
Kesibukan Rendi dan juga teman-temannya bertambah karena sebentar lagi pergantian Ketua BEM yang baru.
Semua Brosur sudah siap dan langsung mareka sebarkan ke semua Fakultas di Universitas Negeri Mawar Merah.
Seperti biasanya Rendi dan Yunus sudah sampai di Kampus, mareka langsung ke ruang BEM untuk mengetahui sudah sejauh mana persiapan untuk pendaftaran calon Ketua BEM tahun 2005 sampai dengan 2006.
Nus...mudah-mudahan nanti Ketua BEM yang baru orang yang amanah ya karena Tanggung Jawabnya sangat besar.
Untuk itu tidak gampang menjadi Pemimpin harus orang-orang yang punya jiwa pemimpin, amanah, jujur, rajin dan Setia kawan, " Ujarku.
Iya Ren, mudah-mudahan saja kandidat calon Ketua BEM yang baru tidak hanya pinter tapi juga bisa menjalankan tugasnya dengan baik, "Jawab Yunus.
Iya Aamiin..., " Jawabku.
Tiba-tiba telponku berbunyi, aku langsung mengangkatnya.
" Assalamu'alaikum..." Ucapku.
" Wa'alaikumus salam Nak Rendi... Maaf menganggu ini saya Ustadz Ahmad Ma'ruf, " Jawab Pak Ustadz.
Ooh Pak Ustadz, tidak apa-pak Pak ??.
apa kabar Pak Ustadz?.
Kebetulan saya sedang tidak sibuk, ada apa ya Pak?, " Tanyaku ramah.
"Alhamdulillah baik Nak, begini.....!!!!.
Ini mengenai Lamaran yang Nak Rendi ajukan kepada Nak Aisha, " Ucap Pak Ustadz Ma'ruf.
Baik Pak Ustadz, apapun keputusan dari pihak Keluarga Aisha, saya terima, " Jawabku.
Iya Nak...Nah kemaren Bapak kesana dan mengutarakan maksud dari Nak Rendi untuk mengkhitbahkan Aisha.
Dan kebetulan juga Aisha belum ada yang melamar lagi karena kemaren belum masuk kriteria dari Abahnya Aisha, jadi di putuskanlah lamarannya di tolak, " Ucap Pak Ustadz
Aku yang mendengar cerita dari Pak Ustadz hanya menelan ludah takut lamaranku akan bernasib sama...." Batinku dalam hati.
Nak...Nak Rendi..." Panggil Pak Ustadz.
I...iya Pak Ustadz, saya paham, " Jawabku gugup.
Nak Rendi.... bengong Ya???...hehe..." Ledek Pak Ustadz.
Anu...anu...Pak Ustadz...saya...." Jawabku terbata-bata.
__ADS_1
Hehehe... Tidak apa-apa Nak, saya mengerti...
Begini...untuk lamaran kamu, sudah saya utarakan kepada Abahnya Aisha.
Beliau belum menjawabnya tetapi Beliau mau bertemu dengan Nak Rendi Hari Minggu ini, Bisa Nak??..." Tanya Pak Ustadz.
Insha ALLAH bisa Pak Ustadz, Jumat sore saya berangkat kesana, " Jawabku.
Alhamdulillah... Berarti saya bisa sampaikan Amanah ini ke Pak Haji Surya, " Jawab Pak Ustadz.
Baik Pak Ustadz Ahmad...Terima kasih untuk bantuannya ya Pak?, " Ucapku.
Sama-sama Nak, berdoa saja mudah-mudahan Lamaranmu di terima sama Abahnya Aisha, " Kata Pak Ustadz.
Aamiin..." Jawabku.
Kalau begitu saya tunggu Nak Rendi, ke rumah saya dulu Hari Sabtu... Kita bicarakan lebih lanjut tentang lamaran ini ya?, " Ucap Pak Ustadz.
Baik Pak... Insha ALLAH ..." Jawabku.
Kalau begitu sampai ketemu Hari Sabtu ya Nak, dan kebetulan juga Bapak mau ke Madrasah untuk melihat anak-anak yang sedang sekolah, Bapak Akhiri ya..." Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh, " Ucap Pak Ustadz mengakhiri telponnya.
"Wa'alaikumus Salam Warrahmatullah Wabarrakatuh, " Jawabku sambil mematikan telponnya.
Ren... Telpon dari Pak Ustadz ya?, " Tanya Yunus.
Insha ALLAH bisa Sob... Kapan kita berangkat, sekalian aku pengen liat anaknya Pak Ustadz hehehe, " Jawab Yunus.
Nus...Nus... Sambil menyelam minum air..., kita berangkat Hari Jumat sore ya?, kita langsung ke Pesantren, baru Hari Sabtu kita ke rumah pujaan lo, kemudian Minggu baru ke rumah pujaan gue, " Jawabku.
Asyikkkk.... Okeee siap Bos... Jadi semangat kita hehehe..., " Jawab Yunus ceria.
Aku hanya geleng- geleng kepala melihat aksinya Yunus, Walau dia sedikit tengil tapi Dia Sahabat yang selalu ada buat Aku, " Thank you Nus.. Lo udah hadir di hidup gue, gue janji akan selalu ada buat lo Sahabat sejatiku..." Ucapku dalam hati.
Setengah Jam kemudian Datanglah Sonny, Mira dan Malik ke ruang BEM.
Aku langsung bertanya sudah sejauh mana perkembangan pendaftaran untuk Calon Ketua BEM.
Gini Ren...brosurnya baru kita sebarkan dua hari yang lalu, sejauh ini sih belum ada yang daftar, mungkin masih mikir- mikir, " Kata Malik.
Hmm... Baiklah tetapi kita harus terus standbay di ruang pendaftaran secara ganti-gantian, siapa tau dalam minggu- minggu ini ada yang daftar, dan jangan lupa bikin list untuk penjaga loket pendaftarannya..," Ucapku.
Baik Ren... Nanti Saya sampaikan ke Bunga untuk membuat List Namanya, dan Mudah-mudahan secepatnya ada yang taruh formulir pendaftaran, " Ucap Mira.
Aamiin... " Jawab kami serentak.
__ADS_1
Kami langsung menuju ke meja masing-masing, Aku langsung menuju ke meja Ketua BEM, begitu juga dengan yang lain.
Aku langsung membuka Komputerku.
Ada beberapa berkas yang harus aku selesaikan, karena aku tidak mau masa jabatanku selesai tapi aku meninggalkan berkas dan tugas yang banyak buat Ketua BEM yang baru.
Jam Setengah 12 siang kami pun istirahat.
Aku, yunus, Mira, Malik langsung menuju Kantin, sedangkan Sonny mau ke Ruang Basket untuk ketemu temannya.
Sesudah sampai kantin kami pun mencari tempat duduk lalu memesan nasi dan minuman.
" Hai..Ren...Pa Kabar??, " Tanya Anggi.
" Alhamdulillah baik Nggi?, " Jawabku.
" Boleh aku nimbrung disini?, " Tanya Anggi.
" Boleh Nggi...Silahkan, " Jawab Mira ramah.
Ren....kemana saja kok tidak pernah keliatan, " Ucap Anggi.
Ada kok Nggi, kamu saja yang tidak melihat Rendi, wong Rendi tiap hari di Kampus hehe, " Jawab Malik Rabbani sambil ketawa.
Hmm... Iya deh, maklum aku sibuk karena sekarang sedang di kontrak untuk model iklan, " Jawab Anggi.
Ooo ya... berarti sebentar lagi kamu akan jadi Artis dong?, " tanya Mira antusias.
Hmm ya gitulah....coba Rendi mau sama aku kan akan senang dia pacaran sama Artis, " Kata Anggi pede.
Tapi sayang nggi, Rendi tidak suka publikasi...
Doi maunya terkenal di langit saja tidak mau terkenal di dunia, ya nggak Ren?, " Kata yunus sambil menyenggol Rendi.
Rendi cuma tersenyum menanggapi perkataan Yunus.
" Yaaahhh payah deh, orang-orang bangga loh bisa pacaran sama Artis, lah si Rendi malah kagak, ya udah deh mungkin kita cuma bisa berteman ya Ren?, " Ucap Anggi sambil bersalaman dengan Rendi serta teman- teman yang lain dan langsung pergi dari kantin.
Mudah-mudahan si Anggi bisa menemukan tambatan hatinya...., " Doa Malik.
" Iya Lik...jangan sampe dia jadi Artis kayak Artis jaman sekarang, mau terkenal tapi harus tidur dulu dengan produsernya....iiiihh serem.." Ujar Mira.
Udah...udah..tidak baik gosipin orang, berdoa saja yang baik untuk kawan kita, " Ucapku.
Iya Ren..." Jawab mareka serentak.
__ADS_1
Habis makan siang, Aku, Yunus dan Malik langsung ke Mushola untuk Sholat Zhuhur, sedangkan Mira masih di kantin ngobrol dengan temannya.