Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Salah Paham


__ADS_3

Keesokan harinya Aisha berangkat mengajar, sesudah berpamitan dengan Abah dan Ummi, Aisha langsung berjalan dengan perasaan yang tidak menentu.


Disatu sisi bagaimana dia harus bersikap di depan Sahabatnya yang dia sayangi.


Tetapi ini sudah menjadi takdirnya, jadi Aisha sudah bertekad apapun yang terjadi dia harus tegar dan harus berani bertanggung jawab karena ini sudah menjadi keputusannya.


Sampailah dia di depan pintu pagar Sekolah TPAnya.


Ditatap lurus ke depan pintu, hatinya bercampur aduk, YA ALLAH kuatkanlah batinku..." Doa Aisha dalam hati.


" Assalamu'alaikum Aisha...." Sapa Farida ramah.


"Wa...alaikumus Salam Da..." Jawab Aisha gugup.


" Duhhh...yang habis di lamar kok mukanya cemberut... Senyum dong Sha!!... Hehe " Jawab ida lagi.


Apaan sih Da...gosip aja.." Jawab Aisha sambil menuju ke tempat duduknya.


Hmm...ya udah deh, yang penting aku ikut bahagia sahabat tercintaku ada yang lamar hehe.." Goda Ida sambil memeluk Aisha dari samping.


" Memangnya kamu tidak marah ya Da sama aku " Ucap Aisha.


Nggak!!!!...kenapa harus marah sayang?, justru aku bahaaaaagiaaa.... Banget sahabatku menemukan jodohnya, " Kata Ida lagi sambil memperagakan dengan tangannya yang terbuka lebar seperti orang mau memeluk.


" Oooohh begitu...terus gimana dengan Ummi kamu Da?, " Tanya Aisha lagi.


" Ummi juga ikut bahagia dan senang dengar kamu ada yang lamar? Hehehe, " Ucap Ida.


Hmm.... Ya udah deh mudah-mudahan ini benar ucapan kamu dari lubuk hati kamu yang paling dalam, Da.., " Ucap Aisha.


Tenang saja Sha, aku yakin kamu akan bahagia dunia akhirat sama dia, " Ucap Ida sambil berlalu menuju ke kelas untuk mengajar.


Farida...Farida..kalau kamu tahu yang melamar aku Bapak kamu gimana??....dengan perkataan kamu tadi.


Apa mungkin kamu bahagia dengan pernikahanku atau malah membenciku karena sudah membuat rumah tangga Orang Tuamu hancur, " Batin Aisha dalam hati dengan sedikit pasrah.


Semoga saja apa yang kamu ucap bener-bener dari hatimu yang paling dalam.


Dan semoga persahabatan kita tidak hancur dengan peristiwa ini, " Ucapku dalam hati.


Akhirnya Aisha selesai mengajar dan berniat langsung pulang, tetapi langsung di panggil sama Farida.


Sha...Aisha...mampir dulu yuk ke rumah, " Ajak Farida.

__ADS_1


Jangan sekarang Da... lain kali saja ya... Aku pengen buru- buru pulang karena perutku lagi tidak bisa di ajak kompromi, maklum baru hari pertama...." Jawab Aisha.


Oooh ya sudah tidak apa-apa, aku ngerti kok, karena kalau hari pertama datang bulan biasanya begitu, " Jawab Farida.


Iya Da...aku pamit pulang dulu ya Da, " Assalamu'alaikum.." Ucapku sambil melangkah pergi.


" Wa'alaikumus Salam.." Jawab Ida.


X


X


Tak berapa lama sampailah Aisha di rumah, setelah mengucapkan Salam dan mencium tangan Ummi, Aisha langsung ke kamarnya.


Ummi yang melihat itu jadi khawatir, ada apa dengan Aisha kok tumben pulang langsung ke kamarnya.


Biasanya dia goda dan ngobrol dulu dengan Ummi baru kemudian masuk ke kamar, tidak biasa-biasanya tuh Anak, " Ucap Ummi dalam hati.


Ummi pun akhirnya menghampiri kamar Aisha.


"Shaaa..." Panggil Ummi lembut di depan pintu kamar Aisha.


" Masuk saja Ummi, pintunya tidak Aisha kunci kok, " Jawab Aisha lemah.


" Sha... Ada apa nak? Sini cerita sama Ummi, " Kata Ummi sambil membelai kepala Aisha.


" Mi...Aisha tidak mau menikah...apa kata orang-orang Mi, masa Bapak sahabat sendiri di nikahin juga, Aisha malu Mi..." Ucap Aisha sambil berlinang air mata.


" Sabar ya Nak???...Insha Allah ini pilihan yang bagus, jangan di tolak dulu, sebaiknya di istikharah ya Nak?, minta petunjuk sama ALLAH mana yang terbaik untukmu, " Ucap Ummi lembut.


Mi..." hiks..hiks...hiks... Apa Aisha sanggup Mi.. Masa sahabat Aisha sendiri panggil Ibu nanti sama Aisha, belum lagi kata orang- orang kampung sini.


Kok tega Ayah sahabatnya di rebut juga, Aisha tidak mau Mi...hiks..hiks.. Aisha malu.." Ucap Aisha sambil terus menangis dalam pelukan ibunya.


" Sabar ya Nak??, Ummi juga tidak tau mau ngomong apa karena kan?, Aisha sendiri yang menyetujui pilihan Abah, " Jawab Ummi.


"Habis Aisha bingung Mi... Mau di tolak takut Abah marah karena kan, Abahnya Farida kan sahabat Abah, Aisha tidak mau bikin Abah kecewa Mi, " Jawab Aisha sambil terus menangis.


Ya sudah Nak, ini sudah pilihan Abah, Ikhlas saja mudah-mudahan ini yang terbaik untukmu, " Ucap Ummi.


" Iya Mi.." Ucap Aisha pasrah.


Tak lama sesudah itu, Aishapun terlelap karena kecapean menangis, sedangkan Ummi kembali ke dapur untuk memasak.

__ADS_1


Saya harus berbicara dengan Abah tentang ini, kasian anakku, masa menikah dengan Suami orang, " Ucap Ummi Maryam dalam hati.


Tak berapa lama pulanglah Abah ( Haji Surya Dinata).


Setelah mengucapkan Salam kemudian Ummi mengajak Abah untuk Makan siang karena Abah habis dari kebun untuk memanen.


Setelah makan siang, Ummi mulai berbicara dengan Abah perihal lamaran dari Ustadz Ahmad Ma'ruf.


Bah...!!!, " Panggil Ummi.


" Ya...ada apa Mi??, " Tanya Abah.


Begini...Bah... Mau tanya tentang lamaran untuk Aisha, " Ucap Ummi baru membuka obrolan.


Oooh itu Mi......( langsung di samber sama Abah), Ummi tidak perlu khawatir Insha ALLAH ini yang terbaik untuk Aisha, putri kita, " Jawab Abah mantap.


Ummi tidak perlu memikirkan untuk Aisha, Insha ALLAH putri kita akan mendapatkan lelaki yang baik juga sholeh dan bertanggung jawab " Jawab Abah lagi.


Tapi Bah... Apa Ummi Layla sudah setuju, " Tanya Ummi Maryam penasaran.


" Insya ALLAH sudah Mi...malah Ummi Layla yang menyuruh kalau bisa lebih cepat lebih baik, " Jawab Abah.


Oooh begitu... ( Nada pasrah), Ummi sih berharap mudah-mudahan Aisha bahagia mendapat Suami yang Sholeh juga bertanggung jawab, " Jawab Ummi lemah.


Aamiin.... " Jawab Abah sambil tersenyum bahagia dan kemudian melangkah ke kamar untuk Istirahat.


Abah Aisha orang yang keras tapi Beliau teramat sayang sama istri dan anaknya.


Makanya Aisha dan Ummi tidak bisa membantah perkataan dari Abah.


Karena Abah tidak suka kalau omongannya di bantah dan untuk itulah Aisha menjadi anak yang penurut juga Berbakti kepada kedua orang tuanya.


Dan untuk Aisha Putri satu-satunya.


Abah sangat pemilih untuk jodohnya karena Beliau tidak mau melihat Anaknya menderita atau salah dalam memilih suami.


Ummi Maryam wanita yang sangat penurut kepada suaminya.


Beliau tidak pernah membantah perkataan suaminya karena bagi Ummi Maryam surganya terletak pada suaminya.


Ridho suami Ridho Allah juga, begitulah yang selalu di pikirkan oleh istri sholeha seperti Ummi Maryam.


Apapun yang di katakan Suaminya Beliau percaya saja.

__ADS_1


Karena Beliau tahu seperti apa pilihan Suaminya Apalagi menyangkut jodoh Aisha, pasti Suaminya akan betul-betul memilih buat di jadikan Calon menantunya yang sesuai dengan kriterianya.


__ADS_2