
Masih di kediaman keluarga Yudha,
Papa Yudha yang bernama lengkap Rony Raditya , memiliki dua orang anak, anak pertama bernama Yudha Pratama Raditya, bersama almarhumah istri pertamanya yang bernama Isabella, dan anak yang kedua bernama Raya Dwi Raditya, bersama Tina Fransiska,
Rony menyayangi kedua anak nya meskipun dari ibu yang berbeda, bagi nya tetap sama saja, sama sama darah daging nya, tidak ada yang lebih diistimewakan, semua sama, Rasa sayang dan ketegasan nya dalam memimpin keluarga membuat kedua ank nya sangat menyayangi dan menghormati apapun keputusan papa nya.
Setelah selesai acara makan malam bersama, Rony meminta semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga, sambil bersantai menonton TV, Rony akan memberi kabar bahagia dari putra nya,
Tina masih bertanya-tanya, kabar gembira apa kah yang akan mereka dengar, sepertinya ada rasa tak suka dalam hati Tina,
Dan benar saja, ketika Rony menyampaikan bahwa Yudha akan melamar seorang gadis dalam waktu dekat, membuat Tina marah, terlebih lagi gadis itu bukan Dinda yang me jadi pilihannya.
Marah,,ya tentu saja Tina marah tidak terima, sebab perjodohan Yudha dengan Dinda sudah pernah di bicarakan jauh hari sebelum Dinda pergi keluar negeri.
"apa apaan ini Pa!! berang Tina.
"bagaimana dengan Dinda,,dia sudah menunggu cukup lama untuk jawaban perjodohan ini,
"lalu dengan mudahnya Yudha mengatakan ingin melamar wanita lain,,ini tidak benar,, bagaimana perasaan dinda dan keluarga nya? protes Tina.
"yang selalu sibuk menjodohkan kan mama,,dan aku tidak pernah menyetujuinya,,ketus Yudha.
__ADS_1
"dan sekarang aku ingin menikahi wanita pilihanku, jika mama tidak setuju bukan masalah besar untuk ku,,jawab santai Yudha,
Yudha merasa tidak perlu meminta restu ibu tirinya, karena yang terpenting Rony papa nya sudah memberi restu. diterima atau tidak nya keputusan Yudha oleh Tina bukan masalah besar untuk Yudha.
"kau!!! bentak Tina.
"sudah lah ma,,kenapa harus dipermasalahkan,,toh memang dari dulu mama yang selalu sibuk menjodohkan Yudha dengan Dinda,
"dan Yudha juga tidak pernah menganggap perjodohan itu ada, lalu apa masalahnya?
"papa juga tidak pernah terlibat dalam perjodohan mama itu, seperti apa keluarga Dinda papa juga tidak begitu mengenal nya,,ucap Rony panjang lebar.
"papa,,,Tina tidak bisa berkata apa-apa lagi,,
Karena terlalu bersemangat untuk menjodohkan Dinda dengan anak tirinya, sampai lupa melibatkan suaminya, padahal kalau saja dari dulu Rony tau keinginannya untuk menjodohkan mereka, dan Rony menyetujui perjodohan itu, tentu masalah nya tidak serumit ini.
"sudah lah ma,, persiapkan saja lamaran Yudha untuk gadis itu, perintah Rony.
"ya pa,,jawab Tina pasrah.
"Pa, lamarannya lusa saja ya,,pinta Yudha.
__ADS_1
"loh kenapa cepat sekali? tanya tina
"Sepertinya anak Papa sudah tidak sabar,,kenapa tidak langsung menikah saja,,tidak perlu lamaran,,canda Rony.
"usul papa boleh juga, baiklah aku akan meminta Deni memberi tahu keluarga om Ibrahim untuk mempersiapkan pernikahan ini,,antusias Yudha.
Roni dan Tina hanya melongo mendengar ucapan putra nya,,itu tadi hanya sebuah candaan, dan ternyata dianggap serius oleh Yudha,,sungguh diluar dugaan Yudha langsung menyambut antusias usulan papanya yang bermaksud hanya candaan belaka.
Sepertinya tidak mungkin menunda nya lagi, Yudha sudah tak sabar untuk segera menghalalkan putri Ibrahim yang membuatnya hilang fokus ketika memikirkannya.
"Pa,, bagaimana? tanya tina pada suami nya.
"ya sudah ma,,turuti saja mau nya Yudha,, Jawab santai Rony.
Tina sungguh jengkel melihat kelakuan kedua pria yang berbeda generasi itu. tampak tak perduli, menganggap ini persoalan sepele.
"urus semua sendiri,,aku pusing,,ucap Tina ketus, lalu bergegas meninggalkan mereka berdua.
Yudha dan Rony saling tatap kemudian mereka tertawa keras.
"mama mu dalam mode merajuk,,ucap Rony kepada anaknya
__ADS_1
"istri papa,, cuek Yudha.
Sementara Raya hanya menjadi penonton tanpa mau berkomentar, karena dari dulu memang seperti itu, mama dan Abang nya tidak pernah sejalan, dan Papa selalu menjadi penengah dan tak jarang pula papa berbelok haluan pada Yudha.