
Sesudah ngopi-ngopi dan duduk santai, Kami pun kemudian pulang ke rumah, tapi sebelum itu Kami mengantar Faisal pulang ke rumahnya.
Lalu Kami menuju Rumahku, Sampai di Rumah terlihat sudah sepi maklum sudah pada istirahat karena kecapean habis acara tadi.
Nus...mau nginep atau pulang, tawarku pada Yunus di depan pintu pagar.
Gue pulang saja Sob..."Jawab Yunus.
"Ya Sudah bawa Mobil saja...besok temani Gue masuk Kantor ya?....Ada beberapa berkas yang belum Gue tanda tangani...."Ujarku.
"Oke Bro...siap..."Jawab Yunus.
Ya sudah, gue masuk dulu ya?...hati-hati di Jalan..."Ujarku.
"Sip...gue cabut dulu ya???...mimpi yang Indah ya penganten baru hehehe..."Ledek Yunus.
Aku cuma tertawa mendengar ledekan Sahabatku itu.
Aku melangkah Masuk ke dalam rumah. Semua sudah pada istirahat karena waktu juga sudah menunjukkan Jam Sebelas Malam.
Kami nongkrong di Kafe tidak terasa, tau-tau sudah larut malam.
Aku langsung menuju Ke kamar untuk Istirahat. Tapi sebelum itu aku membersihkan diri dulu karena sedikit lengket juga baru sesudah itu Sholat Isya.
Walaupun Kami Nongkrong di Cafe tapi untuk urusan Sholat Kami selalu mengerjakannya, Dimanapun dan Kapanpun, itu yang utama.
Sesudah itu Aku merebahkan badanku, terbayang Wajah Istriku, ada rasa Rindu ingin berada di dekatnya tapi harus tunggu Sampai Tiga Hari karena sudah Tradisi seperti itu.
Setiap Penganten di Sana belum bisa langsung Malam Pertama habis Nikah, tapi harus di tunda sampai Tiga hari.
Agar Pengantin Wanitanya bisa melepas Rindu dengan Orang Tuanya sebelum ikut dengan Suaminya untuk menjalankan Rumah Tangganya.
Aku pun tertidur dengan lelap karena kecapean dan tak lupa Berdoa kepada ALLAH untuk di jauhkan dari hal-hal buruk.
Azan Subuh berkumandang, Aku pun bangun kemudian Mandi biar seger juga, maklum semalem Aku telat untuk tidur.
Kemudian Aku turun untuk Sholat Subuh Berjamaah.
Selesai Berjamaah, Aku lanjutkan dengan membaca Ayat Suci Alqur'an.
Setelah itu Aku menuju Ruang Makan untuk Sarapan Pagi bersama.
"Sayang...Jam berapa semalam pulang?? "Tanya Mama.
"Jam Sebelas Maa...begitu Aku sampe ternyata sudah tidur semua.."Jawabku.
"Iyalah Mas..orang capek...terus kapan dong Kakak Ipar di bawa pulang?.."Tanya Adikku.
Tunggu sampai Tiga hari baru setelah Aku jemput bawa kesini hehe..."Jawabku.
"Yaah..terserah kalian saja, Mama ikut saja.."Ucap Mama.
__ADS_1
Oh iya Paa...Hari ini Hari Sabtu, Papa ikut ke kantor apa nggak?.." Tanyaku.
"Iya Papa sebentar ke Kantor, habis dari Kantor Papa langsung ke Jerman untuk Bisnis di sana, kelak Kamu yang handle semua..."Ucap Papa.
"Insha ALLAH Paa..semoga Aku bisa menjalankan Amanah Papa "Ucapku.
Ya Sudah kita berangkat bareng ke Kantor?.. "Tawar Papa.
Aku Bawa Motor saja Paa...udah kangen pengen naik si Butut hehehe.."Kataku.
Papa dan Mama hanya mengelengkan Kepala mendengar ucapanku.
Di rumah Aisha...
"Nak...apa suamimu ada menelponmu?.."Tanya Ummi.
"Tidak ada Ummi, Mungkin Mas Rendi belum tau Nomor Telpon Rumah Kita.."Jawab Aisha lembut
Oh Iya Abah lupa memberitahukannya, biar nanti Abah tanya ke Pak Ustadz Ma'ruf.."Ucap Abah.
"Iya Bah...mungkin Mas Rendi juga sibuk di Kantor..."Jawab Aisha.
"Iya Nak...kelak kalo sudah di bawa oleh Suamimu, Patuhi dan Dengarkan selalu Kata Suamimu.
Abah dan Ummi hanya mendoakan Kalian semoga Rumah Tanggamu langgeng sampai Akhir hayat..."Ucap Abah sambil mengelus Kepala Aisha.
Aisha menganggung dalam Pelukan Abahnya.
Begitu sampai Kantor, ternyata sudah ada Yunus disana.
Kami langsung ke Lobi untuk menuju ke Lift lantai 20.
"Eh...eh..eh..( Terdengar suara memanggil), Mas berdua kok maen nyelonong masuk saja....apa tidak tau..Hari Sabtu itu libur?.." Ujar Satpam di depan pintu dengan suara yang keras.
"Oh iya Hari Sabtu semua Karyawan libur, hanya beberapa yang masuk untuk lembur itu pun kalo mau masuk".
"Maaf Pak...ada Hal yang harus Saya kerjakan?.." Jawabku.
"Nggak bisa kayak gini dong, harus laporan dulu, Mas nya Siapa Namanya, ada keperluan apa, terus mau ke lantai berapa?.."Cecar Satpam bernama Parto dengan Nada tinggi.
"Bisa Sopan tidak Pak, tanyanya.."Sewot Yunus.
"Alaaah..Anak Muda kayak Kalian Berdua paling lagi cari info untuk mencuri disini kan?.." Ucap Satpam Parto.
"Waaah....songong Ni...belum pernah kena bogem mentah..."Ujar Yunus sambil menarik kerah baju Satpam itu.
"Nus...udah Nus..."Ucapku sambil menarik lengan Yunus untuk menjauh.
"Sudah Bro...biar gue kasih pelajaran ni Satpam, nggak Sopan banget...belum tau Siapa di hadapannya...."Emosi Yunus.
"Sabar Nus...Dia kan hanya menjalankan tugasnya...udah santai saja.."Jawabku
__ADS_1
Yunus sudah mau maju ke depan Satpam itu, tapi kemudian Aku cegah, maklum Satpam itu belum tau Kami.
"Ada Apa ini..."Tiba-tiba Papa datang melihat kegaduhan Kami.
"Ini Pak...Mas-Mas berdua ini mau nyelonong masuk?.. Saya curiga Mareka Berdua ini Mata-mata Maling?...." Jawab Parto Sang Satpam.
Pak Parto...., ini Anak Saya Namanya Pak Rendi, Dia Manager Produksi, dan ini Pak Yunus, Asistennya.. Mareka berdua sekarang Bekerja di Kantor Kita..."Jawab Papa yang membuat Pak Parto langsung tegang dan Salah Tingkah.
Kemudian Pak Parto langsung minta maaf kepadaku dan Yunus atas Sikapnya tadi.
Aduuhh...Maaf ya Pak, Saya tidak tau kalo Bapak Putranya Pak Doddy.......
Tolong maaf atas kata-kata Kasar Saya ya Pak, Saya Khilaf..."Ujarnya memelas sambil menahan tangis.
Sudahlah Pak...lain kali negurnya baik-baik ya?..."Ucapku sambil tersenyum.
"Baik Pak...tapi tolong jangan pecat Saya ya Pak?...Anak Saya banyak??....."Ujarnya pasrah.
"Ya sudah Pak...lanjut kerja lagi ya?.." Ucapku sambil melangkah menuju ke Lift.
Sampai di lantai 20, Kami langsung ke ruang Papa, kemudian Papa berkata.
"Ren...selama Papa Keluar Negeri, Kamu kerjakan Tugas Papa ya?...terus Kamu Pake saja Ruangan Papa, kelak juga Kamu yang Duduk di sini...kalo Papa Pensiun hehe.."Ucap Papa tertawa.
Aku mengiyakan usulan Papa, kemudian Beliau mengajari Aku beberapa Berkas yang harus Aku kerjakan.
Dan mengajariku beberapa Hal di depan Laptop. Dirasa sudah cukup, Papa pun bersiap ke Bandara.
"Hati-hati di jalan Paa...jangan lupa terus telpon Kami ya Paa begitu sampai di Jerman..."Ucapku sambil memeluk Papa.
"Iya Nak, Jaga Mama dan Reva ya?.."Ucap Papa.
"Siap Paa.."Jawabku sambil memberi Tanda Hormat.
Sesudah itu Beliau berangkat ke Air port untuk bertolak ke Jerman dengan di antar oleh Mang Ujang.
Sepeninggal Papa, Aku berkata pada Yunus.
"Nus...Gue Rindu pada Aisha, Gue lupa minta nomor telponnya, habis waktu itu keburu senang sudah melihatnya hehehe.." Ujarku.
"Hmm..begini ini deh di lupain, sekarang Rindu kan jadinya, ya udah lo berangkat saja ke Rumah Mertua lo, Nginep di sana...Belah Duren sekalian hehehe...( Bisik Yunus) di telingaku..."Ledek Yunus.
"Sue...dasar Singkong, pikiran Kotor mulu, gue lupa tanya Nomor Telpon Rumahnya, Aturan kan Gue bisa dengerin Suara Istri gue hehe.."Ujarku.
"Ya sudah...lo minta saja sama Pak Ustadz Ma'ruf, siapa tau Beliau punya Nomor Rumahnya Aisha, secara kan Beliau Sahabat Mertua lo....."Ucap Yunus.
"Oke....Bro..tumben Otak lo lancar hehe.... "Ledekku
"Hmmm...di kasih tau malah ngeledek, dasar Cacing Sawah hahaha..."Ucap Yunus.
Aku dan Yunus langsung tertawa.
__ADS_1