
Aku melangkah sampai di depan rumah dan mulai mengetuk pintu.
Aku memang tidak memberitahukan tentang kepulanganku hari ini.
", Ketika Mama menanyakan kapan aku pulang?", Aku selalu jawab sebentar lagi, dan hari ini adalah hari dimana aku kasih suprise buat semuanya ", Batinku dalam hati ".
", Assalamu'alaikum...", sapaku pelan.
", Wa'alaikum Salam ", Jawab Bik Atun sambil membuka pintu.
Dan menatap tak percaya bahwa yang di hadapannya adalah Den Rendi yang sangat disayanginya.
", Den Rendi...!!!!", panggil Bik Atun sambil memelukku".
Bik Atun sudah seperti Ibu bagiku karena beliau yang merawatku dari aku kecil sampai sekarang.
Jadi akupun sangat sayang pada Beliau, Akupun membalas pelukannya.
" Nyonya...Nya...Den Rendi sudah pulang, " teriak Bik Atun senang.
" shuuut...sambil menaruh telunjuk di depan bibir, berharap Bik Atun tidak teriak lagi".
"Bik...bik..biar saya yang ke kamar mama sekalian mau kasih suprise hehehe.
"Oooh begitu baiklah Den, " jawab Bik Atun. akupun melangkah dengan perlahan, untung teriakan Bik Atun tidak di dengar Mama.
Aku sampai di depan pintu kamar Mama, dan mulai mengetuk pintu.
Terdengar dari dalam ada suara yang mempersilahkan masuk, akupun meraih gagang pintu dan membuka pintu, terlihat Mama sedang berbaring, mungkin sedikit lelah.
",Assalamu'alaikum ma....", sapaku pelan ", ",Wa'alaikum Salam, " jawab Mama tanpa membalikkan badannya.
", Kenapa suaranya mirip Rendi ya, ", gumam Mama yang terdengar olehku.
" Akupun cuma tersenyum, akhirnya Mama membuka mata dan membalikkan badannya.
", Mama sangat terkejut dan berteriak memelukku.
",Sayang ????", kamu sudah pulang Nak!!!! ", teriak Mama tidak percaya.
", Dengan deraian air mata Beliau mencium dan memelukku dengan erat, aku membiarkan Beliau memelukku dengan pelukan yang teramat rindu".
Karena dari kecil kami tidak pernah jauh, baru kali ini jauh dan terasa lama, aku pun menitikkan air mata.
",Maa.. !!!..Rendi kangen sama Mama ", kataku sambil terus memeluknya.
", Iya sayang kami juga rindu kepadamu, anak sholeh Mama...", kata Mama sambil menangis.
Kenapa kamu tidak memberitahukan kepulanganmu kepada kami, kan nanti biar kami jemput di bandara ??", kata Mama.
", Biar suprise Ma....", Jawabku santai.
__ADS_1
", Kamu ini, nakal ya?, coba kalau kamu kenapa - napa?", kan Mama yang sedih?", iiiihhsss gemes sambil mencubit lenganku.
" Duh...duhh...sakit Maa...", kataku sambil memengang lengan.
" Biarin habis isengin Orang Tua ", Kata Mama sambil nyengir".
", Ya Sudah sekarang mandi dulu gih!!", habis itu makan ?", kata Mama lembut.
",Terus istirahat pasti lelah kan?", Kata Mama Lagi.
", Iya ma...", kataku sambil kembali memeluknya dan beranjak keluar.
", Sesudah menemui Mama, aku langsung ke kamar untuk mandi, lalu makan siang dan istirahat".
Tiba - tiba handphoneku berbunyi, dan kulihat sebuah nama yang tak asing.
", Assalaku'alaikum...", sapa Arif.
", Wa'alaikum Salam...", Jawabku.
", Ren...Apa kabar?", Jam berapa sampai Jakarta?? ", Tanya Arif.
", Alhamdulillah baik Rif!!", sekitar 1 Jam yang laku, sekarang sudah sampai rumah", Jawabku.
" , Alhamdulillah...seneng gue dengernya..", Jawab Arif.
Terus Malik sama Yunus, udah sampai belum? ", tanya Arif kembali.
", Alhamdulillah sudah !!", Tadi gue anterin mareka dulu, baru habis itu pulang ke rumah ", Jawabku.
", Insha Allah..Iya Rif", Jawabku.
", Kalau begitu sampai besok ya Ren".
", Assalamu'alaikum...", Kata Arif.
", Wa'alaikum Salam...", Jawabku sambil mematikan telpon.
Lalu Akupun makan siang dengan lahap, aku lihat sepertinya Reva belum pulang sekolah, karena kalau ada, Dia pasti berisik ", batinku.
Akupun lanjut ke kamar untuk istirahat karena lelah juga dalam perjalanan.
Jam menunjukkan waktu hampir maghrib, Aku langsung buru2 Sholat Asar, karena tadi ketiduran, Kemudian baru mandi.
Aku turun ke bawah, ku lihat Reva sudah mau ambil Wudhu, ku dekati dia pelan - pelan.
" Sayang????", Panggilku pelan, Reflek Reva melihat ke arahku dan berteriak.
", Massss Rendiiii!!!", Panggilnya keceng di telingaku, dan langsung memeluk dan menangis dalam pelukanku.
", Maaassss Jahat, Kenapa tidak kasih tau Reva, Kalau Mas sudah sampai??", Renggek Reva.
__ADS_1
", Kan Mas mau ngasih suprise!!", kalau di kasih tau tidak suprise lagi dong", Balasku".
", Au Ah Mas gitu, kan kangen ", Kata Reva sambil menyeka air matanya dan sedikit ngambek".
", Udah dong sayang?", jangan ngambek lagi, nanti tidak cantik lagi lo...?", Kataku sambil mencubit hidung dan merangkulnya".
", Sekarang kan Mas udah di rumah, Jangan marah lagi ya adek manis???", kataku sambil memegang pipinya karena gemes.
"Iya dehhhh Mas sayang?????", Dek Reva tidak ngambek lagi sambil memengang wajahku dengan imut.
", sudah - sudah!!!", Kata Mama membenahi.
" Yuk kita Sholat Maghrib berjamaah, Kamu yang Imam ya Ren??", soalnya Papa masih lembur di kantor ", Kata Mama.
", Siap Ma!!!", Jawabku sambil mengambil air Wudhu.
Kemudian kami pun Sholat Mahgrib berjamaah.
Lalu selesai Sholat, kamipun Lanjut Mengaji, sambil menunggu waktu Sholat Isya.
Habis Sholat Isya berjamaah, Kamipun lanjut makan malam, tapi sepertinya Papa pulang telat karena masih harus meeting dengan kliennya.
Habis makan, Aku langsung balik ke kamar ada yang mau beresin, karena besok aku berencana pergi ke Kampus.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Aku pun turun ke bawah sekalian mau ketemu Papa.
Karena beliau tidak tau aku sudah pulang, Tadi aku sempat pesen ke Mama untuk tidak memberitahukan tentang kepulanganku.
", Assalamu'alaikum...!!!", Terdengar suara Papa memberi salam.
", Wa'alaikum Salam!!!", Jawabku.
", Papaaaa!!!", teriakku sambil memeluknya.
"Papa sangat kaget dan langsung memelukku dengan erat.
", Anak Nakal!!!", Pulang??", kenapa tidak bilang?", Kata Papa sambil melepas pelukannya.
", Akupun tersenyum, dan berkata", Biar suprise Pa!!".
", Hmmm ya sudah, Akhirnya kamu pulang dengan selamat dan Papa bangga kepadamu karena sudah membantu sodara kita di Aceh," Kata Papa sambil menepuk pundakku, ketika kami menuju ke ruang tengah.
", Mamamu mana, " tanya Papa".
", Sepertinya sudah tidur pa..", Jawabku.
Akhirnya Akupun bercerita ke Papa tentang Dahsyatnya TSUNAMI ACEH.
Papa mendengar dengan hati sedih, Apalagi kami yang melihat langsung itu lebih mengerikan dan menyedihkan.
Banyak Hal yang menjadi pelajaran buatku, dan lebih membuat aku untuk selalu taat kepada ALLAH SWT.
__ADS_1
Sesudah berbicang- bincang dengan Papa. Akupun masuk kamar untuk istirahat.
", SATU HAL YANG HARUS KITA PETIK DARI KEJADIAN TSUNAMI ACEH, " KALAU ALLAH SUDAH BERKEHENDAK APAPUN BISA TERJADI ". APALAH KITA YANG HANYA DEBU, SEKALI TIUP MAKA AKAN MUSNAH TAK BERSISA.