
Pagi pun datang, kami semua menuju ke Mesjid untuk Sholat Subuh berjamaah.
Sesudah itu kami mendengarkan KULTUM ( Kuliah Tujuh Menit) alias ceramah yang akan di sampaikan oleh Ustadz Malik.
Selesai Ceramah Subuh, kami pun menuju ke kamar untuk ganti baju karena sebentar lagi siap-siap gotong royong untuk membersihkan Pesantren.
Semua Santriwan dan Santriwati juga para Ustadz ikut bergotong royong.
Semua bahu membahu bekerja membersihkan got-got dari sampah dan dedaunan.
Rasanya seru sekali, sambil gotong royong senda gurau dengan di iringi canda tawa semua tambah senang melakukannya.
Tidak ada wajah terpaksa atau malas bekerja, semua bergembira membersihkan Pesantren yang kami Cintai.
Sekitar Dua Jam akhirnya..kami semua selesai bergotong royong.
Tampak Pesantren begitu bersih dan rapi sehingga enak di pandang mata.
Para Santriwan dan Santriwati akhirnya kembali ke pondok Masing-masing.
Ada yang langsung menuju dapur untuk sarapan pagi, ada yang langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan mareka.
Sedangkan Para Ustadz dan Santri Senior kembali ke kamarnya masing-masing
Begitu juga dengan Aku, Asep, Andi, Teguh dan Yunus.
Kami langsung menuju ke Kamar untuk mandi secara bergantian.
Selesai Mandi, Aku dan Yunus langsung berpakaian sangat rapi.
Kami memakai Kemeja lengan panjang dan celana kain serta pakai sepatu.
Layaknya pakaian formal sehingga membuat tatapan keingintahuan dari Asep, Andi dan Teguh.
Kami sudah ada Janji dengan Pak Ustadz Ahmad Ma'ruf "Ujar Yunus yang mengerti atas tatapan mareka.
Sedangkan Aku cuma tersenyum melihat raut wajah penasaran mareka.
Kemudian salah satu dari mareka berkata "Silahkan kalau memang kalian sudah ada janji dengan Pak Ustadz, jangan membuat Beliau menunggu " Ujar Asep.
"Iya Sep ini kami mau pergi " Kataku sambil di angguki oleh Yunus.
Makan dulu Ren...Nus..kan tadi capek habis gotong royong " Ujar Andi.
Iya Ndi...ini mau ke ruang makan mau sarapan sesudah itu kami langsung ke rumahnya Pak Ustadz "Jawab Yunus.
Kalau begitu ayo kita sarapan bareng "Kata Teguh.
"Ayooo... " Jawab Yunus di barengin sama kami kemudian melangkah membuka pintu kamar.
Sampai di ruang makan, kami pun makan dengan lahap karena memang lapar mungkin capek habis gotong royong.
Akhirnya kami selesai sarapan dan Aku serta Yunus pamit mau ke rumahnya Pak Ustadz Ma'ruf dengan membawa mobil.
Yunus yang setir, kami pun menuju kedai buah-buahan untuk di bawa ke rumah Pak Ustadz Ma'ruf dan juga ke rumahnya Aisha.
Sesudah membeli buah tangan kami pun menuju ke rumah Pak Ustadz Ma'ruf.
Ren...nanti gue saja yang kasih ya ke Pak Ustadz hitung-hitung ngasih calon mertua hehe.." Ujar Yunus.
"Siap...gue ikut saja asal lo senang hehe.." Kataku sambil menepuk bahunya.
Kira-kira Sepuluh Menit Kami pun Sampai.
Begitu tiba di rumah Pak Ustadz, ternyata Beliau sudah menantikan kedatangan kami di depan pintu.
__ADS_1
Kemudian kami pun di ajak masuk ke dalam, tak lupa kami membawa buah tangan buat Pak Ustadz.
Apa ini Nak??....tidak usah repot-repot " Kata Pak Ustadz sambil menerima bingkisan dari Yunus.
Ini Pak Ustadz cuma sekedar oleh-oleh...maaf kemaren kami kesini belum sempat membawanya " Ujar Yunus tersenyum sambil menyerahkan buah tangan tersebut.
Hmm...mulai ambil hati mertua " Ujarku dalam hati sambil tersenyum.
Aduuuuhh...ngerepotin Ananda berdua, kalian mampir saja Bapak sudah senang " Jawab Pak Ustadz.
Iya Pak Ustadz? kami juga senang bisa kenalan dengan Pak Ustadz sekeluarga " Jawabku sambil menyenggol Yunus.
Hmm...kalau begitu sebentar ya, Bapak ke dalam ganti baju dulu ya? " Kata Pak Ustadz.
"Baik Pak Ustadz " Jawab kami serentak.
Akhirnya Pak Ustadz ke dalam rumah, tak lupa Beliau menyuruh Farida untuk membuat minuman.
Farida pun mengantar minuman dan Kue ke ruang tamu.
Semenjak bertatapan dengan Yunus, Farida merasakan jatungnya berdebar-debar bila bertemu dengan Yunus.
Silahkan di minum tehnya Kang? " Ujar Farida.
" Baik Dek Ida, pasti minuman yang Dek Ida buat manis seperti orangnya hehehe....." Ujar Yunus gombal.
Ah...Kang Yunus bisa aja, Ida jadi malu " Ujar Ida sambil tersipu.
"Ni...lihat...Kang Yunus minum ya? ( Yunus pun minum teh yang masih panas).
Ugh...uhh..uhg.. Panas.." Ujar Yunus sambil pegang bibirnya yang jontor.
Maaf Kang..baru saja Ida mau bilang eh..Akang sudah minum tehnya.." Ujar Ida sambil tersenyum
He..he..he..." Biarin saja Farida...Yunus memang seperti itu orangnya " Ujarku sambil tertawa.
Ya sudah... Farida ke dalam dulu ya Kang, jangan lupa di minum Tehnya dan di makan kuenya? " Kata Farida sambil melangkah masuk dalam.
Hahaha.. Makanya jangan gombal melulu... Santai saja Sob....Insya ALLAH kalau memang kalian berdua jodoh pasti lancar jalannya " Kataku sambil menepuk lengan Yunus.
Aamiin..." Jawab Yunus pasrah.
Akhirnya Pak Ustadz Ma'ruf pun sudah rapi kemudian kami pun pamit kepada Ummi Zainab dan Farida.
Berangkatlah kami menuju ke rumahnya Aisha.
Hatiku berdebar-debar tidak karuan, antara senang dan takut juga pasrah.
Senang bisa ketemu Sang pujaan hati, tetapi takut di tolak sama Abahnya Aisha.
Juga aku akan pasrah apapun yang terjadi. Kalau Aisha jodohku maka akan lancar jalan kami.
Sampai di rumah Aisha, makin deg-degkan jantungku.
Setelah memakirkan mobilnya, kami pun turun bersama-sama.
Kemudian Pak Ustadz mengucapkan salam, sedangkan kami berada di belakang Beliau.
" Assalamu'alaikum..." Ujar Pak Ustadz Ma'ruf.
"Wa'alaikum Salam.." Jawab sebuah suara yang berat dari dalam.
"Oooh...Ente Ji..." Silahkan masuk..." Ucap Pak Haji Surya sambil menatap kami secara bergantian.
Ayuk kita masuk..." Ajak Pak Ustadz kepada kami.
__ADS_1
Kami pun masuk ke dalam, suasana rumah Aisha begitu rapi dan sejuk khas rumah-rumah perdesaan.
Aku sungguh terkesan dengan tata ruang yang sangat indah dan bagus.
Aku pun memberikan Buah tangan kepada Pak Haji Surya.
Silahkan duduk.." Ujar Pak Haji Surya kepada kami dengan ramah.
Ini Namanya Nak Rendi, sedangkan itu namanya Nak Yunus.. " Ujar Pak Ustadz sambil memperkenalkan kami berdua.
Tampak Pak Haji Surya memperhatikan kami dengan tatapan Penasaran.
"Ooo...ini yang mau melamar Aisha.." Ujar Abah Aisha sambil melihat ke arahku.
Aku menelan air liur kemudian menganggukkan kepala.
Begitu juga dengan Yunus yang tampak sangat takut langsung menatap ke bawah.
"Maaf Ni Ji...Saya kesini mewakili Nak Rendi untuk melamar Aisha, gimana? " Tanya Pak Ustadz Ma'ruf membuka obrolan.
Apa kegiatanmu sekarang Nak? " Tanya Pak Haji Surya dalam.
Saya sekarang masih kuliah dan sedang memperdalam ilmu agama di Pesantren Nurul Ilmi " Jawabku.
Terus kalau kamu mau menikah dengan Aisha, apa kamu sanggup Bertanggung Jawab, bukan hanya untuk Aisha tapi juga untuk keluargamu nanti " Ujar Pak Haji Surya.
Kamu masih muda, Jalanmu masih panjang, Kamu kerja juga belum.. apa yang bisa kamu kasih untuk Aisha? Cinta saja tidak cukup Anak Muda... lebih baik kamu pikirkan lagi niat kamu untuk melamar Anak Saya, " Jawab Abah Aisha tegas.
Aku langsung terdiam kemudian berkata.
" Maaf Pak Haji...Saya memang datang kesini dengan Niat bersih ingin meminang Aisha menjadi Istri Saya.
Saya memang sekarang Masih Kuliah tapi sedang menyusun Skripsi untuk tugas Akhir.
Dan untuk Tanggung Jawab, Pak Haji tidak usah risau, karena Saya juga akan Mulai Bekerja untuk menghidupi Anak dan Istri Saya.
Saya tidak akan menyusahkan Orang Tua Saya dan Juga Pak Haji, Tetapi saya hanya berharap Pak haji mempercayakan Aisha untuk menjadi pendamping Saya.
Saya berjanji kalau Pak Haji merestui Kami maka Saya akan menjaga Aisha dan merawatnya dengan segenap Jiwa Raga Saya dan akan Saya perlakukan Aisha dengan baik dan benar.
Tetapi kalau memang kedatangan Saya dengan membawa Niat baik ini Pak Haji risau atau keberatan maka Pak Haji boleh menolak lamaran Saya ini " Jawabku mantap.
Tetapi satu hal yang Saya tau, Kalau kita menikah dengan Cinta dan Kasih Sayang terhadap wanita yang Kita inginkan maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.
Yang terpenting Setia dan Saling Percaya Satu sama lain.
Tetapi kalau menurut Pak Haji tidak cukup Cinta dan Niat Suci Saya untuk mengkhitbahkan Aisha, Maka Saya akan Ikhlas mundur dari Lamaran ini " Ujarku pasrah.
Semua terdiam dengar omonganku. Kemudian Pak Haji Surya kembali berkata.
" Kalau saya terima lamaran kamu, apa kamu sanggup memenuhi persyaratan yang Saya Ajukan!! " Katanya.
" Baik.. Kalau memang Syarat ini sebagai langkah saya meminang Aisha maka Saya Akan penuhi persyaratan itu " Jawabku.
"Baik...kamu pemuda yang sangat tangguh, baru kali ini saya menemukan Pemuda sepertimu yang Pantang Mundur.
Kalau memang Kamu Serius dengan Anak Saya maka Syaratnya adalah Kamu harus hafal Surat AR-RAHMAN Juga surat-surat Pendek karena Kamu akan jadi Imam bagi Anak Saya, dan saya minta kamu juga harus sudah bekerja?... Bagaimana Kamu siap!," Kata Pak Haji Surya.
" Baik...Saya terima Syaratnya dan Saya minta Waktu" Jawabku.
"Baiklah Nak... karena kegigihanmu saya memberi waktu Satu Bulan dari sekarang.
Datanglah pada Tanggal yang sama Bulan depan untuk Hafalan Surah AR-RAHMAN, Saya sendiri yang akan mengetes kamu dengan saksi Pak Haji Ma'ruf dan Teman kamu ini, gimana? " Ucap Pak Haji Surya.
" Baik..., Saya terima dan Saya siap .." Jawabku mantap
__ADS_1
####################################
Lanjutannya ......kesebelah ya😀