
Subuh pun datang, kami mulai berjalan menuju Mesjid, Suasana Pesantren begitu ramai dan hidup di pagi hari benar-benar seperti Kota Santri.
Hilir mudik para Santri baik Santriwan maupun Santriwati, Mareka semua bersiap untuk menunaikan Sholat Subuh berjamaah.
Sesudah Sholat Subuh, kemudian di lanjutkan dengan Ceramah.
Sesudah Mendengarkan Ceramah Subuh yang di Pimpin oleh Ustadz Saiful Hadi dengan tema Tanda Akhir Zaman. Kami semua yang hadir mendengarkan dengan patuh dan Khitmat.
Selesai acara ceramah di Mesjid Aku dan Yunus kembali ke kamar. Sedangkan Asep, Teguh dan Andi langsung ke ruang makan untuk sarapan pagi.
Sampai di dalam kamar aku langsung merebahkan badan di kasur.
Ren... Lo nggak apa-apa kan? " Tanya Yunus hati-hati dan pelan.
Alhamdulillah Nus... It's oke.." Jawabku.
Syukurlah...gue takut kalo lo tidak bisa terima dengan cerita dari Teguh semalem, " Ucap Yunus.
Nggak apa-apa Nus... Gue ikhlas kalo Aisha bukan jodoh gue..
Dan nanti apabila Aisha malah menerima lamaran dari Pak Ustadz Ma'ruf, maka gue akan Sabar dan menerima semuanya.
Mungkin pencarian cinta gue cukup sampai disini, "Kataku pelan tapi dengan nada yang pasrah dengan wajah yang menunduk.
Ren...lo tidak sendiri, masih ada gue yang selalu ada untuk lo..."Ucap Yunus sambil menepuk bahuku.
Aku hanya tersenyum karena aku tau Yunus seperti apa orangnya, Dia sangat setia kawan dan rela mati untuk kawannya.
Ren...mau makan tidak? " Tanya Yunus.
Nggak Nus...gue nggak lapar..."Ucapku.
lo harus makan Ren...walaupun sedikit...
Ya sudah...gue ambil sarapan buat lo, kita makan di sini ya...
Habis itu kita bisa ke rumahnya Pak Ustadz Ma'ruf " Ucap Yunus sambil melangkah keluar.
Hmm....." Ujarku sambil berbaring di kasur karena masih merasakan sedikit pusing.
Akhirnya Yunus ke Dapur untuk mengambil sarapan buatku.
Sesudah sarapan datang, aku mencoba untuk makan sedikit, baru beberapa suap aku tidak mau lagi karena mulutku sangat pahit sesudah itu aku langsung minum obat.
Nus...gue istirahat sebentar ya...jam 10 bangunin gue ya kita pergi ke rumah Pak Ustadz, " Kataku.
Iya Ren...istirahatlah...nanti gue bangunin. "Ucap Yunus.
Lalu yunus meninggalkan Rendi yang langsung tertidur karena pengaruh obat.
Yunus kemudian menemui Asep dan Teguh. Sedangkan Andi langsung masuk kelas untuk mengajar Santri Kelas Satu Tsanawiyah atau SMP.
Nus... mana Rendi..." Tanya Asep.
Rendi masih demam, tadi habis minum obat langsung tidur, mungkin sedikit kecapean " Ucap Yunus.
Iya Nus...semoga Rendi cepat sembuh ya..."Kata Teguh.
Aamiin..." Jawab Yunus dan Asep.
__ADS_1
Sekarang kita ke kebun yuk...katanya hari ini panen Tomat, Cabe dan Kangkung, "Ajak Teguh.
Yuk....." Jawab Yunus.
Akhirnya mareka pergi ke kebun untuk melihat hasil yang akan di panen.
Sampai di kebun terlihat beberapa Santriwan yang sedang memetik buah Tomat, Cabe dan Kangkung.
Mareka terlihat sangat senang mengerjakannya. Karena panen kali ini bagus-bagus dan Hasil yang mareka panen hari ini lumayan banyak.
Sebagian di masak untuk makan para Santri sebagian lagi mareka jual ke pasar dan duitnya untuk kebutuhan mareka selama nyantri di Pondok.
Satu jam kemudian semua sudah selesai panennya dan kami pun sudah balik ke Pondok.
Aku segera menuju ke kamar, dan melihat Rendi masih tidur dengan lelapnya.
Yunus kemudian mengambil handuk untuk mandi karena habis dari kebun tadi badannya lengket dengan keringat.
Sesudah mandi lalu Yunus membangunkan Rendi.
Jam Berapa sekarang Nus? "Tanya Rendi.
Jam 10 lewat Ren..." Jawab Yunus.
Ya sudah aku mandi dulu ya habis itu kita ke rumah Pak Ustadz "Kataku.
Ya..." Jawab Yunus.
Rendi kemudian bangkit dari tempat tidur dan langsung mandi.
Sesudah rapi-rapi mareka pun berangkat menuju ke rumah Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf.
Sekilas kami melihat banyak anak-anak TPA mau pulang sekolah karena jam pelajarannya sudah berakhir.
Kami pun melangkah sampai di depan pintu rumah Pak Ustadz, lalu memberi Salam.
Kemudian pintu terbuka dan muncul sosok perempuan paruh baya, Beliau tersenyum dan menjawab Salam dari kami.
Serta mempersilahkan kami masuk dan menunggu di ruang tamu.
Kemudian datanglah Istri Pak Ustadz, sesudah bersalaman tanpa menyentuh tangannya,
Beliau berkata, ini amanah dari Pak Ustadz " Tunggu sebentar ya Nak??.., Pak Ustadz sedang ke Kelurahan, tapi sebentar lagi beliau pulang kok, "Kata Ummi Zainab ramah.
Baik Ummi..." Jawab kami.
Tak lama minuman pun datang, dan Ummi pun mempersilahkan kami untuk minum.
Tanpa menunggu lagi kami pun langsung minum karena jalan kaki membuat kami sedikit kehausan.
X
X
Shaaa...!! "Panggil Farida.
Ada apa Da..."Tanya Aisha.
Hari ini kamu tidak buru-buru kan?, Mampir dulu ya di rumahku, " Ajak Farida.
__ADS_1
Hmm...gimana ya..Sebenarnya.."Kata Aisha.
Belum sempat Aisha melanjutkan sudah keburu di potong sama Farida.
Ayolah Sha...sudah lama loh kamu tidak mampir ke rumahku biasa hampir tiap hari mampir "Ucap Ida.
Maaf lah Da...habis akhir-akhir ini aku sibuk hehe " Ucap Aisha.
Iya aku tau kamu sibuk mikirin Calon suami kamu kan? Hehehe..."Ledek Ida sambil tertawa.
Yee..enak saja.. Rugi aku mikirin dia...hehe..." Balas Aisha sambil tertawa.
Ya sudah...aku mau sekarang kamu tidak menolak tawaranku ya?, karena Ummi juga kangen padamu hehehe "Ucap Ida.
Aisha pun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju karena dia tidak enak terus menolak tawaran dari Ida.
Akhirnya mareka pun pulang dari mengajar dan kemudian langsung ke rumah Farida.
TPA tempat mareka mengajar masih satu lingkungan dengan rumah Farida.
Sekolah TPA posisinya di depan agak menjorok ke dalam, kalau kita pergi ke rumah Farida, maka kita bisa melihat letak sekolah itu dari samping karena masih satu lingkungan.
Sedangkan rumah Farida letaknya agak kebelakang jadi kalo dari depan kelihatan sekolah dulu baru Rumahnya Farida.
Sampai di depan rumah Farida terlihat ada Dua sepatu Lelaki.
Da..sepertinya ada tamu ya di rumahmu, "Kata Aisha.
Sepertinya sih...ayuk kita lewat pintu belakang saja, "Ajak Ida.
Mareka pun masuk melalui pintu belakang dan ketemu dengan Bi Munah.
"Assalamu'alaikum...Bi..."Ucap Kami.
"Wa'alaikum Salam...Eh...Neng Ida sama Neng Aisha, kenapa masuk lewat pintu belakang? "Tanya Bi Munah ( Pembantu di rumah Farida).
Nggak apa-apa Bi...memangnya ada tamu ya Bi? " Tanya Ida.
Iya Neng...orangnya mah ganteng-ganteng pisan... Bibi mah berasa kembali muda waktu di senyumin sama mareka hehehe..."Ucap Bi Munah polos.
Iiidiiihhh...Bi Munah mah genit...hihihi.."Ucap Ida sambil sambil tertawa.
Habis...cakep-cakep sih Neng...kayak bintang Film hehe.."Ucap Bi Munah.
Hus.....sudah nanti di dengar tidak enak, memangnya ada perlu apa mareka kesini? "Tanya Ida.
Bibi mah tidak tau, sepertinya sudah ada janji dengan Pak Ustadz..."Ucap Bi munah.
Ooo... Gitu ya sudah....yuk Sha kita masuk ke dalam.. "Ajak Ida.
Oh iya Bi, Ummi kemana? " Tanya Ida.
Ada Neng...tapi lagi ke kamar sebentar..."Ucap Bi Munah.
Kami pun Akhirnya masuk ke dalam kamar untuk sekedar beristirahat.
Aisha langsung membantingkan tubuhnya di kasur sedangkan Farida langsung menganti baju karena tadi pakai baju seragam guru.
####################################
__ADS_1
NB " Lanjutannya.......bab berikutnya ya 😃