
Akhirnya aku sampai di rumah Paman, aku langsung sholat Asar, kemudian aku mandi setelah itu aku menemui Yunus dan Faisal.
Mareka menyadari wajahku terlihat begitu gembira habis dari jalan - jalan di kampung Santri. Rasa penasaran kenapa dengan wajahku.
Akupun bercerita tentang gadis itu kepada Yunus dan Faisal dan meminta mareka merahasiakan tentang gadis itu. Yunus terlihat sangat gembira sahabatnya menemukan wanita idamannya, dan besok rencananya mareka bertiga akan ke kampung Santri untuk mengetahui siapa gadis itu sebenarnya.
Ketika kami asyik ngobrol tiba - tiba Paman Hanafiah datang dan meminta kepada kami untuk segera ambil Wudhu untuk Sholat Maghrib berjamaah.
Sesudah Sholat kamipun makan malam yang sudah disediakan Ummi ( istri paman ) dengan sangat nikmat.
Malam ini kalian menginap saja disini, besok sore baru balik ke Jakarta, Gimana?", Tanya Paman Hanafiah.
Kami langsung menyetujuinya karena memang niat kami mau menginap sekalian mau menyelidiki tentang gadis itu.
Aku sendiri sangat gembira, ingin rasanya berteriak senang, tapi malu ada Paman. Ketika Paman sudah berlalu baru aku mengucapkan syukur ALHAMDULILLAH dengan tangan mengusap wajahku karena boleh menginap.
Yunus dan Faisal tersenyum melihat tingkah laku ku.
", Sabar ya Sob?", Insya Allah besok kita akan mengetahui tentang gadis itu ", Jawab Yunus sambil menepuk bahuku.
Aku tersenyum lalu mengangguk. Jangan lupa Sholat Istikharah bro?, minta sama ALLAH dia yang terbaik bagimu", Jawab Faisal.
Aku tersenyum malu dan mengucapkan terima kasih untuk supportnya.
Kalau begitu sekarang ayuk kita ke mesjid untuk Sholat Isya berjamaah, " Ajak Faisal.
", Yuukkk!!!", Jawabku.
Akhirnya kamipun pergi ke Mesjid untuk Sholat Berjamaah, sedangkan Paman Pergi ke Pesantren lagi karena ada urusan yang belum kelar.
Karena udara yang sangat dingin, Kami bermaksud pergi minum kopi di warung dekat Mesjid. Sampai disana terlihat beberapa pemuda dan Bapak - bapak sedang minum kopi.
", Assalamu'alaikum...", Kami memberi Salam.
", Wa'alaikum Salam ", Jawab Bapak pemilik warung ramah.
Pak!!, kami pesan Kopi Luwak tiga ya?", Kata Faisal
", Baik Nak, Silahkan duduk", Kata Bapak pemilik warung ramah.
Kamipun duduk di pojokan, sambil menunggu kopi datang kami memesan pisang goreng dan kacang rebus.
Adek - adek ini sepertinya bukan orang kampung sini ya?, " Tanya Bapak pake baju merah.
Iya Pak!!", Kami dari Jakarta, ini teman - teman saya, kebetulan saya keponakan Ustadz Hanafiah," Kata Faisal ramah.
Oohh maaf ya dek?", Bapak tidak tahu, " Kata Bapak baju merah sambil memperkenalkan diri dan berjabat tangan dengan kami.
Saya Faisal dan ini Rendi sama Yunus pak?", Kata Faisal sambil menunjuk ke arah kami.
Saya Pak Yudi, Kebetulan saya Ketua RT disini," Jawab Pak Yudi Ramah.
Tadi sepertinya Paman, sebelum ke Pesantren mau ke rumah Bapak untuk memberitahukan tentang rencana kami untuk menginap Pak?", Kata Faisal.
Oooh begitu!", tidak apa - apa dek, saya kenal dengan Pak Ustadz Hanafiah, silahkan menginap!", Kata Pak Yudi.
Baik kalau begitu Pak, terima kasih untuk izinnya", Jawab Faisal.
", sama - sama dek, " Jawab Pak Yudi sambil tersenyum.
Sesudah minum kopi, kami akhirnya balik ke rumah Paman. Kami berbincang sebentar dengan Paman dan Ummi, sekalian bercerita tentang izin dari Pak RT Yudi untuk menginap.
Sesudah itu kami pamit untuk tidur.
Azan Subuh berkumandang, Kami bangun dan bersiap - siap pergi ke Mesjid bersama dengan Paman juga.
Sesudah Sholat Subuh berjamaah, kamipun kembali ke rumah Paman, Aku langsung mandi, di susul kemudian oleh Yunus dan Faisal.
Sesudah itu kami sarapan pagi, Kemudian pamit mau pergi ke kampung Santri untuk melihat kehidupan masyarakat didesa itu. Sedangkan kampung Paman Hanafiah terkenal dengan nama kampung Teladan.
Tak terasa sambil bercanda, kami sudah memasuki kampung Santri. Setiap orang yang berpapasan dengan kami selalu memberi Salam dan tersenyum. Kami membalas Salam dengan tersenyum juga, terasa sangat kental agamanya.
Tua, muda serta anak - anak ketika berpapasan dengan kami selalu memberi Salam.
", Maaf ya dek?, numpang tanya?, Rumah dek Maryam dimana ya?", Tanyaku pada anak kecil yang lewat setelah memberi Salam.
Ooh ...Om ini mau mencari rumah Maryam yang Ibunya jualan gorengan ya?", Jawab anak lelaki itu.
__ADS_1
Iy...iya..", Jawabku sambil memikirkan jawaban anak lelaki itu. Mungkinkah wanita itu ibunya Maryam?", Batinku.
Ren...Ren..", panggil yunus.
Eh..iya Nus?", Jawabku kelabakan.
Jangan bengong Ren...", Kata Faisal.
'Nggak kok...hehehe, "Jawabku.
Om...terus jalan lurus nanti ketemu sawah dan lapangan, Nah dari situ terus belok kiri liat saja rumah cat hijau, itu rumah si maryam!", Jawab anak lelaki itu.
", Terima kasih ya dek?", Kalau boleh tahu adek ini siapa namanya?", Tanyaku.
Nama Saya ...Abdul, Om!...", Jawab abdul mantap.
panggil saya Mas Rendi, ini Mas Yunus dan Mas Faisal", Jawabku sambil memegang tangan Abdul.
Abdul tersenyum ramah, kemudian kamipun pamit mau ke rumah dek Maryam.
Setelah melewati sawah dan lapangan tempat pertama kali aku bertemu dengan Maryam.
Akupun bercerita kepada Yunus dan Faisal bahwa di sinilah kemaren sore aku bertemu dengan wanita itu. Yunus dan Faisal tersenyum mendengar kisahku dan mareka mensupport tentang aku untuk mendapatkan gadis pujaanku.
Setelah bertanya dengan beberapa orang yang lewat, Kami sampai di sebuah rumah yang sangat sederhana sekali berwarna hijau.
", Assalammu'alaikum... ", Kami memberi Salam.
"Wa'alaikum Salam...", Jawab sebuah suara dari dalam. Setelah pintu terbuka terlihat Maryam sambil tersenyum menyapaku.
Ehh ada Mas Rendi...", Sapa Maryam.
Ayuk Mas masuk...", Ajak Maryam ramah.
Siapa Maryam!!", Teriak suara dari dapur.
Ini Bu...Mas Rendi sama Teman - temannya mau main?", Jawab Maryam.
Dag..dig..dug...jantungku terasa mau berhenti begitu mendengar suara wanita itu ", batinku.
Suruh masuk saja Maryam?", Katanya lagi.
Kami masuk ke dalam rumah Maryam dan duduk beralaskan tikar.
Ren... Lo yakin wanita ini yang lo cari", Bisik Yunus.
", Iya Nus!!", INSYA ALLAH dialah wanita idamanku", Bisikku pada Yunus.
Mas Rendi..ini siapa?", Tanya Maryam.
Oh iya lupa hehehe... Ini teman - teman Mas Rendi, yang ini Mas yunus dan Mas Faisal", Kataku.
Iya mas...saya Maryam ", Jawab Maryam.
Dek Maryam kelas berapa?", Tanya Faisal.
Saya Kelas lima Madrasah Ibtidaiyah ( SD), Mas!!!", Jawab Maryam.
Tiba - tiba terdengar suara berjalan dari dapur ke ruang tamu, aku langsung menunduk tidak berani melihat?, hatiku tidak karuan karena akan bertemu dengan wanita pujaanku.
Bu...ini teman - teman Maryam, " Kata Maryam kepada wanita yang berjilbab biru. Yang ini Mas Rendi, Mas Yunus dan Mas Faisal", Kata Maryam sambil memperkenalkan kami kepada ibunya.
Yunus dan Faisal melihat ke arah ibunya Maryam sambil tersenyum dan menganggukan kepala. Sedangkan Rendi masih menunduk malu.
Ren...lo yakin ini wanita pujaan lo?", bisik Yunus.
Iya Nus...dia memang wanita sederhana tapi sholeha...dia memakai hijab, santun... itu yang aku suka darinya", Jawabku sambil tetap menunduk.
", Hmmm... Kalau memang itu pilihan lo, gue sih setuju aja asal lo bahagia", Jawab Yunus.
Tapi kelihatannya dia lebih cocok jadi kakak lo deh", Jawab Yunus.
Hmm Nus... Usia itu cuma angka yang penting kitanya saling menerima kelebihan dan kekurangan masing - masing", bisikku pelan.
", Hmmm iya deh terserah lo aja!!", Jawab Yunus pasrah.
", Hmm... Ternyata ini pujaanya Rendi..", Bisik Faisal sambil tersenyum di iyakan sama Yunus.
__ADS_1
Maryam... Ayuk bantu ibu bawa kue dan minuman buat masnya ", Kata Ibunya Maryam.
Sebentar ya Mas..", Pamit Maryam ke dapur.
Silahkan di minum ya adek - adek, seadanya.. maklum di kampung kue nya tidak seenak di kota!", Kata Ibunya Maryam.
", DEG... Sepertinya suaranya beda, tapi tadi di dapur suaranya sama dengan wanita itu", batinku.
Aku memberanikan diri menatap Ibunya Maryam dan betapa kagetnya aku ternyata wanita itu bukan Aisha ( wanita kemaren bertemu denganku).
Rendi....pasti suka Bu... Apalagi buatan ibu?", Kata Yunus sambil menyikut tanganku.
Maaf...Kalau boleh tau nama Ibu siapa?", Tanya Faisal.
Nama saya Entin Supriatin, biasa di panggil Bu Titin", Jawab Bu Titin ramah.
Nah.. Adek - adek dari mana mau kemana?", tanya Bu Titin ramah.
Kami memang mau ke rumah ibu, kebetulan Teman saya rindu ingin ketemu dengan Maryam dan Ibu?", Jawab Yunus jujur.
Oohh...kalau begitu silahkan di minum dan di makan kue ala kadarnya maklum kue kampung!", Kata Bu Titin malu.
", Terima Kasih bu...", Jawab Yunus.
Memangnya Dek Yunus dan Dek Faisal tidak suka kue ibu?", Tanya Bu Titin.
Kami suka Bu... Tenang saja kami habiskan semua hehe...", Jawab Faisal sambil tersenyum
Maksud kami datang kesini adalah sebenarnya untuk bertemu dengan Ibu", Kata Faisal.
Ada masalah apa ya Dek?", Tanya Bu Titin cemas.
Teman kami Rendi...bermaksud...( tiba - tiba mulut Faisal ditutup sama Rendi).
", Sal...Nus...bukan Bu Titin orangnya?", Kataku sambil berbisik.
",Ap..apa...jadi bukan ini orangnya?, terus yang mana?, Tanya mareka berdua.
Yang bareng pulang sama Maryam kemaren sore, "Jawabku.
Sue...gue kira yang ini untung si Faisal belum keceplosan, " Kata Yunus.
Maaf tadi Dek Faisal mau ngomong apa ya?", tanya Bu Titin penasaran.
Begini Bu, kemaren sore saya bertemu dengan Maryam, dia bersama dengan seorang wanita?, Kalau boleh tau siapa dia ya Bu?", Tanyaku.
Oooh itu... Ngomong dari tadi dong Mas Rendi... Bilang saja ingin tau tentang Ibu Aisha bukan?", Tanya Maryam.
'Iya... Kalau boleh tau siapa dia", Tanyaku malu
Bu Aisha dia adalah Primadona di kampung ini, selain wajahnya yang cantik, dia juga sholeha dan baik budi, juga pinter mengaji, kami semua disini kenal baik orangnya.
Tapi Bapaknya sedikit galak karena dia anak satu - satunya Pak Haji Surya Dinata ( Bapaknya Aisha)", Jawab Ibu Maryam sambil duduk di dekat kami.
Bu Aisha, dia guru TPA juga Guru mengaji di kampung ini, banyak pemuda yang jatuh hati padanya tapi tidak berani, sudah banyak yang melamar tapi selalu di tolak sama Bapaknya, karena Pak Haji itu mau mencari menantu sesuai kriterianya.
Entah seperti apa kriterianya?, Yang pasti kalau menikah dengan Bu Guru Aisha maka Insha ALLAH mendekati sempurna", Kata Bu Titin lagi.
Oohh begitu ya Bu... Berat juga ya?", Kataku lemah.
Tapi Dek Rendi kalau mau sama Bu Guru Aisha, Dek Rendi harus minta bantuan sama Pak Haji Ahmad Ma'ruf, beliau adalah sahabatnya Pak Haji Surya Dinata, Kalau permintaan sahabatnya tidak mungkin di tolak!, " Kata Bu Titin lagi.
Kenapa Ibu tau semua", Tanya Yunus.
Karena ibu dulu adalah pembantu di rumah Pak Haji Surya, Abahnya Bu Aisha, " Jawab Bu Titin.
Kalau begitu terima kasih ya Bu untuk infonya", Kataku.
", Iya dek Rendi... INSYA ALLAH kalau jodoh tak kemana, "Jawab Bu Titin.
Kami manggut - manggut paham dengan cerita dari Bu Titin. Kemudian kami pamit dari rumah Maryam dan Bu Titin.
Kalau begitu kami permisi dulu ya Bu?...", kataku sambil berdiri di ikuti dengan Yunus dan juga Faisal.
Mas Rendi kalau mau ketemu Bu Aisha, biar Maryam yang anterin hehe", Jawab Maryam polos.
", Iya deh..Mas Rendi pengen tau di mana rumahnya Bu Aisha...", Kataku.
__ADS_1
Kami pun pamit dengan Ibunya Maryam dan pergi untuk melihat di mana rumah Aisha berada, sekalian mau melihat wanita yang telah mengambil hatiku.