
Mareka pun akhirnya Sholat Zhuhur bersama-sama.
Selesai Sholat mareka berdoa bersama yang di pimpin oleh Pak Ustadz Ma'ruf.
Sesudah berdoa kemudian Ummi, Aisha dan Farida pamit masuk ke dalam rumah.
Tinggallah Pak Ustadz, Rendi dan Yunus di dalam Saung.
Rendi dan Yunus masih melihat kepergian pujaan hatinya masuk ke dalam rumah.
Hem...ehem...." Batuk Pak Ustadz membuyarkan tatapan kami kesana.
Kami pun langsung tertunduk malu sambil tersenyum karena tertangkap basah sedang melihat ke arah Aisha dan Farida.
Nak Rendi...kita bicarakan disini saja ya... " Ucap Pak Ustadz membuyarkan Lamunanku.
Aku hanya mengangguk saja sembari pasrah tentang apa yang akan di bicarakan oleh Pak Ustadz.
YA ALLAH...jangan-jangan Pak Ustadz mau bicara kalo Beliau sudah melamar Aisha, bagaimana ini..."Ucapku risau dalam hati.
Ya RABBI... Kuatkanlah hati Rendi..." Batin Yunus.
Begini Nak... Pak Ustadz membuka obrolannya.
Saya sudah ke rumahnya Aisha dan mengutarakan maksud dari Nak Rendi untuk meminang Aisha.." Kata Pak Ustadz pelan.
Apaaa....bu..bukankah Aisha buat Pak Ustadz?, " Ucapku terkejut.
Maksud Nak Rendi??....saya tidak mengerti!!!......" Tanya Pak Ustadz Ma'ruf bingung.
Ma..maaf.. Pak Ustadz, saya dengar bahwa... Bapak melamar Aisha untuk jadi Istri Bapak?.." Ucap Yunus pelan dan terbata-bata.
Apaa....Hahaha....( Pak Ustadz tertawa) lalu berkata.
"Mana mungkin Saya mengkhianati Istri Saya.
Mana mungkin Saya menghancurkan Rumah Tangga Saya sendiri.
Aishaaaa...sudah saya anggap seperti anak saya sendiri.
Saya dan Abahnya Aisha sudah bersahabat sejak Kecil terus sekarang di lanjutkan oleh Aisha dan Farida.
Jadi mana mungkin saya menghancurkan persahabatan anak saya, "Ucap Pak Ustadz Ma'ruf panjang lebar.
"Kami minta maaf Pak Ustadz.. karena sudah menduga yang tidak-tidak...." Ucapku sambil membungkuk malu.
Sudahlah Nak...jangan dengerin gosip yang tidak benar? "Ucap Pak Ustadz menasehati.
Iya Pak Ustadz...Sekali Lagi saya minta maafff... "Jawabku malu sambil menunduk dan menyilangkan tangan di dada tanda minta maaf.
Sudahlah Nak...Bapak sudah memaafkan..kalian tidak salah... hanya dengar isu-isu yang salah... "Ucap Pak Ustadz sambil tersenyum.
__ADS_1
" Iya...Pak Ustadz " Jawab kami serentak.
Alhamdulillah.. Ternyata Aisha bukan untuk Pak Ustadz..."Ucapku dalam hati.
"Alhamdulillah ternyata masih milik Rendi hehehe " Batin Yunus sambil tersenyum.
Begini Nak?... Sehabis Nak Rendi dan Nak Yunus ke rumah saya minggu yang lalu untuk meminta saya melamar Aisha.
Besoknya saya langsung ke rumahnya Aisha untuk mengutarakan maksud Nak Rendi untuk mengkhitbahkan Aisha kepada Ayahnya.
Ternyata Pak Surya Dinata tidak bisa langsung menjawabnya, Beliau bilang ingin bertemu langsung dengan Nak Rendi.
Nah apakah Nak Rendi bersedia besok pagi kita ke rumahnya?, " Ucap Pak Ustadz Ma'ruf.
"Iya Pak saya bersedia " Ucapku cepat.
Baik kalau begitu Nak Rendi besok Pagi ke rumah Bapak habis itu kita ke rumahnya Pak Surya " Kata Pak Ustadz Ma'ruf.
Baik Pak Ustadz..." Jawabku.
Tetapi Nak...Kalau pun misalnya ni...umpama di terima pasti Pak Surya mengajukan Syarat, Apa Nak Rendi siap??.. " Tanya Pak Ustadz.
"INSYA ALLAH saya siap Pak Ustadz.." Jawabku mantap.
"Bagus...saya suka pemuda yang punya prinsip, mudah-mudahan syaratnya tidak susah dan kamu bisa menyanggupinya " Ucap Pak Ustadz Ma'ruf dengan yakin.
Aamiin.... " Jawabku sambil mengusap muka.
Sewaktu kami pamit dengan Ummi, tampak Farida mengintip dari balik pintu, dan kami baru tau ternyata Aisha sudah pulang tadi sewaktu kami mengobrol dengan Pak Ustadz di saung.
Akhirnya kami pun pulang ke Pesantren dengan perasaan gembira.
Aku begitu senang karena tak sengaja bertemu dengan Aisha, ternyata Dia begitu cantik dan Sholeha.
Begitu juga dengan Yunus yang tampak juga sangat bahagia karena bisa ketemu dengan Farida sang pujaan hati.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, Sampailah mareka di Pesantren Nurul Ilmi.
Mareka langsung menuju ke kamar, ternyata sudah sepi karena para Santri sudah menuju ke Mesjid menunggu Waktu Sholat datang.
Mareka pun Akhirnya mandi.
Sesudah itu menganti baju Koko dan Sarung lalu pergi menuju Mesjid untuk menunaikan Sholat Asar Berjamaah.
Sesudah Sholat Asar, kami pun ikut Kajian Kitab dengan Asep, Teguh, Andi dan beberapa Santri Senior juga.
Kami semua mendengarkan dengan Khitmat Kajian yang langsung di Pimpin Oleh Bapak Kyai Abdul Somad.
Selesai Kajian, kami pun bubar... Aku, Yunus dan Teguh Langsung balik ke kamar.
Sedangkan Asep dan Andi menuju ke kamar Santri Putra untuk mengecek keadaan kamar para Santri.
__ADS_1
Kalau berantakan harus segera di rapikan dan jangan ada yang keluar dari Pesantren kalau sudah Malam.
Kalau tetap keluar akan kena hukuman dari para Ustadz.
Karena mareka Santri Senior maka harus selalu memeriksa setiap kamar para Santri Juniornya.
Sampai di kamar.
Ren...Nus..kalian habis dari rumah Pak Ustadz Ma',ruf ya? "Tanya Teguh.
Iya Guh!.." Jawab Yunus.
Kenapa memangnya Guh? " Tanyaku.
Nggak kenapa-napa, cuma aku sedikit penasaran apa Aisha menerima lamaran dari Pak Ustadz Ma'ruf.
Secara kan, Beliau Ayah Sahabatnya..." Ucap Teguh.
Aku dan Yunus saling liat-liatan, kemudian aku berkata.
" Guh...itu hanya gosip antara Pak Ustadz Ma'ruf dan Aisha...itu semua tidak benar....
Sudah jangan di perpanjang lagi ya...takutnya jadi fitnah " Kataku sambil menepuk pundak Teguh dan tersenyum.
Oooo..begitu...ya ALLAH...aku sudah salah sangka, semoga ALLAH mengampuni dosaku, " Ucap Teguh sambil mengusap mukanya.
Aamiin...sudah ya..jangan di perpanjang lagi cerita ini, kita close saja ya..." Kata Yunus.
Semoga ALLAH mengampuni dosa kita semua.. Aamiin... "Ucap Yunus.
Aamiin... " Jawabku dan Yunus bersama.
Tak lama kemudian, Asep dan Andi juga sudah balik ke kamar.
Kami juga meminta kepada mareka untuk menstop berita-berita yang tidak benar seperti ini.
Takutnya jadi Fitnah dan jadi merusak nama baiknya Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf.
Beliau hanya menolongku malah jadi gunjingan orang-orang tak suka kepadanya.
Karena suatu Fitnah bisa menghancurkan kehidupan seseorang.
Bukan hanya Nama Baiknya tapi juga rumah tangganya... Nauzubillah..
Seperti pepatah..." Fitnah lebih kejam dari membunuh ".
So...Hindarilah Fitnah karena bisa membinasakan orang dan diri sendiri....
####################################
Lanjut....kesebelah ya :)
__ADS_1