Menggetarkan Hati

Menggetarkan Hati
Malam Yang Indah Tuk Rendi Dan Aisha


__ADS_3

Aku langsung ke Kantor Papa, Ada meeting mendadak dengan Klien. Sementara Papa baru besok pulang ke Indonesia.


Om Burhan datang menemuiku, seraya berkata bahwa Anita anaknya akan pulang dari Amerika Minggu depan.


Kamu masih ingat kan Ren...dengan Anita.."Ujar Om Burhan padaku.


"Em..mm..iya Om, Ya sudah Om ayok kita Meeting, tidak enak kalo di tunggu lama oleh Klien,..."Jawabku buru-buru sambil mengalihkan obrolanku.


Om Burhan tampat sedikit kecewa dengan Jawabanku.


Kemudian Kami pun meeting dengan Klien yang kebetulan dari Jepang.


Selesai meeting, Aku menyuruh Mbak Lilis Sekretaris Papa untuk langsung membuat laporan.


Sedangkan Aku langsung menuju ke Kampus karena ada jadwal Mata Kuliah dan Seminar.


Sampai di Kampus, Aku di cegat oleh David, sambil berkata bahwa Mareka semua kemaren menungguku, tetapi Aku kemaren tidak datang ke Kampus karena ada Acara mendadak.


Ren....Minggu depan kita pergi ke puncak, sesuai rencana semua persiapan Pembubaran BEM sudah siap di laksanakan...."Kata David.


"Baiklah...ingetin Aku lagi ya Vid, maklum Akhir-akhir ini lagi banyak kerjaan hehe..."Ujarku sambil tersenyum.


"Oke siap..."Jawab David.


Kalo gitu Aku ke kelas dulu ya....ada Seminar.."Ujarku.


"Sip...selamat mendengarkan hehehe..."Ledek David sambil mengedipkan sebelah matanya.


Aku hanya tersenyum melihat tingkah David meledekku.


Selesai Seminar Aku langsung ke Mushola untuk Sholat Zhuhur, kemudian ke kantin untuk makan siang.


Yunus pun datang menghampiriku, dan meminta maaf karena tadi pagi tidak bisa ke kantor karena harus menemani Ibunya berobat.


Nus...Minggu depan kita ke Puncak untuk acara Pembubaran BEM.


"Iya Sob...gue udah di kabarin sama Malik..."Ujar Yunus.


Nanti kita pergi bareng ya...sekalian ijin sama bini gue..."Ujarku tanpa melihat kedatangan Sonny.


"Bini...memangnya Kamu sudah Menikah Ren?..... "Potong Sonny tiba-tiba, yang membuat aku kaget.


"Hm..mm...ma..maksudku Ibuku Son hehehe... Gue salah ucap..."Jawabku sambil tertawa kecil.


"Ooooh...kirain sudah Merit, kok kita tidak di undang hehehe..."Ujar Sonny tersenyum.


Aku dan Yunus menarik nafas lega. Sesudah itu Aku pun pamit masuk kelas ada Kuliah.


Azan Asar aku selesai Kuliah, lalu Aku menuju Mushola untuk Sholat berjamaah.


Terlihat juga ada Yunus yang ikut Sholat juga. Kemudian Aku bertanya kepada Yunus masih ada jadwal Kuliah atau sudah selesai.


Yunus pun berkata sudah Selesai dari tadi, dan sekarang juga lagi nungguin Aku.


Akhirnya Kami berdua pulang menuju Rumah baruku.


Yunus tau dari hasil Aku membangun Perusahaan, Aku membeli sebuah Rumah dan tetap Yunus sebagai Asistenku.

__ADS_1


Dari Bekerja denganku, Yunus ku hadiahkan Mobil Fortuner, tapi ya itu kami berdua selalu tampil sederhana, tidak suka memamerkan kekayaan.


Sampai di Rumah, Aisha menyambut kami dengan tersenyum, lalu Aisha meraih tanganku dan menciumnya, sungguh pemandangan yang bikin iri...


Yunus takjub melihat Rumah yang Aku belikan buat Istriku. Sungguh beruntung Aisha mendapatkan Rendi, seorang Suami yang Bertanggung Jawab dan baik Budi Pekertinya.


Begitu juga dengan Rendi yang mendapatkan Aisha Sang Bidadari Cantik berhati Mulia.


Sesudah itu Aku dan Yunus mulai mengerjakan tugas kantor yang di kirim oleh Mbak Lilis lewat email.


Aisha datang sambil membawa Teh dan Kue yang Ia buat sendiri untuk Kami.


Aisha lalu kembali ke kamar, Dia sudah bertekad bahwa nanti malam akan memenuhi Kewajibannya sebagai seorang Istri.


Azan Maghrib berkumandang, Kami pun Bertiga Sholat Berjamaah dengan Aku sebagai Imam.


Selesai Sholat, Kami pun makan malam. Sesudah itu Yunus pamit pulang karena sudah capek pengen istirahat.


Aku menuju Ruang TV, kemudian Aisha datang membawa Secangkir Kopi yang Aku inginkan.


Tak lama Azan Isya berkumandang, kami pun Sholat Isya berjamaah di dalam Kamar.


Selesai itu Aku menganti baju tidur dengan baju putih dan celana pendek. Ku lihat Aisha duduk di tepi tempat tidur menungguku.


Aku terkejut kemudian berkata..."Kenapa kok belum tidur?.."Tanyaku.


Aisha diam tidak berkata, kemudian Aku mendekatinya dan menyentuh pundaknya...


"Aisha...boleh Mas ngomong?.."Ujarku hati-hati.


"Aisha tersenyum dan menganggukkan kepala.


Aisha Diam....terus Aku melihat Aisha Diam jadi tidak enak.


"Sayang...kalo kamu belum siap, Mas mau kok tungguin sampai Kamu siap...."Kataku lagi sambil mengangkat Dagu Aisha.


Sungguh Aisha Wanita yang paling Cantik yang pernah Aku temuin...


"Mas...Aishaa...Sudah siap Kok..."Jawab Aisha tersenyum yang membuat Aku kaget tidak percaya.


"Ya ALLAH...Jantungku berdebar dengan sangat kencang, Aku tidak percaya dengan perkataan Aisha tapi juga dalam hatiku berteriak senang...


"BISMILLAH...Ku buka Jilbabnya dengan pelan, ( Aisha Diam) dan Subhanallah..ternyata Rambut Istriku hitam dan panjang serta sangat wangi.


Aroma wangi tubuh Aisha membuatku serasa melayang, Ku sentuh kepalanya sambil Berdoa, kemudian ku cium keningnya.


Ada rasa Gugup menghinggapi Kami..... Setelah itu Aku berkata, Maaf ya....boleh Mas Buka..."Ucapku sambil meraih baju istriku.


Aisha tersenyum dan mengiyakan dengan kepalanya.


Jantungku berdebar dengan kencang, ku baringkan Istriku dengan Lembut....kemudian Aku mulai mencium Kening, Pipi dan Bibir Istriku.


Ku lihat Aisha tidak menolaknya, Aku pun mulai membaca Doa dan Sholawat Kemudian Aku pun mulai melakukan Kewajibanku sebagai seorang Suami terhadap Istri.


Aisha sedikit meringis kesakitan, Aku langsung minta maaf karena perbuatanku, tetapi Aisha sedikit tersenyum sambil berkata " Tidak Apa-apa Mas...ini sudah Kewajiban Aisha...


Aku tersenyum mendengarnya dan langsung mencium keningnya, sesudah itu kami pun tidur sambil berpelukan.

__ADS_1


Azan Subuh membangunkanku, Ku lihat Aisha masih terlelap, Aku langsung menuju ke kamar mandi.


Sesudah itu Aku membangunkan Istriku untuk Sholat bareng.


"Sayang....bangun..yuk kita Sholat..."Kataku pelan


Aisha berusaha bangun tapi masih sedikit susah untuk bangun.


Ku dekati Dia sambil berkata, Mas minta maaf ya karena sudah buat kamu begini.. biar Mas gendong ya...."Kataku dengan nada lemas karena melihat Aisha yang sedikit merasa kesakitan.


Terus terang Aku tidak tega melihatnya dan Aku mengutuki diriku yang sangat bernafsu semalam.


"Tidak usah Mas...Aisha malu..."Jawabnya.


Kenapa Malu..kan Mas.. Suami kamu..."Kataku sambil mengendong Istriku menuju ke kamar mandi.


Aku mau memandikan Aisha tapi Aisha menolak dengan alesan malu, ku biarkan Aisha mandi lalu ku hidupkan Shower air panas.


Aku keluar dari Kamar mandi dan terlihat di atas sprei ada noda merah bekas perbuatanku semalam.


Aku tersenyum, mudah-mudahan "ALLAH mempercayakan kami Keturunan yang Sholeh dan Sholeha....Aamiin...Doaku dalam hati".


Aisha keluar dengan mengenakan handuk kimono, kemudian Dia mengambil baju di lemari terus masuk lagi ke Kamar mandi untuk ganti.


Sesudah itu Kami pun Sholat Subuh berjamaah.


Selesai Sholat Subuh Aku menyuruh Aisha untuk Istirahat saja, biar Bik Entin yang akan membawakan sarapan ke kamar.


Aisha hanya menurut karena jujur untuk berjalan saja Dia merasakan Sakit sehingga Dia hanya mengangguk saja ketika suaminya meminta Dia untuk istirahat saja di Kamar.


Sayang...(Ku dekati Istriku)..Terima kasih ya untuk malam yang Indah, Mas Bahagiaaa... Banget......


Kamu tau.. dari awal bertemu, Mas sudah Jatuh Cinta denganmu.....


Mas selalu berdoa kepada ALLAH semoga Kamu jadi Istrinya Mas.....Belahan Jiwa Mas...


Dan semoga ALLAH menganugerahkan Kita Anak yang Sholeh dan Sholeha, Aamiin..."Kataku lembut.


Aisha langsung memelukku dengan tangisan Air Mata Bahagia.


Aku pun membalas pelukan Istriku dengan mencium pucuk Kepalanya.


"Mas...terima kasih untuk Cinta dan Kasih Sayang Mas kepada Aisha....


Jangan tinggalin Aisha ya Mas..."Ujarnya lembut.


Aku langsung mencium dan memeluknya.....tak terasa Air mataku membasahi pipiku.


"YA ALLAH...SEMOGA PERNIKAHAN KAMI BERDUA SAMPAI MAUT MEMISAHKAN... AAMIIN...."Doaku dalam hati.


Aisha pun sangat Bahagia mendapatkan Suami seperti Rendi yang tidak hanya Cakep Wajahnya tapi juga Cakep hatinya.... Semoga Mareka berjodoh sampai ke Jannah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_1



__ADS_2