Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Rencana Masuk Pesantren


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan Ibunya Maryam, Kami semua menuju ke rumah Bu Guru Aisha, wanita yang telah mencuri hatiku.


", Mas... Mas Rendi suka ya sama Bu Aisha?", Tanya Maryam polos.


", Hmm...Gimana ya?", Kataku sambil garuk kepala yang tidak gatal.


Iya Dek Maryam?, Mas Rendi suka sama Bu Aisha!", Jawab Yunus cepat.


Apaan sih Nus?", Malu tau!", Kataku lagi.


Udah tidak usah malu Mas.... Banyak kok yang suka sama Bu Aisha tapi semua di tolak hehehe, karena Bu Aisha tidak mau pacaran", Kata Maryam polos.


Jadi kalau nanti ketemu Bu Guru Aisha jangan kaget kalau Beliau itu sombong karena Bu Aisha itu tidak suka terhadap lelaki yang genit sama perempuan hehe", Jawab Maryam.


Aku, Yunus dan Faisal tersenyum sambil menganggukkan kepala. Sampailah kami di sebuah rumah yang lumayan indah dan besar bercat putih.


Tuh...Mas rumah Bu Aisha...!!", kita masuk atau...", tanya Maryam.


Jangan...tidak usah!!, cukup tau... mungkin lain kali saja kita kesana", potongku cepat sambil menahan rasa malu.


Yah sudah Ren...toh sudah tau kan rumahnya?, besok - besok langsung bawa ortu biar tidak keduluan orang lain hehe", Ledek Yunus padaku.


Aku dan Faisal cuma tersenyum, sedangkan Maryam sedang memperhatikan rumah Aisha yang sepi.


Setelah tahu tentang kediaman Aisha, hatiku lega bercampur senang, "YA ALLAH kalau memang Aisha, wanita yang terbaik untukku, aku mohon dekatkanlah dia padaku tetapi bila tidak, mungkin ini jadi pertemuan terakhir kami", Doaku dalam hati.


Lalu kamipun mengantar Maryam pulang dan mengucapkan terima kasih, sesudah itu kami pulang ke rumah Paman Hanafiah untuk makan siang dan Sholat Zhuhur, sesudah itu kami pamit kepada Paman Hanafiah dan Istrinya untuk kembali ke Jakarta.


Setelah menempuh waktu 2 jam, Aku langsung mengantar Faisal ke rumahnya, setelah itu kami lanjut ke rumah Yunus.


Nus...jangan lupa ijin sama Mak ya?, tentang Pesantren kita", Kataku.


Siap Bro...nanti gue bilang ke Mak bahwa lo tidak bisa jauh dari gue hehe", kata Yunus asal.

__ADS_1


Sue...lo Nus..ntar Mak ngira gue suka lagi sama lo....iiihhh amit - amit deh!", Kataku sambil meninju pelan bahu Yunus.


Hahaha....Makanya sekali- kali harus berani bro?, kata Yunus lagi.


Bukan gitu Nus...bukan gue kagak berani, tapi lebih enak kalau kita berdua hehe", Jawabku dengan logat betawi sambil mengangkat alis.


hmmm...iye...iye deh hehehe", Jawab Yunus.


Sampailah kami di rumah Yunus. Setelah menurunkannya, aku langsung tancap gas pulang karena memang sedikit lelah pengen buru -buru sampai rumah.


Begitu sampai rumah, aku ketemu dengan Mama, setelah berbasa-basi sebentar aku langsung izin ke kamar untuk mandi dan sholat Asar. Sesudah itu baru aku menuju ruang makan karena perjalanan yang jauh sedikit membuat aku kelaparan juga.


Malam ini aku menemui Papa dan Mama untuk membicarakan tentang Pesantren kilatku, awalnya Mama keberatan, tapi aku berusaha menjelaskan bahwa aku tetap kuliah seperti biasanya, juga sesekali balik ke rumah.


Ini tidak seperti Pesantren pada umumnya Maa... Karena kan Rendi cuma sesekali masuk Pesantrennya itupun kalau libur kuliah, selain itu juga Rendi kan masih megang amanat jadi ketua BEM, jadi sebelum itu Rendi masih harus bolak balik ke kampus, gitu loh Ma!", Kataku sambil tersenyum.


Ooo gitu, ya sudah yang penting kamu tidak lupa rumah dan kuliah kamu," Jawab Mama bijak.


Siap Mama sayang, Jawabku sambil memeluk Mama. Sedangkan Papa cuma tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Pagi pun tiba, sesudah sholat Subuh berjamaah, aku berenang sebentar habis itu langsung berangkat ke kampus dengan motor kesayanganku. Tiba di kampus masih sepi, aku langsung menuju kantin.


Hai...Ren...pa kabar", Sapa Anggi padaku tiba-tiba.", Baik ...", Jawabku sambil tersenyum.


Tumben sendiri...mana Yunus," Tanya Anggi lagi. Belum datang, mungkin sebentar lagi," Jawabku.


Ren....maaf sebelumnya, aku ingin bertanya sesuatu sama kamu, tapiii... Kamu jangan marah ya?" Tanya Anggi pelan.


Hmm... Tanya saja Nggi...santai saja", Jawabku.


Re..n...Rendi..a...ak...aku....dari dulu suka sama kamu kenapa kamu tidak membalas cintaku?", Tanya Anggi sambil menunduk.


", Maaf Nggi?.... Untuk soal itu aku tidak ingin pacaran, kesibukanku sangat padat dan rencananya aku dalam waktu singkat mau masuk Pesantren mau memperdalam ilmu agama juga mau menata hatiku?, Kamu cantik, kamu bisa dapatkan pria yang lebih baik dariku?, "Jawabku.

__ADS_1


Tidak Ren!!", Aku suka dari dulu ke kamu, masa kamu ngalihin ke yang lain, Jawab Anggi marah.


Anggi...Aku minta maaf.. untuk saat ini aku tidak bisa, dan aku tidak ingin pacaran, mengertilah!", Jawabku pelan sambil menutup kedua tanganku di dada (pertanda permohonan maaf).


Lalu Anggi bangkit dari hadapanku, dan langsung berlari ke mobilnya untuk pergi dari kampus.", YA ALLAH ampunilah dosaku, tapi ini harus aku katakan agar tidak berharap lebih jauh lagi dan semoga Anggi memaafkan serta menerima keputusanku", Doaku dalam hati.


Aku langsung ke kantor BEM, Sampai disana sudah ada Mira, Sonny dan Arif. Aku berbincang sebentar sambil menunggu teman - teman yang lain kumpul, karena semalam sudah di hubungi sama Yunus untuk rapat pagi ini di BEM.


Satu jam kemudian semuanya kumpul, akupun mengutarakan tentang niatku untuk masuk Pesantren, Awalnya mareka keberatan karena aku masih Ketua BEM dan masih banyak tugas yang harus di kerjakan. Aku jelaskan bahwa aku masih kuliah seperti biasanya dan masih mengemban tugas sebagai Ketua BEM, Aku masuk Pesantren ketika waktu kuliah libur atau bisa juga aku berangkat dari Pondok Pesantren ke Kampus, intinya tidak mempengaruhi tentang tugasku di BEM.


", Percayalah teman-teman, aku hanya ingin mendalami ilmu agamaku tanpa meninggalkan tugasku sebagai Ketua BEM", Jawabku mantap.


Akhirnya mareka setuju dengan keputusanku. Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih untuk dukungan yang telah mareka berikan.


Akhirnya Rapatpun selesai, aku memanggil Yunus dan segera pergi ke Mushola untuk Sholat Dhuha, sesudah Sholat Dhuha aku berbicara tentang pernyataan Anggi kepadaku.


" Sabar Sob...( sambil tangannya menepuk bahuku) INSYA ALLAH si Anggi bisa mengerti tentang keputusan lo!", Jawab Yunus.


", Tapi Nus..gue merasa bersalah, semoga dia tidak marah ya sama gue", Jawabku.


Ren...yang namanya di tolak pasti marah dan kecewa, berharap saja semoga si Anggi tidak dendam dan bisa menerima penolakan lo",Jawab Yunus.


" Iya Nus... mudah-mudahan..", Jawabku sambil meraup mukaku.


Yuk kita masuk kelas, " Ajakku pada Yunus karena memang kita mendapatkan Mata Pelajaran yang sama yaitu Matematika.


Selesai mengikuti Mata Pelajaran Matematika, kami langsung ke Mushola untuk Sholat Zhuhur sesudah itu ke kantin untuk makan.


Habis makan siang aku dan Yunus berpencar masuk ke kelas masing-masing.


Aku masuk ke kelas untuk Kuliah Agama Islam, sedangkan Yunus masuk ke Kelas Statistik.


Selesai Kuliah aku langsung menuju parkiran motor, tiba-tiba Yunus memanggilku dan minta bareng pulangnya karena memang kami cuma 2 Mata Kuliah hari ini.

__ADS_1


Seperti biasa aku langsung mengantar Yunus menuju kediamannya.


__ADS_2