Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Doa Faisal


__ADS_3

Sehabis Sholat Zhuhur aku pamit untuk masuk kelas karena ada mata Kuliah.


Sedangkan Yunus pulang duluan karena hari ini dia off kuliah.


Sesudah selesai jam kuliah, aku menuju ke Mushola untuk menunggu waktu Sholat Asar.


Tiba-tiba datang Fahmi sang Ketua Rohis.


Assalamu'alaikum Ren...., " Sapa Fahmi.


Wa'alaikumus Salam... Mi.., " Jawabku.


Ren, Alhamdulillah....kemaren bantuan ke Aceh sudah dikirimkan melalui LSM, langsung di terima sama Pak Iwan.


Beliau bilang tidak apa-apa lagi karena sekarang kemungkinan tugas kita sudah di ambil alih oleh Pemerintah, jadi kita akan stop untuk bantuannya kesana... gimana menurut kamu?, " Tanya Fahmi.


" Oooh bagus itu Mi... kita akan umumin ke anak-anak BEM bahwa bantuan ke Aceh sudah kita tutup, " Kataku.


" Baik Ren....dan juga nanti akan saya infokan di Mading Kampus untuk semua Fakultas...bahwa bantuan ke Aceh sudah selesai, " Ucap Fahmi.


" Iya Mi...," Jawabku.


Oh iya Ren...mana Yunus?, " Tanya Fahmi.


" Sudah pulang duluan, kebetulan hari ini lagi off, " Jawabku.


" Hmm.. Iya...," Jawab Fahmi sambil manggut- Manggut kepala tanda mengerti.


Tak lama Azan Asar berkumandang, kami pun Sholat Asar berjamaah dengan beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi.


Sesudah menunaikan Sholat Asar, aku bermasuk untuk segera pulang, tiba-tiba ada yang manggil namaku dari belakang.


" Rennn...Rendi... Tunggu...!!!!, " Ucapnya.


Nampak Faisal berlari menuju ke Arahku dengan tergesa-gesa.


Ada apa Sal.... Kenapa lari-lari kayak di kejar setan saja, " Ucapku.


Iya Ren... Takut kamu keburu balik, karena kan sudah sore juga, " Jawab Faisal.


Sal...Sal... besok kita bisa ketemu kan?, " Jawabku.


Besok hari Jumat Ren....Jadwal lagi padet hehe, " Ucapnya.


Kok tidak di Jawab Sal...?, " Tanyaku.


Begini Ren...kita bicarakan disana yukk...di DPR ( Dibawah Pohon Rindang), nggak enak kalau di dengar orang hehe, " Kata Faisal.

__ADS_1


" Baiklah, " Jawabku.


Akhirnya kami pun kesana, di rasa sudah sepi kami pun mulai berbicara.


Begini Ren...maaf sebelumnya bukan saya ingin tahu, tetapi bagaimana kelanjutan hubungan kamu dengan gadis yang bernama Aisha itu?.


Karena saya mendapat kabar dari sang Paman, bahwa Aisha sudah di lamar orang..." Ucap Faisal bersemangat.


" Oooh gitu...., kamu tahu... siapa lelaki yang telah melamar Aisha?, " Tanyaku.


" Tidak... Tetapi katanya Dia orang Jakarta dan masih Mahasiswa, " Jawab Faisal lagi.


Hmm... Begitu..Aku pun tersenyum mendengar penjelasan dari Faisal karena orang yang telah melamar Aisha adalah lelaki yang di hadapanmu ini, " Ucapku dalam hati sambil tersenyum.


Ren...Ren... Kok malah senyum...bukannya sedih pujaan hati di ambil orang, eh... malah senyum- senyum sendiri, kamu tidak kemasukan jin pohon ini kan, iiiiiiihhh.... serem.., " Ucap Faisal sambil bergidik ngeri.


Yeee... Ya nggak dong Sal... Saya tersenyum karena kamu menyampaikan berita ini dengan sangat bersemangat, jadi saya senyum lihat tingkah kamu hehehe, " Kataku sambil tertawa.


Hmm.. Di kasih kabar jelek malah ketawa, gimana sih Ren?...," Ucap Faisal.


Gini Sal... Aisha itu sekarang masih berhak untuk memilih mana yang cocok untuk calon suaminya.


Dan kalau memang Aisha jodoh saya, maka kami akan ketemu di KUA.


Tetapi kalau tidak jodoh mungkin ini jalan yang terbaik untuk kami berdua, " Jawabku pasrah.


Saya doakan lelaki yang baik, pinter, sholeh kayak kamu bisa berjodoh dengan Aisha, semoga Aisha menjadi Istrimu, " Jawab Faisal mantap.


Aamiin..." Jawabku sambil mengusap muka dengan tangan.


Oh iya kalau nanti kamu menikah dengan Aisha, aku mau jadi Saksi hadir di kehidupanmu hehe.., " Ucap Faisal.


" Insha ALLAH Sal... Kan kamu sama Yunus dulu yang tahu tentang saya mengejar Aisha.


Kalau seandainya saya tidak Ketemu Kamu dan Mondok Di Pesantren Paman Kamu mungkin saya tidak pernah ketemu dengan Aisha.


Jadi ada Andil kamu dan Paman Hanafiah untuk kemudian aku kenal dengan Kampung Santri dan menemukan belahan jiwaku, " Ucapku.


Tetapi Ren...saya sangat penasaran siapa ya lelaki yang telah melamar Aisha, pengen tahu saja seperti apa wajahnya...!!, " Ucap Faisal penasaran.


"Sudah lah Sal.... Insha ALLAH kalau memang Aisha jodoh saya maka akan di permudahkan jalannya, " Jawab Faisal.


Habis penasaran saja, karena saya tahu bahwa Bapaknya Aisha denger-denger sangat pemilih untuk calon menantunya, " Ucap Faisal.


Wajarlah pemilih habis anaknya cantik juga sholeha, mana mau di jodohkan dengan sembarang lelaki, " Ucapku.


" Hmmm.... Iyaa...ya..., ( sambil manggut kepala), apalagi dia katanya Primadonna kampung Santri, wajar sih...walaupun Saya belum pernah ketemu, tapi denger cerita dari Paman dan Anak- anak Santri juga orang- orang Kampung.

__ADS_1


Saya yakin bahwa dia memang secantik itu, wajar kalau banyak yang suka, " Ucap Faisal lagi.


" Sudah- sudah..tidak usah di bahas lagi, Insha ALLAH kalau jodoh tak kemana, " Jawabku.


Sal...Saya balik dulu ya mau beres-beres, karena besok sore saya mau ke Kampung Santri dengan Yunus, " Jawabku.


Iya Ren....Hati-hati di jalan dan semoga kamu tabah ya apabila Aisha bukan jodohmu, " Ujar Faisal sambil menepuk pundakku.


Aku tersenyum lalu mengucapkan " Assalamu'alaikum ..." Ucapku sambil melangkah pergi menuju motorku.


" Wa'alaikum Salam..., " Jawab Faisal sambil menatap kepergian Rendi.


" Kasian Rendi...kalau Aisha jadi milik orang, gimana Ya perasaannya....??, semoga saja mareka berdua jodoh... Aamiin..., " Doa Faisal tulus dalam hati.


" Rendi pemuda yang Baik, Sopan, Pinter juga Sholeh, bisa mengenal pemuda seperti Rendi adalah berkah bagiku.


Dia tidak pernah memandang rendah orang lain, baginya setiap orang sama dengan dia.


Ketika jadi Ketua BEM pun dia tidak sombong, Rendi adalah pribadi yang menyenangkan juga sangat berkharisma.


Wajar apabila banyak kaum hawa naksir padanya, selain tampan dia juga sangat menghormati wanita, jarang ada pemuda seperti Dia.


Tentu wanita yang akan menjadi Istrinya pasti bahagia mendapatkan lelaki seperti Rendi, tidak hanya cakep wajahnya tapi juga cakep Akhlaknya, itu yang utama... " Batin Faisal panjang lebar.


Dan Faisal pun melangkah ke Mushola untuk sholat Asar, karena tadi habis dari kantin jadi tidak sempat sholat berjamaah dengan Rendi.


X


X


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam, akhirnya Rendi sampai di rumah.


Setelah mengucapkan Salam, Rendi langsung ke kamar karena Mama sedang arisan di luar.


Sedangkan Papa belum pulang kantor, mungkin agak malam baru pulang, Reva sedang pergi ke rumah temannya untuk belajar bersama.


Otomatis rumah jadi sepi, Aku langsung mandi habis itu langsung beres-beres bawa perlengkapan untuk ke Pesantren selama Dua Hari.


Aku juga telpon Yunus untuk beres-beres karena besok pulang Kuliah langsung ke Bogor.


Oooh Aisha... Insha ALLAH hari minggu kita ketemu ya?, Aku sudah memantapkan hatiku untuk meminangmu.


Kalau memang kamu jodohku maka akan ALLAH dekatkan, tetapi kalau tidak mungkin ini akan jadi Pertemuan terakhir kita, " Ucapku dalam hati.


#################################


NB : ( Semoga saja doa Faisal di Ijabah sama Allah buat Rendi dan Aisha)

__ADS_1


__ADS_2