Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Kabar Tak Enak


__ADS_3

Azan Asar berkumandang, Yunus pun sudah selesai Kuliahnya dan kami pun pergi ke Mushola untuk Sholat Asar berjamaah.


Sesudah berbasa-basi dengan beberapa Mahasiswa, kami pun pamit mau ke Bogor karena takut kemaleman jadi langsung berangkat.


Nus...lo yang bawa ya mobilnya?, gue sedikit lelah, " Ucapku.


Siap Bos..." Jawab Yunus.


Kami pun berangkat menuju Pesantren Nurul Ilmi.


Setelah menempuh perjalanan Dua Jam Lebih, kami pun sampai di depan Pesantren.


Suasana begitu sepi karena Santri sedang di Mesjid untuk Sholat Isya.


Kebetulan juga kami sudah makan dan Sholat Maghrib di jalan... karena kami tau sampai di Pesantren sudah waktu Isya.


Sesudah berbasa-basi dengan penjaga Pesantren, kami pun melangkah menuju ke kamar.


Kemudian Aku langsung mandi dan Sholat Isya, begitu juga dengan Yunus yang juga mandi dan Sholat Isya.


Tak Lama kemudian terdengar suara-suara kaki melangkah, rupanya mareka sudah mulai kembali ke kamar masing-masing habis dari Mesjid untuk Sholat Isya berjamaah.


Tetapi ada juga yang melanjutkan Tadarus Al-Quran, ada yang langsung ke kamar untuk Istirahat.


"Assalamu'alaikum..." Ucap Andi, Asep dan teguh teman sekamar kami.


" Wa'alaikum Salam..." Jawab Kami serentak sambil bersalaman.


Sudah lama sampainya Ren, Nus? " Tanya Andi.


" Belum begitu lama Ndi? " Jawab Yunus.


Oh iya, Kalian sudah makan malam? " Tanya Teguh


" Alhamdulillah tadi sudah makan di jalan, sekalian Sholat Maghrib, " Jawabku


Ooh syukurlah... Kalo begitu, gimana Jakarta ada hujan kemaren? " Tanya Asep.


"Panas Sep..seperti biasa hehehe... " Jawab Yunus.


Aku langsung menuju ke kasur untuk rebahan.


sedangkan Yunus masih mengobrol, ada berita apa di Pondok.... Ada yang seru tidak? " Tanya Yunus.


" Ada...tetapi kalian jangan kaget ya? " Kata Teguh.


Memangnya ada berita apa? " Tanya Yunus penasaran.

__ADS_1


Hmm...begini...kamu saja yang cerita Guh... Aku takut salah ngomong " Ucap Andi.


Aduh... bikin penasaran saja.. Ayo cerita lah..aku penasaran nih..." Ucap Yunus.


Sedangkan Aku mulai memejamkan mataku karena kurang enak badan di tambah sedikit lelah jadi bener-bener aku pergunakan sejenak untuk beristirahat.


Teguh mulai membuka pintu, di liat ke kanan dan ke kiri...sepi dan aman lalu menutup pintu kembali.


Kemudian Teguh berkata pelan, " Kalian kenal Aisha Primadonna Kampung Santri kan? " Tanya Teguh


Iya ada apa..." Ucap Yunus Penasaran.


Katanya Aisha sudah ada yang lamar 2 orang.


Oh iya siapa saja..." Ucap Yunus Penasaran. Sedangkan Aku masih berbaring di tempat tidur sambil mendengarkan mareka bicara.


Shusssttt... ( ini rahasia ya...jangan bilang siapa-siapa, bahaya... " Kata Teguh sambil jarinya di letakan di mulutnya.


Lalu Dia mulai berkata lagi tapi dengan suara yang pelan.


Yang Pertama oleh Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf dan yang Kedua sama Pemuda dari Jakarta dan katanya masih Mahasiswa.


Aku yang mendengar itu kaget dan langsung bangkit dari tidur.


Kemudian duduk di tepi ranjang, begitu juga dengan Yunus terlihat kaget dengan perkataan dari Teguh.


Bagaimana mungkin Pak Ustadz melamar Aisha, sedangkan Beliau bilang itu lamaran untukku, hmmm ada yang salah ini, " Batinku.


Shittttsss....( meletakkan jari dibibir) iya betul, Ibunya Aisha yang ngadu ke Ummi Jamilah ( Istrinya Bapak Kyai Abdul Somad).


Katanya Minggu yang lalu Beliau Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf datang ke rumah untuk melamar Aisha, " Kata Teguh lagi.


Kamu tau dari mana Guh?, tidak enak kalo jadi Fitnah? " Ucap Yunus.


Semua Ustadz Senior sudah tau, karena Pak Kyai yang bilang karena Beliau dengar langsung dari Istrinya.


Tetapi Santri disini tidak tau tentang ini, hanya beberapa Ustadz Senior dan kami yang tau.


Dan yang lebih mengejutkan Ustadz Samsul yang Naksir habis Aisha langsung Resign pulang ke kampung ke Solo.


Katanya dia mau melupakan Aisha sekalian mau mengabdi jadi guru di Kampungnya, " Ucap Andi.


Iya sepertinya Ustadz Samsul patah hati beneran, " Ujar Asep.


Kasian Ustadz Samsul, Cintanya bertepuk sebelah tangan, " Ucap Andi


Aku dan Yunus sambil lihat-lihatan tidak tau mau ngomong apa, tetapi apa mungkin Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf melamar Aisha untuk dirinya.

__ADS_1


Dan apa maksud Beliau menyuruh aku besok datang ke rumahnya....Aku harus... mempersiapkan hatiku untuk segala kemungkinan yang terjadi. " Ucapku dalam hati sambil pasrah.


"Apa betul yang di ucapkan Teguh, kalo betul kasian Rendi, karena ternyata Pak Ustadz malah melamar Aisha untuk diri sendiri bukan untuk Rendi...." Batin Yunus.


Hei...kalian kok bengong.... Ren...Nus... " Panggil Teguh.


Iy...iya Guh..." Jawabku pelan sambil terbata-bata.


Kalian berdua juga kaget kan... dengan berita ini apalagi kami disini!!.." Ujar Asep.


Karena yang kami tau, Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf itu Bapak Sahabatnya Aisha, " Kata Andi.


Betul Ndi...Setauku juga mareka sangat akrab dan kalau kemana-mana selalu bersama-sama, gimana ya jadinya kalau Aisha menjadi ibu tiri bagi Sahabatnya, Entahlah..." Kata Teguh.


Aku terdiam seribu bahasa, tidak tau apa yang harus Aku lakukan, Disatu sisi aku sangat mendambakan Aisha tetapi aku akan ikhlas kalau Aisha kelak bukan jodohku.


Terus... Yang lamaran dari pemuda Jakarta gimana?, " Tanya Yunus penasaran.


Entahlah...... Katanya pemuda itu masih Kuliah.


Tetapi aku yakin lamaran Pak Ustadz Ma'ruf lah yang di terima, karena Beliau Sahabat dekat Bapaknya Aisha, " Ujar Teguh.


Kok kamu tahu banyak Guh? " Tanya Yunus.


Iyalah... Aku kan ada orang dalam hehe " Ucap Teguh sambil tertawa.


Maklum Nus, yang membantu di rumah Pak Yai dan Bu Yai itu Bule nya si Teguh, Beliau orang kepercayaannya Pak Yai dan Bu Yai " Ucap Andi


Ooo...pantes si Teguh tau banyak, terus mengenai kabar tentang pemuda Jakarta melamar Aisha, itu tau dari mana Guh, " Tanya Yunus.


Itu tau dari Pak Ustadz Hanafiah, Beliau tau dari Bapaknya Aisha Pak Surya Dinata.


Beliau bilang bahwa Aisha sudah di lamar oleh seorang pemuda dari Jakarta, " Jawab Teguh.


Aku terdiam dan ingat akan perkataan Faisal tempo hari tentang lamaranku untuk Aisha di taman Kampus " Ucapku dalam hati.


Sedangkan Yunus langsung diam seribu bahasa karena tidak tau mau ngomong apa lagi.


Sudah...sudah...Yuk kita istirahat...besok kita harus bangun subuh untuk Sholat berjamaah, " Jawab Asep.


Akhirnya kami pun bubar, aku langsung merebahkan badanku di kasur begitu juga dengan yang lain.


Karena kecapean dan badan tidak fit serta perjalanan dari Kampus ke Bogor membuat aku tertidur dengan sangat lelap karena habis minum obat juga.


Sedangkan Yunus belum memejamkan matanya karena masih kepikiran akan perkataan Teguh.


YA ALLAH...Jodohkanlah Sahabat Hamba dengan wanita pujaannya.

__ADS_1


Satukan mareka dalam Mahligai Perkawinan yang Engkau Ridhoi...Ya ALLAH padamu hamba memohon..kabulkanlah doa hamba ya RABBI..." Ucap Yunus sambil menegadah tangan ke atas dan mengusap mukanya.


__ADS_2