang lebar.


" Oke siap ", Jawab mareka serentak.


Selesai dari kantor BEM, aku kebetulan tidak ada kuliah karena Dosen mata pelajaran Matematika sedang sakit, jadi akhirnya kelas bubar.


Memang kebetulan hari ini aku cuma 1 mata Kuliah, jadi langsung pulang setelah aku kabarin ke Yunus kalo aku pulang duluan.


Hari minggu tanggal 26 desember 2004, seperti biasa habis Sholat Subuh, aku jogging sebentar, lalu mandi dan sarapan.


INSHA ALLAH nanti jam 9 aku jalan ke Kampus, janjian ketemu dengan teman-teman dari LDK tuk acara TAFAKUR ALAM.


Tiba -tiba Papa yang lagi nonton tv teriak, memberitahukan bahwa ada Bencana Alam di Aceh.


Kami semua langsung berlari untuk melihat beritanya, dan terlihat orang -orang berlari panik untuk menyelamatkan diri masing -masing.


Dan barulah ketika pembawa acara televisi memberitahukan bahwa ini mirip kejadiannya seperti di Jepang dengan nama TSUNAMI.


Kami melihat betapa mengerikan Bencana Gempa, disusul kemudian air laut naik ke daratan, semua orang, baik tua maupun muda semua panik, berlari ke tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri masing -masing.


Anak -anak banyak yang jadi korban, karena tidak bisa berenang, dan air di perkirakan naik setinggi atap rumah, betapa mengerikan karena belum pernah kejadian seperti ini menimpa Negeri kita.


Mama dan Reva menangis melihat itu, aku sendiri tidak tau harus berkata apa, Papa sendiri juga sedih melihat kejadian seperti ini, aku langsung bangkit dan menelpon Yunus.


"Assalamu'alaikum Nus ", sapaku lewat telpon. "Wa'alaikum salam Sob ", kata Yunus.


Nus udah lihat berita di Aceh belum? ",kataku. Udah ni masih lihat tivi, semua orang di kampung lagi heboh ", kata Yunus.


"Iyaa gue dan keluarga juga lagi lihat ", Kataku.


"Oh iya Nus, sekarang lo telpon Arif dan Sonny minta anak -anak untuk kumpul di Kampus.


Semua Departemen minta kumpul sekarang ke Kampus, ini Urgent oke ", kataku cepat.


" Oke Ren!!!", sekarang gw telpon mareka, dan secepatnya gue ke Kampus ", Jawab Yunus.


"Oke Nus kita ketemu di Kampus dan sekarang gue akan telpon David dan Malik untuk ke kampus juga ", kataku sambil mengucapkan Salam.


Sesudah mematikan telpon dari Yunus, aku mendekati orang tuaku yang masing menonton televisi.


" Maa..!!", Pa..!!", Rendi ijin ke Kampus sekarang ya Ma, soalnya kami akan mengadakan rapat untuk bencana di Aceh", kataku pada Mama dan Papa.


"Iya nak hati-hati, begitu sampai di Kampus kamu kabarin Mama ya?, "jawab Mama.


Sedangkan Papa mengangguk pelan sambil tersenyum kepadaku.

__ADS_1


"INSHA ALLAH ya Ma, Rendi akan telpon Mama begitu sampai di Kampus", kataku sambil menuju kamar.


Setelah mandi dan beres-beres aku pun berangkat ke Kampus Tercinta.


__ADS_2