Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Kebimbangan Hati Rendi


__ADS_3

Azan Subuh berkumandang, Akupun langsung ke Mushola di dalam rumah, karena akan Sholat Subuh berjamaah.


Seperti biasa habis itu aku jogging sebentar kemudian mandi untuk berangkat ke Kampus.


", Aku telpon Yunus dan Malik untuk segera ke Kampus karena harus menghadap Dekan atas kepulangan kami.


Sesudah telpon Yunus dan Malik, akupun siap - siap lalu turun ke bawah untuk sarapan.


", Maa!!", Paa!!", Panggilku ketika habis makan, sedangkan Reva tidak terlihat karena kata Mama, dia libur sekolah jadi mau bangun agak siang katanya.


Rendi berangkat ke kampus ya?, soalnya mau laporan ke Dekan?", Sekalian juga mau ketemu teman - teman ", Pamitku sambil mencium tangan mareka.


", Iya Nak!!", Hati - hati di jalan jangan ngebut bawa motornya !!", Kata Papa.


", Siap Pa!", Assalamu'alaikum!", Kataku.


", Wa'alaikum Salam !!", Jawab mareka.


Setelah menempuh perjalanan satu jam setengah, sampailah aku di Kampus Mawar Merah.


Aku langsung memakirkan kendaraanku, sesudah itu langsung ke kantin untuk menunggu Yunus.


", Eh..ehh!!! Itu ada kak Rendi!!!", Ketua BEM kita, " teriak Fatma, adik tingkat yang lagi duduk tidak jauh dari Rendi.


", Ya ALLAH... Sumpah deh ganteng bingitsss!!!", Puji Ayu.


", Bener Yu!", Tambah Ganteng ya doi...Duh jadi tambah ngefans deh heehe...", Jawab Sinta.


Tapi Sayang ya??", Doi dingin kayak kulkas, dan konon katanya doi tidak mau pacaran!!", Langsung nikah saja, begitu ketemu yang klik ", Jawab Fatma lagi.


", Iya bener Fat?", Satu Kampus sudah tau tentang doi. Sudah ah...jangan ngehayal lagi.. Jauh kita mah....", Kata Sinta.


", Jangankan kita yang begini, Noh!!", Kembang Kampus si Anggi saja, doi tolak coyy!!", Kata Sinta yang membuat mareka langsung diem.


", Coba kalau doi mau sama gue, Gue kekep tidak keluar kamar tiga hari tiga malam, hahaha...lecet tuh lecet deh, hehe...", Kata Ayu sedikit Nakal.


", Sialan lo Yuuu!!!", yang ada doi langsung mati kehabisan napas habis lo kekep, hahaha ", Jawab Fatma sambil ketawa.


", Sue lo..", Kata Ayu sedikit Sewot.


Sudah - sudah mending kita lanjut makan yuk!!", Ajak Sinta.


Akhirnya Yunus dan Malik datang dan langsung menemui Rendi di kantin.


", Assalamu'alaikum Ren!!!", Kata mareka kompak.


", Wa'alaikum Salam ", Jawabku, Hai..!!", Silahkan duduk?", Kataku mempersilahkan mareka.


", Pesan aja apa yang kalian mau, biar gue yang bayar?", Kataku.

__ADS_1


", Terima Kasih Ren?", Kebetulan tadi sebelum berangkat ke kampus aku sudah makan!", Kata Yunus.


", Sama Ren, gue juga baru sarapan tadi di rumah", Jawab Malik.


Kalau begitu yuk kita ke ruang BEM, Baru nanti jam 10 kita menghadap Pak Arif, Dekan Kampus kita ", Ajakku.


Baru mau beranjak, tiba - tiba seorang wanita datang dan menyerahkan sepucuk surat padaku, akupun menerima tapi dengan hati yang bimbang.


", Dari siapa Ren?", tanya Malik".


", Coba gue lihat Ren?", Kata Yunus.


Akupun memberikan surat itu kepada Yunus, dan Yunus membaca lalu melipat surat itu.


", Sob!!!", dari Dinda anak Fakultas Sastra.


Doi pengen jadi pacar lo!!!", Kata Yunus sambil menepuk bahuku.


", Aku terdiam.... lalu aku bilang ", balas saja seperti biasa ya Nus?", Jangan dengan Kata yang Kasar dan Aku minta maaf belum ingin pacaran", Jawabku singkat dan menunduk.


", Yunus mengerti kemudian mengangguk".


Lalu kamipun ke kantor BEM untuk bertemu dengan teman - teman yang lain.


Pukul Delapan lewat, akhirnya mareka semua berkumpul dan melepas rindu dengan kami karen sudah satu bulan tidak ketemu.


Kami semua berpelukan bagi yang cowok, sedangkan yang cewek cukup berjabat tangan karena bukan muhrim untuk berpelukan.


Begitu dahsyat dan mengerikan tentang kejadiannya.


Terlihat yang cewek berlinang air mata mendengar penderitaan sodara kita di Aceh, sedangkan yang cowok terlihat menunduk ikut merasakan kesedihan yang di alami oleh sodara kita di Aceh.


Ini lebih parah dari yang di perlihatkan oleh media ataupun televisi, banyak mayat - mayat bergelimpangan di jalan, di bawah gedung, terhimpit mobil dan lain - lain.


Banyak mayat - mayat yang tidak lengkap anggota tubuhnya, ada yang hilang kepala, hilang tangan dan hilang kaki belum lagi ibu - ibu yang menjadi gila karena anaknya hilang.


Bapak - bapak yang sedikit prustasi akibat kehilangan Anak dan Istri.


Dan yang membuat aku miris adalah banyaknya mayat bayi dan balita yang tidak terekspos televisi.


", Ceritaku pada mareka semua, dan mareka mendengarkan dengan perasaan pilu dan sedih.


Kalau kita di posisi mareka apakah setabah itu atau malah lebih gila lagi, " Wallahuallam...", Kataku Pelan sambil menghapus air mata.


Tapi aku salut dengan mareka, mungkin karena keimanan yang kuat, banyak dari mareka sudah Ikhlas dengan musibah ini dan berusaha bangkit untuk melanjutkan hidupnya kembali.


", Tidak ada yang tidak mungkin, kalau ALLAH sudah berkehendak.


Ini jadi pelajaran bagi kita semua sekaligus juga jadi pengalaman yang tidak terlupakan dalam hidup kami", Kataku mengakhiri.

__ADS_1


Sesudah saling tukar cerita dengan teman - teman BEM, Aku, Yunus dan Malik langsung menuju ke ruangan Pak Arif.


Kami di sambut dengan hangat oleh beliau, kemudian kami saling cerita tentang dahsyatnya TSUNAMI ACEH, Beliau sangat Antusias mendengar cerita dari kami secara bergantian.


Setelah dari ruang Dekan, aku dengan Yunus lanjut ke Mushola untuk istirahat, sedangkan Malik mau ketemu pacarnya Alya anak Fakultas FISIP.


", Nus!!!", Panggilku pelan.


", Ada apa Sob?", Tumben muka di tekuk ", Kata Yunus.


Tiba - tiba dari ruang LDK yang berdekatan dengan Mushola keluarlah Rahma.


", Dia seangkatan dengan kami dan menyerahkan sepucuk surat kepadaku, dan sambil berkata ", Maaf lalu langsung pergi sambil menunduk malu.


Aku paham dan mulai membuka isi suratnya.


" ASSALAMMU'ALAIKUM...WB.WR.


",Rendi......


Sudah lama aku mengangumimu.


Terus terang aku ingin menjadi tulang rusukmu yang hilang.


aku ingin menjadi yang halal bagimu.


Aku menyukaimu dalam hatiku, bukan karena ketampanan, kepinteran dan ketakwaanmu.


Tetapi lebih kepada pribadimu yang sholeh dan ramah kepada siapa saja.


Jikalau engkau berkenan, Sudilah kiranya untuk Menjadikan aku sebagai permaisuri hatimu, yang kelak akan menemanimu dalam suka dan duka. Yang akan mendampingimu menuju surganya ALLAH SWT.


Sebelumnya saya minta maaf karena sudah lancang mengirim surat kepadamu.


Tetapi ini hanya sebuah ungkapan hati seorang wanita yang diam - diam jatuh hati padamu.


", Wassalam. Rahma Fakultas Agama Islam.


", Aku terdiam dan menarik nafas sambil menutup muka dengan kedua tanganku.


Yunus lalu menepuk bahuku, lalu berkata ", Ren!!!", Panggil Yunus pelan.


",Ya Allah Nus...aku bimbang dengan semua ini, apa aku salah di kasih wajah dan otak yang encer?".


",Aku sudah buat banyak hati wanita terluka dan bukan ini yang aku mau...??".


Dan yang membuat aku miris bahkan seorang Akhwat ( anak LDK atau Rohis kalau SMA) menyatakan cinta kepadaku?", ratapku pelan sambil menutup wajahku dengan tangan.


", Sabar ya Ren!!", INSHA ALLAH secepatnya kamu menemukan wanita idamanmu agar kelak hatimu terjaga ", kata Yunus sambil menepuk bahuku.

__ADS_1


", Iya Nus!!", INSHA ALLAH", Kataku.


Setelah Sholat Zhuhur, Aku memutuskan pulang duluan, karena memang tidak ada jam mata kuliah sedangkan Yunus lanjut Kuliah.


__ADS_2