
Sesudah sarapan, Aku pamit dengan Istriku mau ke Kantor, kebetulan hari ini Aku tidak ke Kampus
Aku menelpon Yunus untuk segera ke Kantor, tetapi Yunus ijin datangnya siang, karena pagi Dia ada Kuliah.
Sampai di Kantor, Aku di hadang oleh Seorang Resepsionis.
"Maaf Mas...mau ketemu siapa...sudah buat janji belum ya?...Ujar Resepsionis yang Bernama Lusi dengan Ketusnya.
"Mbak Shintanya kemana ya??...biasanya Dia di depan sini..."Jawabku.
"Yeee...di tanya malah balik tanya....Mas nya mau ketemu siapa!!...."Ujar Lusi masih dengan Nada ketus.
Tiba-tiba Shinta datang, terus minta maaf atas Sikap Lusi temannya.
"Lain kali yang Sopan ya Mbak, tanyanya!!.."Ujarku sambil melangkah pergi menuju Lift CEO.
Memangnya Dia siapa sih...."Tanya Lusi ketus.
"Ya ampun Lus...gue lupa kasih tau...itu Pak Rendi...Manager Produksi disini...."Ujar Shinta dengan Nada geram.
"Aghhh.....(memengang kepalanya)...ya Ampun... gue udah kasar banget tadi sama Dia, Dia akan pecat gue tidak ya?...." Ujar Lusi dengan Nada panik.
Berdoa saja Lus, mudah-mudahan lo tidak di pecat, makanya jadi orang jangan galak-galak amat..."Ujar Shinta cuek sambil minum.
Lusi langsung terduduk lemas di Kursinya, Dia tidak tau harus berbuat apa, tapi nanti Dia akan minta maaf.
Tak Lama Papa pun datang ke Kantor karena semalam baru datang dari Jerman.
Beliau langsung memperkenalkan Aku kepada semua Karyawannya.
Aku di tunjuk sebagai Manager Produksi mengantikan Pak Seno yang Resign.
Sesudah Perkenalan, Aku dan Om Burhan langsung ke ruangan Papa. Ku peluk Papa dengan erat.
Kemudian Om Burhan juga memeluk Papa. Sesudah itu Aku mengatakan tentang Klien Jepang yang kemaren Deal Kerja Sama, dan meminta Perwakilan Kita untuk datang Ke Jepang melihat Kantor disana.
"Oke..."Jawab Papa singkat, nanti Kita cari Orang yang tepat untuk ke Jepang.
Tak lama sepeninggal Om Burhan, Aku berbicara Serius dengan Papa.
Papa berkata bahwa Mama sedikit ngambek karena kalian langsung ke Hotel sebelum Kalian menginap di rumah.
Mama kan Rindu dengan Aisha...kenapa langsung pergi..... Besok Kamu bawa pulang Menantu Papa....."Ujar Papa.
"Hehehe...siap Paa.."Jawabku sambil melangkah keluar dari Ruangan Papa.
****AMERIKA****
Besok Aku pulang ke Indonesia untuk ketemu Pujaan hatiku....
Rendi...semoga Kamu masih ingat denganku... Dan Aku berharap dengan kepulanganku ke Indonesia, Kita bisa Dekat dan menjadi Kekasih.
Anita langsung pulang ke Apartemennya untuk merapikan bajunya untuk di bawa ke Indonesia.
Dia sudah tidak sabar untuk ketemu dengan Rendi, Sang pujaan hatinya.
Dia juga sudah menelpon Orang Tuanya untuk menjemputnya di Bandara.
__ADS_1
*******JAKARTA*****
Karena Aku sangat Fokus dalam Bekerja, jadi tidak terasa sudah waktunya makan siang.
Aku langsung pamit ke Papa untuk Pulang, Aku mau makan siang dengan Istriku sekalian mau lihat bagaimana keadaannya sekarang, hatiku sedikit risau bila mengingat Aisha menderita Akibat perbuatanku semalam.
Sampai di lobi, terlihat Resepsionis yang bernama Lusi memohon Maaf padaku, dan minta jangan di pecat karena sungguh Dia tidak tau Siapa Aku.
Aku berkata, Siapa pun yang kamu temui hendaknya jangan Kasar.
Di Kantor ini harus punya Etika dalam menerima dan melayani Seorang Tamu.
"Ya sudah Kamu kembali Kerja, lain kali Kamu jangan kasar, lebih sopan sedikit sama Tamu...." Kataku sambil melangkah menuju keluar.
"Baik Pak...Saya minta maaf...saya janji tidak mengulanginya..."Jawab Lusi sambil menunduk.
"Ya Ampunnn....ganteng sekali Pak Rendi...... Nggak apa-apa deh di marahin Pak Rendi yang penting bisa lebih dekat sama Dia hahaha..."Ucap Lusi dalam hati.
Ku lajukan Mobilku menuju Rumah, tapi sebelum itu Aku mampir di toko Kue, Ku belikan Semua Kue dengan varian rasa yang berbeda, karena Aku tidak tau kesukaan Aisha rasa apa.
Sampai di rumah, Aku memberi Salam dan di Jawab oleh Mang Dimin.
Lalu Aku langsung berlari menuju Kamarku. Begitu pintu Kamar Ku buka.
Ternyata Kosong, Aku panik terus turun ke bawah sambil mencari Bik Entin.
"Bik...Nyonya kemana..."Tanyaku panik.
"Nyonya lagi duduk di Taman Tuan??,..."Jawab Bik Entin sambil tersenyum melihat tingkahku.
"Sayang...Kamu lagi ngapain...kenapa tidak istirahat di Kamar saja?....."Tanyaku lembut
Aisha tersenyum, kemudian berkata, "Aku bosan di Kamar Mas?...pengen hirup udara segar... sekalian melihat taman yang begitu indah ini hehe.....
"Ya sudah yuk kita masuk...sekalian Kita makan siang ya, tadi juga Mas beli Kue untuk Kamu.." Ajakku.
Aisha bangun dengan perlahan, kemudian Dia berjalan pelan memengang perutnya yang masih terasa sakit.
Rendi melihat itu langsung mengendong Aisha, tadinya Aisha berontak karena malu sama Bik Entin dan Mang Dimin.
Tapi Rendi tidak peduli, Dia tidak mau Istrinya kesakitan kalo berjalan.
Di gendong tubuh Istrinya menuju Kamar dan menyuruh Bik Entin membawakan Makanan ke dalam Kamar.
Di taruh Aisha di atas Sofa, kemudian Rendi menganti Pakaian dengan Pakaian Santai.
"Mas...kok di ganti, memangnya tidak balik lagi ke Kantor?..."Tanya Aisha.
"Nggak!!.....Mas..mau temenin Istri Mas yang Cantik ini hehehe...sekalian Mas mau minta maaf karena perbuatan Mas, Kamu jadi begini..... "Jawabku merasa bersalah.
"Apaaan sih Mas...kan Malu..."Jawab Aisha sambil menunduk.
Aku tertawa melihat betapa Cantiknya Aisha kalo sedang tersipu malu.
Kemudian datang Bik Entin dan Mang Dimin membawakan Makan siang untuk Kami.
Aku membuka Box Kue untuk Aisha, Aisha hanya mengambil Satu Kue, sisanya Aku kasih ke Bik Entin dan Suaminya.
__ADS_1
Selesai Makan Siang, Kami pun Sholat Zhuhur Berjamaah, kemudian Aku dan Aisha tidur siang.
"Aku mengusap perut istriku dengan lembut dan Aisha merasakan nyaman dengan belaian tanganku sampai Kami berdua tertidur dengan pulas.
Aku terbangun ketika melihat HPku berbunyi, ternyata Yunus yang menelpon, dan Aku menyuruh Yunus tidak usah datang ke Kantor karena Aku juga sudah pulang.
Ku lihat Aisha masih tertidur, ku cium keningnya, kemudian Aku masuk ke Kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sesudah Mandi dan Sholat Asar, Aku menelpon Papa untuk memberitahukan bahwa baru Lusa Aku bisa pulang.
Aku tidak mau Mareka melihat Aisha susah berjalan karena perbuatanku.
Pasti habis Aku jadi bahan ledekan Papa sama Mama..... Mending disini dulu menikmati Bulan Madu singkat ini hehehe...."Batinku.
Aku langsung masuk ke Ruang yang Ku jadikan Kantor di rumahku.
Oh iya Foto Pernikahanku berdua dengan Istriku, Aku pajang di dalam Kantorku ini.
Besok mau Aku pindahkan ke dalam Kamar kami Berdua.
Satu lagi mau Aku letakkan di Ruang tamu serta di Ruang Keluarga.
Oh Iya sehabis Wisuda, Aku akan bicarakan dengan Papa dan Mama untuk mengadakan Resepsi Pernikahan Kami.
Aku ingin agar semua orang tau bahwa Aisha adalah Istriku....
...****************...
Aisha Bangun tapi Dia tidak melihat Suaminya, lalu Aisha bangkit terus masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Mandi terus Aisha Sholat Asar, lalu membaca Alqur'an.
Mungkin tadi Mas Rendi tidak membangunkan dirinya untuk Sholat Asar karena di lihatnya Aku lelap tidurnya.
Lalu Rendi pun datang dan melihat Istrinya yang sedang membaca Alqur'an dengan suara merdunya.
Dia pun duduk sambil mendengarkan Istrinya yang sedang mengaji dengan memejamkan matanya.
Selesai mengaji, Aisha melihat Suaminya yang sedang tersenyum ke arahnya.
Sayang...Hari Sabtu besok Kamu jadi pulang ke Bogor?.."Tanyaku.
Aisha mengelengkan kepalanya sambil berkata, "Nanti saja ya Mas...jangan sekarang...
"Ya sudah...Nanti Kalo Rindu dengan Abah dan Ummi bilang saja ya?, Mas Akan antar....."Ucapku sambil tersenyum.
"Iya Mas..."Jawab Aisha sambil merapikan Mukenanya.
Aku terpesona melihat Istriku, Sungguh Cantik dengan rambut hitam panjangnya.
"Sayang...besok kita nginap di Rumah Mama ya?.."Kataku sambil menarik tangannya agar duduk di dekatku.
"Iya, terserah Mas saja..."Jawab Aisha dengan lembut.
Akupun memeluk dan mencium keningnya dengan Lembut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1