Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Hadiah Untuk Aisha


__ADS_3

Rendi mengajak Aisha untuk masuk ke dalam, kemudian Aisha membawa segelas teh untuk Suaminya.


Terpancar Senyuman dari Rendi karena Istrinya memperhatikan Kedatangannya.


Kok sepi...Mama sama Reva kemana??...... "Tanyaku.


Mama ada Arisan sebentar, kalo Dek Reva katanya ke rumah Tante Sonya..."Jawab Aisha.


Sayang....Besok Kita liburan yuk?....."Ujarku.


"Iya....."Ujar Aisha singkat.


Mas Rendi sudah Makan Siang..."Tanya Aisha.


"Alhamdulillah tadi sudah makan di kantor.... Sekarang Kamu siap-siap ya...Mas mau bawa Kamu ke suatu tempat..."Kataku.


Aisha pun menurut, kemudian Dia ke kamar untuk mandi dan berganti Pakaian.


Sesudah itu langsung turun ke bawah, Aku melihat Istriku langsung terpana.


"Subhanallah begitu Cantiknya...Aisha...dengan pakaiannya itu Dia tambah mempesona..."Ucapku dalam hati.


"Mas...Mas Rendi..Aisha sudah siap.."Ucapnya yang membuat aku gelagapan.


"Iii...yaaa..., Ayuk kataku sambil mempersilahkan Aisha untuk jalan duluan.


"Cantik bener ya...Istri Den Rendi...serasi sekali..."Ucap Bik Minah dan Mang Ujang Art di rumah Rendi.


Rendi mengajak Aisha ke sebuah restoran, semua pelayan yang melihat terpesona akan kecantikan Istrinya.


Rendi pun tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya.


Dia pun Akhirnya mengajak Istrinya untuk segera pergi dari Restoran itu setelah Mareka selesai Makan Malam.


Aisha...malam ini Mas Akan mengajak Aisha ke suatu tempat...Mas Harap Aisha suka..."Ujarku.


Aisha hanya menganggukkan kepalanya.


Tibalah Kami di sebuah Rumah yang sangat Megah dan Indah.


Aisha langsung suka dengan Rumah itu, begitu indah dan Asri, tetapi hanya pujian dalam hatinya.


Kemudian Mareka turun, setelah memberi Salam maka pintu rumah langsung terbuka dan tampaklah Pembantu dan penjaga rumah ini.


Sebenarnya rumah ini adalah Hasil Kerja Kerasku selama ini, tanpa sepengetahuan Keluargaku, Aku sudah mendirikan Perusahaanku sendiri di Bidang IT, hanya Yunus yang tau tentang ini.


Makanya ketika Papa menyuruh Aku membantu di Perusahaannya, Aku memberikan banyak Alesan, karena Aku sedang fokus pada Perusahaanku sendiri.


Tak Lama kemudian, Perusahaanku maju pesat seperti sekarang ini, dan hasil dari kerja kerasku selama ini Aku membeli rumah impianku sendiri.


Selamat datang Tuan, Nyonya..."Ujar Bik Entin dan Mang Dimin.


"Terima kasih ya...kalo begitu Kalian Istirahat saja..."Ujarku.


"Baik Tuan..."Jawab Bik Entin dan Suaminya Mang Dimin.


Sepeninggal Bik Entin dan Mang Dimin, Aku mengajak Aisha ke ruang tengah.


"Sayang...mulai sekarang.. ini menjadi rumah kamu.


Hadiah Perkawinan dari Mas untuk Kamu, dan juga Rumah ini sudah Mas Ubah atas Nama Kamu.."Ujarku tersenyum.

__ADS_1


Aisha...terdiam, kemudian berkata.."Terima kasih ya Mas, tapi Aisha tidak butuh ini, kecuali kesetiaan dan kasih Sayang dari Mas.


Insha Allah...Aisha Akan menjadi Istri yang baik untuk Mas Rendi...."Ucap Aisha sambil berkaca-kaca.


Aku pun refleks langsung memeluk Istriku dan Aisha pun terhayut dalam dekapanku.


Kemudian Rendi menyuruh Aisha untuk Istirahat dulu di Kamar.


Sesudah itu Rendi menelpon Mama untuk memberitahukan Bahwa Mareka pergi Bulan Madu selama Tiga hari.


Mama senang dan berharap nanti sepulang dari Bulan Madu, bisa cepat punya Cucu. Aku hanya tertawa mendengarnya.


Aku matikan telponku dan Aku beranjak ke Kamar. Ku buka pintu terlihat Aisha duduk di Sofa sambil tersenyum ke arahku.


Sayang...Kamu masih lapar..."Tanyaku menghampirinya.


"Sudah Kenyang Mas..."Jawabnya malu.


Kemudian Aku mengajak Aisha untuk Sholat Isya berjamaah berdua untuk Pertama kalinya.


Sungguh ini yang Aku Rindukan bisa Sholat Berjamaah dengan Istriku.


Sesudah Sholat Aku turun ke bawah untuk menyelesaikan Tugasku.


Ku buka Laptop terlihat sudah banyak Email yang masuk juga beberapa Tugas dari Klien Papa.


Aisha terpana melihat begitu banyak baju Pria dan Wanita, seperti di rumah Mertuanya juga sama.


Apa orang Kaya seperti itu, banyak sekali menghamburkan Uang, Sekaya apa ya Suamiku..."Batinnya dalam hati.


Aisha meraih telpon di atas Nakas dan menelpon Farida Sahabatnya.


Berarti Suamimu itu orang yang sangat baik dan juga Cinta sama Kamu Shaa..."Ucap Farida.


"Aduhh..Aku tidak tau Mas Rendi Cinta atau Nggak, soalnya Dia tidak pernah mengutarakannya..."Jawab Aisha polos.


"Hadeeeh...Shaaa...Shaa..sudah pasti atuh Suamimu Cinta sama Kamu kalo tidak mah tidak mungkin dikasih Rumah.."Jawab Farida.


Kalo Aisha Mah.."Alhamdulillah saja hehehe... "Jawab Aisha tersipu malu.


Daa..sudah dulu ya...besok kita lanjutkan ya...Aku mau lihat Mas Rendi..."Ujar Aisha.


"Ya sudah...baik-baik ya Sha...layani Suamimu dengan Baik hehe..."Ujar Farida sambil tertawa.


Lalu Aisha pun menutup Telponnya dan kemudian menganti baju dengan baju santai, kemudian Dia turun ke bawah melihat Suaminya.


Terlihat Mas Rendi sedang mengerjakan Tugas, Aisha mendekat kemudian menawarkan Teh.


Rendi tersenyum sambil mengiyakan dan Aisha pun ke dapur untuk membuat teh buat Suaminya.


Terlihat ada Bik Entin di dapur, Beliau menawarkan untuk membuat Teh buat Mas Rendi, tetapi Aisha menolak biar Dia yang bikin untuk Suaminya.


Bik Entin bilang Mas Rendi tidak suka manis, gulanya cuma Satu sendok, Aisha lalu membikin teh dan membawa ke hadapan Suaminya.


Rendi meminum teh buatan Istrinya untuk Pertama kalinya, Hatinya senang sekali karena Dia bisa merasakan teh buatan istrinya.


Sesudah itu, Rendi pun melanjutkan membuat Tugas Kantor dan Aisha menemani di sampingnya.


Tak terasa Aisha ketiduran di atas Sofa di sampingku, lalu Aku pun mematikan Laptopku dan mengangkat tubuh Istriku.


Ku baringkan Dia di atas tempat tidur, Aisha sepertinya kelelahan, kalo tidak mana mau ada lelaki yang menyentuhnya.

__ADS_1


Ku pandangi wajahnya yang Ayu yang terlelap sambil berkata dalam hati... "Ya Allah terima kasih sudah memberikan seorang Istri yang lembut dan sedap di pandang mata".


Sesudah itu Aku masuk ke kamar mandi dan menganti bajuku dengan baju tidur.


Kemudian Aku mendekati tempat tidurku untuk berbaring karena sudah lelah juga.


Ingin sekali Aku memeluk Istriku tapi teringat kejadian pagi itu di rumah Mertuaku, Aku tidak mau Aisha berteriak seperti kemaren disana.


Aku menaruh bantal di tengah-tengah tempat tidur kami agar Aisha tidak kaget lagi.


Pagi pun tiba, Aku bangun untuk Sholat Subuh, kemudian Aku bangunkan Aisha untuk Sholat Subuh Berjamaah.


"Maaf Mas...biasanya Aisha selalu bangun kalo mendengar Azan Subuh, tapi ini tidak, apa Mesjidnya jauh dari sini..."Ujar Aisha.


"Iya Mesjid agak sedikit jauh dari sini, tetapi Mushola dekat kok tidak berapa jauh dari sini, tadi sudah Azan, mungkin Aisha kecapean jadi tidak mendengar suara Azan hehehe..."Ujarku tersenyum.


Aisha langsung menunduk malu dan Minta Maaf, sesudah itu Aisha mengambil Wudhu dan Kami pun Sholat Subuh Berjamaah.


Sesudah Sholat, Aku menyuruh Aisha untuk istirahat saja kalo masih capek, tetapi Aisha tidak Mau.


Aisha duduk di tepi tempat tidur, lalu Aku mencoba untuk mendekatinya, tetapi Aisha langsung berlari masuk ke kamar mandi.


Aku memahami bahwa Aisha belum terbiasa dengan kehadiranku di sampingnya.


Aku turun ke bawah, kemudian Aku jogging sebentar setelah itu Kami sarapan pagi bersama.


Aisha minta maaf atas kejadian tadi Subuh, Aku hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.


Setelah Sarapan Rendi bersiap untuk ke Kantor Papa dan Ke Kampus.


Sedangkan Aisha melihat-lihat sekitaran Rumah yang di berikan Rendi untuk dirinya.


Aisha juga baru tau dari Bik Entin, bahwa Suaminya adalah orang yang sangat baik dan Dermawan.


Dari cerita Bik Entin Aisha kaget tidak percaya bahwa Mas Rendi seorang Direktur di Perusahaannya.


Dan Hasil kerja Kerasnya, Mas Rendi membeli rumah ini untuk Istrinya kelak.


Mas Rendi jarang ke rumah ini hanya sesekali saja kesini kalo lagi suntuk. Keluarga Mas Rendi belum tau bahwa Mas Rendi sudah punya rumah sendiri.


Dan yang bikin Aisha tidak percaya bahwa Keluarga Suaminya itu adalah Orang Kaya Nomor Satu di Asia.


"Ya Allah...betapa Suaminya itu orang yang sangat Sederhana, ke Kampus saja hanya pakai Motor tua, sesekali hanya pakai Mobil.


Pantes ketika Pertama kali ke rumah Mertuanya, Dia melihat banyak mobil mewah di garasi mobilnya.


Tuan Rendi yang telah membantu saya dan Keluarga Saya dari hutang Rentenir di Kampung, kalo tidak ada Tuan, Kami tidak tau apa yang Akan terjadi pada Keluarga Kami.


Akhirnya Saya dan Suami bekerja sama Tuan sampai sekarang... "Cerita panjang Bik Entin.


Nyonya sangat Cantik...semoga Nyonya dan Tuan Bahagia selamanya...


"Tolong Bik Entin jangan panggil Nyonya panggil saja dengan Nama Bik, Aisha..."Kataku.


"Waduhh...jangan Nyonya...bisa di pecat saya sama tuan.... Kan tidak Sopan memanggil Nama dengan Majikan..."Ujar Bik Entin.


"Ya sudah terserah Bibik saja...."Jawab Aisha pasrah.


Ini Rumah Hadiah Rendi Untuk Aisha


__ADS_1


__ADS_2