
Sampailah Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf di rumah Sahabatnya Pak Surya Dinata ( Abahnya Aisha).
" Assalamu'alaikum....!!," Pak Ustadz Ma'ruf memberi salam.
" Wa'alaikumus Salam...!!,"Jawab Pak Surya Dinata sambil membuka pintu.
Eehh kamu Ji...Ayuk- ayuk silahkan masuk, " Ajak Pak Surya, ( Panggilan keduanya yang akrab karena sudah naik Haji).
Siapa Bah??..., " Tanya Ummi Maryam ( ibunya Aisha)
Ini Mi... Haji Ma'ruf!!, " Jawab Pak Surya.
Oohh Pak Haji Ma'ruf... Apa kabar?, " Tanya Ummi Maryam ramah.
Alhamdulillah baik?, " Jawab Pak Ustadz Ma'ruf.
Bu Laila apa kabarnya Pak?, " Tanya Ummi lagi.
", Alhamdulillah baik juga Bu?, " Jawab Pak Ustadz Ma'ruf.
Salam ya buat Bu Haji Laila ( Ibunya Ida), " Kata Ummi Maryam.
Walaupun satu kampung tapi jarang ketemu karena kesibukan masing-masing.
", Insya ALLAH nanti di sampaikan!!, " Jawab Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf.
Kalau begitu silahkan di lanjutkan obrolannya, saya mau ke dalam dulu?, " Pamit Bu Maryam.
Sepeninggal Ummi maryam, Pak Ustadz Ma'ruf lalu membuka obrolannya.
Sekarang lagi panen apa Ji?, " Tanya Ustadz Ma'ruf
Alhamdulillah sekarang lagi panen Kentang, Kembang Kol, Sawi Hijau juga Kangkung dan Bayam, " Jawab Haji Surya Dinata.
Alhamdulillah ya Ji...senang saya dengarnya, " Ucap Ustadz Ma'ruf sambil tersenyum.
"Alhamdulillah...Ji..sekalian juga bisa sedekah buat Fakir Miskin dan juga Karyawan yang sudah membantu..." Ucap Haji Surya Dinata.
"Aamiin...Ya Rabbal 'alamiin...", Ucap Ustadz Ma'ruf.
Sesudah berbasa-basi akhirnya Ustadz Ahmad Ma'ruf mengutarakan maksudnya.
Begini Jii....saya ingin bertanya apa Aisha sudah ada yang Lamar??, " Tanya Ustadz Ma'ruf pelan juga hati-hati.
Kebetulan belum Ji... Kemaren sempat dapat pinangan dari Pak Sanusi untuk anaknya yang Kuliah di Australia.
Tapi setelah saya selidiki akhirnya saya tolak, karena anaknya suka temperamen dan sedikit sombong.
Saya takut.... kalau Aisha menikah dengan Dia, maka Aisha tidak bahagia karena Anaknya suka kasar dan suka pamerin kekayaan Orang Tuanya, bukan pemuda seperti itu yang saya harapkan jadi menantu saya!!, " Jawab Haji Surya Dinata panjang.
__ADS_1
Oooh begitu... Syukurlah Aisha tidak mendapatkan lelaki seperti itu.
Begini...maksud saya datang kesini untuk melamar Aisha....
( kata-kata Ustadz Ma'ruf langsung terpotong, belum habis penjelasannya sudah di samber sama Pak Surya yang tidak percaya Sahabatnya datang untuk melamar putrinya).
Maksud Pak Haji untuk melamar Aisha, terus bagaimana dengan Ummi Laila?, " Tanya Haji Surya kaget.
", Yaaahh.. Ummi Laila tidak apa-apa, malah setuju saja, " Jawab Ustadz Ma'ruf mantap.
X
X
Tak jauh dari dapur, Aisha mendengar percakapan Abahnya dengan Ayah sahabatnya.
" Ya ALLAH.....bagaimana ini???... Ayah sahabatku datang untuk melamar diriku, apa yang harus aku lakukan.
Di satu sisi Ummi Laila sudah aku anggap seperti Ibuku, di lain sisi Ida sudah seperti sodara kandungku...apa yang harus aku lakukan, apa aku sanggup menyakiti hati mareka...", Batinku sambil melangkah masuk ke dalam kamar.
Ya ALLAH.. Bagaimana Hamba bisa menjadi Ibu Tiri bagi sahabat hamba, Hamba mohon petunjukmu..YA RABBI, hiks...hiks ", Doa Aisha sambil berlinang Air mata, karena tak percaya akan lamaran dari Ayah Sahabatnya, " Isaknya sambil menagis di atas kasur.
Ummi juga mendengar percakapan antara Abah dan Ayahnya Ida.
Ummi melihat kesedihanku, lalu beliau menghampiriku dan memelukku seraya berkata, " Nak...turutilah kata Abahmu...karena Abahmu tau mana yang terbaik untukmu, "Ucap Ummi lembut sambil membelai kepalaku.
", Sabar Nak???, ALLAH tau yang terbaik untuk masa depanmu, Sebaiknya nanti kamu Sholat Istikharah minta petunjuk dari ALLAH tentang semua ini, " Jawab Ummi lembut.
" Iya Mi...,"Jawab Aisha Lemah.
X
X
Gini Ji...bagaimana kalau lamaran ini saya tanyakan kepada Aisha, biar dia yang memutuskan??, " Tanya Haji Surya karena masih tidak percaya tentang lamaran Sahabatnya.
Begini Ji...sebenarnya saya datang kesini memang mau melamar Aisha buat Anak Santri Kyai Abdul Somad, bukan buat saya Ji??, " Jawab Pak Ustadz Abdul Somad sambil tersenyum
Loh maksudnya bukan buat kamu Ji hehehe.. ( dalam hati Pak Surya lega karena kalau di tolak sama Aisha kan bisa hancur persahabatannya).
Kalau bukan buat kamu Ji....Lalu buat siapa ??..siapa namanya? dan dari mana asalnya??, " Tanya Pak Haji Surya penasaran.
" Heehee..Haji Surya- Haji Surya, mana mungkin saya menikah lagi, satu saja sudah cukup, saya tidak mau menyakiti hati Ummi Laila, karena Dia adalah wanita yang baik untuk saya... Saya tidak mau menghancurkan persahabatan anak-anak kita!!, " Jawab Ustadz Ma'ruf.
Ooohh begitu... Kalau begitu lamaran ini buat siapa Ji??...," Tanya Haji Surya.
Namanya Rendi, Dia dari Jakarta dan sekarang sedang kuliah di Universitas Mawar Merah di Jakarta.
Tiap Sabtu dan Minggu nyantri di tempat Kyai Abdul Somad.
__ADS_1
Orangnya sih ramah dan kalau saya lihat sikap dan tutur katanya Sopan dan Santun, juga saya cari informasi anaknya juga pinter dan rajin ibadah, serta tidak sombong, inilah kriteria calon menantu idaman Ji..... Dan saya rasa Nak Aisha cocok dengannya, " Jawab Ustadz Ma'ruf panjang lebar.
", Hmmm...( Haji Surya manggut- Manggut), Baiklah saya tidak bisa memutuskan, bagaimana kita tanya ke Aisha saja, bagaimana pendapatnya, " Jawab Haji Surya.
Tak lama di panggilah Aisha untuk menemui Ayahnya.
"Aisha....Shaaa... Sini Nak?, " Panggil Abah.
Nak... Hapus air matamu, tidak enak di lihat sama Pak Ustadz Ma'ruf, " Kata Ummi.
Baik Mi...", Jawab Aisha lembut sambil merapikan jilbabnya.
Jangan lupa bawa minuman dan kue yang sudah Ummi buat Ya?, " Ucap Ummi.
" Baik Mi...Aisha keluar dulu, " Jawab Aisha.
Aisha keluar kamar langsung menuju dapur kemudian bawa kue dan minuman untuk Ayahnya Ida.
Naaakkk... Ini ada Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf, Beliau datang untuk melamar?, Gimana??.." Tanya Abah.
Aisha diam kemudian dia menaruh air dan kue, lalu berkata, " Aisha terserah sama Abah saja, Abah tau yang terbaik buat Aisha?, " Jawab Aisha lembut.
Kemudian Aisha pamit kembali ke kamar.
Dan tak terasa air matanya jatuh, karena membayangkan bagaimana caranya dia bisa berhadapan dengan Ida besok, " Ucapnya dalam hati.
Nah...Ji...kamu sudah dengar sendiri kan?, jawaban Aisha, saya percaya sama pemuda yang kamu rekomendasikan.
Tentu sebelum kamu bawa ke rumah saya kamu sudah menyelidiki tentang pemuda itu kan?, tetapi begini... saya tidak bisa memberi jawaban untuk lamaran ini karena belum melihat seperti apa wajah pemuda itu.
Dan juga ada beberapa syarat yang harus Dia penuhi untuk menjadi menantuku, jadi datanglah lagi saya ingin melihat pemuda itu, " Ucap Haji Surya panjang.
Baik kalau begitu Ji..Surya.. Saya akan datang lagi dengan Nak Rendi, mungkin sekitar Satu Minggu lagi ya?, " Jawab Pak Ustadz Ma'ruf.
Baik kalau begitu, saya akan tunggu, " Kata Haji Surya.
Kalau begitu saya permisi dulu, mau pulang karena masih ada yang harus di urus, " Kata Ustadz Ma'ruf.
Iya Ji...kenapa buru - buru sih, minum dulu.. Jarang- jarang kan.... kamu ke rumah?, kalau tidak begini, kamu mana mungkin mampir hehe, " Ledek Haji Surya.
", Ah Ji... Surya bisa saja?, kan kita sama- sama sibuk hehe..." Kata Ustadz Ma'ruf.
Sesudah minum dan makan kue, kemudian Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf langsung Izin untuk pulang.
Abahpun mengantarkan sampai ke depan pintu pagar, kemudian saling salaman dan pelukan tanda seorang Sahabat.
Jarak antara rumahku dan rumah Pak Ustadz Ma'ruf sekitar lima ratus meter.
Karena tidak begitu jauh, begitu juga dengan diriku yang setiap hari mengajar di TPAnya dengan jalan kaki.
__ADS_1