Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Berangkat ke Aceh IV


__ADS_3

Sesudah makan siang kamipun menuju Mesjid kampus untuk Sholat Dhuhur.


Habis dari Mesjid aku menuju ke kantor BEM.


sedangkan Yunus mau ke ruang LDK, sampai di ruang LDK, Yunus ketemu dengan Ketua LDK yang bernama Rahmat.


" Assalamu'alaikum... " Yunus memberi salam ", ",Wa'alaikum Salam... masuk Nus..." kata Rahmat mempersilahkan Yunus masuk, lalu keduanya membahas masalah mau ke Aceh.


",kapan jadi berangkat ke Aceh Nus, " tanya Rahmat ", Insha Allah kalau tidak ada halangan besok pagi ", jawab Yunus.


Katanya dengan Malik dan Rendi ya? ", tanya Rahmat ", iya Mat, Insha Allah ".


Oh iya nanti bantuan yang kami kumpulkan tetap kami salurkan di kantor BEM.


Teruslah memberi informasi tentang kondisi disana ya Nus, " pinta Rahmat.


",Iya Mad, Ente percaya sama Ane, Insha Allah informasi apapun akan selalu kami infokan ke BEM.


Kalian bantu pantau dan juga doa, semoga apa yang kita semua lakukan, bermanfaat buat sodara - sodara kita disana ", kata Yunus.


", Aamiin..ya Allah ...", jawab Rahmat ", Kalau begitu saya pamit ya...", kata Yunus.


", sebentar Nus, ini ada sumbangan dari anggota LDK, walaupun sedikit semoga berguna buat masyarakat disana, dan juga untuk pakaian layak pakai, makanan dan minuman, kemaren sudah kami antar ke BEM ", kata Rahmat.


", Iya Mad, tadi sudah kami antar ke kantor LSM.


Dan mengenai sumbangan ini, Insha Allah, akan kami jaga amanah ini. " kata Yunus sambil menjabat tangan dan memeluk tubuh Rahmat


"akhirnya setelah menerima sumbangan ini, Yunus pun pamit undur diri, mau ke kantor BEM.


Begitu sampai di kantor BEM, terlihat sudah ada Rendi, Malik, David, Mita, Mira, dan Sonny, " aku ceritakan pada semuanya mengenai sumbangan dari anggota LDK, dan juga amanah dari Rahmat " kata Yunus .


", Ahamdulillah, semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua, Aamiin..." kataku.


", AAmiin...", jawab mareka serentak. Sesudah beres - beres, aku bersalaman satu persatu dengan mareka, di ikuti dengan Yunus dan Malik.


" Hati - hati ya bro... Aku percaya kalian mampu mengemban amanah ini, selamat jalan dan kabari informasi apapun disana ", kata David sambil memeluk dan menepuk pundaku.


", Insha Allah ya bro....mudah - mudahan sinyalnya bagus, apapun itu nanti kita saling komunikasi ", Jawabku.


Kamu juga sama anak - anak yang lain, semoga acara Tafakur Alam, retreat bagi yang non muslim dan acara lainnya di kampus berjalan lancar dan sukses.


Tolong kabarin Marcel untuk acara retreatnya jangan lupa, karena hari ini dia berhalangan hadir karena tadi ada acara keluarga, " kataku panjang lebar .


", siap Ren...kami semua siap dengan tugas ini, " jawab Taufan ", baiklah kalau begitu, kami pamit ya, soalnya mau beres - beres juga " , Jawabku ", iya Ren..." jawab Sonny yang di amini sama mareka semua ".


Aku dan Yunus langsung menuju parkiran mobil, sedangkan Malik mau ke kantin dulu mau ketemu pujaan hatinya.


Setelah sampai di rumah, Yunus langsung mengambil motornya dan pamit langsung pulang, karena mau beres - beres juga, tapi sebelum itu


" Nus... kita makan dulu yuk " ajakku", nggak usah sob...nanti aja di rumah, kebetulan ni badan udah lengket, mau sekalian mandi hehe", jawab Yunus.


", oooh pantes tadi di dalam mobil bau asem, ternyata elo Nus, belum mandi, hehehe", ledekku.

__ADS_1


", sialan lo Ren... enak aja bau, sorry to say ye.... by...by...bau hahaha " jawab Yunus sambil mengibaskan jari ala bencong".


", hahaha iya deh, udah sana pulang bikin gerah rumah gue aja, " ledekku.


",Sialan lo dasar singkong...tapi lo suka kan ? " ledek Yunus.


", Suka sama lo...hihi sorry to say ye...eke gini...gini masih normal lo ", kataku memperagakan tangan dengan suara mirip ala ala bencong.


", Hahaha....Rendi... Rendi, lo nggak pantes...", ledek Yunus .


Hmmmm tapi kalau di pikir - pikir bagus juga sih, lo jadi waria yang paling cantik di Indonesia hahaha ", sialan lo Nus...


",Hihihihi amit - amit deh tujuh turunan, jangan sampe deh, di Laknat sama Allah serem " jawabku.


Hahaha.. muka lo serius amat ", ledek Yunus.


sompret lo, udah sana pulang...hati - hati salam buat Mak ye... ", kataku.


",siap juragan ", jawab Yunus sambil menyalakan motornya dan melaju pulang.


Setelah mengantar Yunus di pintu gerbang, aku langsung masuk ke dalam, aku melihat Mama di ruang tivi sambil melihat berita tentang Tsunami.


Ma... ", panggilku ", eh sayang anak Mama sudah pulang... " panggil Mama.


iya Ma kataku sambil mencium tangan dan memeluk Mama.


", Ma... besok pagi Rendi sudah Take off, Mama sama Reva baik - baik ya, doain Rendi disana sehat - sehat terus ya Ma.." kataku.


", iya nak.???",.doa kami akan selalu untuk kamu, kamu terus kabarin Mama dan Papa ya? " pinta Mama.


", Naaak sebentar ???", pinta Mama ", oh iya Papa titip salam buat kamu, Papa bilang jangan tinggalin Sholat, dan hati - hati, mungkin Papa hari Sabtu baru balik ke Jakarta, katanya masih ada meeting dengan klien Papa di Singapura ", kata Mama.


", Iya Ma... Cayang....tadi juga rendi sudah sms Papa, sekalian pamit karena besok berangkat ke Aceh ", jawabku.


", iya nak...Mama juga masih pantau terus, Alhamdulillah sudah ada bantuan dari Negara - Negara Sahabat, dan juga Negara dari Eropa, kata Mama.


", Alhamdulillah ya Ma... mudah - mudahan cepat tersalurkan, dan sedikit meringankan beban mareka ", jawabku.


Ya sudah kamu cepat mandi, habis itu kita makan malam bersama ", kata Mama.


akupun langsung menuju ke kamar.


Sesudah mandi, aku bereskan beberapa baju dan celana, juga sarung untuk Sholat,yang akan aku bawa ke Aceh.


Sesudah itu aku masukan Tolak angin dan Obat Magh, karena aku akhir - akhir ini merasakan Asam lambung naik, jadi buat jaga - jaga saja. " Mama masuk ke kamarku.


", Gimana sayang??", sudah di packingnya, apa yang kurang?, ", Tanya Mama.


", Alhamdulillah sudah Ma.. Rendi tidak bawa banyak baju.


Insha Allah mungkin sekitar 2 sampe 3 minggu disana, kalau misalnya berubah, nanti Rendi kabarin lagi ke Mama ", jawabku.


", iya sayang... apapun itu kamu harus memberitahukan kepada Mama, "jawab Mama.

__ADS_1


Mama tunggu kabar dari kamu ". oh iya jangan lupa obat magh kamu, dan sumbangan dari Papa ", kata Mama.


", Iya Ma.. sudah Rendi masukin semua ke dalam tas ", kata Mama.


Habis beres - beres, aku dan Mama menuju ke ruang makan. "


", Maaassss " panggil reva manja, besok pagi berangkat ke Aceh ya, " tanya adikku.


",iya sayangnya Mas... kenapa kangen ya, " ledekku sambil mencubit hidungnya yang mancung.


",Nggak kok, " Jawab Reva.


", hmm...ya sudah kalau adiknya Mas nggak kangen, besok Mas di Aceh mau cari adik baru ah...", ledekku.


Iiiiiihhh... mas, jangan gitu dong Reva kan kangen banget sama Mas, " jawab Reva sambil bergelayutan manja padaku.


",Aku tersenyum dan berkata, kamu adalah adiknya mas satu - satunya, nggak ada yang lain, " jawabku sambil mengacak - acak rambutnya.


Yang di acak, otomatis kesel tapi imut hehe " batinku dalam hati ".


Sudah - sudah, !!! ...yuk kita makan, " ajak Mama.


", siap ma...!!!!", jawab Reva sambil menarik tanganku.


Akhirnya kamipun makan dengan lahap, sesudah makan akupun izin ke kamar untuk istirahat karena besok subuh harus berangkat ke Aceh.


Azan subuh sudah berkumandang, aku langsung bangun untuk mandi dan sholat, selesai sholat aku senam merengangkan otot, selesai senam aku langsung sarapan.


Karena sebetar lagi aku harus berangkat, setelah sarapan pagi aku telpon Yunus dan Malik, mareka juga sudah siap - siap mau jalan.


Aku kembali ke kamar dan mengambil ransel serta jaket, begitu aku turun dari tangga terlihat Mama dan Reva sudah menungguku di bawah.


", Maaa... ???", Rendi pamit ya, doain Rendi semoga selamat sampai tujuan, ya Ma,??? " kataku sambil mencium tangan dan memeluk Mama erat.


karena memang belum pernah seumur hidup jauh dari keluarga.


", Iya sayang... ", Mama selalu berdoa untuk kamu, semoga selamat tidak kekurangan apapun. " peluk Mama sambil meneteskan air mata.


", sudah dong Maaa.. kalau begini kan Rendi jadi sedih,???", Ikhlaskan ya Ma...mudah - mudahan ini jadi pengalaman dalam hidup Rendi, " kataku sambil menghapus air mata Mama.


",Maaaasss... " panggil Reva ", akupun memeluk Reva dan mencium pucuk kepalanya, sambil berkata jagain Mama ya dek, jangan nakal ", pesenku.


", iya mas " terdengar tangisan Reva dan Mama. " Sudah dong Maaa.??.. dek,???", kalau begini kan, Mas Rendi jadi tidak berangkat ni...", kataku.


", Iya nak... maafkan Mama karena masih keberatan berpisah dengan kamu ", kata Mama.


", Ikhlaskan ma...tidak lama kok, sekarang senyum ya, " kataku sambil memeluk mama kembali ".


Akhirnya dengan hati yang berat, aku pergi di anter sama Pak Asep Supir Pribadi Mama, langsung menuju Bandara Halim Perdana Kusuma. Setelah menempuh perjalanan satu jam setengah.


Akhirnya akupun sampai di Bandara dan langsung telpon Malik dan Yunus.


Setelah ketemu dengan Yunus dan Malik, kamipun menunggu kedatangan Pak Iwan karena sedikit macet di jalan.

__ADS_1


Akhirnya setelah Pak Iwan datang dengan segala barang yang akan dikirimkan ke Aceh, aku pun semua menunggu sebentar karena barang harus di muat dulu dalam Pesawat Herkules, baru setelah itu, kamipun masuk satu persatu ke dalam Pesawat yang lumayan besar yang berjumlah sekitar dua puluh orang yang akan di berangkatkan ke Aceh.


Dan Bismillah akhirnya pesawat kami tinggal landas terbang membelah angkasa....


__ADS_2