Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Ke Kantor Papa


__ADS_3

Hari ini hari Rabu aku ada janji dengan Papa untuk ke Kantornya. Ada beberapa hal yang akan Kami bicarakan.


Papa sendiri sudah berangkat pagi-pagi sekali karena ada meeting mendadak dengan klien, sehingga ketika Kami sarapan hanya bertiga.


Sesudah sarapan, Aku pamit sama Mama kebetulan hari ini Reva minta di anterin ke Sekolah denganku.


Aku menghidupkan motorku, Reva sebenarnya protes tidak mau pergi naik motor panas.


Setelah Aku jelasin bahwa Naik motor lebih cepat karena Aku mau ke kantor Papa.


Kan tau jalanan suka macet, terpaksalah si Reva naik motor itupun dengan di bujuk dulu.


Kalau tidak mau, Dia bisa pergi sama Mang Ujang tetapi Reva tidak mau tetep minta diantar.


Kami berangkat ke sekolahnya Reva. Sampai di pintu gerbang, biasa teman-teman Adikku suka godain dan tebar pesona.


Tetapi hanya Aku senyumin saja karena Aku sudah punya tambatan Hati.


Rev.....makin hari Mas Rendi tambah ganteng ya...mana sekarang pake baju kerja makin keren saja hehe.." Kata Ria.


Hehehe...iya dong liat aja adeknya cantik kan..." Ledek Reva.


"Hmm...bisa aja pacarnya Mang Sarip ( Penjaga Sekolah) hahaha..." Ucap Lia sambil tertawa.


"Sue...enak aja.....hehehe....Yuk.. ah kita masuk ke kelas " Ajak Reva.


"Tapi Rev...beneran deh Mas Rendi cakep banget, udah punya pacar belum ya...gue mau kok jadi Kakak Ipar lo hehehe..." Ucap Ria sambil tertawa


"Aduhhh...sorry say..Mas gue udah punya Pacar, kalian telat hehehe..." Ucap Reva sambil menerka-nerka dalam hati sudah punya pacar apa belum ya..." Ucap Reva dalam hati.


Tapi bodoh ah...memang gue pikirin " Batin Reva.


" Yaaahh...telat deh coba dari dulu lo promosiin gue Rev, pasti Mas Rendi udah jadi cowok gue sekarang hehehe..." Timpal Ria sambil melihat Reva dan mengedipkan matanya.


" Hmm..sorry ...guys....Mas gue itu tidak mau sama cewek ingusan kayak kalian.. hahaha..." Ucap Reva sambil berlari ke dalam kelas.


" Sue lo Rev....hahaha..." Ucap Lia dan Ria berbarengan sambil menyusul Reva.


...****************...


Setengan Jam kemudian.


Sampailah Aku di Kantor Papa. Semua orang di Kantor tidak mengenalku hanya beberapa saja yang kenal denganku termasuk Sekretaris Papa, Mbak Lilis.


Ku parkirkan Sepeda Motorku yang ada tulisan Parkir Motor. Lalu aku berjalan memasuki Kantor.


Sampai di depan Resepsionis.


" Pagi Mbak.... " Sapaku.


" Pagi Mas.. Ada yang bisa di bantu? " Ucapnya Ramah.


" Iya Saya mau ketemu dengan Bapak Doddy Darmawan " Ucapku.

__ADS_1


" Maaf Masnya sudah bikin janji...." Tanyanya lagi.


" Sudah..." Jawabku.


" Sebentar ya Saya cek dulu..dengan siapa Namanya.." Ucapnya.


" Saya Rendi..." Jawabku.


Kemudian Resepsionis itu telpon Sekretaris Papa ( Mba Lilis), terdengar suara Resepsionis itu berkata " Baik Bu.. Dan telpon pun di matikan.


"Maaf Mas Rendi...silahkan ke ruang Bapak Doddy di Lantai Dua Puluh, tapi liftnya yang sebelah Kanan ya Mas...soalnya yang sebelah kiri buat CEO dan Para manager.." Ucap Resepsionis.


" Baik Mbak...terima kasih.." Ucapku sambil melangkah pergi menuju lift.


"YA ALLAH ganteng banget hampir copot jantungku, mana sendiri lagi...


Si lusi pake dateng telat...rugi tak ketemu Makhluk Tuhan yang Paling Cakep hehe..kira-kira mau ngapain ya tuh orang hmm....." Ucap Resepsionis yang bernama Shinta dalam hati.


Sampai di Lantai Dua Puluh ternyata Mbak Lilis sudah menunggu Aku di depan Pintu lift.


" Pagi Mas Rendi..." Sapanya Ramah.


"Iya pagi Mbak..." Jawabku.


"Mari Mas saya anter ke ruangan Bapak, karena tadi Beliau sudah berpesan sebelum ketemu dengan Klien " Ucap Mbak Lilis.


"Iya...terima kasih " Ucapku sambil mengikuti Mbak Lilis ke ruangan Papa.


Jujur Aku tidak pernah ke Kantor Papa, mareka yang mengenalku hanya yang pernah main ke rumahku.


" Mas Rendi...silahkan tunggu disini ya?.... " Ucap Mbak Lilis sambil membuka tangan menyuruh Aku duduk di sofa.


" Iya Mbak...terima kasih " Jawabku sambil menuju sofa.


Mbak Lilis pun langsung menutup pintu dan tinggallah Aku sendiri.


Ruangan Papa begitu nyaman dan indah. Aku menghampiri meja Papa, terlihat foto Papa merangkul Mama disana dengan penuh Cinta.


Juga ada Foto Kami berempat, Aku tersenyum melihat foto kami dengan Wajah penuh bahagia.


Sesudah melihat-lihat Foto itu Aku kembali duduk di sofa, tak lama Mbak Lilis datang sambil membawa minuman.


" Silahkan Mas..." Ucapnya.


"Terima kasih Mbak..." Jawabku sambil tersenyum.


" Saya tinggal dulu ya, kalau ada apa-apa panggil Saya saja ya Mas.." Ucap Mbak Lilis.


" Iya.." Ucapku singkat.


Sepeninggal Mbak Lilis Aku langsung membuka Laptop untuk mengerjakan tugasku.


Tak lama kemudian terdengan suara pintu terbuka, terlihat Papa dan Om Burhan tersenyum ke arahku.

__ADS_1


" Papa...., Om..." Ucapku sambil mencium tangan Papa dan Om Burhan.


" Waduh...Ren...tambah ganteng saja... Sudah punya Calon, belum??... hehe..." Tanya Om Burhan sambil tertawa.


Aku cuma tersenyum kemudian Papa berkata.


" Kalau untuk Calon masih jauh Han...Anakku masih muda.. Masih harus belajar...." Jawab Papa sambil tersenyum.


" Iya... Sekarang, nanti kalau sudah siap...Aku mau loh jadi besan kamu hehehe..." Ucap Om Burhan kepada Papa.


Aku hanya menunduk malu.


" Waduh...itu nggak janji loh....kalau masalah jodoh Aku percayakan Sama mareka Han...bukan jamannya lagi saling menjodohkan, biar mareka pilih sendiri hehehe...


Kita yang Tua-tua ini hanya merestui hahaha..." Jawab Papa yang membuat Aku tambah bangga padanya.


Aku cuma tersenyum mendengar obrolan Mareka. Om Burhan sendiri adalah Sahabat sekaligus Tangan kanan Papa, jadi Papa sangat percaya sama Om Burhan.


Ya sudah kalau begitu Aku keluar dulu ya... Ada tugas yang belum kelar..." Ucap Burhan tersenyum


"Oke Han...terima kasih ya tadi udah menemani.. " Ucap Papa.


"Sip...yuk Ren...Om keluar dulu ya..." Ucap Burhan sambil melangkah keluar


" Iya Om..." Jawabku sambil tersenyum.


Sepeninggal Om Burhan, Aku dan Papa langsung bicara Serius.


"Kamu serius kan mau bekerja, Soalnya Papa butuh orang sebagai Manager Produksi... Dan Papa rasa kamu cocok jadi itu " Ucap Papa.


Apa tidak signifikan Pa...langsung menempatkan Aku sebagai Manager Produksi... Apa setidaknya Aku mulai dari bawah dulu.."Ucapku sedikit protes


" Papa percaya dengan kemampuan Kamu dan Kamu bisa mengemban amanah ini " Ucap Papa.


" Rendi pikir-pikir dulu Pa..." Jawabku.


" Nak...Papa yakin Kamu mampu di posisi ini, kelak Semua Perusahaan ini Papa wariskan kepadamu, Papa percaya Kamu mampu mengelolanya " Ucap Papa serius.


Aku terdiam sebentar kemudian Aku berkata.


" Baiklah Paaa...tapi Aku akan merekrut Yunus sebagai Asistenku, gimana Paa.. "Tanyaku.


" Oke..."Jawab Papa mantap


" Kalau begitu mulai besok kamu sudah masuk berkerja gimana?.." Ucap Papa.


"Jangan besok Paaa...hari Senin ya Paa, Aku juga akan bicara dengan Yunus juga..


Dan janji ya Paaa...jangan ada yang tau Aku anak Papa, biar waktu saja..." Ucapku serius


" Oke..." Jawab Papa sambil bersalaman denganku tanda setuju.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Lanjutannya di bab berikutnya ya...


__ADS_2