Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Menjemput Istriku


__ADS_3

Sampai di Kamar....


Aku duduk di tepi tempat tidur, begitu juga dengan Aisha yang menunduk malu di sampingku.


Aku sendiri tidak tau harus gimana, kemudian Aku memberanikan diri untuk menyentuh pundak Aisha, terus terang Aku belum pernah menyentuhnya kecuali Aisha mencium tanganku.


Aisha bergeser menjauh dariku, Aku sendiri langsung tidak enak hati.


Silahkan Aisha tidur, Mas tidur di luar saja.."Ucapku.


"Jangan Mas, apa kata Abah sama Ummi... Aisha minta maaf ya Mas, karena belum mau di pegang sama Mas..."Jawabnya sambil menunduk.


"Ya sudah Kalau gitu, Kamu tidur saja, Mas janji kok tidak akan menyentuh Kamu, Kalo Kamu belum siap....Mas Akan tunggu..."Ucapku sambil tersenyum.


Kemudian Aisha mulai tidur di Sampingku, dan minta Maaf membelangkangiku, Aku sendiri tidak keberatan akan hal itu karena Dia terbiasa tidur sendiri, sekarang sudah punya Suami.


Aku merebahkan tubuhku dan Aisha menaruh bantal guling sebagai pembatas antara Kami.


Aisha sendiri masih tidur dengan pakai Jilbab, Aku tidak keberatan toh nanti juga akan terbiasa denganku, "Pikirku dalam hati.


Kami pun tertidur dengan lelapnya karena kecapean juga tadi habis mengerjakan tugas Kantor.


Aaaaa.....aaa....... teriakan Aisha yang membuat Kami semua kaget.


Abah dan Ummi langsung berlari ke arah Kamar Kami sambil mengetuk pintu Kamar.


Aku pun membuka pintu Kamar dengan sedikit mata memerah karena harus bangun tiba-tiba.


Ada Apa Nak... Kok teriak-teriak....kenapa??..... "Tanya Ummi pada Aisha.


"Aisha kaget Mii...kok ada lelaki yang tidur di sebelah Aisha..."Jawab Aisha Polos.


Ummi langsung membelai Kepala Aisha, "Nak...sekarang kamu harus terbiasa...Mas Rendi kan sudah jadi Suamimu...jangan teriak lagi ya... "Ucap Ummi tersenyum sambil merangkul Aisha.


Abah kemudian menatapku sambil berkata minta maaf atas sikap Anaknya, Aku pun memaklumi karena Aisha dari Kecil hanya punya Satu Lelaki dalam hidupnya yaitu Abahnya.


Kemudian Kami semua bangun terus Sholat Subuh Berjamaah. Setelah itu Aku pun lari pagi di sekitaran rumah Mertuaku.


"Nak...Kamu harus terbiasa dengan Suamimu, penuhi kewajibanmu sebagai Istri.....Layani Suamimu...karena Dia berhak atas dirimu.... Jangan menolak, sesungguhnya Allah marah Apabila seorang Istri tidak menuruti Suaminya.


Jadilah Istri yang Sholeha, Indah di pandangan Suami maupun Indah di Hadapan Allah "Nasehat Ummi panjang lebar.


Abah sama Ummi hanya mau melihat Kalian Bahagia, Suamimu Orang yang baik, tidak hanya baik wajahnya tapi juga baik sikapnya....."Kata Ummi lagi yang membuat Aisha menangis di pangkuan Umminya.


"Ummi sama Abah sudah Tua, ingin mengendong cucu hehehe..."Ledek Ummi yang membuat Aisha menunduk malu dalam pelukan Ibunya.

__ADS_1


"Iya Ummi...Aisha Akan ingat Nasehat Ummi, "Jawab Aisha sambil tersenyum.


Selesai Lari pagi, Aku langsung menuju Kamar mandi kemudian Kami Sarapan Pagi Bersama-Sama.


Setelah itu Aku mengutarakan Niatku untuk memboyong Istriku ke Jakarta.


Mertuaku tidak menolak bahkan menyuruh Aisha untuk ikut denganku.


Setelah membereskan beberapa Pakaian, lalu Kami pun pamit kepada Abah dan Ummi.


Aisha menangis dengan memeluk Ummi dan Abahnya, Aku yang melihat jadi tidak sampai hati.


"Nak...jaga Aisha baik-baik ya...kalau salah tolong nasehati dia, jangan di marahi..."Kata Abah sambil memelukku.


Aku tersenyum sambil menganggukkan Kepalaku.


"Nak...Aisha belum pernah berpisah dengan Kami dari Kecil hingga Dewasa, tolong titip Aisha ya... bimbing dia menjadi Istri Sholeha..."Ucap Ummi sambil menepuk pundakku di kala Aku mencium tangan Beliau.


Kemudian Aku membawa tas Koper Istriku untuk Aku taro di belakang Mobil, setelah itu Aku membuka Pintu Mobil Agar Aisha Duduk di sampingku.


Setelah itu Aku menghidupkan Mobilku menuju Jakarta. Di tengah Jalan Aku masih melihat Aisha menangis, Aku jadi tidak enak hati.


"Sayang...kalo misalnya Kamu belum mau ikut Mas...Kamu boleh kok tinggal sama Abah dan Ummi, tapi mungkin Mas Akan pulang Sabtu Minggu saja ke Bogor..." Ucapku.


"Maaf Mas...Aisha masih Kangen sama Ummi dan Abah..."Ujarnya.


Aisha tersenyum mendengar kata-kataku, dan Aku pun maklum karena dari kecil sampai sekarang Aisha belum pernah berpisah dengan Orang Tuanya.


Aku memberitahukan ke Mama bahwa Kami dalam perjalanan ke Jakarta.


Mama langsung sibuk menelpon Asistennya untuk membuat Kamar pengantin Kami yang Indah.


Sampai di rumah.....


Aisha kaget melihat kemegahan Rumah Suaminya. Ternyata selama ini Suaminya orang Kaya Raya, Aisha jadi malu sendiri.


"Sayang...ayuk turun..."Ucapku yang mulai berani mengucapkan kata Sayang.


Aisha pun turun dari Mobil, Dia melihat betapa sangat Megah Rumah Suaminya, berjejer Mobil Indah dan Mahal tapi kenapa Mas Rendi bersikap seolah-olah Dia orang dari Keluarga Miskin.


Aisha tersenyum, sekaligus bangga karena punya Suami yang tidak pamer harta kekayaannya.


Mama langsung membuka pintu sambil memeluk kami berdua.


Kemudian Beliau menyuruh Bibi untuk menyiapkan Makan, tetapi karena masih kenyang, Kami pun mau beristirahat dulu.

__ADS_1


Aku dan Aisha di ajak Mama mendatangi Kamar Yang sudah di hias seperti Kamar Penganten.


Aisha langsung menunduk malu melihatnya, sedangkan Aku hanya menggaruk Kepala yang tidak gatal.


Sepeninggal Mama, aku langsung berkata kepada Aisha, Istirahatlah Sayang...Mas ke Kantor Sebentar ya...ada yang mau Mas bereskan.. "Kataku sambil masuk ke kamar mandi untuk ganti Baju Kerja.


Aisha melihat Suaminya yang sudah berganti baju kerja dengan Gagahnya, lalu langsung menunduk malu karena ketahuan melihatnya.


Aku tersenyum, kemudian berkata...itu lemari Pakaian Kita ya...Mas sudah beli semua untuk Kamu..."Ucapku sambil melangkah Keluar Kamar.


Aisha tidak usah mengantar kepergianku, karena Aku minta untuk Istirahat karena habis perjalanan Jauh.


Aisha menurut dan kemudian Dia melihat betapa Kamar suaminya yang begitu Indah dan Mewah.


Setelah berganti baju, yang membuat Aisha begitu takjub, semua baju muslim seperti keinginannya ada terpajang di dalam lemari dengan rapi.


Setelahnya Aisha menelpon Orang Tuanya untuk memberitahukan bahwa Dia sudah sampai di rumah Mertuanya.


Aisha pun tidur sebentar untuk memulihkan tenaganya.


Azan Zhuhur Aisha bangun terus mandi, setelah itu turun ke bawah. Dilihatnya Ibu Mertuanya dan Reva sudah menunggu di Ruang Makan.


"Sini Sayang...dekat Mama..."Ajak Mama sambil menarik Kursinya.


"Kak Aisha...jangan malu ya...kan ini rumah Kakak juga hehe...."Kata Reva.


Aisha hanya tersenyum malu.


Setelah makan siang, Reva ijin mau ke rumah Tante Sonya ( Adik Mama), sedangkan Mama ada Arisan sebentar.


Kamu tidak apa-apa ya Nak...Mama tinggalkan, sebentar kok, habis itu Mama langsung pulang.."Ucap Mama.


"Iya Maa..."Jawab Aisha.


Mama dan Reva pun berangkat bersama dengan Mobil Mercy yang di setirin oleh Reva, mengantar Mama dulu baru setelah itu ke rumah Tante Sonya.


Sepeninggal Mama dan Reva, Aisha melihat-lihat kebun Mertuanya yang Indah, ada banyak Bunga dan buah disana, sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan mata.


Tak Lama sebuah Mobil memasuki perkarangan Rumah Mertuanya. Terlihat Suaminya turun dari Mobil sambil tersenyum ke arahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut........


__ADS_1


Ini rumah Mertuanya Aisha


__ADS_2